PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan final


__ADS_3

Hari menjelang sore ketika pertarungan final akan berlangsung antara pangeran iblis Azuma dan Yan Lan.


Para penonton begitu antusias, ingin menyaksikan pertarungan final tersebut, yang mana final ini begitu sangat dinanti-nantikan oleh para penonton yang memadati area sekitar arena pertarungan.


Ketegangan begitu jelas terlihat di antara para penonton, mereka saling menjagokan salah satu dari kultivator yang saat ini akan melakukan pertarungan.


Kaisar giok dan permaisuri serta putra dan putrinya berada di atas podium utama. Begitu juga dengan ketua pagoda 9 dan beberapa tamu undangan, beserta para ketua klan juga ikut serta menyaksikan pertarungan antara Yan Lan dan Azuma.


Ketua Yan Lou segera memasang pelindung arena, setelah memasang segel pelindung terkuat nya, ketua Yan Lou segera meninggalkan arena pertarungan.


Di atas arena, Yan Lan dan azuma berdiri saling berhadapan dengan jarak sekitar 20 meter.


Tak lama kemudian, baik Yan lan maupun Azuma sama-sama melepaskan roh mereka.


Para penonton bingung dengan apa yang terjadi, melihat Yan Lan dan azuma sama sama berdiri mematung, tanpa ada satupun gerakan yang terlihat di antara kedua kultivator itu.


"Kerahkan semua kemampuan mu Yan lan, jika tidak maka kau harus bersiap untuk menjadi bangkai di atas arena ini, "ucap Azuma.


"Aku tak semudah itu kau salahkan Azuma, kau jangan terlalu meremehkan aku, karena aku juga bisa menjadi momok yang sangat menakutkan untukmu," jawab Yan Lan.


Mereka berdua kembali bertarung, Azuma yang merupakan iblis paling kuat yang dimiliki raja iblis, tidak memberikan kesempatan bagi Yan Lan untuk memberikan serangan balasan.


Dia terus menggempur Yan Lan dengan serangan bertubi-tubi, akan tetapi semua serangan dari Azuma, dapat dihalau dan ditangkis oleh Yan Lan dengan sangat sempurna.


Pangeran iblis Azuma mengeluarkan pukulan jarak jauh yang mengandung kekuatan yang maha dahsyat ke arah Yan Lan berada, Cahaya hitam pekat seperti meteor langsung tertuju ke arah Yan Lan.


Melihat hal itu Yan Lan tak tinggal diam, dia langsung berputar seperti gasing ke udara, dan menghantamkan tinjunya ke depan, menyambut pukulan pangeran iblis Azuma dengan pukulan jarak jauh yang dimilikinya.


Sinar hitam dan putih saling bertemu dan menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat, getaran seperti gempa langsung melanda arena pertarungan dan sekitarnya.


Para penonton yang tidak mengetahui apa-apa sontak terkejut dengan apa yang mereka rasakan, guncangan yang tiba-tiba membuat mereka semua merasa khawatir.


Mereka semua bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi? dan mengapa bisa terjadi gempa? sementara kedua kultivator yang sedang bertarung hanya diam membisu di atas arena pertarungan.


Yan Lan dan Azuma, sama-sama terpental dan masuk ke tubuh mereka masing-masing, hingga membuat tubuh mereka berdua terhempas jauh ke belakang.


Para penonton yang melihat hal itu semakin dibuat penasaran, dan bertanya-tanya mengapa


bisa kedua Kultivator yang diam membisu tiba-tiba terhempas ke belakang, tanpa adanya sebuah pertarungan.


Para ketua, kaisar giok dan semua yang ada di podium utama merasa tegang melihat kedua kultivator yang sedang bertarung, kekuatan aura mereka berdua begitu sangat menindas, hingga dapat merembes menembus pelindung yang di buat oleh ketua Yan Lou.


Melihat adanya aura yang keluar dari dalam arena pertarungan, membuat semua penonton yang berada di pinggir arena, segera menjauh dari tempat itu.


"Baru kali ini aku menemukan lawan yang sebanding dengan ku, ini sangat menarik karena aku bisa mengasah kemampuan yang ku miliki selama ini, dengan orang yang seimbang,'' batin Azuma.


Azuma segera mengeluarkan cambuk yang terbuat dari rantai besi hitam iblis, dengan ujung cambuk terbuat dari besi runcing seperti ujung tombak, yang mengeluarkan cahaya merah menyala.


Disisi lain Yan Lan langsung mengeluarkan pedang pembunuh iblis dari dalam cincin penyimpanannya, yang membuat kedua kultivator kini memegang senjata andalan mereka masing-masing.


Pangeran iblis Azuma kembali memburu Yan Lan dengan senjata yang berada di tangannya, Yan Lan dengan sigap langsung menangkis dan memberikan serangan balasan yang juga tak kalah mematikannya.


Pelindung yang dibuat oleh ketua Yan Lou tak mampu untuk membendung efek serangan dari kedua kultivator yang sedang bertarung, seketika pelindung itu hancur dan membuat para penonton yang telah pergi menjauh masih terkena efek pertarungan.


Jerit kesakitan silih berganti menghiasai udara sore itu, kini tak ada lagi para penonton yang menyaksikan pertarungan, yang ada hanya kaisar giok dan para kultivator tingkat alam, yang masih berada di podium utama untuk menyaksikan jalannya pertarungan.

__ADS_1


Ketua Hyo jin yang merupakan kultivator terkuat di podium utama itu, langsung mengerahkan kekuatannya untuk membentuk pelindung di luar podium utama tersebut, akan tetapi podium utama dan bangunan-bangunan lainnya tak luput dari efek serangan dari kedua kultivator yang sedang bertarung, bangunan itu pun roboh yang membuat semua yang ada di podium utama pergi menjauh untuk menyelamatkan diri.


Kedua kultivator terus melakukan jual beli serangan, dan pada suatu kesempatan yang berhasil mengurung Azuma di dalam segel kegelapan.


Azuma terbungkus di dalam sebuah tabung, dengan huruf aksara di dinding tabung tersebut, huruf aksara itu langsung menyerap energi murni yang dimiliki oleh pangeran iblis Azuma, yang membuat sang pangeran merasa geram dengan teknik yang baru saja dilepaskan oleh Yan Lan.


"Kau takkan bisa menghancurkanku dengan teknik mainan seperti ini Yan Lan," ucap Azuma dan langsung menghentakkan tangannya ke lantai arena.


Seketika dinding segel yang terdapat huruf aksara yang mampu menyerap energi murni, hancur oleh satu kekuatan dahsyat, yang dikeluarkan oleh Azuma.


"Rantai roh jiwa," teriak Azuma.


Puluhan rantai iblis langsung menyerang cepat ke arah Yan Lan, yang membuat jalan harus menggunakan teknik ruang dan waktu untuk bisa menghindari serangan rantai iblis yang terus memburunya.


Akan tetapi rantai-rantai itu sepertinya dapat mengetahui kemana arah Yan Lan bergerak, dan pada akhirnya Yan Lan dapat terkena oleh salah satu rantai iblis yang memburunya.


Seketika tubuh Yan Lan tak dapat digerakkan, karena terlilit rantai iblis yang kini membelenggunya. Dengan sekuat tenaga Yan Lan mencoba untuk melepaskan diri dari rantai yang membelenggunya, akan tetapi rantai rantai itu begitu sangat kuat, yang membuat energi di tubuh Yan Lan terkuras dan tanpa bisa terlepas dari rantai iblis tersebut.


"Ha..ha..ha..,Akhirnya kau berada juga di tanganku Yan Lan, walau sekuat apapun kau berusaha kau tetap tak bisa melepaskan diri dari belenggu rantai iblisku itu!!, dan sebentar lagi aku akan membuatmu menjadi budak iblis, dan benua permata hijau ini akan dikuasai sepenuhnya oleh bangsa iblis!!" ucap pangeran iblis Azuma.


Mendengar perkataan Azuma, kaisar giok dan para ketua yang masih berada disekitar tempat pertarungan, menjadi murka karena mereka mengetahui jika Azuma merupakan orang yang sangat berbahaya bagi ke kaisaran Giok.


Mereka pun langsung menyerang Azuma secara bersama-sama akan tetapi, rantai-rantai iblis kembali menyerang mereka semua dan pada akhirnya, mereka semua pun ikut terbelenggu oleh rantai yang dilepaskan oleh Azuma.


Tawa kemenangan keluar dari mulut Azuma, yang melihat seluruh kultivator terhebat yang dimiliki Benua permata hijau, kini dalam genggaman tangannya, dan kapan saja pangeran iblis Azuma bisa membunuh mereka semua.


Melihat seluruh Kultivator yang dimiliki Benua permata hijau terperangkap oleh rantai roh iblis, membuat Yan lan benar-benar marah, dia langsung membuka mata langit yang dimilikinya dan mengarahkan kekuatan perisai tempur yang ada padanya, untuk menghancurkan rantai iblis yang membelenggu tubuhnya.


Alhasil rantai roh iblis yang berada di tubuh Yan Lan hancur, dan membuat rantai rantai itu berserakan di lantai arena pertarungan.


Azuma segera mengarahkan semua rantai iblis yang ada padanya untuk menahan serangan Yan Lan, rantai itu membentuk sebuah jaring yang langsung mengarah pada Yan Lan.


Yan Lan menebaskan tombaknya terus menerus, sehingga cahaya putih dan hitam, silih berganti memporak-porandakan jaring-jaring iblis yang dibuat oleh pangeran iblis Azuma.


Tak sampai di situ Yan Lan terus menggempur pertahanan Azuma, hingga Azuma benar-benar kewalahan menghadapi serangan-serangan yang dibuat oleh Yan Lan.


dengan kondisi yang terpuruk pangeran iblis Azuma segera mengeluarkan teknik andalannya, yaitu dengan mengeluarkan teknik Dewa kematian.


Tiba-tiba saja 3 sosok yang sangat menyeramkan hadir di sisi pangeran iblis Azuma, ketiga sosok itu lebih besar 10 kali lipat dari manusia biasa, sosok yang yang mengeluarkan cahaya merah di tubuhnya memegang sebuah golok besar yang memancarkan aura jahat yang sangat mencekam.


Sosok yang mengeluarkan cahaya hitam dari tubuhnya, menggenggam sebuah Gada besi kuning, yang mengeluarkan aura yang sangat menindas. Sementara itu sosok yang mengeluarkan cahaya kuning dari dalam tubuhnya, begitu sangat misterius, dia memegang sebuah tongkat dengan sabit diujungnya.


3 dewa kematian itu langsung menyerang ke arah Yan Lan, yang membuat Yan Lan mengeluarkan segenap kemampuannya dalam menghadapi ketika sosok dewa kematian.


Pertarungan sengit berlangsung, jual beli serangan terus berlanjut dan tak terhindarkan, Yan Lan dengan gagah menghadapi ke tiga sosok yang berbeda dimana Azuma sebagai pemimpin penyerangan terhadap Yan Lan.


Perlahan-lahan Yan Lan mulai terlihat terdesak oleh serangan yang di lancarkan ke tiga Dewa kematian bersama Azuma sebagi pemimpinnya, namun tiba-tiba saja muncul Rubah ekor 9 yang datang membantu Yan Lan, yang membuat pertarungan itu kembali berimbang.


Dengan bantuan moci, perlahan-lahan ketiga dewa kematian dan Azuma yang mulai terdesak, api inti surgawi dan api inti neraka silih berganti ditembakkan oleh moci ke arah ke tiga Dewa kematian dan Azuma, yang membuat mereka berempat kelabakan menghadapinya.


Tiba-tiba saja Azuma berteriak lantang "penggabungan tiga dewa kematian"


Seketika itu sosok ketiga dewa kematian bergabung menjadi satu, membentuk satu sosok raksasa yang begitu sangat menyeramkan.


Dari tubuh raksasa itu keluar 6 tangan yang semuanya memegang senjata, dan langsung menyerang ke arah Yan Lan dan moci secara bergantian.

__ADS_1


Dengan menggunakan teknik surgawi yang dia miliki, Yan Lan menyalurkan energinya itu ketubuh mochi sehingga tubuh moci berubah sebesar raksasa dewa kematian.


ke 9 ekor yang dimiliki moci, langsung menyerang ke arah tubuh raksasa dewa kematian, hingga kembali terjadi jual beli serangan.


Yan Lan sendiri menghadapi Azuma, yang juga telah mengeluarkan kan seluruh kemampuan yang dimilikinya milikinya.


Kaisar giok dan para ketua yang terikat rantai hitam iblis terpental jauh karena efek pertarungan, dan seluruh bangunan yang berada di dekat arena pertarungan pun hancur tak berbentuk lagi.


Tensi pertarungan semakin meningkat, luka luka di tubuh Azuma maupun Yan Lan begitu jelas terlihat, perisai yang digunakan Yan Lan masih bisa ditembus oleh serangan-serangan yang dibuat pangeran iblis Azuma.


Dan sebaliknya luka-luka di tubuh Azuma semakin lama semakin parah, yang menyebabkan pergerakan pangeran iblis itu mulai melambat.


Hal itu memberikan kesempatan bagi Yan Lan untuk menggunakan teknik gravitasi, yang membuat tubuh pangeran iblis Azuma terangkat ke atas dan tak bisa bergerak di udara.


Dengan sekali gerakan dari teknik ruang dan waktu, Yan Lan berhasil menebas telak perut sang pangeran iblis.


Pangeran iblis Azuma tersungkur dan bergulingan sesaat, dan tak lama diapun terlentang tak berdaya di atas lantai arena yang sudah hancur berantakan.


Kembali yang melemparkan tombak yang ada di tangannya ke arah pangeran iblis Azuma, akan tetapi sebelum tombak itu mengenai tubuh Azuma, Dewa kematian segera melesat cepat menyambar tubuh sang pangeran iblis, dan membawanya pergi dari tempat itu.


Melihat dewa kematian membawa tubuh pangeran iblis Azuma, Yan Lan segera menancapkan tombaknya ke lantai arena,


yang membuat mochi menembakkan ombak yang sama ke arah larinya Dewa kematian.


Dari jauh kedengaran teriakan menyayat hati dari dewa kematian yang membuat Yan Lan dan moci, langsung melakukan pengejaran.


Sebelum akhir hidupnya Dewa kematian membentuk sebuah portal dan melemparkan tubuh pangeran Azuma ke dalamnya.


Yan lan hanya bisa melihat tubuh pangeran iblis Azuma masuk ke dalam portal yang dibuat oleh dewa kematian. Setelah portal tertutup maka terbakarlah tubuh Dewa kematian hingga menjadi debu di tanah.


Yan Lan kembali ke arena pertarungan dan mencari keberadaan orang-orang yang telah terikat rantai iblis, Dari kejauhan terlihat kaisar giok tengah terhimpit bongkahan pecahan bangunan yang hancur akibat pertarungan.


Dengan cepat Yan Lan melesat ke arah kaisar Giok. Dengan menggunakan tombak yang berada di dalam genggamannya, Yan Lan segera menghancurkan rantai iblis yang membelenggu tubuh sang kaisar.


"Bagaimana keadaan anda yang mulia?"tanya Yan Lan.


"Keadaanku kurang bagus karena tulang di paha kiriku patah," Jawab sang kaisar.


"Tahanlah sedikit yang mulia, aku akan mencoba untuk memperbaiki anda yang patah!" ucapkan Yan Lan.


Yan Lan segera menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk menyembuhkan kaisar Giok.


Dengan menggunakan teknik jaring matahari yang dimilikinya, Yan Lan mampu untuk menyatukan tulang yang patah menjadi pulih seperti sedia kala.


"Bagaimana keadaanmu sekarang yang mulia, coba kau gerakan kakimu yang patah," ucap Yan Lan.


Kaisar giok segera menggerakkan kakinya yang patah, dan betapa terkejutnya sanga kaisar, kaki yang tadinya patah kini pulih seperti sedia kala.


Kaisar giok sangat berterima kasih karena yang telah menolongnya dengan menyembuhkan kakinya yang patah.


"Aku tidak bisa menemani anda yang mulia, karena aku masih ingin mencari orang-orang yang telah terkena serangan dari rantai hitam iblis, yang di dilesakan oleh Azuma," ucap Yan Lan.


Setelah berkata seperti itu, Yan Lan segera pergi meninggalkan kaisar Giok untuk mencari para ketua dan orang orang yang masih terbelenggu oleh rantai hitam iblis.


Akhirnya Yan Lan dapat menemukan mereka semua, dan berhasil melepaskan semua belenggu rantai hitam iblis yang mengikat para ketua, dan para kultivator yang ikut terkena serangan dari Azuma.

__ADS_1


Sementara itu tubuh Azuma terdampar di suatu tempat yang dinamakan alam bawah , yang mana tempat itu merupakan tempat dimana bangsa iblis terdahulu berada, sebelum mereka pergi ke benua permata hijau.


__ADS_2