PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Amarah


__ADS_3

Melihat Biyao dalam keterpurukan dan tak berdaya, membuat Leo dan Jatayu seketika di penuhi dengan amarah yang memuncak.


Leo dan Jatayu mengamuk sejadi jadinya, formasi 4 Aray menjadi porak poranda di buatnya.


Biyao yang tak berdaya kembali bangkit berdiri, dengan segera Biyao membantu kedua sahabatnya dalam menggempur pasukan naga emas yang melakukan perlawanan.


Di tempat lain Yan Lan yang mendapatkan kekuatan baru berupa perisai sisik naga, kembali menyerang tetua Liu gang yang berada di dalam kura kura hitam raksasa dengan pedangnya


Yan Lan menebaskan pedang roh abadi yang berada dalam genggamannya, maka keluarlah seekor naga emas yang langsung menuju kearah tetua Liu gang berada.


Sebelum serangan Yan Lan sampai kearah tetua Liu gang berada, sebuah kekuatan petir yang sangat dasyat langsung menghadang naga emas milik Yan Lan, yang mengakibatkan ledakan yang memekakkan telinga terjadi.


Tampak patriack Pingyin Qin telah berdiri di samping kura kura raksasa dengan melayang di udara.


"Kurang ajar..!! berani sekali kau menyerang sekteku...!!,selama aku masih hidup aku tak akan membiarkanmu untuk mengacau di sini, dan mulai sekarang aku tak akan membiarkanmu hidup nyaman di awan langit, aku akan selalu memburumu sampai kau terbunuh," teriak patriack Pingyin Qin.


"Ha...ha ..ha ..!!, Aku kira anda akan terus bersembunyi seperti tikus patriack, jika tidak seluruh sekte ini akan ku bumi hanguskan, dan kau perlu ingat satu hal patriack, tak sedikit pun ada rasa takut di hatiku dengan ancaman mu itu, ucap Yan Lan dingin.


Darah di tubuh patriack Pingyin Qin mendidih, amarahnya memuncak dengan perkataan Yan Lan yang menganggap remeh dirinya.


"Akan ku buktikan jika aku akan membunuhmu sekarang," ucap patriack sekte.


Patriack sekte langsung menyerang Yan Lan dengan ganas, Yan Lan yang telah siap membalas menyerang balik patriack sekte, maka terjadilah jual beli serangan.

__ADS_1


Tetua Liu gang tak tinggal diam, dia keluar dari dalam kura kura hitam raksasa dan langsung membantu menyerang Yan Lan.


Hadirnya tetua Liu gang yang membantu patriack sekte, membuat Yan Lan terdesak.


Kedua petinggi sekte itu seperti tak mau memberi ampun kepada Yan Lan yang mulai terdesak, dengan menyerangnya secara bertubi tubi.


Disisi lain, Qian Qin yang baru tiba di tempat itu langsung masuk ketengah tengah pertarungan untuk menghentikan jalannya pertarungan itu.


"Hentikan ayah....!!, paman...!! teriak Qian Qin.


Teriakan Qian Qin tak di gubris oleh kedua petinggi sekte yang sudah di pengaruhi amarah yang memuncak.


"Awas Qian er...!!'' teriak Yan Lan yang melihat sebuah pukulan dari tetua Liu gang yang membentuk sebuah tangan bayangan raksasa yang mengarah pada Qian Qin.


Tetua liu gang sengaja melakukan itu untuk mengalihkan dan melemahkan perhatian Yan Lan, agar patriack Pingyin Qin dapat mengarahkan serangan telak kearah Yan lan.


Walaupun Yan Lan telah dilindungi oleh perisai sisik naga, akan tetapi pukulan telak dari patriack Pingyin Qin berhasil membuat Yan Lan terluka dalam.


Darah segar mengalir di sudut bibir Yan Lan.


Sesaat Yan Lan terdiam dengan tubuh terbaring menghadap ketanah, untuk menstabilkan aliran darah dan Qi yang sempat kacau di dalam tubuhnya.


"Perisai ini sungguh sangat membantuku, jika perisai ini tak terpasang di tubuhku dengan serangan patriack Pingyin Qin yang seperti ini, mungkin aku sudah mati," batin Yan Lan.

__ADS_1


Melihat Yan Lan masih terbaring, Qian Qin segera menghampirinya dan berteriak histeris.


"Kak Yan Lan...!!".


Biyao yang berada dekat dengan tempat terhempasnya Yan Lan, tersentak kaget dengan teriakan Qian Qin dan segera melesat ke asal suara.


Betapa terkejutnya Biyao menyaksikan Yan Lan tengah terbaring dengan posisi tubuh menghadap ketanah, yang mana kondisi pakaian atasnya sudah tak terbentuk lagi.


"Tuan muda..!!" ucap Biyao.


Biyao mengarahkan tangannya ketubuh Yan Lan untuk memberikan Qi murni miliknya.


Sebelum Biyao mengalirkan Qi murninya, Yan Lan sudah bangkit berdiri.


"Aku belum kalah Biyao, ini adalah pertarungan ku dan aku ingin kau membawa Qian Qin pergi dari sini," ucap Yan Lan.


"Aku tidak mau pergi dari sini..!!, aku ingin kau tak bertarung lagi kak Yan Lan..!!" pekik Qian Qin sambil meluk Yan Lan dari belakang.


Patriack Pingyin Qin dan tetua Liu gang saling berpandangan, melihat apa yang tengah di lakukan oleh Qian Qin di depan mata mereka.


"Qian er, cepat lepaskan pemuda itu!!, kau tak sederajat dengan dia!!" teriak patriack Pingyin Qin geram.


"Aku mencintai dia ayah!!, Aku ingin ayah mendukungku dengan kak Yan Lan," pekik Qian Qin.

__ADS_1


"Kau...!!" teriak tertahan patriack Pingyin Qin sambil menunjuk kearah putrinya.


"Baik jika itu mau mu, dari pada aku menanggung malu, lebih baik aku tak punya anak sepertimu," teriak patriack Pingyin Qin yang langsung mengarahkan kekuatan petir nya kearah Yan Lan dan Qian Qin.


__ADS_2