My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
91. Kode Dari Tuhan


__ADS_3

“Apa? Susan dan Tasya kecelakaan?”


Roti yang ada di dalam mulut Rhea hampir saja tersembur keluar begitu dia mendengar cerita sang kakak yang baru saja pulang ke rumah. Walaupun tidak terlalu akrab dengan keduanya, tapi semenjak hubungannya dengan Nania menjadi akur sedikit banyak Rhea menjadi dekat dengan mereka. Jadi wajar saja kalau sekarang Rhea sampai sekaget ini mendengar kabar Susan dan Tasya yang mengalami kecelakan setelah pulang dari klab.


“Lalu sekarang kabar mereka bagaimana, Kak? Nania baik-baik saja ‘kan?” tanya Rhea khawatir akan keselamatan Nania. Dia kini sudah tak fokus lagi pada sarapannya. Tak enak.


“Nania baik-baik saja. Untunglah semalam dia pulang bersamaku. Kalau tidak, dia akan bernasib sama seperti Susan dan Tasya,” jawab Jovan seraya menghela nafas. Setelah itu Jovan menatap bergantian pada ayah dan ibunya yang hanya diam menyimak cerita. “Ayah, Ibu. Menurut kalian mungkin tidak ada seseorang yang dengan sengaja merusak mobil milik Nania? Karena menurut dari ceritanya, selama ini Susan adalah yang terbaik dalam mengendarai mobil sekalipun dia sedang dalam kondisi setengah mabuk. Dan semalam Susan hanya minum sedikit. Aku saksinya!”


Kening Ardan langsung mengerut begitu mendengar penuturan Jovan. Sengaja merusak mobil milik Nania? Tidakkah hal ini sama artinya dengan mengundang kematian untuk orang itu sendiri? Ya ampun, Ardan sungguh salut sekali akan nyali orang tersebut. Berani sekali orang ini menyentuh gadis yang adalah kenalan dekat dari keluarga paling berpengaruh di negara ini. Mencari masalah saja. Huh.


“Jo, memangnya sekarang Nania sedang bermusuhan dengan siapa sampai-sampai kau terpikir ke arah sana?” tanya Silvi ingin tahu.


“Setahuku Nania sedang tidak bermusuhan dengan siapa-siapa sih, Bu. Jikapun ada, itu pasti hanya para gadis yang iri kepadanya. Selebihnya aku rasa tidak ada,” jawab Jovan sambil mengingat-ingat apakah Nania tengah bermusuhan dengan orang lain atau tidak.


“Kalau begitu mungkinkah pelakunya adalah salah satu dari mereka?”


“Siapapun itu Ayah sangat ingin mengacungkan jari jempol kepadanya. Nyali orang ini sungguh besar sekali karena berani menyinggung Nania, bahkan sampai mencelakai kedua sahabatnya. Ayah jadi penasaran apakah orang ini sama sekali tidak tahu siapa Nania atau memang sudah terbutakan matanya karena sesuatu hal. Sungguh, Jo. Jika memang benar kecelakaan yang di alami Susan dan Tasya ada unsur kesengajaan, Ayah berani jamin orang itu pasti akan langsung tamat begitu ketahuan. Benar tidak?” ucap Ardan menimbrung percakapan antara istri dan anaknya.

__ADS_1


Jovan, Rhea dan juga sang ibu kompak menganggukkan kepala mereka mendengar penuturan sang ayah. Nania memang hanya gadis biasa. Akan tetapi orang-orang yang berdiri di belakang keluarganya merupakan orang dengan latar belakang yang tidak biasa. Salah satu kakak ipar Nania merupakan kerabat dekat dari keluarga Ma, sedangkan Nania sendiri merupakan sahabat sejati dari menantu kesayangan di keluarga tersebut, yaitu Eleanor Young. Jadi seharusnya jika memang benar kecelakaan ini adalah perbuatan seseorang, maka sudah bisa di pastikan kalau nasib orang ini akan benar-benar tragis di tangan salah satu keluarga mengerikan itu. Membayangkan hal ini tanpa sadar membuat tengkuk Jovan, Rhea, dan kedua orangtua mereka meremang hebat. Terlalu menyeramkan.


“Kak Jovan, luka yang di alami Susan dan Tasya serius tidak?” tanya Rhea setelah tersadar dari kengeriannya.


“Seharusnya sih tidak,” jawab Jovan. “Tadi saat aku pulang mereka masih belum sadar. Setelah ini rencananya aku akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Nania. Kasihan dia. Nania merasa sangat bersalah karena membiarkan Susan mengendarai mobilnya bersama Tasya.”


“Aku ikut!” ucap Rhea dengan cepat.


“Ayah juga!” tambah Ardan ikut mendaftar.


Rhea terlihat mencebikkan bibir saat mendapati sang kakak yang tersipu malu ketika sang ibu menyebut ingin berkenalan dengan keluarga calon besan. Jika dulu Rhea akan memperlihatkan reaksi sinis penuh ketidaksukaan, kali ini dia menunjukkan ekpresi yang teramat jijik pada sang kakak. Bukan karena dia membenci Nania ya, bukan. Tapi karena Rhea merasa geli saja melihat kelakuan kakaknya. Biasalah, tukang bucin.


“Ya sudah lebih baik sekarang kau segera mandi kemudian kembali lagi untuk sarapan. Ibu akan menyiapkan sarapan untuk Nania. Kasihan. Dia pasti tidak enak makan melihat kedua sahabatnya mengalami kecelakaan,” ucap Silvi memberikan kode pada putranya agar berhenti bertingkah seperti putri malu. Agak lain dia melihatnya. Sungguh.


Apa? Seorang Nania bisa tak enak makan hanya karena memikirkan orang lain? Ya ampun, Ibu. Andai saja Ibu tahu apa yang Nania lakukan saat aku akan pulang ke rumah. Dan aku yakin sekali kalau sekarang dia pasti sedang duduk sambil mengusap perutnya yang membuncit kekenyangan. Haih.


Tak mau kelakuan unik kekasihnya terbongkar, dengan malas Jovan beranjak dari duduknya menuju kamar. Dan ketika menaiki anak tangga, pikiran Jovan melayang pada kejadian manis saat dia dan Nania berada di klab.

__ADS_1


“Ternyata Nania bisa cemburu juga ya. Aku pikir dia hanya akan peduli pada uangku saja, ternyata tidak. Apa mungkin ini adalah kode dari Tuhan kalau perlahan tapi pasti perasaan Nania mulai utuh mencintaiku tanpa ada embel-embel ATM berjalan?” gumam Jovan menerka-nerka sendiri. Dan di detik selanjutnya dia tiba-tiba memekik kesenangan membayangkan jika seandainya memang benar kalau Nania telah resmi mencintainya. “Ahahaha, semoga saja yang aku bayangkan benar-benar menjadi kenyataan. Hidupku akan sangat sempurna sekali jika pada akhirnya Nania mau mencintaiku atas dasar rasa cinta, bukan karena uang. Yeyyy!”


Ardan dan Silvi saling melempar pandangan mendengar suara teriakan Jovan yang sedang menggila. Setelah itu mereka tertawa sambil menggelengkan kepala.


“Sayang, kadang-kadang aku merasa seperti sedang bernostalgia setiap kali melihat Jovan yang sedang kasmaran pada Nania. Bukankah kelakuannya sangat mirip denganku dulu? Iya ‘kan?” tanya Ardan berkelakar.


“Ya kau benar, Ar. Kelakuan Jovan sangatlah mirip denganmu dulu,” jawab Silvi membenarkan. Dia lalu memukul pelan lengan Ardan saat suaminya itu mengedipkan mata dengan nakal. “Kau ini,”


“Hei hei hei, hellowww. Ayah, Ibu. Aku masih ada di sini ya. Tolong kondisikan kemesraan kalian!” tegur Rhea saat kedua orangtuanya tiba-tiba mengumbar kemesraan. Oh ayolah, sampai detik ini Rhea masih belum menemukan pasangan yang tepat. Sudah pasti sikap bucin kakak dan kedua orangtuanya membuat Rhea merasa iri. Jelas irilah. La wong cuma dia sendiri yang tidak punya pasangan.


“Hmmmm, makanya carilah pasangan agar kau tidak merasa kesepian, Rhea,” celetuk Ardan dengan sengaja mengejek putrinya yang sampai detik ini masih belum memiliki kekasih. “Kau ini ya. Umurmu itu sudah sangat cukup untuk mencari pasangan. Masa kau kalah dari Nania. Tidak malu apa!”


“Ck, Ayah. Tolong Ayah jangan sembarangan mengejek ya. Asal Ayah dan Ibu tahu saja. Saat ini aku sedang dalam masa penjajakan mencari pria yang tepat untuk kujadikan kekasih. Dan atas saran Nania, hukumnya wajib untukku mencari pria dengan standar seperti Kak Jovan. Harus tampan dan kaya raya agar aku tidak perlu memusingkan biaya hidupku. Ayah dan Ibu kan tahu sendiri kalau zaman sekarang segalanya hampir di ukur dengan uang. Jadi aku tidak akan sembarangan menjalin hubungan dengan laki-laki. Itulah kenapa sampai saat ini aku masih sendiri!” sahut Rhea dengan tegas memberitahu ayah dan ibunya tentang keselektifan yang tengah dia lakukan. Enak saja menjalin hubungan dengan pria sembarangan. Rhea bisa dihajar oleh Nania nanti. Kan tidak lucu.


Suara gelak tawa terdengar cukup nyaring di ruang makan begitu Ardan dan Silvi mendengar tekad putri mereka yang ternyata cukup pemilih dalam menentukan pasangan. Sambil menunggu Jovan datang, mereka kembali berbincang sambil sesekali di barengi dengan perdebatan kecil. Hal sederhana yang hampir tak pernah mereka lakukan sebelum rumah ini kedatangan seorang gadis seksi bermulut bar-bar yang mampu meruntuhkan tembok pembatas kasih sayang. Dan gadis itu bernama Nania, si seksi yang telah di tandai sebagai calon menantu.


***

__ADS_1


__ADS_2