My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
27. Kalah Telak


__ADS_3

πŸ“’πŸ“’πŸ“’BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


***


Entah angin apa yang membawa Rhea pergi menjemput Krystal di kampusnya. Setelah Rhea mendapat kabar kalau kelas Krystal telah berakhir, tanpa pikir panjang dia langsung pergi menjemputnya. Jujur, sebenarnya bukan tanpa aalasan mengapa Rhea melakukan hal tersebut. Rhea rela datang juga karena ingin membuktikan sendiri seperti apa tingkah laku Nania di belakang sang kakak. Jika memang benar kalau rumor yang menyebutkan Nania suka menebar pesona demi menarik perhatian dari pria lain, maka Rhea bersumpah tidak akan pernah membiarkan Nania terus mendekati kakaknya. Gadis gatal itu harus secepatnya di usir pergi dari kehidupan saudaranya itu. Rhea tak ingin kakaknya menjadi korban.


"Hai, Rhe. Cepat sekali kau datangnya," sapa Krystal sambil berjalan menghampiri Rhea. Dia kemudian memeluknya.


"Aku sedang senggang. Dan kebetulan aku ingin melihat seperti apa tingkah gadis nakal itu ketika berada di kampus. Aku butuh banyak bukti untuk meyakinkan Kak Jovan kalau Nania sangat tidak pantas untuknya," sahut Rhea sambil terus memperhatikan keadaan sekitar kampus. Dia tidak boleh kecolongan.


Ooh, jadi Rhea datang menjemputku karena ingin mencari bukti kejelekan Nania? Hahaha, pucuk di cinta ulam pun tiba. Akhirnya ya ada seseorang yang mau berusaha membantuku memisahkan Jovan dari Nania tanpa harus aku bersusah payah meminta bantuannya. Rhea-Rhea, terima kasih banyak atas bantuan suka relamu ini ya. Aku senang sekali, batin Krystal kegirangan.


Dan tak lama kemudian, muncullah Nania bersama dengan kedua sahabatnya. Rhea yang melihat hal itupun segera mengajak Krystal untuk pindah posisi. Tak lupa juga Rhea merekam semua aksi yang Nania lakukan saat melenggak-lenggokkan bokongnya ketika sedang berjalan.


"Uwahhh, Nania. Kau semakin seksi saja setiap harinya!" puji salah seorang mahasiswa sambil menelan ludah menyaksikan bagaimana si bunga kampus lewat di hadapannya.


"Oho, itu tentu saja, baby. Apa kau senang melihatnya?" ledek Nania sambil mengedipkan mata.


"Tentu, aku tentu saja sangat senang, Nania!"


"Kalau begitu baguslah. Itu artinya matamu sehat karena bisa membedakan mana bidadari yang masih segar dan mana bidadari yang sudah layu. Benar begitu, teman-teman?"


"Benar sekali, Nania," sahut Susan dan Tasya berbarengan.

__ADS_1


Sambil tertawa cekikikan, Nania, Susan dan Tasya berjalan menuju parkiran mobil. Mereka sama sekali tidak ada yang menyadari kalau ada dua orang manusia yang tengah merekam mereka dari arah belakang.


"Dasar gadis tidak tahu malu. Berhenti kau di sana!" teriak Rhea sambil mengepalkan kedua tangannya. Ternyata dugaannya benar kalau Nania itu sangat genit pada semua pria yang di temuinya. Ini tidak boleh di biarkan.


Nania yang merasa familiar dengan pemilik suara itu pun akhirnya berhenti kemudian berbalik menghadap ke belakang. Kedua alisnya saling bertaut ketika mendapati Krystal yang sedang berjalan ke arahnya bersama dengan Rhea.


Aha, sepertinya akan ada permainan seru setelah ini, batin Nania girang.


"Kalian berdua, minggir!" ucap Rhea mengusir pergi kedua gadis yang berada di sisi kanan dan sisi kiri Nania.


"Eh, memangnya kau siapa berani mengusir kami?" tanya Susan enggan pergi. Dia lalu manatap sinis ke arah Krystal yang sedang tersenyum licik. "Hih, jangan bilang perempuan ini adalah antek-antekmu yang baru, Krystal. Aku benar 'kan?"


"Jaga mulutmu, brengsek!" sahut Krystal emosi.


"Halah, apanya yang harus di jaga jika hanya bicara dengan perempuan sepertimu. Cihh, tak sudi aku!"


"Sudah berapa kali aku peringatkan padamu jangan coba-coba menyentuh kedua temanku. Kau itu adalah seorang kakak senior, Krystal. Jangan sok bersikap brutal seolah kau adalah anak jalanan yang tidak pernah menempuh bangku pendidikan!" tegur Nania sambil menatap dingin ke arah Krystal yang sedang merintih meminta untuk dilepaskan.


"Lepaskan Krystal, Nania. Tanganmu yang kotor itu tidak di izinkan menyentuh kulit Krystal yang berharga!" bela Rhea sambil memukul tangan Nania agar melepaskan tangan Krystal.


Nania meradang. Dia menghempaskan tangan Krystal dengan kasar kemudian langsung mengayunkan tangan ke wajah Rhea. Dan ... phakkk. Satu pukulan mendarat dengan sangat cantik di wajah adik dari kekasihnya. Setelah itu Nania bersedekap tangan, tersenyum lebar melihat bagaimana Rhea menjadi sangat syok setelah mendapatkan siraman obat hangat darinya.


"Nania, apa-apaan kau!" teriak Krystal kaget melihat apa yang baru saja Nania lakukan.

__ADS_1


"Matamu buta atau bagaimana, Krystal. Memangnya kau tidak lihat kalau aku baru saja menampar wajahnya Rhea? Kenapa? Apa kau ingin kupukul juga, hem?" tanya Nania santai.


"Sialan. Kau benar-benar sudah sangat kelewatan, Nania. Kau sudah menyerang seseorang tanpa sebab, kau bisa di pidanakan!"


"Silahkan saja, aku sama sekali tidak takut. Lagipula ya, Krystal. Mengajukan laporan juga di butuhkan bukti yang kuat. Lihat, di sekeliling parkiran ini tidak ada CCTV. Jadi bagaimana caranya kau ingin menjebloskan aku ke penjara?" ejek Nania sambil menahan tawa. Dia lalu melihat ke arah pipinya Rhea yang memerah. "Aaaa, apa jangan-jangan kalian berniat melakukan visum untuk mengambil bukti kalau aku telah menyerang Rhea, begitu? Ahahaha, Krystal-Krystal. Apa gunanya kau kuliah kalau kau sendiri berpikir tanpa menggunakan otak. Ku beritahu kau satu hal ya. Jika pun benar kalian berhasil melaporkan aku dengan membawa bukti visum dari rumah sakit, aku bisa langsung menyangkalnya dengan mengatakan kalau luka lebam itu bukan aku yang membuatnya. Kalian perlu membawa saksi mata sebagai barang bukti yang kuat. Sedangkan di sini, saksi mata yang benar-benar menyaksikan kejadian tadi hanyalah Susan dan Tasya. Jadi ... Susan, Tasya. Apa kalian melihat aku memukul wajahnya Rhea? Tolong di jawab dengan seyuyur-yiyurnya ya?"


"Maaf, Nania. Sejak kita sampai di parkiran aku dan Susan sama sekali tidak melihat kau melakukan penyerangan secara fisik pada Rhea. Justru Rhea-lah yang ingin melakukan kekerasan pada kami!" jawab Tasya sambil memasang ekpresi sepolos mungkin.


"A-apa? Aku?" kaget Rhea. Dia lalu menatap bergantian ke arah tiga orang gadis yang tengah terkikik di hadapannya. Benar-benar sialan. Rhea di kerjai ternyata.


"Rhe, jangan pedulikan mereka lagi. Lebih baik sekarang kita pergi ke rumah sakit sakit saja untuk mengobati lebam di pipimu. Lihat, bekasnya sudah mulai membengkak!" ucap Krystal mencari cara untuk segera melarikan diri dari hadapan Nania dan kedua temannya. Jujur, Krystal merasa kalau ketiga mahasiswi ini adalah sekelompok psikopat yang pintar sekali memainkan drama playing victim. Dan untuk saat ini Krystal tidak siap jika harus berurusan dengan mereka.


"Iya, Rhea. Krystal ada benarnya juga dengan mengajakmu pergi ke rumah sakit. Tolong nanti kalian jangan lupa juga membuat surat aduan ke kantor polisi ya. Oke?" timpal Nania sambil tersenyum evil. "Jujur, aku sudah tidak sabar ingin menunggu surat panggilan itu datang. Benar kan teman-teman?"


"Tentu saja sangat benar, Nania!" sahut Susan dan Tasya kompak. Mereka bertiga kemudian melakukan high five, merasa sangat gembira karena berhasil membuat tim musuh kalah telak tanpa memiliki kesempatan untuk melawan.


Rhea dan Krystal sama-sama mengepalkan kedua tangan mereka menyaksikan bagaimana Nania dan kedua temannya mengolok-olok mereka. Tak tahan melihat euforia ketiganya, Krystal mengajak Rhea untuk segera pergi dari sana. Dan sepertinya apa yang baru saja dilakukan oleh Nania tidak bisa mereka laporkan kepada pihak kepolisian. Terlalu merepotkan karena mereka tidak memiliki bukti yang kuat untuk meyakinkan polisi bahwa memang benar kalau Rhea telah menjadi korban dari kebrutalan seorang Nania.


Sementara itu Nania beserta Susan dan Tasya, mereka bertiga langsung berpelukan dengan sangat erat setelah berhasil memukul mundur musuh mereka. Rasanya mereka seperti baru saja memenangkan jackpot yang sangat besar. Sungguh.


"Tidak kusangka ternyata Jovan bisa memiliki adik sebodoh Rhea, Nania. Padahal ya, mereka itu bisa-bisa saja membawa kasus ini ke pengadilan untuk menuntut pertanggungjawaban atas apa yang telah kau lakukan padanya. Dan juga Krystal. Dia itu kan mahasiswi di sini, masa iya dia tidak tahu kalau di sebelah sana ada CCTV yang merekam kejadian tadi. Ya Tuhan, kenapa dunia ini lawak sekali sih!" ucap Tasya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Itulah kenapa cantik saja tidak cukup, Tasya. Ibarat kata, Krystal itu adalah gambaran tentang arti pepatah yang menyebutkan kalau indah di luar, belum tentu indah di dalam. Dan jika di ibaratkan dalam strategi marketing, Krystal hanya menang di bagian cover saja. Sementara isinya, nol besar. Sama seperti otaknya, tumpul dan juga bodoh. Hahahaha!" sahut Nania kemudian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Untung saja Krystal sudah tidak ada di sana. Jika ada, bisa di pastikan kalau gadis itu pasti akan langsung mengamuk begitu mendengar olok-olokkan yang dilayangkan Nania untuknya. Sungguh lucu.


*******


__ADS_2