My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
87. Rencana Jahat Krystal


__ADS_3

Krystal yang hampir mati kebosanan karena tidak di izinkan keluar rumah oleh ayah dan ibunya akhirnya berhasil menemukan cara untuk kabur. Dengan kepandaiannya dalam melobi kata, dia berhasil meninggalkan rumahnya setelah menyuap seorang pelayan yang adalah orang baru. Karena kabur secara diam-diam, Krystal terpaksa memesan taxi online yang akan mengantarkannya ke sebuah tempat. Dia butuh sesuatu yang bisa membantu menyegarkan otaknya yang sudah hampir membeku gara-gara di kurung seperti monyet oleh orangtuanya.


“Hufttt, akhirnya aku bisa menikmati waktu bebasku juga. Melegakan,” gumam Krystal begitu dia duduk di dalam mobil. Dia lalu memberitahu sopir taxi agar mengantarkannya ke sebuah club yang cukup terkenal di Shanghai.


Sembari menunggu sampai di club, Krystal merias wajahnya menggunakan alat make-up yang di bawanya dari rumah. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam sehingga tadi Krystal sudah menghapus riasannya. Namun ketika dia membuka akun medsosnya, jiwa Krystal langsung terbakar rasa iri menyaksikan Nania yang sedang bersenang-senang bersama Susan dan Tasya. Tak mau kalah, segera Krystal memutar otak agar bisa keluar dan pergi mengunjungi club tempat Nania dan teman-temannya berada. Nekad sekali bukan? Dan Krystal tidak peduli akan hal tersebut. Enak saja dia hanya berdiam diri di rumah seperti orang bodoh di saat musuh bebuyutannya bisa tertawa lepas di luaran sana. Dari sini sudah sangat jelas tujuan Krystal mendatangi club itu adalah untuk mencuri waktu agar bisa membalas kelakuan Nania. Ya, Krystal ingin melakukan balas dendam.


Tunggu saja, Nania. Malam ini akan aku pastikan kau menerima balasan setimpal dariku. Jangan kau kira aku akan mengaku kalah begitu saja setelah apa yang kau perbuat padaku selama ini. Ingat Nania, Krystal tak pernah mengenal kata kalah dan apapun yang Krystal inginkan pasti akan menjadi kenyataan. Camkan itu!


Tak lama kemudian taxi akhirnya sampai di tempat tujuan Krystal. Karena dia perlu untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Krystal meminta sopir agar menunggu di luar mobil. Setelahnya Krystal dengan cepat bertukar baju dari yang sedang memakai piyama tidur berganti dengan mini dress berwarna hitam pekat. Baru setelahnya Krystal melangkan kakinya keluar dari dalam mobil sembari merapihkan tali highgheels yang di pakainya.


“Terima kasih banyak, Nona!” ucap si sopir sambil tersenyum semringah menerima uanag bayaran dalam jumlah yang lumayan tinggi. Dia merasa tidak sia-sia membiarkan gadis cantik ini berganti baju di dalam mobilnya.


“Aku bisa memberimu bayaran sepuluh kali lebih banyak dari yang kau terima sekarang kalau kau bersedia melakukan sesuatu untuku. Bagaimana?” ucap Krystal mengiming-imingi sopir taxi dengan bayaran yang besar.


“Benarkah?”


“Ya, tentu saja itu benar.”


“Lalu apa yang perlu saya lakukan agar bisa mendapatkan bayaran itu, Nona? Katakan saja sekarang. Jika memungkinkan saya pasti akan langsung melakukannya malam ini juga!” ucap si spir taxi dengan tatapan penuh harap. Kebetulan dia sedang membutuhkan uang yang lumayan banyak untuk membayar biaya persalinan anak pertamanya. Jadilah dia menganggap gadis cantik ini sebagai dewi penolong dan bersedia melakukan apa saja asalkan bisa mendapatkan uang lebih.


Krystal tersenyum samar begitu mendengar kesediaan sopit taxi ini. Seperti biasa, uang mampu melakukan apapun yang Krystal mau. Dan yang Krystal inginkan dari sopir ini adalah ….


“Kau adalah seorang sopir taxi, jadi kau pasti tahu bukan cara untuk memutuskan rem mobil milik seseorang?” ucap Krystal sambil mencari-cari mobil milik Nania. Dan begitu menemukannya, Krystal langsung menunjuk pada lokasi keberadaan mobil tersebut. “Mobil itu. Aku ingin kau merusak remnya. Lakukan sekarang juga maka kau akan pulang dengan membawa segepok uang ini!”

__ADS_1


Sambil berkata demikian Krystal mengeluarkan uang dari dalam tasnya. Dia lalu menggoyang-goyangkan gepokan uang tersebut di depan wajah sopir yang terlihat ragu untuk menjalankan perintahnya.


“Bagaimana? Apa kau sudah tidak tertarik untuk membawa pulang uangini, hemi?” tanya Krystal tak putus asa memperdayai si sopir. Dia sudah terlanjur berujar kalau malam ini Nania akan menerima balasan, jadi sebisa mungkin Krystal akan terus membujuk sampai sopir ini bersedia melakukan perintahnya.


“Tapi Nona, bukankah ini adalah tindakah kriminal? Bagaimana jika pemilik mobil itu sampai celaka kemudian meminta polisi untuk melakukan penyelidikan? Saya bisa masuk penjara nanti,” tanya si sopir gelisah antara ingin menerima perintah itu atau tidak. Di satu sisi dia sangat membutuhkan uang yang banyak, tapi di sisi lain dia juga tidak mau masuk ke dalam penjara. Bagaimana dengan nasib istri beserta anak pertamanya jika dia sampai terlibat dengan urusan hukum? Benar tidak?


“Mudah saja. Kau cukup mencaritahu apakah di sekitar mobil itu ada terpasang kamera cctv atau tidak. Jika ada, kau tinggal berhati-hati saja saat akan beraksi,” jawab Krystal dengan santainya. “Kau itukan seorang sopir. Harusnya sih pekerjaan ini bukan hal yang sulit untuk orang sepertimu. Kau hanya perlu memutuskan kabel remnya kemudian pergi dengan uang ini. Selebihnya kita pura-pura tidak tahu saja. Alibinya sangat mudah. Aku bisa membereskannya untukmu nanti. Percayalah!”


“Kau tidak sedang membodohikukan, Nona?”


“Apa aku terlihat seperti orang yang kau tuduhkan?”


“T-tidak. Ta-tapi … saya takut masuk penjara, Nona!”


“Bagaimana? Sudah cukup?”


Dan pada akhirnya Krystal menang karena sopir taxi itu langsung mengambil uang dari tangannya. Sebelum pergi, Krystal kembali mengingatkan sopir tersebut agar berhati-hati. Setelah itu Krystal memasuki club dengan di barengi senyum mengembang di bibir merahnya.


Mari kita lihat, Nania. Mampukah kau bertahan dari maut yang terjadi malam ini?


Tanpa banyak kata penjaga di depan club langsung membiarkan Krystal untuk masuk ke dalam. Karena tak mau Nania dan teman-temannya mengetahui kedatangannya, Krystal dengan sengaja memilih tempat duduk dari arah yang bersebrangan dengan musuh bebuyutanya itu. Dalam kerasnya dentuman musik di dalam club tersebut, mata tajam Krystal terus tertuju pada Nania yang sedang tertawa heboh sambil sesekali menari mengikuti irama musik yang sedang di putar.


“Cihhh, berani sekali kau ya bersenang-senang di atas penderitaanku. Tapi maaf, Nania. Sepertinya malam ini kesenanganmu akan berakhir dengan duka. Entah kau atau teman-temanmu yang akan terluka parah, yang jelas aku telah menyiapkan satu kejutan yang sangat menarik untuk kalian bertiga. Ingin menang melawan Krystal? Mimpi!” geram Krystal sebelum melambaikan tangan pada writers. Dia lalu memesan segelas minuman yang tidak terlalu memabukkan.

__ADS_1


Sementara itu di lain arah, Nania yang sedang asik menikmati musik dengan tarian di buat sangat kesal saat ponselnya tak berhenti berdering. Dan pelaku dari panggilan itu adalah Jovan, sugar daddynya.


“Angkat saja, Nania. Siapa tahu itu penting!” teriak Susan saat suaranya tercampur dengan dentuman musik dj yang seakan mampu menggetarkan seluruh tubuhnya. Wajarlah, inikan café. Masa iya harus musik dangdut yang di putar. Kan tidak lucu.


“Menyebalkan!”


Sambil bersungut-sungut tidak jelas Nania terpaksa keluar sebentar untuk mencari tempat yang sedikit sepi agar bisa menjawab panggilan dari Jovan. Dia kemudian memilih duduk tak jauh dari pintu masuk club.


“Jo, kau kenapa menelponku terus sih. Akukan sudah bilang kalau sedang berada di club bersama Susan dan Tasya. Bagaimana sih,” kesal Nania sambil mengerucutkan bibir.


“Sayang, aku tidak bermaksud mengganggu kesenanganmu. Tapi aku hanya ingin tahu saja di club mana kalian berada. Sekarang aku sedang dalam perjalanan, aku ingin ikut bersenang-senang juga denganmu. Boleh ‘kan?” sahut Jovan dari dalam telepon.


“Jadi kau mau datang menyusul?”


Mata Nania langsung bersinar terang saat tahu kalau Jovan ingin ikut menghabiskan malam di club bersamanya. Ini bagus. Dengan begitu Nania tidak perlu menerima hukuman dari sang ayah jika tahu kalau dia pergi bersama Jovan. Hahai.


“Iya. Kekasihku yang cantik sedang berada di club malam, aku mana mungkin bisa tenang menunggu di rumah sampai kau pulang. Jadi ya sudah aku putuskan untuk menyusulmu saja. Sekarang tolong kau share lokasi club itu ya, sayang. Secepatnya aku akan segera tiba kemudian menemanimu menari sampai puas. Oke?”


“Kau yang terbaik, Jovan. Aku mencintaimu!” teriak Nania sambil menggigit bibir bawahnya.


Nania kemudian memutuskan panggilan dan bergegas mengirimkan titik lokasi club ke nomornya Jovan. Setelah itu Nania kembali masuk ke dalam club tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Andai saja Nania menoleh sebentar saja ke arah mobilnya berada, dia pasti akan mengetahui ada yang tidak beres di sana. Seorang mencurigakan tampak seperti sedang mengawasi keadaan sambil memegang sesuatu di tangannya.


***

__ADS_1


__ADS_2