PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertempuran 2


__ADS_3

"Raja burung Phoenix, aku sebagai kaisar langit yang memimpin nirwana, tak ada niat sama sekali untuk mengingkari perjanjian yang telah dibuat para leluhur kita berabad-abad tahun yang lalu, aku ingin meluruskan nya kembali agar tak menimbulkan korban lebih banyak lagi dengan adanya pertempuran ini," ucap kaisar langit dengan menyimpan kembali tombak Dewa semesta yang dimilikinya. Semua itu untuk memperlihatkan kepada raja burung pheonix jika kaisar langit bersungguh-sungguh ingin berdamai dengannya.


"Baik..!! aku akan bernegosiasi dengan mu kaisar langit, asalkan jendral yang telah melukai Dewi Limudza kau berikan pada kami!!" jawab raja burung pheonix.


"Aku pasti akan memberikannya padamu, jika memang Jenderal itu terbukti telah melukai Dewi Limudza," ucap kaisar langit.


Mendengar perkataan kaisar langit, raja burung pheonix segera menghilangkan perisai yang melindungi tubuhnya, sebagai tanda jika dia serius dalam bernegosiasi dengan Kaisar langit.


Sementara itu di dalam hutan binatang buas, tepatnya di gunung kediaman raja burung Phoenix, terlihat Dewi Limudza telah selesai melakukan kultivasi nya. Dewi Limudza telah pulih 50 persen, dan tubuhnya tak sesakit sewaktu pertama kali dia melakukan kultivasi.


"Mengapa tak ada satupun binatang buas yang berada di tempat ini, kemana kelima Raja binatang buas itu?" batin Dewi Limudza.


Dewi Limudza akhirnya menemukan salah satu binatang, berupa kupu-kupu raksasa di pegunungan itu.


"Kupu kupu raksasa, kemana raja burung Phoenix?" tanya Dewi Limudza.


"Aku tak bisa mengatakan ke mana raja burung pheonix pergi Dewi, aku ditugaskan di tempat ini untuk menjaga anda, lebih baik anda kembali melakukan kultivasi agar tubuh anda dapat pulih seperti sedia kala," ucap kupu kupu raksasa.


"Sepertinya kupu-kupu raksasa ini telah menyembunyikan sesuatu hal dariku, aku harus menanyakannya," batin Dewi Limudza.


"Apa yang kau sembunyikan dariku!!" ucap Dewi Limudza dengan sedikit penekanan di perkataannya.


"Aku tak menyembunyikan apa apa," jawabnya singkat.


Dewi Limudza segera mencerna keadaan yang ada, dan dia pun mendapatkan 1 ide brilian untuk mengorek informasi dari kupu-kupu raksasa.


"Kau mengatakan jika raja burung pheonix melarangmu untuk mengatakan keberadaannya, tapi apakah kau juga tak akan mau mengatakan padaku yang merupakan ular Dewa pelangi mengenai keberadaan raja burung pheonix?" ucap Dewi Limudza dengan sedikit mengeluarkan pancaran aura ular Dewa pelangi dari dalam tubuhnya.


"Aku tidak berani bohong leluhur, raja burung pheonix dan empat Raja binatang buas, serta seluruh binatang buas yang berada di dalam hutan, pergi menyerang ke istana langit di Nirwana," ucapnya.


Mendengar pengakuan dari kupu-kupu raksasa, Dewi Limudza terkejut bukan kepalang, dia teringat akan Yan Lan dan ketiga saudara angkatnya yang berada di Nirwana.

__ADS_1


"Aku ingin kau sekarang juga mengantarkanku ke Nirwana!!" ucap Dewi Limudza dengan meloncat ke atas punggung kupu kupu raksasa.


Tak ada penolakan dari kupu kupu raksasa saat Dewi Limudza naik keatas punggungnya, dan tanpa mendapatkan perintah lanjutan dari Dewi Limudza, kupu-kupu itu telah terbang menuju ke Nirwana.


Dewi Limudza merasakan jika kecepatan terbang sang kupu-kupu begitu lambat, yang membuatnya sangat khwatir jika dirinya akan datang terlambat untuk mencegah peperangan yang akan terjadi.


"Aku harus secepatnya tiba di nirwana sebelum terlambat, aku akan menggunakan teknik teleportasi untuk membantu kecepatan terbang kupu-kupu raksasa ini, akan tetapi dengan kondisiku yang belum sepenuhnya pulih, pasti akan berakibat fatal pada tubuhku saat menggunakan teknik itu," batin Dewi Limudza.


Dewi Limudza mengesampingkan apapun yang akan terjadi pada tubuhnya saat menggunakan teknik teleportasi yang dimilikinya, saat ini di dalam pikirannya hanya terfokus pada cara cepat untuk sampai ke nirwana.


Dan pada akhirnya Dewi Limudza memutuskan menggunakan tehnik teleportasi yang di milikinya.


*****


Di nirwana pertempuran terus terjadi, banyak korban di kedua belah pihak yang terus berjatuhan.


Tampak jendral Ying long begitu sangat menikmati dalam menghabisi para binatang buas yang menyerang Nirwana, semua itu dilakukannya untuk menunjukkan pada seluruh Nirwana bahwa dialah jendral yang terkuat, dan sangat layak mendapatkan gelar jenderal tertinggi di kerajaan langit.


"Jika Dewi itu mempunyai tubuh ular Dewa pelangi, dan perang yang terjadi ini terpicu karena aku telah membunuh Dewi itu, maka hal itu akan dapat membahayakan kedudukan ku sebagai seorang jenderal di istana langit, aku harus segera bertindak agar kaisar langit tak mengetahui jika akulah yang telah membunuh Dewi Limudza," batin jendral Ying long.


Sesaat jendral Ying long melihat ke udara, dimana terdapat kaisar langit yang tengah berbicara dengan raja burung pheonix.


Jangan jangan mereka berdua tengah membicarakan masalah ini, sebelum raja burung pheonix itu mengatakannya pada kaisar langit, lebih baik aku membunuh raja burung pheonix itu.


Senjata tombak yang berada di dalam genggaman tangannya, seketika itu di aliri energi berkekuatan listrik yang sangat kuat. Dengan sekali ayunan tangannya, tombak yang berada di tangan jendral Ying long melesat cepat kearah burung pheonix raksasa.


Zleep..


Tombak jendral Ying long tepat menembus tubuh raja burung pheonix, yang tak siaga dan tanpa perlindungan armor di tubuhnya.


"Tidak..!!!" lengkingan suara tiba tiba dari seorang wanita yang berada di atas seekor kupu-kupu raksasa, seketika membahana di udara karena melihat raja burung pheonix yang tertembus tombak, yang membuatnya terhempas keras ke tanah.

__ADS_1


Yan Lan yang sedang bertempur, seketika itu memalingkan wajahnya karena mendengar suara yang begitu sangat akrab, dan tak asing di telinganya.


"Limudza..!!" bisiknya, Yan Lan dengan segera melesat cepat ke arah kupu kupu raksasa untuk mendatangi Dewi Limudza.


"Apa yang terjadi denganmu, mengapa tubuhmu bisa terluka dan lemah seperti ini?" tanya Yan Lan.


"Kak Yan Lan, jendral itu yang telah membuatku terluka parah, dan membuang tubuhku jauh dari keberadaan nirwana, untung saja raja burung phoenix masih sempat menyelamatkan ku, jika tidak, mungkin kita tak akan bertemu lagi," jawab Dewi Limudza mengadukan jendral Ying long pada Yan Lan.


Mendengar hal itu, amarah Yan Lan seketika itu meledak, merasakan penderitaan putri Limudza selama ini.


"Aku akan menuntaskan semua masalah ini, dan aku inginkan sekarang kau menghentikan pertempuran yang terjadi, agar korban yang berjatuhan bisa berkurang," ucap Yan Lan.


"Tapi kak Yan Lan, aku tak lagi mempunyai sisa-sisa kekuatan, untuk menopang tubuhku saja aku sudah tak sanggup lagi," jawab Dewi Limudza.


"Jangan khwatir, aku akan membantumu," jawab Yan Lan sambil mengarahkan energi murni Dewa surgawi yang di milikinya ke arah Dewi Limudza.


Seketika itu, pancaran aura energy ular Dewa pelangi yang sangat kuat, langsung keluar dari dalam tubuh Dewi Limudza, sehingga membuat para binatang buas menghentikan serangannya.


"Aku ingin kalian menghentikan menyerang istana langit, dan kembali ke hutan binatang buas, bagi 4 raja binatang buas aku ingin kalian membantu kaisar langit dalam menyembuhkan raja burung pheonix yang tengah terluka," ucap Dewi Limudza.


Tak hayal lagi, seluruh binatang buas yang menyerang istana langit, kembali pulang menuju hutan binatang buas tanpa kecuali.


Sementara itu, kaisar langit berupaya dengan keras untuk menyelamatkan raja burung pheonix yang tengah terluka parah, dengan memberikannya hawa dewa yang di milikinya.


Begitupun dengan 4 raja binatang buas, yang tiba tiba datang, dan langsung bersatu padu memberikan hawa murninya ketubuh raja burung pheonix.


Diatas punggung kupu kupu raksasa, Dewi Bilqis, Dewi Zhao Quin dan Dewi Qian Qin datang menghampiri Dewi Limudza.


"Bagaimana keadaanmu adik?" tanya Dewi Bilqis.


"Keadaanku kurang baik kak Bilqis, saat ini tubuhku masih dalam keadaan terluka dalam," jawab Dewi Limudza.

__ADS_1


Tiba tiba Yan Lan yang berdiri di antara mereka berkata. "Bawa dan sembuhkan Dewi Limudza, aku akan menuntaskan masalah ini dengan jendral Ying long," ucapnya.


__ADS_2