
Yan Lan kini fokus pada pertarungannya, saat perisai pelindung arena di tutup maka resmi sudah pertarungan itu di mulai.
Ketua Siang neder langsung menyerang Yan Lan dengan cepat, tinjunya tak henti hentinya menyerang Yan Lan.
Yan Lan yang telah berpengalaman bertarung satu lawan satu, tak kesulitan untuk menghindari setiap serangan yang ketua Siang neder lancarkan.
Siang neder merasa geram pada Yan Lan karena setiap serangannya selalu mengenai tempat yang kosong.
"Kekuatannya menggunakan unsur api, yang mana kekuatannya itu juga berasal dari energi surgawi, ini bisa membahayakan ku," batin Yan Lan.
"ledakan meteorit 1 oktaf" teriak Siang neder.
Kedua tangan ketua siang neder mengeluarkan api yang sangat panas, dengan kekuatan tinju yang dia miliki, ketua siang neder kemudian menyerang ke arah Yan Lan.
"Tehnik 9 bintang" ucap Yan Lan.
Pukulan dasyat ketua Siang neder dapat di mentalkan oleh angin yang keluar dari telapak tangan Yan Lan, kini giliran Yan Lan yang balik menyerang.
"Tehnik kaisar bumi" teriak Yan Lan.
Dari tempat Siang neder berdiri menyembul dari bawah tanah, berupa tanah keras dan tajam yang langsung memburu keberadaan ketua Siang neder, yang membuat ketua Siang neder kelabakan.
Tanah yang sangat tajam itu tak membiarkan ketua Siang neder berdiri lama di tempatnya, yang membuatnya sangat geram dengan tehnik yang di Keluarkan oleh Yan Lan itu.
Sumpah serapah tak henti hentinya keluar dari mulut Ketua Siang neder yang berloncatan kesana kemari, belum sempat kakinya menjejak tanah sebuah teriakan dari Yan Lan membuatnya tak berdaya.
"Gravitasi" teriak Yan Lan.
"Apa apaan ini" hardik ketua Siang neder.
Tubuh ketua siang neder seketika melayang di udara, belum habis rasa kesalnya kembali Yan Lan berteriak lantang.
"Kurungan kaisar bumi"
Seketika tubuh Siang neder terhempas ketanah, dari dalam tanah muncul tanah keras yang langsung membungkus tubuh ketua Siang neder hingga terbentuk seperti bola.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, akhirnya aku bisa mengurungnya," batin Yan Lan.
Para penonton yang menyaksikan hal itu seperti tak percaya dengan apa yang mereka lihat, ketua Siang neder yang termasuk dalam 4 keluarga besar di puncak Awan langit, dapat di kalahkan dengan mudah oleh Yan Lan.
Patriack sekte dan ketua guild keadilan saling berpandangan.
"Ini belum berakhir, karena aku mengetahui betul kemampuan dari ketua Siang neder," ucap patriack sekte.
Benar saja apa yang di katakan oleh patriack sekte, tiba tiba tanah keras yang membungkus tubuh ketua Siang neder perlahan lahan retak dan mengeluarkan cahaya merah menyilaukan.
"Ledakan meteorit 5 oktaf," teriak ketua Siang neder dari dalam tanah keras yang membungkus tubuhnya.
"Boom"
Tanah keras yang membungkus tubuh ketua Siang neder hancur berkeping keping, aura ranah tingkat surgawi segera muncul dari dalam tubuh ketua Siang neder.
Kini tubuh ketua Siang neder tanpa berbalut baju dan Hannya mengenakan celana saja, otot otot tubuhnya terlihat besar dengan rambut panjang yang terurai acak acak kan, menambah kesan menyeramkan ditubuhnya.
"Ternyata ranah tingkatannya sudah mencapai ranah tingkat surgawi, ini bisa membahayakan kan ku," batin Yan Lan.
"ledakan meteorit 5 oktaf" teriak ketua Siang neder sambil meloncat kearah Yan Lan dan Menghantamkan tinjunya kedepan.
Dengan cepat Yan Lan pun mengarahkan tinjunya kedepan "Tehnik rasi 4 naga" teriak Yan Lan.
Dua pukulan saling beradu yang menimbulkan gelombang kejut yang maha dasyat hingga menggoncang kan pelindung arena pertarungan.
Patriack sekte yang sebelumnya menganggap remeh Yan Lan, kini berbalik kagum padanya karena bisa mengatasi serangan ledakan meteorit hingga tingkat ke 5 dari 8 tingkatan yang dimiliki oleh ketua Siang neder yang belum tentu para pemuda 4 keluarga besar mampu menahannya.
Yan Lan terseret hingga 20 meter dan merasakan dadanya sesak hingga sulit untuk bernapas.
"Kekuatannya suguh sangat dasyat, jika pondasi tulang ku tidak kuat seperti sekarang ini, pastinya aku sudah hancur dan bisa saja meregang nyawa batin Yan Lan.
"Tak ku sangka kau sangat kuat anak muda hingga bisa bertahan dari semua seranganku, pantasan Chang neder bukanlah tandingan mu," ucap Siang neder sambil bertolak pinggang di tempatnya berdiri.
"Bagus!! kalau begitu aku akan menunjukkan padamu bagaimana rasanya mati," teriak Siang neder sambil meloncat ke arah Yan Lan berada.
"Ledakan meteor 6 oktaf" teriak Siang neder sambil mengarahkan tinjunya kearah Yan Lan berada.
Betapa terkejutnya Yan Lan karena tubuhnya seperti tak dapat di gerakkan, menggunakan tehnik mata langit dan api surgawi pun sudah terlambat, karena tubuhnya sekarang telah terkena segel yang entah kapan Siang neder melakukannya.
__ADS_1
Disaat saat yang sangat genting bagi Yan Lan, sebuah tangan halus tiba tiba saja mendorong lembut tubuh Yan Lan dan membebaskannya dari segel yang membelenggu dirinya, Yan Lan tersungkur kesamping dan membuat pukulan Siang neder menghantam tanah tempat Yan Lan berdiri.
Pukulan Siang neder itu membuat kubangan yang sangat dalam, hingga membuat debu tebal berterbangan di udara yang menutup pandangan mata.
Teriakan histeris keluar dari mulut Qian Qin, biar bagaimana pun dialah penyebab Yan Lan sampai bertarung dengan ketua Siang neder.
Jika saja dia tak membawa Yan Lan ke sekte dan menemaninya saat sidang di guild ke adilan, tentunya pertarungan ini tak akan pernah terjadi.
Tak terasa air mata Qian Qin jatuh di sudut pipinya, entah mengapa Qian Qin merasakan kehilangan yang mendalam melihat Yan Lan terkena pukulan dari Ketua Siang neder.
Patrick sekte menatap putrinya dengan perasaan iba, dia hanya sekali melihat putrinya menangis setelah dewasa yaitu saat musang peliharaannya mati, dan kali ini dia harus menyaksikan putrinya menangis lagi karena pemuda yang bernama Yan Lan itu.
"Aku tak menyangka jika kau benar benar mencintai pemuda itu Qian er," batin patriack sekte.
Di tempat lain Yan Lan di hadapkan pada sebuah tempat yang sangat indah, di sana banyak para orang tua yang sedang melakukan meditasi, Yan Lan terpaku pada wanita yang teramat cantik yang berdiri di hadapannya.
Wanita itu tersenyum ramah pada Yan Lan. "Bangunlah Lan er," ucap wanita itu.
"Maaf nona, siapakah anda ini? dan mengapa aku berada di tempat seperti ini?" tanya Yan Lan.
"Ha..ha...ha.., masih pantaskah aku kau panggil nona, sementara aku telah berusia ribuan tahun?," ucap wanita itu dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Maksud anda?" tanya Yan Lan kembali.
"Aku telah mencapai tingkat kultivasi Peri bulan suci, yang membuatku abadi dan hidup di Alam peri abadi ini, aku bisa melihat bagaimana perkembangan di puncak Awan langit dari sini walaupun aku tak bisa selalu dapat menuju kesana, karena melihat generasi turunan satu satunya yang berasal dari rahimku dalam bahaya, aku tak akan mungkin tinggal diam," ucap wanita itu.
Yan Lan sontak kaget dan mundur beberapa meter kebelakang.
"Jangan jangan anda adalah leluhurku Kumala Xie, istri kedua dari kakek leluhurku Wong Fei karena istri pertamanya tak dapat memberikan anak?" tanya Yan Lan.
"Kau betul Lan er," jawab Kumala Xie.
Yan Lan segera menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Maafkan kelancangan hamba leluhur," ucap Yan Lan.
"Sudahlah Lan er, tak usah kau pikirkan itu, sekarang aku ingin kau mengalahkan ketua keluarga neder dengan kekuatan yang pernah merajai puncak Awan langit yang berasal dari keluarga Xie, aku akan mewariskan Tehnik misterius naga langit, padamu," ucap Kumala Xie.
"Walaupun kau mempunyai kekuatan yang sangat besar di dalam tubuhmu, akan tetapi aku ingin selama kau berada di puncak Awan langit di mana sekte naga di atas awan berdiri, aku ingin kau tidak menggunakan kekuatan dari benua permata hijau agar identitas mu tetap terjaga, hingga sampai pada saatnya tiba mereka semua akan mengetahui sendiri dari mana sebenarnya kau berasal, dan untuk mengalahkan ketua Siang neder, kau cukup menggunakan tehnik misterius naga langit," ucap Kumala Xie kembali.
"Bagus, aku senang mendengarnya," ucap Kumala Xie.
"Bersiaplah Lan er, aku akan menurunkan tehnik itu padamu," ucap Kumala Xie.
Kumala Xie menaruh ujung jarinya ke kening Yan Lan, maka seberkas cahaya emas tiba tiba masuk kedalam kening Yan Lan dan seketika membungkus tubuhnya.
Sebuah kecupan hangat di berikan oleh Kumala ke kening Yan Lan.
"Pergilah cucuku, harumkan kembali keluarga Xie kita di puncak Awan langit," ucap Kumala.
Hilangnya suara Kumala Xie dari pendengarannya, sayup sayup Yan Lan mendengar sorak sorai yang mengeluk elukan ketua Siang neder.
"Ternyata aku masih di dalam pertarungan, dan yang menyelamatkanku tadi adalah leluhurku Kumala Xie," batin Yan Lan.
Yan Lan mendapati dirinya tak memakai baju, karena baju yang di pakainya telah terbakar oleh ledakan meteor yang di ciptakan oleh ketua Siang neder, dan kini yang tersisa tinggal celana yang di pakainya saja.
Setelah debu menghilang, semua penonton terdiam melihat Yan Lan yang berdiri tegap tanpa terluka sama sekali.
Apa lagi mereka melihat lambang naga emas yang menjadi tanda jika Yan Lan merupakan seorang keluarga utama dari keluarga Xie, membuat mereka semakin diam dan bertanya tanya dalam hati, mengapa simbol itu bisa berada pada tubuh Yan Lan.
Ketua keluarga Xie yang bernama Xio Xie sontak berdiri dari duduknya, begitu pun para anggota keluarga besar Xie yang dekat dengan arena pertarungan. Mereka tak percaya jika masih ada anggota keluarga utama lainnya selain 3 putra dan putri ketua Xio Xie.
Semua petinggi sekte dan Qian Qin terperanjat melihat simbol naga emas yang ada di tubuh Yan Lan, mereka tak menduga sama sekali jika pemuda biasa yang mereka lihat itu merupakan
pemuda utama dari keluarga Xie.
"Jika kau menang dalam pertarungan ini Yan Lan, aku pasti akan menjodohkan mu dengan putriku Qian Qin," batin patriack sekte.
Di tempat pertarungan terlihat ketua Siang neder begitu gusar dengan keberadaan Yan Lan, yang merupakan pemuda dari keluarga utama Xie.
"Kau kira dengan simbol keluarga utama Xie yang ada padamu, aku akan menghentikan niatku untuk membunuhmu? walaupun ketua Xio Xie yang langsung datang membantumu, aku tak akan gentar dan akan membunuh kalian berdua di sini," ucap ketua Siang neder dengan kesombongannya.
Ketua Xio Xie yang mendengar perkataan ketua Siang neder yang meremehkannya segera mengepalkan tinjunya, untung saja patriack sekte terlebih dahulu menghentikan niatnya untuk masuk kedalam arena pertarungan.
Patrick sekte lalu meredakan emosi yang berkecamuk di dalam diri ketua keluarga Xie itu.
__ADS_1
"Ha..ha..ha.., apa aku tak salah dengar? tak mungkin ketua besar keluarga Xie mau meladeni mu, sementara untuk mengalahkanku saja kau tak mampu!!" jawab Yan Lan yang sengaja memprovokasi ketua Siang neder agar terpancing emosinya.
"Kurang ajar!! kau sungguh meremehkan ku anak muda!! teriak ketua siang neder.
Yan Lan merasakan ada aura yang keluar dari dalam tanah yang di pijaknya.
"Ternyata dari sini sumber segel yang membuat tubuhku tak bisa bergerak, baguslah kalau begitu, aku akan mencoba tehnik keluarga Xie pemberian dari leluhurku Kumala Xie" batin Yan Lan.
Yan Lan melakukan gerakan memutar yang membuat segel yang ingin merasuk ke dalam tubuhnya sirna.
Melihat serangan tersembunyi yang di lancarkan oleh ketua siang neder dapat di ketahui serta di hancurkan oleh Yan Lan, membuat ketua siang neder marah besar.
Seketika aura ranah tingkat surgawi begitu besar keluar dari tubuh Siang neder, cahaya merah membara dengan kobaran api seketika menyatu dengan tubuh ketua Siang neder.
"Ini adalah kekuatan sesungguhnya keluarga neder, yang mana aku sendiri belum tentu bisa menandinginya, kecuali aku memakai tehnik rahasia sekte," batin patriack sekte.
"Yan Lan aku akan membunuhmu Hiat....," suara teriakan ketua siang neder menggema di udara.
Kekuatan surgawi yang ada pada tubuh ketua Siang neder semakin lama pekat dan kuat hingga dapat menghancurkan pelindung arena pertarungan.
Melihat hal itu Yan Lan segera mengeluarkan tehnik misterius naga langit.
Sekujur tubuh Yan Lan di penuhi dengan energi alam yang makin lama semakin besar, hingga membuat arena pertarungan bergetar hebat.
Naga emas yang ada di tubuh Yan Lan seketika terlepas, dan berubah menjadi seekor naga yang mengelilingi tubuh Yan Lan.
"Apa? bukannya itu tehnik misterius dari keluargaku yang telah lama hilang, mengapa pemuda itu bisa menggunakannya," batin ketua Xio Xie.
Naga di tubuh Yan Lan mengeluarkan energi alam yang sangat besar, yang membuat para penonton yang menyaksikan fenomena itu berlarian meninggalkan tempat itu.
"Semuanya cepat tinggalkan tempat ini sejauh jauhnya, sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan pada diri kalian," teriak patriack sekte dengan di sertai tenaga dalam.
Semua orang memilih mendengar perkataan patriack sekte, untuk meninggalkan tempat itu sejauh jauhnya.
Sementara itu para petinggi sekte di bantu dengan 3 keluarga besar yang berada di atas podium, langsung menyatukan kekuatan untuk membentuk perisai agar tak terkena benturan energi yang sebentar lagi akan terjadi.
Tensi kedua energi semakin meninggi di arena pertarungan, retakan demi retakan lantai pertarungan menambah suasana mencekam di tempat itu.
Tiba tiba ketua Siang neder neder melompat tinggi dan menghantamkan tinjunya ke arah Yan Lan berada.
"Ledakan meteorit 8 oktaf" teriak ketua Siang neder.
Yan Lan yang telah siap dengan keadaan yang ada seketika menyambut tinju ketua Siang neder dengan kedua telapak tangannya yang terbuka.
"Tehnik misterius naga langit" teriak Yan Lan yang langsung menapakkan kedua tangannya kedepan.
Naga emas yang tadinya berada di tubuh Yan Lan segera melesat cepat ke arah tinju ketua Siang neder.
"Duar..."
Ledakan besar terjadi yang membuat bangunan di tempat itu hancur berkeping keping, begitupun dengan lantai arena pertarungan yang sudah tak berbentuk lagi.
Tubuh ketua Siang neder meluncur deras ke tanah dan beberapa kali menghantam sisa sisa bangunan sekte yang telah runtuh, hingga tubuhnya berhenti pada sebuah bangunan sekte yang masih kokoh berdiri.
Tak lama kemudian ketua Siang neder memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan dirinya tengah terluka dalam yang sangat parah.
Sementara itu Yan Lan sendiri terseret sejauh 100 meter, dan merasakan dadanya sesak akibat benturan yang terjadi.
"Berakhir sudah, akhirnya aku bisa mengalahkanmu," bisik Yan Lan.
Qian Qin segera melesat ke arah Yan Lan berada dan menanyakan keadaan pemuda itu.
"Kak Yan Lan bagaimana keadaanmu, aku sungguh mengkhwatirkan diri mu," ucap Qian Qin.
Yan Lan menatap wajah Qian Qin yang tak memakai cadar dari dekat.
"Sungguh ke cantikan wanita yang tak ada duanya, sungguh sangat sempurna," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menepis pikiran bodoh tentang wanita cantik yang ada di hadapannya, walaupun ketiga wanita yang menunggunya di benua permata hijau kalah cantik dengan Qian Qin, tetap saja Yan Lan memilih ketiga wanita itu dan berusaha untuk menjauhi Qian Qin.
Yan Lan tak ingin jika nantinya Qian Qin kecewa dengan keberadaan 3 wanita yang berada di benua permata hijau, yang akan membuat Qian Qin nantinya memusuhi Yan Lan di masa depan.
Karena Yan Lan tau jika wanita muda yang ada di hadapannya ini sudah dah mulai mencintainya.
Sepinya tak ada vote untukku sebagai penyemangat dalam menulis.
__ADS_1