My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
29. Menyusun Siasat


__ADS_3

πŸ“’πŸ“’πŸ“’BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI WRITER SEASON 8. OKE? πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


***


Setelah hari di mana Rhea dan Krystal dipermalukan Nania di hadapan Jovan, mereka memutuskan untuk membalas apa yang telah dilakukan gadis itu. Keduanya kini semakin sering pergi berdua guna mencari cara untuk membalas perbuatan Nania yang sudah sangat kelewatan.


"Bagaimana ini, Rhe. Sekarang Nania semakin menjadi-jadi saja setiap datang ke kantornya Jovan. Aku sudah tidak kuat lagi," ucap Krystal mengeluhkan sikap Nania pada Rhea. Dia benar-benar sudah sangat jengah menghadapi kelakuan gadis sialan itu. Sungguh.


"Sabar dulu, Krys. Aku juga sedang memikirkan cara untuk memberi pelajaran padanya," sahut Rhea sembari mengaduk-aduk minuman di gelasnya. Dia dan Krystal saat ini tengah berada di sebuah cafe.


"Rhe, kenapa kau tidak meminta bantuan dari Paman Ardan dan Bibi Silvi saja. Kau bilang kan mereka tidak terlalu menyukai Nania, siapa tahu dengan kau bercerita mereka akan bersedia untuk membantu kita menyingkirkan gadis itu. Benar tidak?" tanya Krystal mencoba menghasut Rhea agar meminta bantuan dari kedua orangtuanya.


"Meminta bantuan pada Ayah dan Ibu?"


Tangan Rhea terkepal kuat begitu mendengar ide yang di sarankan oleh Krystal. Karena sebelum Krystal berkata seperti ini, Rhea sudah lebih dulu mencobanya. Akan tetapi hasilnya nihil. Awalnya yang Rhea tahu ayah dan juga ibunya tidak menyukai Nania, jadi Rhea beranggapan kalau dia akan mendapat dukungan dari kedua orangtuanya setelah memberitahu kalau luka lebam yang dia dapat adalah perbuatan Nania. Namun, kenyataan yang terjadi tidaklah seindah yang Rhea pikir. Alih-alih membelanya, yang ada Rhea malah di sudutkan. Bahkan sang ayah tanpa pikir panjang langsung menuduh kalau Rhea-lah yang telah memulai pertengkaran dengan Nania yang mana menyebabkan dia mendapat satu tamparan di wajahnya.


"Rhea, Ayah dan Ibu sangat amat hafal dengan perangaimu. Dan kami yakin pasti kau adalah orang yang telah memprovokasi Nania sehingga dia berani bersikap seperti ini kepadamu. Ayah benar 'kan?"


Kurang lebih seperti itulah kata-kata yang dilontarkan oleh sang ayah ketika sedang memarahi Rhea. Dan sejak hari itu, Rhea tak pernah mau lagi membahas tentang Nania di hadapan kedua orangtuanya. Percuma. Karena sekarang Ayah dan Ibunya menjadi begitu bersemangat setiap kali kakaknya membahas tentang gadis itu. Semua anggota keluarganya seperti termakan sihir yang di kirim Nania hingga membuat mereka seakan tak mampu melihat ataupun mendengar tentang keburukannya.


"Rhe, kenapa kau diam saja? Apa sebelumnya kau pernah membahas hal ini dengan Paman Ardan dan juga Bibi Silvi?" desak Krystal merasa penasaran melihat Rhea yang hanya diam dalam menyikapi pertanyaannya.

__ADS_1


"Percuma, Krys. Sekarang bukan hanya Kak Jovan saja yang di pengaruhi oleh Nania, tapi Ayah dan Ibu juga!" jawab Rhea seraya menghela nafas. "Asal kau tahu saja ya. Saat aku mengadukan perbuatan Nania pada mereka, Ayah dan Ibu malah memarahiku. Mereka bilang akulah yang bersalah karena sudah memprovokasinya lebih dulu. Dan juga kini anggota keluargaku selalu tampak bahagia setiap kali membahas tentang Nania. Ayah dan Ibu yang dulunya tidak menyukai Nania kini tiba-tiba menjadi sangat memujanya. Entah apa yang sudah dilakukan gadis itu pada keluargaku, semuanya mendadak jadi begitu mengagung-agungkannya. Aneh sekali bukan?"


Bola mata Krystal membulat lebar begitu dia mendengar jawaban Rhea. Sungguh, Krystal sama sekali tak menyangka kalau Nania sudah sejauh ini dalam mempengaruhi keluarganya Jovan. Benar-benar tidak bisa di biarkan. Krystal bisa kehilangan kesempatan jika hal ini terus berlanjut.


Sialan kau, Nania. Berani-beraninya ya kau mencuci otak ayah dan juga ibunya Jovan. Tunggu saja, aku tidak akan membiarkanmu semakin merajalela menguasai sesuatu yang telah di takdirkan untuk menjadi milikku. Dasar tidak tahu diri kau, Nania, umpat Krystal dalam hati.


"Krystal, selama kau di kampus apakah Nania pernah menunjukkan suatu gelagat yang mengarah pada kelemahannya?" tanya Rhea dengan mimik wajah yang begitu serius.


"Em, setahuku tidak, Rhe. Nania hanya di kenal sebagai gadis seksi yang menyukai sugar daddy yang kaya raya. Selain itu tidak ada gosip lain lagi tentangnya," jawab Krystal. Dia lalu menatap lekat ke wajah Rhea, merasa penasaran mengapa gadis ini bertanya seperti itu kepadanya. "Kenapa, Rhe? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan tentang kelemahan Nania padaku? Apakah kau berniat untuk menjebaknya?"


"Ya, kau benar. Jika kita bisa menemukan kelemahan Nania, maka kita bisa menggunakan kelemahan tersebut untuk mengancamnya. Dengan begitu Nania tidak akan memiliki pilihan lain selain meninggalkan kakakku. Benar tidak?"


"Waahhh, idemu keren sekali, Rhe. Kalau begitu aku setuju!" ucap Krystal heboh sendiri.


"Setuju sih boleh-boleh saja, Krys. Tapi jangan lupa bantu aku mencari kelemahan Nania dulu. Karena tanpa kelemahan itu kita berdua tidak akan pernah bisa membuat Nania pergi meninggalkan keluargaku, terutama Kak Jovan. Dia itu kan bebal dan selalu penuh dengan tipu muslihat. Jadi kita harus menemukan sesuatu yang membuat Nania tidak bisa berkutik. Kau paham kan apa maksudku?" sahut Rhea seraya tersenyum licik.


"Tentu saja aku sangat paham, Rhea. Tenang saja. Mulai hari ini aku akan mencari tahu apa saja yang menjadi kelemahan gadis itu. Dan begitu aku mendapatkannya, aku akan langsung mengabarimu. Oke?"


"Baiklah. Aku tunggu kabar baik darimu, Krys. Semoga saja ini bisa secepatnya kita bereskan sebelum Nania benar-benar mengusai Kak Jovan sepenuhnya!"


Rhea dan Krystal mengangkat gelas masing-masing kemudian saling bersulang. Setelah itu keduanya lanjut mengobrol, merasa lega karena akhirnya mereka menemukan cara untuk mengusir Nania.

__ADS_1


"Oh ya, Krys. Kau bilang tadi Nania begitu menyukai seorang sugar daddy. Itu maksudnya bagaimana dan sugar daddy seperti apa yang biasanya di incar olehnya?" tanya Rhea penasaran.


"Ya ampun, Rhe. Masa kau tidak tahu laki-laki seperti apa yang di sebut sebagai sugar daddy sih?' sahut Krystal tak percaya mengetahui fakta kalau Rhea tidak tahu tentang siapa si sugar daddy.


"Aku benar-benar tidak tahu, Krys. Sungguh!" sahut Rhea. "Lagipula apa untungnya buatku memikirkan laki-laki seperti itu. Tidak ada gunanya 'kan?"


"Ada, tentu saja ada gunanya, Rhea!"


Krystal terkekeh. Dia merasa lucu saja karena di zaman seperti ini masih ada orang yang tidak mengetahui apa itu sugar daddy. Rhea belum tahu saja kalau sugar daddy adalah incaran gadis-gadis muda yang seumuran dengan Krystal dan Nania. Hmmm.


"Rhe, aku beritahu kau satu hal ya tentang siapa dan apa kegunaan seorang sugar daddy. Sebenarnya sugar daddy itu adalah julukan untuk pria tua yang mempunyai banyak sekali harta kekayaan. Jenis pria seperti ini biasanya hanya menyukai gadis-gadis muda sekelas aku dan Nania. Para gadis tersebut kemudian dimanjakan dengan berbagai macam kekayaan yang dimilikinya, atau sebutlah kalau para gadis itu menjadi simpanan si sugar daddy. Dari yang aku dengar, para gadis akan melayani si sugar daddy di atas ranjang. Lalu setelahnya mereka akan mendapatkan semua yang mereka inginkan. Begitu!" ucap Krystal panjang lebar menjelaskan pada Rhea tentang siapa si sugar daddy.


"Ha? Jadi si sugar daddy itu adalah seorang pria tua?" tanya Rhea syok setelah mendengar penjelasan dari Krystal. "Kalau para gadis juga diminta untuk melayani di atas ranjang, bukankah itu artinya mereka adalah peliharaan si sugar daddy tersebut? Aku benar tidak?"


"Em, pemikiranmu tidak salah sih. Tapi ada beberapa juga di antara mereka yang sampai menikah dan mempunyai anak. Pokok intinya di sini kalau si sugar daddy adalah seorang pria tua yang sangat menyukai para gadis muda. Terlepas apakah para gadis itu di anggap sebagai peliharaannya atau bukan, aku tidak peduli. Yang jelas hanya gadis-gadis miskin seperti Nania-lah yang akan tertarik untuk berpacaran dengan seorang sugar daddy. Tapi sialnya Nania malah bertemu Jovan tepat setelah dia naik jabatan sebagai seorang bos. Haihh, menyebalkan sekali!"


Rhea diam mencerna semua penjelasan Krystal. Dia berpikir, mulai mencari celah apakah dari hal ini dia bisa menemukan cara untuk mengungkap borok yang di sembunyikan oleh gadis itu atau tidak.


Jadi dulunya kau adalah gadis yang seperti itu ya, Nania? Hmmm, sepertinya ini menarik, ujar Rhea dalam hati.


*******

__ADS_1


__ADS_2