My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
95. Debat Akbar


__ADS_3

Karena Susan dan Tasya tak kunjung sadar, Rhea dan kedua orangtuanya memutuskan untuk pulang saja. Mereka kemudian singgah di sebuah restoran untuk makan siang bersama sekalian menghabiskan waktu di hari libur.


“Kau mau pesan apa, Rhe?’ tanya Silvi sembari membuka-buka buku menu.


“Apa saja yang penting bisa dimakan, Bu,” jawab Rhea malas-malasan. Dia lalu melipat tangan ke atas meja sebelum akhirnya dia membaringkan kepala di sana. “Cepat sedikit, Ibu. Cacing di dalam perutku sudah tawuran sejak tadi.”


Ardan tergelak. Sedangkan Silvi, dia hanya menggelengkan kepala saja mendengar celetukan putrinya. Kalau di pikir-pikir kembali, sejak Nania datang ke rumah sikap Rhea jadi banyak berubah menjadi lebih manja dan terbuka. Silvi bukan mengeluh, justru dia merasa bersyukur karena Rhea akhirnya bisa lebih membuka diri lagi. Tidak seperti dulu yang terkesan angkuh dan egois. Ya meskipun harus Silvi akui kalau sejak berteman dengan Nania Rhea jadi tertular virus aneh yang mana membuat Silvi jadi lebih sering mendengar lontaran-lontaran kata nyeleneh. Biasalah, kalian pasti tahu sendiri bukan seperti apa aktifnya seorang Nania? 😁


“Oh, sayang. Coba lihat siapa yang ada di hadapan kita sekarang!”


Sebuah kata membuat perhatian Ardan, Silvi dan juga Rhea tertuju kepada si pemilik suara tersebut. Ternyata itu adalah Kendy dan Aileen, orangtua Krystal. Malas meladeni, Ardan mencoba untuk bersikap acuh dengan tidak menghiraukan kehadiran mereka. Namun sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Rhea yang langsung melayangkan tatapan sinis pada keduanya.


“Oh, Ayah dan Ibu. Coba lihat siapa orang yang baru saja bicara. Rupanya mereka adalag orangtua dari gadis berhati busuk bernama Krystal!” ucap Rhea dengan sarkasnya.


“Rhea, bicara apa kau barusan?” tegur Aileen kaget melihat sikap putrinya Silvi yang terkesan sangat kurang ajar. Padahal sebelumnya Rhea sangatlah baik dan sopan kepada dia dan Kendy. Aneh.


“Bukankah Bibi bisa mendengar jelas ya apa yang barusaja aku katakan?” sahut Rhea santai. Dia lalu menjadikan sebelah tangannya sebagai topangan dagu. “Tapi kalau Bibi ingin aku mengulangi, dengan senang hati aku akan melakukannya. Bagaimana?”


“Rhe, jangan begitu. Tidak sopan!” tegur Silvi merasa tak enak hati melihat sikap Rhea yang terlalu menampakkan ketidaksukaannya kepada orangtua Krystal. Dia memang telah mendengar cerita tentang Krystal yang mendekati Rhea hanya untuk memanfaatkannya saja, tapi dia sama sekali tak mengira kalau rasa tidak suka di diri Rhea akan merembet pada orangtua Krystal juga.


“Biarkan saja, Bu. Aku beginikan hanya karena sedang mencoba mengimbangi kelakuan putri mereka saja. Jadi ya sudah, Ibu jangan malah menegurku karena itu membuatku sedih!”

__ADS_1


Silvi kicep. Dia lalu menoleh menatap Ardan yang terkesan diam mengabaikan putri mereka memantik perdebatan akbar. Setelah itu dia balik menatap Aileen dan Kendy di mana kini wajah mereka tengah memperlihatkan ekpresi yang sangat buruk. Ah, mereka pasti tersinggung. Harus bagaimana ini?


“Aku kira kalian akan menyesal setelah apa yang kau lakukan terhadapku dan Aileen, Ar. Rupanya tidak. Sikap kalian malah berubah seratus delapan puluh derajat setelah ikut mengenal gadis liar bernama Nania itu!” ejek Kendy dengan penuh percaya diri. “Untunglah aku membatalkan rencana pertunangan antara Krystal dengan Jovan. Kalau tidak, nasib putriku pasti akan sangat kasihan karena berada di tengah-tengah keluarga yang tidak waras seperti kalian!”


“Kendy, kau ….


“Paman Kendy!”


Rhea menyela. Dia membuat isyarat agar sang ayah diam, biar dia yang menyelesaikan. Bosan melihat orangtua Krystal yang begitu arogan, dengan santainya Rhea bangun kemudian berdiri di hadapan mereka sambil bersedekap tangan. Sepertinya dia perlu menunjukkan ilmu yang sudah Nania ajarkan. Hmmmm.


“Paman Kendy, aku mengerti kau dan Bibi Aileen merasa kecewa atas apa yang pernah terjadi antara kalian dengan Ayahku tersayang. Namun dibalik itu semua kalian haruslah tahu bahwa kamilah yang merasa beruntung karena rencana perjodohan antara Kak Jovan dan gadis berhati busuk itu gagal dilaksanakan. Dan juga tentang Nania. Kalian menyebutnya sebagai gadis liar?” Rhea terkekeh. “Asal kalian tahu saja ya. Seliar-liarnya Nania, dia itu memiliki hati yang begitu baik dan juga tulus. Sedangkan Krystal? Apa yang dimilikinya selain angkuh memamerkan harta kekayaan orangtua dan juga perangai licik yang begitu buruk? Tidak ada, Paman. Krystal sama sekali tak memiliki kelebihan apapun yang bisa membuatnya pantas menjadi bagian dari keluarga kami. Satu hal lagi. Nania seribu kali lebih terhormat ketimbang putri kalian. Sikap dan tingkah lakunya memang terkesan liar dan murahan, tapi semua itu hanyalah topeng untuk menipu mata para pengidap penyakit angkuh seperti Krystal dan kalian berdua. Jadi setelah ini aku harap kalian jangan sampai salah mengartikan prilaku calon kakak iparku lagi ya. Karena itu membuatku merasa tidak senang. Paham?”


Tangan Kendy langsung terkepal kuat dipermalukan oleh anak ingusan yang merupakan anak dari sahabatnya sendiri. Geram, diapun mengangkat tangan hendak memberi pelajaran. Namun baru saja tangan tersebut akan terayun, tiba-tiba saja seseorang menahan tangan Kendy dari arah belakang. Sontak saja hal itu membuatnya bertambah semakin jengkel. Kendy kemudian berbalik untuk melihat siapa orang yang sudah berani mencampuri urusannya.


“Tuan, saya tidak tahu apa yang tengah terjadi di antara anda dengan gadis ini. Namun saya tidak bisa membenarkan sikap kasar anda yang ingin memukulnya. Anda pasti tahu bukan melakukan kekerasan pada wanita merupakaan tindakan kriminal yang bisa membuat anda mendekam di balik jeruji besi?”


Galang yang kebetulan sedang makan siang di restoran ini tak sengaja melihat kedatangan Rhea dan keluarganya. Awalnya sih dia hanya memperhatikan dari jauh, tapi ketika laki-laki di hadapannya menunjukkan sikap yang kasar, Galang tak mau tinggal diam. Segera dia datang menghampiri kemudian menahan tangan yang hampir saja terayun mengenai pipi gadis yang sedang dia targetkan untuk di kejar. Ini kebetulan yang sangat pas sekali, bukan? Menjadi pahlawan di depan calon mertua sendiri. Hehe.


“Lancang!” umpat Kendy. Dia menarik tangannya dengan kasar kemudian mengajak Aileen untuk pergi dari sana. Jelas terlihat kalau Kendy merasa marah sekali atas apa yang barusaja terjadi. Huh.


Sepeninggal orangtua Krystal, Rhea tak langsung duduk. Dia berdiri diam sambil menatap datar pada Galang yang tiba-tiba saja muncul mengganggu kesenangannya.

__ADS_1


“Ekhmmm, hai Rhea,” sapa Galang santai. Dia lalu membungkuk hormat untuk menyapa kedua calon mertuanya. Hehe. “Halo Paman, halo Bibi. Apa kabar?”


“Halo juga, Nak. Kabar kami sangat baik, terima kasih,” sahut Ardan dengan mewakilkan Silvi bicara. Pemuda ini sangat tampan, dia tidak akan membiarkan Silvi bicara dengannya lagi. “Kalau boleh tahu kau itu siapa ya. Wajahmu cukup familiar, tapi Paman lupa dimana kita pernah bertemu. Kau siapa?"


“Dia ini Kak Galang, Ayah. Sahabatnya Kak Jovan. Masa Ayah lupa sih?” sahut Rhea memberitahu sang ayah yang ternyata juga tak ingat dengan sahabat kakaknya.


“Galang??”


Silvi dan Ardan kompak memekik. Keduanya lalu berdiri dan bergantian memeluk Galang, sahabat dekat putra mereka. Galang yang mendapat perlakuan hangat begitupun tak ragu untuk balas memeluk mereka tak kalah erat. Namun ekor matanya terus tertuju pada Rhea yang terlihat tak suka akan kedatangannya.


Ya ampun gadis ini. Apa dia berpikir akan langsung mati kalau bersikap sedikit manis padaku? Lucu sekali.


“Kau apa kabar, Lang? Wahhhh, sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Bibi sampai pangkling tadi,” tanya Silvi sambil mengelus pelan bahu Galang.


“Ekhmm!”


Silvi tanggap. Segera dia mundur menjauh begitu mendengar suara deheman suaminya.


“Kabarku sangat baik, Bibi. Maaf ya karena aku belum sempat berkunjung ke rumah kalian. Pekerjaan di kantor dan rumah sakit banyak menyita waktuku sehingga aku kesulitan untuk sekedar meluangkan waktu sebentar,” jawab Galang dengan sengaja menyombongkan posisinya yang sebentar lagi akan di angkat menjadi seorang bos menggantikan posisi sang ayah di perusahaan. Hehe, kalian pasti tahu bukan apa maksudnya?


Dan benar saja. Reaksi berbeda langsung di tunjukkan oleh Rhea begitu dia mendengar kalau Galang tidak hanya mengurusi pekerjaannya sebagai dokter, tapi juga pekerjaan kantor. Bukankah ini artinya adalah kode kalau status Galang hampir mendekati seorang sugar daddy yang di maksudkan oleh Nania? Aha, kesempatan bagus. Rhea tak boleh melewatkan. Tanpa membuang waktu lagi dengan ramah Rhea mengajak Galang untuk duduk. Mengabaikan reaksi heran dan bingung di wajah kedua orangtuanya.

__ADS_1


Hehehe, semoga saja ini adalah tangkapan ikan yang besar. Nania, aku akhirnya menemukan calon sugar daddyku. Yeyyy!


***


__ADS_2