My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
17. Orang Ketiga


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Jovan menelan ludah ketika Nania menatapnya garang bak seekor singa yang sedang kelaparan. Dia yang tidak tahu apa-apa merasa sangat kaget saat Nania muncul dengan wajah yang begitu mengerikan. Bulu kuduk di tubuh Jovan sampai berdiri semua karenanya. 


"Nania, kau kenapa menatapku seperti itu? Bukankah tadi kau bilang ingin pergi membersihkan kotoran di sepatumu dulu ya?" tanya Jovan takut-takut. 


"Jo, tolong kau jawab pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya!" ucap Nania. Dia lalu bersedekap tangan sambil berjalan mendekati Jovan yang sedang duduk di kursi kerjanya. "Ada hubungan apa antara kau dengan Krystal. Kenapa aku bisa melihatnya berada di perusahaan ini. Apa kau diam-diam menjalin hubungan dengannya di belakangku, hem?"


Mata Jovan langsung membelalak lebar setelah mendengar pertanyaan Nania. Segera dia berdiri kemudian hendak menyentuh bahu kekasihnya ini. Namun sayang, sebelum sempat tangan Jovan menyentuhnya, Nania sudah lebih dulu memelototkan mata sambil menggigit bibir bawahnya. Kekasihnya sedang dalam mode tak ingin disentuh rupanya. 


"Jangan coba-coba menyentuhku atau aku akan mematahkan tanganmu, Jo!" ancam Nania. 


"Sayang, kau salah paham. Sedari dulu gadis yang kusukai hanya kau seorang, jadi tolong jangan pernah bertanya seperti itu padaku. Oke?" sahut Jovan panik ketika Nania menolak sentuhannya. Padahal dia sudah begitu ingin memeluknya, tapi entah kenapa malah jadi seperti ini. 


"Owh, benarkah? Lalu Krystal siapamu?" cecar Nania penuh selidik.


"Krystal?" beo Jovan. Barulah dia tersadar penyebab Nania menolak untuk dia sentuh. Jovan lalu menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya menjelaskan siapa Krystal. 


Sialan. Apa yang sudah di katakan Krystal pada Nania ya sampai dia bisa semarah ini padaku. Awas saja kalau dia sampai berkata macam-macam. Habis kau di tanganku, Krystal, geram Jovan dalam hati. 


"Sayang, di mana kau bertemu dengan Krystal, hem? Dan kebohongan apa yang sudah dia katakan padamu?" tanya Jovan hati-hati. Sebisa mungkin dia menata bahasanya agar tidak menyinggung gadis yang saat ini masih menatapnya dengan begitu galak. 


"Tepat di depan pintu ruangan ini," jawab Nania sambil menunjuk ke arah pintu yang sudah dia kunci. "Dia ada di sana, bersama dengan ayahmu juga!"


Jovan menoleh. Pantas saja sejak tadi dia mendengar suara gaduh seperti orang yang sedang bertengkar. Ternyata karena pawangnya tidak sengaja bertemu dengan gadis lain yang ingin di jodohkan dengannya. Hemm, nasib-nasib. Di hari jadi pertama mereka jadian Jovan sudah harus menyaksikan bendera perang di kibarkan. Sepertinya perjalanan cintanya ke depan nanti akan sedikit sulit. Hmmm. 

__ADS_1


"Kenapa diam? Mau ku hajar atau bagaimana kau!" kesal Nania sambil mengepalkan sebelah tangannya. 


"Astaga, Nania. Kenapa kau galak sekali sih. Aku ini kekasihmu, harusnya kau tidak bar-bar begini pada kekasihmu sendiri!" sahut Jovan terkejut melihat sikap Nania yang tak ragu menunjukkan kepalan tangan kepadanya. Benar-benar ratu preman. 


"Memangnya kenapa kalau kau adalah kekasihku, hah? Apa pemerintah pernah membuat undang-undang kalau sepasang kekasih tidak boleh baku hantam jika salah satu dari mereka ketahuan sedang berselingkuh, iya?"


"Ya ... ya tidak begitu juga maksudku, Nania. Astaga, tolong beri waktu untuk aku menjelaskan. Oke?"


"Kau pikir sejak tadi aku sedang memberimu apa kalau bukan sedang menunggu penjelasanmu? Antri sembako?"


Dada Nania sampai naik-turun saking kesalnya dia pada Jovan. Bisa-bisanya sugar daddy-nya ini ingin mengundang wanita lain di saat dia hendak datang berkunjung. Jadi wajar saja kan kalau dia kesurupan setan reog seperti ini? Nania benar-benar sangat kesal sekarang. 


"Sayang, begini. Krystal itu adalah anak dari teman Ayahku, jadi sangat tidak mungkin untuk aku berselingkuh di belakangmu. Sungguh!" ucap Jovan berusaha mematahkan kesalah-pahaman Nania terhadapnya. 


"Anak dari teman Ayahmu? Maksudnya Paman Ardan?" tanya Nania memastikan. 


"Oh. Aku kira kau masih punya Ayah-Ayah lain yang belum ku ketahui,"


"Sembarangan. Ayah dan Ibuku hanya satu, mereka tidak akan tergantikan. Tahu kau?"


Mata Nania langsung menyipit saat Jovan memarahinya. Dan setelahnya Nania kembali teringat kalau urusan tentang Krystal belum selesai Jovan jelaskan. Segera Nania kembali mencecarnya, dan kali ini pertanyaannya cukup sensitif. 


"Lalu untuk apa perawan tua itu datang kemari? Kalau hanya sebagai anak dari teman ayahmu, masa iya dia sampai seistimewa ini. Bahkan tadi di luar aku bisa melihat dengan sangat jelas kalau Paman Ardan begitu menjaga perasaan Krystal. Ada apa? Apa kalian di jodohkan?"


"Iya," jawab Jovan dengan jujur. "Ayah dan ayahnya Krystal berniat menjodohkan kami berdua. Tapi kau tenang saja, sayang. Aku langsung menolak dengan tegas perjodohan sialan itu!"


"Bagus. Aku akan membotaki kepalamu kalau kau sampai menerima Krystal sebagai pesaingku!" sahut Nania bangga. "Ingat ya, Jo. Kau itu sudah menjadi milikku, jadi kau harus menolak semua para gadis baik yang di jodohkan ataupun yang datang dengan sendirinya. Karena apa? Karena jika aku sampai melihatmu bergenitan dengan gadis-gadis itu, maka detik itu juga akan menjadi hari terakhirmu bernafas di dunia ini. Paham?"

__ADS_1


"Paham, sayang!"


Kemarahan di diri Nania langsung lenyap begitu saja setelah dia mengamankan sugar daddy-nya dari kegilaan para pelakor. Setelah itu Nania maju selangkah ke depan lalu menggerakkan tangan untuk merapihkan dasi di kerah baju milik kekasihnya. Sambil tersenyum nakal, Nania kembali melayangkan pertanyaan yang mana membuat Jovan sesak nafas seketika. 


"Jovan sayang, kau masih belum memberitahu aku alasan kenapa Krystal bisa datang ke kantormu. Kali ini tolong kau jangan mengecewakan aku dengan jawabanmu ya,"


"Em, sayang. Sebenarnya ... sebenarnya ... Krystal itu," .... 


"Krystal apa, hm?" desak Nania. Dia lalu mengencangkan ikatan dasi di leher Jovan hingga membuat wajahnya memerah. 


"Sebenarnya ini adalah hari pertama Krystal menjadi sekertarisku di kantor. Dia akan membantu mengurus pekerjaanku sampai tiga bulan ke depan," sahut Jovan dalam satu kali tarikan nafas. Bulu kuduknya kembali berdiri semua ketika mendapati Nania yang tengah tersenyum mengerikan sambil melirik sinis ke arah pintu masuk ruangannya. 


Krystal, aku doakan semoga kau bisa selamat dari amukan singa betina ini. Dan aku berharap semoga kau tahu diri dengan tidak menggodaku di hadapan Nania. Bukannya apa, aku hanya khawatir kau akan pulang hanya dengan membawa nama saja. Tolong maafkan kekasihku yang bar-bar ini ya, doa Jovan dalam hati. 


"Sudah aku duga kalau kemunculannya di sini pasti karena dia ingin menjadi seorang pelakor. Heh, temanmu itu salah besar, Jovan. Yang sudah menjadi milik Nania, maka orang lain tidak akan pernah bisa memilikinya. Apalagi kau. Kau adalah aset masa depanku yang paling berharga, jadi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja meski yang akan menjadi sainganku telah mendapat restu dari Ayahmu. Kau milikku, Jovan. Apa kau dengar itu?" ucap Nania penuh tekad. Enak saja ingin merebut Jovan darinya. Heh. 


Hati Jovan serasa berbunga-bunga mendengar Nania yang begitu posesif padanya. Merasa gemas, Jovan dengan cepat menarik Nania ke dalam pelukannya lalu menatapnya dalam-dalam. Dia sekali lagi di buat jatuh cinta oleh gadis ini. 


"Kau tenang saja, sayang. Selamanya aku hanya akan menjadi milikmu dan juga hanya akan mencintaimu seorang. Kalau hanya penghalang sekelas Krystal, apa tidak sebaiknya kita kerjai saja dia selama bekerja menjadi sekertarisku. Kan lumayan untuk terapi mentalnya yang suka sekali memaksakan kehendak pada orang lain. Kau setuju tidak?" tanya Jovan. 


"Hmmm, idemu keren juga, Jo. Oke, aku setuju untuk mengerjai Krystal. Sekalian aku ingin membuat Krystal mati terbakar api cemburu dengan terus memamerkan kemesraan kita di hadapannya. Benar begitu 'kan?" jawab Nania dengan bangga. 


"Yap, kau benar sekali. Kalau begitu mari kita sambut kedatangan sekertaris sekaligus calon pelakor dalam hubungan kita. Oke sayang?"


Jovan dan Nania sama-sama tertawa sambil melakukan hight five untuk merayakan kedatangan Krystal dalam hubungan mereka. Sedikit aneh memang karena biasanya orang-orang akan takut jika sampai ada orang ketiga yang hadir di dalam hubungan mereka. Namun ini adalah Jovan dan Nania di mana mereka malah dengan sengaja membiarkan Krystal melakukan apa yang di inginkannya. Dan tujuannya? Sudah pasti untuk di jadikan sebagai mainan mereka. Haha. 


******

__ADS_1


__ADS_2