PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan sampai mati


__ADS_3

Yan Lan menangkis tebasan tombak yang dilesakkan oleh Erlang Mo dengan golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggamannya, seketika petir besar menghantam tubuh Yan Lan dengan kuat saat kedua senjata mustika itu bertemu.


Kedua api yang berada di tubuh Yan Lan, membentuk sebuah tameng dan menghalau petir besar hingga tubuh Yan lan tak terkena sambaran petir langsung.


Kali ini Yan Lan membalas serangan cepat dari Erlang Mo, dengan sebuah tusukan kearah perut, lagi lagi kedua senjata saling berbenturan karena Erlang Mo memutar tombaknya ke arah kebawah.


Melihat serangannya luput, Yan Lan segera menarik goloknya dan memberikan tebasan memutar yang menimbulkan gelombang kejut, yang langsung mengarah kepada Erlang Mo.


Erlang Mo menahan serangan Yan Lan itu dengan tombaknya, sehingga membuatnya harus terdorong mundur jauh ke belakang.


Menjauhnya Erlang Mo memberikan kesempatan bagi Yan Lan untuk membuat segel, dan mengurungnya.


"Segel kegelapan...!!" teriak Yan Lan.


Seketika itu juga tubuh Erlang Mo terkurung dalam sebuah tabung segel, dengan dinding dindingnya yang bertuliskan simbol aksara.


Erlang Mo segera mencerna keadaan yang ada dengan melihat kekuatan segel yang di ciptakan oleh Yan Lan.


"Segel kurungan ini dapat menyerap energi Qi yang berada di dalam tubuhku," batin Erlang Mo sambil menatap kearah simbol, yang merupakan pusat penyerapan Qi di tubuhnya.


Dan betapa terkejutnya Erlang Mo melihat jika segel itu melakukan pergerakan, yang makin lama semakin memperkecil ruang geraknya.


"Segel ini benar benar merepotkan, baik jika kau ingin menyerap energi Qi di tubuhku, maka serap lah," teriak Erlang Mo.

__ADS_1


Erlang Mo segera mengeluarkan energi Qi di seluruh tubuhnya, yang membuat simbol-simbol pada dinding segel bergetar hebat, besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Erlang Mo, membuat segel kegelapan perlahan-lahan retak dan hancur seketika.


"Hanya seperti itu sajakah kekuatanmu Yan Lan," teriak Erlang Mo sambil menebaskan tombaknya dari atas ke bawah, maka terciptalah cahaya berbentuk bulan sabit yang langsung menuju ke arah Yan Lan berada.


Melihat serangan yang datang padanya, Yan Lan langsung menebaskan goloknya menyamping dua kali, dan terbentuklah cahaya yang menyerupai tanda silang, yang langsung menyambut datangnya serangan dari Erlang Mo.


Kali ini mereka berdua sama sama terhempas kebelakang, dan menabrak beberapa pohon besar yang telah tumbang di tanah.


Walaupun telah memakai perisai Dewa perang yang di pakainya, tetap saja Yan Lan merasakan sesak di dadanya.


"Aku harus segera mengakhiri pertarungan ini, takutnya jiwa putri Bilqis tak bertahan lama, dan jasadnya akan membusuk karena terlalu lama dibiarkan, apa lagi di tubuhnya masih terdapat racun yang belum di keluarkan," bisik Yan Lan.


Yan Lan kembali terbang mengudara, tampak dihadapannya Erlang Mo juga tengah berdiri menanti pertarungan itu kembali.


"Ha..ha .ha.., aku telah menantikan dirimu untuk mengeluarkan kekuatan yang paling hebat yang ada padamu Yan Lan, ayo aku juga tak akan sungkan lagi," jawab Erlang Mo.


Mendengar itu, Yan Lan segera mengeluarkan aura energy tingkat surgawi puncak dari dalam tubuhnya, kemudian menyatukan kedua inti api yang ada di sisi kiri dan kanannya ke dalam golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggamannya.


Sementara itu gumpalan awan hitam bergulung-gulung tebal di atas kepala Erlang Mo, petir menyambar kesana kemari dan tak lama kemudian petir besar menyambar tombak yang ada di dalam genggaman Erlang Mo, dan menyimpan energi petir besar itu di dalam tombak yang berada di dalam genggamannya.


"Ayo Yan Lan, kita lihat siapa yang akan berakhir di tempat ini," teriak Erlang Mo dengan mengayunkan tombaknya ke depan, maka terciptalah seekor naga petir yang menuju langsung ke arah Yan Lan berada.


Melihat hal itu, Yan Lan pun melakukan hal yang sama dengan mengayunkan pedangnya ke arah depan.

__ADS_1


"Inti api Phoenix..!!" teriak Yan Lan dengan mengerahkan seluruh kekuatan besar yang dia miliki, kearah naga petir yang melesat cepat kearahnya.


Kedua energi besar itu pun bertemu di udara, yang membuat ledakannya sampai terdengar di penjuru kerajaan cahaya nirwana.


Raja Zheng long yang sedang berkultivasi akhirnya membuka matanya. "Siapakah yang sedang bertarung ini, kekuatan yang dimilikinya seperti kekuatan para dewa, jika bukan kekuatan para dewa tak mungkin gemuruh dasyat ini dapat membangunkanku dalam kultivasi ini," batin raja Zheng long.


Raja Zheng long menatap angkasa, dan tak lama kemudian raja Zheng long segera pergi meninggalkan tempat kultivasi nya, menuju ke kerajaan cahaya nirwana.


Di tempat pertarungan, akibat kekuatan energi yang maha dasyat, membuat Yan Lan terhempas dan kehilangan tujuh puluh persen kekuatan yang di milikinya, dia pun berjalan kearah Erlang Mo dengan tetap memegang golok pembunuh semesta, yang ujung goloknya terseret di tanah seiring langkah Yan Lan yang menuju kearah Erlang Mo berada.


Tampak Erlang Mo memuntahkan darah hitam mengental dari mulutnya, dan tangan kanan Erlang Mo yang memegang tombak pun telah putus.


Yan Lan berdiri 10 meter di hadapan Erlang Mo yang terluka parah.


"Kau memang hebat Yan Lan, kau telah berhasil mengalahkanku, dan ingatlah ini belumlah berakhir, aku akan menghancurkan seluruh keturunanmu di dunia ini suatu hari kelak, walaupun kau telah menghancurkan tubuh kasar ku akan tetapi rohku tetap abadi," ucap Erlang Mo dan dia pun tewas seketika.


"Tunggulah pembalasanku suatu hari kelak pada seluruh keturunanmu Yan Lan...!!!" teriak roh Erlang Mo yang menjauh pergi.


Yan Lan mengambil tombak petir milik Erlang Mo, dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya, dan diapun melesat pergi menuju ketempat di mana putri Bilqis berada.


*****


Akhirnya masalah sudah terselesaikan dengan baik, trimakasih author ucapkan buat pembaca semua.

__ADS_1


__ADS_2