My Sugar Daddy ( Nania)

My Sugar Daddy ( Nania)
09. Ulah Kakak Senior


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


Seperti biasa, kedatangan Nania di kampus menarik banyak sekali perhatian dari para mahasiswa yang ada di sana. Dia lalu dengan gayanya yang seksi bak seorang model berjalan melewati sekumpulan lebah jantan yang tengah menatapnya dengan mulut ternganga lebar. Mungkin jika tidak sadar kalau mereka sedang berada di kampus, Nania yakin sekali kalau para lebah jantan ini akan langsung meneteskan air liur begitu melihatnya datang. Lucu sekali bukan? Tentu saja, siapa dulu bunga kampusnya, Nania.


"Uwah, Nania. Ada apa dengan penampilanmu hari ini?" tanya Susan kaget melihat jenis pakaian yang dikenakan oleh sahabatnya. Dia sampai menatap intens dari ujung rambut hingga ujung kaki Nania.


"Kau bisa biasa saja tidak menatapnya, hem?" tanya Nania sembari menarik poni Susan yang bergerak-gerak tersapu angin.


"Awww, sakit bodoh!" sahut Susan. Dia lalu menepis tangan Nania agar melepaskan poni badainya. Susan kemudian mengerucutkan bibir sambil merapikan kembali poni yang tadi ditarik oleh Nania. Dia kesal sekali.


"Ck, tidak perlulah memasang wajah sok imut begitu karena kecantikanmu tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Hehehe," ejek Nania.


"Halah, percaya diri sekali kau!"


"Oho, tentu saja harus. Aku ini Nania, wanita dengan seribu pesona tiada tanding. Jadi sudah sepantasnya untuk aku percaya diri. Memangnya kau, huh!"


Nania terus saja mengejek Susan hingga membuat gadis itu benar-benar merajuk. Hingga tak berapa lama kemudian datanglah segerombolan gadis cantik berjalan hendak melewati keduanya. Namun tanpa di sangka-sangka, salah satu dari segerombolan gadis cantik ini memiliki niat jahat pada Nania. Ketika gadis ini berjalan tepat di samping Nania, tiba-tiba saja dia menabrakkan bahunya ke bahu Nania. Sontak saja perbuatannya itu membuat tubuh Nania terhuyung ke samping hingga semua buku yang di pegang Nania jatuh berhamburan di lantai.


"Upss, sorry. Sengaja!" ucap Krystal sambil menutup mulutnya. Tak lupa juga dia memasang wajah sedih seakan memang benar dia tak sengaja menabrak bahu gadis yang menjadi bunga kampus di universitas mereka.


Nania meradang. Di tambah lagi sekarang gadis yang baru saja menabraknya tengah tertawa kesenangan bersama dengan teman-temannya yang lain, membuat emosi Nania memuncak seketika.

__ADS_1


"Walaupun kau adalah kakak seniorku itu tidak akan membuatku takut untuk menghajarmu. Heran, berani sekali ya kau memprovokasiku kemarahanku. Cari mati atau bagaimana, hah?" teriak Nania sambil menatap sengit ke arah Krystal, mahasiswi yang berada dua tingkat di atasnya. Sejak kuliah di sini, Krystal memang seringkali mencari masalah, tapi tak pernah Nania hiraukan karena dia malas berurusan dengan anak manja yang apa-apa mengadu pada orangtua. Tidak asik, begitu pikir Nania.


"Kalau benar aku cari mati, memangnya kau mau apa, hm? Menghabisiku, iya?" sahut Krystal dengan nada mengejek.


"Jangankan hanya menghabisimu, memakanmu hidup-hidup pun aku mau!" jawab Nania. "Heh, Nona Krystal si anak mami yang kalah cantik dariku. Bisa tidak kita hidup di dunia masing-masing saja. Kau tahu, sebenarnya aku itu mengidap penyakit gatal-gatal jika terlalu lama bicara dengan gadis yang kecantikannya berada jauh di bawahku. Dan kau adalah salah satunya. Jadi bisakan kau jangan terus-menerus memprovokasi kemarahanku? Aku itu malas berurusan dengan kuman menjijikkan sepertimu. Tahu tidak!"


"Yakk, kau bilang apa barusan? Kuman?!"


Dada Krystal sampai bergerak naik-turun saking kesalnya dia mendengar perkataan Nania. Sungguh, baru kali ini ada orang yang berani mengatainya seterusterang ini. Dan sialnya orang ini adalah juniornya. Menyebalkan.


"Haih, selain tidak cantik kau juga tuli ternyata. Ckck, kasihan sekali pria yang mengencanimu. Kekasihmu itu pasti sangat tertekan saat kalian sedang bicara. Benar tidak?" ejek Nania sambil tersenyum penuh kepuasan.


Alih-alih menghajar si Krystal ini, Nania lebih memilih untuk mengejeknya saja. Nania terjerat aturan di mana dia tidak di perbolehkan memukul mahasiswa lain jika masih berada di sekitaran kampus. Kenapa seperti itu? Karena Nania adalah salah satu atlet dari kelas bela diri. Makanya dia tidak bisa sembarangan memukul Krystal atau dia akan terkena sanksi yang berat dari pengajarnya.


Kesal karena terus-menerus di ejek, dengan cepat Krystal mengangkat tangan hendak menampar mulut Nania. Dia berniat memberi sedikit pelajaran pada gadis ini.


"Lepaskan tanganku!" teriak Krystal sambil terus berontak agar Nania melepaskan tangannya.


"Kenapa juga harus kulepas, kan kau sendiri yang memulai. Iya kan, Susan?"


"Iya benar. Kau yang memulai lebih dulu, kau bahkan sengaja menabrak bahu sahabatku tadi. Banyak kok saksinya di sini!" jawab Susan penuh pembelaan.


"Ck, aku bilang lepas ya lepas!"

__ADS_1


"Kalau aku menolak, kau mau apa, hm?" tantang Nania.


Geram karena merasa di permalukan, Krystal meminta kawannya untuk menelpon sang ayah. Nania yang melihat hal itupun tanpa banyak bicara langsung melepaskan cengkeraman tangannya. Dia bukan takut, tapi malas menghadapi anak manja yang ketika membuat masalah langsung lari bersembunyi di bawah ketiak orangtuanya. Krystal ini contohnya.


"Kakak senior, sebenarnya di antara kita berdua tidak pernah ada masalah apapun. Tapi entah kenapa aku perhatikan kau suka sekali mengusikku lebih dulu. Dengar ya. Aku melepaskanmu bukan karena aku takut pada ayahmu, tapi aku melepasmu karena aku takut kau menangis. Biasalah, anak manja sepertimu kan bisanya memang hanya membuat onar, mengadu, merengek, kemudian menangis dari pagi sampai ke malam. Jadi aku sarankan kalau kau memang ingin mencari masalah denganku, pastikan kau yang menyelesaikan, bukan orangtuamu. Paham?" ucap Nania penuh penekanan. Dia lalu mengelap tangannya dengan tisu basah, geli karena tadi sudah bersentuhan dengan kulit kakak seniornya ini.


"Jaga mulutmu baik-baik, Nania. Ingat ya, urusan kita belum selesai!" sahut Krystal seraya menunjuk wajah Nania yang ... memang sangat cantik. Dan karena hal ini jugalah Krystal sampai memendam kebencian pada gadis ini. Krystal marah karena semenjak Nania menjadi mahasiswa di sini, kepopuleran Krystal meredup seketika. Karenanya Krystal selalu mencari gara-gara dengan harapan Nania menjadi tidak betah kemudian memilih pindah ke universitas lain. Tapi apa daya, bukannya pindah kepopuleran Nania malah makin menjadi-jadi saja. Membuat Krystal jadi meradang di setiap harinya.


"Oho, aku takut sekali. Siapapun tolong aku!"


Nania dan Susan tertawa terbahak-bahak saat Krystal pergi meninggalkan mereka dengan wajah merah padam menahan kesal. Puas rasanya bisa membuat kakak senior mereka merasa malu karena ulahnya sendiri.


"Oh ya, Nania. Tadi kenapa kau melepaskan Krystal begitu saja? Aku pikir kau akan menamparnya balik. Kau kurang keren hari ini," tanya Susan penasaran.


"Kurang keren kepalamu. Kau lupa ya kalau kita sedang berada di kampus? Aku bisa terkena masalah besar jika guruku tahu aku menyerang mahasiswi lain di di sini. Memangnya kau tidak ingat aku ini siapa, hah!" omel Nania sambil menatap kesal ke arah Susan. Benar-benar ya sahabatnya satu ini, cara berpikirnya lambat sekali.


"Hehe, maaf aku lupa," sahut Susan sambil meringis.


"Lupa-lupa. Kau lansia atau bagaimana," kesal Nania. "Eh, ngomong-ngomong Tasya mana? Dia belum mati 'kan?"


"Astaga, Nania. Tolong kondisikan mulutmu itu ya. Tasya masih hidup, dia hanya sedang sekarat saja di rumah!"


"Itu sama saja bodoh!"

__ADS_1


Nania dan Susan kembali tertawa setelah menggibahkan sahabat mereka. Ya, hari ini Tasya izin tidak masuk kelas karena sedang tidak enak badan. Dan setelah itu Nania dan Susan pun bergegas pergi menuju ke kelas masing-masing.


*****


__ADS_2