
Tiba tiba saja Yan Ling masuk kedalam kamar Yan Lan dengan wajah penuh dengan amarah.
"Siapa lagi wanita ini yang mengaku mengenal kakak Lan Yan sebelum aku," batin Yun er.
Yan Lan yang merasa suasana semakin memanas di antara ke 3 wanita yang berada di dalam kamarnya, berinisiatif untuk meredakan suasana amarah di hati para wanita itu.
"Hal ini bisa kita bicarakan baik baik dan dengan pikiran yang dingin," ucap Yan Lan.
"Diam kau..!!!" teriak mereka bertiga bersamaan sambil menunjuk kearah Yan Lan.
Yan Lan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah agar menghilangkan amarah ke tiga wanita cantik itu kepada dirinya.
"Celaka mereka bertiga benar benar marah padaku, tapi aku tak pernah merasa mempermainkan hati mereka bertiga, apa yang harus ku lakukan sekarang?" batin Yan Lan.
"Kakak Yan Lan dan aku telah di jodohkan sedari kecil sewaktu kakak Yan Lan masih tinggal di klan Glasier," ucap Yan Ling.
"Kakak Yan Lan telah berjanji untuk menikahi aku, dan aku tinggal menunggu kesiapan darinya," timpal Yun er.
"Untuk perjodohan dan pernikahan tak menjamin kebahagiaan di hati kakak Yan Lan, belum tentu kakak Yan Lan akan mencintai kalian sepeti kakak Yan Lan mencintai aku," teriak Zhao Quin.
Perdebatan semakin memanas, aura Qi murni di tubuh ke tiga wanita itu mulai kelihatan nyata.
Yan Lan meremas rambutnya, dia tak menyangka permasalahan ketiga wanita ini jadi serumit dan sesulit ini.
"Kalau terus di biarkan akan terjadi pertikaian di antara mereka, aku tak boleh lemah menghadapi mereka ber 3 kalau tidak akan terjadi pertempuran dan semua kesalahan pasti akan tertuju padaku," bisik Yan Lan.
"Hentikan..!!" teriak Yan Lan yang di sertai penyaluran tenaga dalam di suaranya.
Ketiga wanita itu menatap Yan Lan dalam dalam, entah apa yang ada dalam pikiran ke tiga wanita itu tentang teriakan Yan Lan ini.
"Aku tak memilih salah satu dari kalian bertiga!?," sambung Yan Lan.
Setelah mengatakan hal itu, Yan Lan segera melesat menjauh meninggalkan kamarnya dimana ke tiga wanita cantik itu berada.
"Ini semua gara gara kalian hingga kakak Yan Lan pergi!!" hardik Yun er.
Yun er segera meninggalkan tempat itu melesat kearah Yan Lan pergi.
__ADS_1
"Aku tak akan membiarkan kau merebut apa yang telah menjadi milikku," ucap Yan Ling sambil menunjuk ke arah Zhao Quin.
Yan Ling pun melesat meninggalkan tempat itu.
"Aku juga tak akan rela kau di ambil orang lain kakak Yan, karena aku sudah terlanjur cinta padamu," batin Zhao Quin sambil meninggalkan kamar Yan Lan.
Yan Lan terus berlari hingga bertemu dengan aliran sungai yang jernih di mana aliran sungai itu terdapat di dalam hutan yang jauh berada di belakang Guild Alkemis.
Yan Lan segera menceburkan dirinya kedalam air sungai yang mengalir jernih itu, dan mengambangkan dirinya di permukaan air sambil meresapi kesegaran dari air sungai dengan memejamkan matanya.
Sesaat Yan Lan dapat menghilangkan suasana rumit dihati dan pusing di kepalanya, akibat 3 wanita yang memperebutkannya.
Sayup sayup Yan Lan mendengar suara alunan kecapi yang sangat merdu dari kejauhan, suara itu sangat menenangkan hatinya hingga Yan Lan ingin mendengarnya dari dekat lagi.
Yan Lan segera membuka matanya dan menuju kearah sumber suara kecapi berada.
Terlihat lelaki paruh baya sedang memainkan kecapi sambil duduk di sebuah hamparan batu besar di tepi sungai.
Yan Lan diam mendengarkan alunan kecapi yang di mainkan oleh lelaki paruh baya itu sambil menutup mata dan meresapinya.
Tiba tiba suara kecapi itu berubah menjadi tak beraturan yang membuat Yan Lan membuka matanya.
"Maaf ketua saya telah lancang mendengarkan suara kecapi anda tanpa ijin terlebih dahulu," ucap Yan Lan sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
Tak ada suara dari laki laki paruh baya itu, kembali laki laki paruh baya itu memainkan kecapinya dengan alunan suara kecapi yang mengalir dengan merdu
Karena tak ada tanggapan dari lelaki paruh baya itu, Yan Lan segera berinisiatif untuk meninggalkan tempat itu. Diapun membalikkan badan dan melangkah pergi.
"Anak muda..!! mengapa kau harus terburu buru pergi, ada baik nya kau mendengarkan 1 atau 2 buah lagu dari kecapi ku ini," ucap lelaki paruh baya itu.
Yan Lan membalikkan badannya dan melangkah kedepan lelaki paruh baya yang sedang memainkan kecapi, kemudian Yan Lan duduk sekitar 5 meter di depannya.
Lelaki itu tersenyum memandang Yan Lan yang mulai menikmati alunan musik kecapi yang di mainkan nya.
"Anak muda ini mempunyai bakat yang besar untuk menjadi kultivator hebat di masa depan, entah mengapa aku melihat ada 2 aura yang sangat kuat di dalam tubuhnya, kekuatan yang sangat melegenda dan bisa di bilang kekuatan itu datangnya dari garis keturunan, sayangnya pondasi tulang anak ini tak mendukungnya dalam menguasai ke 2 kekuatan itu secara utuh," batin laki laki setengah baya itu.
"Aku akan mencoba membantunya dalam menguatkan pondasi anak muda ini, asalkan dia mau aku latih," sambungnya kembali.
__ADS_1
Lelaki paruh baya itu menghentikan membunyikan kecapinya yang membuat Yan Lan perlahan membuka matanya.
"Anak muda aku ingin melihat potensi 2 kekuatan yang ada padamu," ucap lelaki separuh baya itu.
"Maksud anda ketua?," tanya Yan Lan.
"Kau tau yang ku maksud, kalau kau tak menginginkan aku lihat, tak masalah bagiku," ucap ketua paruh baya itu.
Entah mengapa Yan Lan merasa lelaki paruh baya yang ada di hadapannya sangat dapat di percaya.
"Baiklah ketua," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan api surgawi di telapak tangannya.
Pria paruh baya yang ada di hadapan Yan Lan tersentak kaget melihat api berwarna putih di telapak tangan Yan Lan.
"Ternyata ketua terdahulu menurunkan api surgawi yang melegenda itu kepada pemuda ini, tapi sayang api surgawi yang di milikinya belum sempurna.
"Bagus itu api surgawi, aku ingin melihat potensi yang lain pada dirimu," ucap pria paruh baya yang ada di hadapan Yan Lan.
Yan Lan tak menduga jika api surgawi yang di milikinya dapat di ketahui oleh pria paruh baya yang ada di hadapannya.
"Aku tak bisa menggunakannya karena aku belum bisa membuka tehnik itu," jawab Yan Lan.
Pria paruh baya segera memasang segel di sekitar Yan Lan.
"Sekarang perlihatkan padaku," ucap pria paruh baya itu.
Dengan ragu ragu Yan Lan mencoba membuka mata langit yang ada padanya.
"Apa?? mengapa aku dapat membuka mata langit ini? siapakah pria paruh baya ini??" tanya Yan Lan dalam hati.
"Ha..ha..ha.. kau memang anak terpilih yang mempunyai kekuatan terkuat di benua permata hijau, jikalau kau ingin, aku akan melatih menyempurnakan kedua tehnik legenda yang ada padamu," ucap pria paruh baya itu.
"Kau tak usah menjawabnya sekarang Yan Lan, kalau kau mau aku latih datang lah besok di tempat ini pagi pagi sekali, maka aku akan melatih kedua kekuatan mu itu hingga menjadi sempurna," ucap pria paruh baya itu dan menghilang secara tiba tiba.
"Mengapa dia tau namaku, dan tau ada 2 kekuatan yang berada di tubuhku, dan mengapa dia juga mau melatihku?" batin Yan Lan.
__ADS_1
Semua pertanyaan itu silih berganti memasuki pikiran Yan Lan yang membuatnya menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan.
"Sungguh lelaki paruh baya yang sangat misterius," gumamnya.