
📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE
***
Krystal terlihat murung saat berjalan keluar dari dalam kamarnya. Dari dua minggu hukumannya kini tinggal tersisa lima hari waktu untuk dia bisa kembali aktif di kampus. Sembilan hari dari waktu yang sudah terlewat, Krystal banyak sekali kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Salah satunya adalah Sintia, teman dekatnya yang terpaksa harus rela pindah keluar negeri karena terlibat kasus bullyng di kampus. Gara-gara kepergian Sintia, kini Krystal tak lagi memiliki teman dekat. Ada sih, tapi mereka terlalu kentara dalam menunjukkan kalau mereka mendekati Krystal hanya demi menikmati uangnya saja. Sebenarnya Krystal sangat sadar kalau dia tengah dimanfaatkan oleh teman-temannya. Akan tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa pada mereka karena memang hanya cara itu saja yang bisa membuat teman-temannya tidak pergi meninggalkannya sendirian. Menyedihkan sekali, bukan? Dan semua kesialan ini berasal dari Nania. Ya, Nania.
Brengsek! Kenapa sekarang malah aku yang harus menerima nasib buruk. Seharusnyakan Nania yang berada di posisi ini, bukan aku. Dasar sialan. Awas saja kau, Nania. Nanti begitu aku kembali ke kampus, aku akan menuntut balas atas apa yang sudah terjadi selama beberapa hari terakhir di hidupku. Tunggu saja.
Aileen yang melihat putrinya muncul dengan menampilkan raut murung segera datang menghampirinya. Dia bukan tidak tahu kalau putrinya sedang merasa kesepian, hanya saja Kendy telah melarangnya agar tidak membiarkan Krystal keluar rumah untuk beberapa hari ini. Entah apa alasannya, Aileen tidak tahu. Yang jelas dia perlu melindungi Krystal dari amarah suaminya yang sedang naik-turun tidak jelas. Dan besar kemungkinan hal tersebut terdampak dari masalah kantor.
“Kau mana kemana, Krys?” tanya Aileen penuh selidik.
“Bu, aku bosan berada di rumah terus. Tolong izinkan aku keluar sebentar saja ya. Aku janji aku tidak akan lama,” jawab Krystal berharap belas kasih dari sang ibu. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja Krystal tidak di izinkan keluar rumah oleh sang ayah. Padahal sebelumnya dia tidak melakukan kesalahan apapun, tapi mendadak dia jadi di kekang seperti ini. Krystal yang terbiasa pergi bermain dengan teman-temannya jelas merasa sangat tersiksa sekali karena terus terkurung di dalam rumah sejak dua hari yang lalu. Dia seperti sedang di penjara sekarang.
“Krys, tolong mengertilah. Ibu bukan tidak mengizinkanmu keluar rumah, tapi Ibu hanya tidak mau melihatmu menjadi sasaran kemarahan Ayahmu. Kemarin kau lihat sendiri bukan seperti apa kejadiannya? Ibu tidak mau kau sampai kenapa-napa, sayang. Bersabarlah sebentar sampai kemarahan Ayahmu mereda. Oke?”
__ADS_1
“Tapi mau sampai kapan?”
Krystal mengeluh sambil berjalan menuju sofa. Setelah itu dia mendudukkan bokongnya dengan kasar di sana tanpa menghiraukan sang ibu yang tengah menatapnya sambil menghela nafas. Seumur-umur Krystal hidup, baru kali ini dia di kekang hingga sedemikian rupa. Iya kalau alasannya jelas, tapi ini? Hah, rasanya emosi Krystal seperti akan meledak saat mengingatnya. Sungguh.
“Bu, bisa tidak sih Ayah tetap mengizinkanku bekerja di perusahaannya Jovan? Hubungan Ayah dengan Paman Ardan biar saja memburuk, tapi jangan sampai berdampak pada kepentinganku jugalah. Kalian tahukan kalau aku sangat menyukai Jovan? Tolong jangan halangi usahaku untuk memenangkan hatinya. Bisakah?”
Aileen menarik nafas panjang. Lagi-lagi Jovan yang dijadikan masalah oleh putrinya. Padahal sudah sangat jelas kalau Jovan dan keluarganya lebih memilih Nania ketimbang Krystal, tapi putrinya ini masih juga tak sadar diri. Aileen lama-lama jadi kesal sendiri di buatnya.
“Bu, jangan diam saja. Ayo jawab!” desak Krystal saat sang ibu hanya diam tak merespon.
Krystal terlihat kesal setelah di tegur oleh ibunya. Sambil melipat tangan di depan dada, dia balik menegaskan kalau dirinya akan tetap mengejar Jovan sampai dapat. Pantang bagi Krystal untuk mengaku kalah dari Nania, si gadis murahan yang telah merebut cinta calon tunangannya.
“Aku tidak peduli Ibu mau berkata apa. Bagiku satu-satunya pria yang paling sempurna adalah Jovan. Jadi apapun caranya aku pasti berhasil merebut Jovan dari Nania. Gadis sundal itu berasal dari keluarga miskin, sangat tidak selevel jika di bandingkan denganku. Jadi Ibu jangan coba-coba mengendurkan niatanku untuk mendapatkan Jovan. Ibu mengerti ‘kan?” ucap Krystal dengan suara yang cukup lantang. Dia sudah tidak peduli apakah kata-katanya akan menyakiti hati ibunya atau tidak. Masa bodo.
“Kau benar-benar sudah di butakan oleh rasa cintamu, Krys. Ibu sungguh tidak bisa memahami jalan pikiranmu. Kemana perginya putri Ibu yang selama ini sangat amat menjunjung tinggi harga dirinya, hem? Hanya karena seorang pria kau sampai harus merendah seperti ini? Kau keterlaluan, Krystal. Ibu kecewa padamu!” sahut Aileen tak lagi bisa berkata dalam menghadapi kekeraskepalaan putrinya.
__ADS_1
“Bu, apa salah jika aku ingin memenangkan perasaanku? Apa salah jika aku berjuang demi kebahagiaanku sendiri? Aku mencintai Jovan, dan itu adalah fakta yang sangat nyata. Di mana letak salahnya?”
Kedua mata Krystal memanas. Rasanya sedih sekali saat dia tak mendapat dukungan dari keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, Krystal mencoba memanipulasi perasaan sang ibu agar bersedia membantunya merebut Jovan dari Nania. Apapun itu. Krystal akan menghalalkan semua cara yang bisa membuat Jovan jatuh ke pelukannya. Harus.
“Ibu, sedari awal kalian membawaku ke rumah Paman Ardan dan Bibi Silvi, aku sudah berharap banyak bisa bertunangan dengan Jovan. Tapi saat kami baru mulai membangun hubungan tiba-tiba saja Nania datang mengacaukan segalanya. Nania adalah gadis yang sangat licik, Ibu. Dia dengan mudahnya menjatuhkan nama baikku di depan Jovan sehingga membuat Jovan dan keluarganya begitu membenciku. Nania yang telah menghancurkan segalanya, Ibu. Tidak bisakah Ayah dan Ibu mengerti kalau putri kalian telah dilukai? Belum lagi dengan masalah yang di kampus. Segalanya hancur sejak Nania datang ke hidup Jovan. Dia penyebab semua masalah ini!” ucap Krystal dengan lincahnya mendramatisir keadaan. Dia bahkan tak ragu untuk menangis demi agar berhasil memenangkan dukungan dari sang ibu. Krystal gadis yang sangat cerdik bukan?
Melihat putri kesayanganya menangis pilu sudah pasti membuat Aileen merasa tak tega. Dipeluknya Krystal dengan penuh sayang sembari Aileen elus punggungnya pelan. Sebagai seorang ibu, jelas Aileen merasa tak terima kebahagiaan putrinya direnggut oleh orang lain. Akan tetapi Aileen telah mendapat peringatan dari Kendy agar tidak membiarkan Krystal mendekati Jovan lagi. Karena jujur, mereka berdua sudah sakit hati sekali setelah menerima perlakuan kurang menyenangkan dari Jovan dan juga Ardan. Jadi wajar saja kalau sekarang Kendy mengambil tindakan tegas agar putri mereka tidak ikut direndahkan juga oleh keluarga yang notabennya adalah sahabat dekat mereka sejak dulu.
“Hiksss, Ibu. Aku ingin Jovan menjadi tunanganku. Tidak bisakah Ibu membantuku?” tanya Krystal kembali menghiba. Dia sangat berharap ibunya akan menjawab iya.
“Sayang, kau sudah tahu bukan kalau Ayah dan Ibu telah diperlakukan dengan sangat buruk oleh Jovan dan ayahnya? Ibu mengerti perasaanmu, tapi kau juga harus bisa mengerti akan rasa kecewa yang Ayah dan Ibu rasakan. Berhentilah menyukai Jovan karena anak itu tidak akan bisa memberimu kebahagiaan. Jovan sudah memiiki hubungan dengan Nania, apalagi yang kau harapkan darinya, hem?” jawab Aileen mencoba memberi pengertian dengan cara sehalus mungkin. Dia tidak mau melukai perasaan putri kesayangannya yang tengah dilanda badai cinta.
Sial. Kenapa sulit sekali sih membuat Ibu mau bekerjasama denganku? Langkah apalagi yang harus aku lakukan agar Ibu bersedia membantuku menyingkirkan Nania dari hidupnya Jovan. Argghh!
***
__ADS_1