PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Bahagia


__ADS_3

Dari jauh seorang wanita memperhatikan Yan Lan, dia adalah Zhao Quin yang begitu resah saat Yan Lan dalam bahaya, sebenarnya Zhao Quin ingin membantu Yan Lan akan tetapi sebelum keinginannya itu terwujud, tiba tiba sebuah portal terbuka dan keluarlah para pasukan tempur Yan Lan.


"Tak ku sangka kau telah banyak kemajuan kak Yan Lan, kau juga mempunyai pasukan tempur yang maha dasyat," batin Zhao Quin.


Zhao Quin sengaja menghindar dari pemuda yang sangat di cintainya itu, karena Zhao Quin telah berjanji pada sang ibu jika dia tak akan mencintai seorang manusia, seperti dia mencintai Yan Lan dahulu.


Zhao Quin menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, diapun beranjak meninggalkan tempat itu.


*****


Dengan kesepakatan yang dibuat antara Yan Lan dan kaisar Giok, maka Yan Lan menarik seluruh pasukan tempurnya kembali ke dalam portal, dan hari itu juga seluruh anggota klan Glasier dan penduduk kota kristal es pergi ketempat baru mereka.


Semua orang sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat di dalam portal, ke asrian alam sangat terlihat jelas, ditambah lagi sebuah istana megah berdiri kokoh di tengah-tengah kota tersebut.


"Paman ini adalah kota Inti api Phoenix dan istana itu bernama istana Phoenix, ayo kita kesana paman," ucap Yan Lan.


Mereka semua pun akhirnya menuju ke dalam istana.


"Lan er..., mengapa istana sebesar ini tak ada penghuninya?" tanya Lian ren.


"Ibu peri sebenarnya istana ini ku peruntukkan bagi Yan Ling setelah kami menikah waktu itu, sengaja ku buat kosong agar kami bisa berduaan tanpa ada ada yang mengganggu," ucap Yan Lan sambil melirik ke arah Yan Ling.


Yan Ling tersipu malu, dia begitu sangat bahagia karena akhirnya Yan Lan bisa kembali dekat disisinya.


"Jika begitu adanya, aku akan meresmikan pernikahan kalian hari ini juga, agar tak terjadi lagi hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari," ucap ketua Yan Lou.


"Tapi ayah, kita juga harus menghubungi kakak Yan Luo yang sedang menjaga perbatasan, antara benua permata hijau dan benua semesta biru.


Tiba tiba saja suara anak muda memotong pembicaraan Yan Ling.


"Kau masih memikirkan aku adik?" ucap suara seorang pemuda yang datang bersama Jatayu.


"Kakak..!! pekik Yan Ling sambil menghamburkan dirinya ke pelukan sang kakak.

__ADS_1


Yan Luo sebelumnya tak mengetahui akan ada pernikahan antara adiknya dengan putra wakil ketua klan Glasier, karena tak ada satu orang pun yang memberitahukannya di perbatasan.


Yan Luo sendiri menjabat sebagai komandan tempur di perbatasan, dia dipercaya oleh kaisar Giok untuk mengamankan perbatasan antara benua permata hijau dan benua semesta biru.


Setelah mengetahui jika ada peristiwa yang melibatkan kedua orang tuanya, dan kedua adiknya membuat Yan Luo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komandan tempur di perbatasan.


Flash back


Setelah terjadinya kesepakatan, dengan secepatnya Yan Lan mencari tahu keberadaan kakak kandung Yan Ling.


Dan pada akhirnya Yan Lan mengetahui jika saudara angkatnya itu berada di perbatasan.


Yan Lan menyuruh Jatayu dan Biyao untuk menjemput Yan Luo di perbatasan, dengan membawa sebuah boneka kayu sebagai tanda jika Yan Lan lah yang menyuruh mereka berdua untuk menjemput Yan Luo.


Dengan kecepatan angin, Jatayu terbang tanpa henti dan akhirnya tiba pada barak pasukan istana Giok yang ada di perbatasan.


Saat bertemu dengan Jatayu dan Biyao, Yan Luo tak langsung percaya dengan cerita mereka berdua tentang permasalahan di istana Giok, sampai akhirnya Biyao menyerahkan patung kayu sebesar telapak tangan untuk diperlihatkan kepada Yan Lou.


Akhirnya Yan Luo membawa istrinya yang bernama Zhao cie, dan putrinya yang bernama *Y**an Chi* untuk ikut pergi bersamanya ke istana Phoenix.


*****


Keharuan terjadi dengan hadirnya Yan Luo di tengah tengah mereka, apa lagi ditambah kehadiran Zhao cie bersama putrinya, menambah suasana bahagia di tempat itu.


"Kak Yan Lan..!!?" ucap Zhao cie.


Yan Lan yang mengetahui jika istri dari kakak angkatnya merupakan adik dari Zhao Quin, hanya tersenyum melihatnya.


"Bagai mana kabarmu kakak ipar?" tanya Yan Lan.


Zhao cie yang keheranan karena dirinya di panggil kakak ipar oleh Yan Lan, langsung di tengahi oleh Yan Lou.


"Sayang ..., Yan Lan adalah adikku, dan tentunya kau akan dipanggil kakak ipar olehnya, karena kau adalah istriku!" ucap Yan Luo.

__ADS_1


Zhao cie akhirnya mengerti setelah suaminya menjelaskan semua.


Sore itu pernikahan Yan Lan dan Yan Ling di adakan, suasana haru dan bahagia seketika menghiasi tempat itu, seluruh penduduk kota hadir untuk menyaksikan hikmatnya pernikahan raja dan ratu mereka.


Hanya Zhao cie yang terlihat bersedih karena dia tau jika Zhao Quin kakaknya, begitu sangat mencintai Yan Lan, akan tetapi kenyataan yang ada Yan Lan malah menikahi adik dari suaminya.


Setelah acara selesai, Yan Lan dan Yan Ling masuk kedalam kamar yang sudah di buat seindah mungkin, bagi pasangan baru itu.


Terlihat Yan Ling sangat malu malu di hadapan Yan Lan, dia tak bisa berkata apa apa saat tangan Yan Lan mulai melepas pakaiannya satu persatu, hingga tak ada sehelai pun kain yang menutupi tubuhnya saat ini.


Tak lama kemudian, pergulatan pun terjadi.


******* Yan Ling semakin membuat Yan Lan terus memacu kudanya semakin kencang, hingga Yan Lan tergolek letih di sisi istrinya.


Yan Ling sangat bahagia karena telah memberikan sesuatu yang paling berharga dan selalu di jaganya, kepada pemuda yang sah menjadi suaminya.


Malam itu menjadi malam bahagia bagi mereka berdua, dimana Yan Lan dan Yan ling berkali kali mendapatkan puncak pendakian tertinggi yang mereka berdua inginkan bersama sama, itu semua mereka lakukan hingga pagi menjelang.


Tengah hari Yan Ling terbangun dari tidurnya, dia menatap ke arah Yan Lan yang masih tertidur lelap, Yan Ling berjalan untuk membersihkan diri ke kamar mandi, akan tetapi baru satu langkah dia melangkah, jeritan kecil keluar dari mulutnya yang membuat Yan Lan terbangun dari tidurnya.


"Ada apa Ling er?" tanya Yan Lan panik.


"Nggak ada apa apa kak Yan Lan," jawab Yan Ling.


"Kau tak usah menyembunyikan sesuatu pada ku Ling er, ingat sekarang ini aku adalah suamimu," ucap Yan Lan.


Seketika wajah Yan Ling memerah mendengar perkataan Yan Lan, biar bagaimana pun Yan Ling tak bisa menyembunyikan sesuatu yang dialaminya saat ini kepada Yan Lan.


"Kak Yan Lan, mahkotaku sakit dan perih," ucap Yan Ling sambil tertunduk malu.


Maafkan aku Ling er, mungkin aku melakukannya terlalu keras dan bersemangat, biar aku bawa kau untuk membersihkan diri setelah itu baru kita mengobatinya," ucap Yan Lan.


Yan Ling hanya mengangguk kecil, kemudian Yan Lan menggendong Yan Ling menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2