PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan 2


__ADS_3

Di tempat lain Yan Lan yang telah berhasil menyusun rencana untuk membawa ke 2 wanita itu dari klan tebing angin, segera melesat cepat kearah bangunan penyekapan Qian Qin berada.


Tanpa basa basi Yan Lan langsung menerjang pintu kamar itu hingga hancur berkeping keping.


Di dalam kamar, Reng Kwok yang sedang bersenang senang menjadi terperanjat kaget dan mengarahkan tatapan matanya ke arah pintu.


Kini Reng Kwok menatap tajam kepada pemuda yang baru saja mengacaukan kesenangannya.


Mata Yan Lan tak lepas dari tubuh Qian Qin yang kini tanpa sehelai benang pun yang menutupi bagian atas tubuhnya.


Melihat kondisi Qian Qin yang mengenaskan seperti itu, membuat Yan Lan geram kepada pemuda kekar yang telah melecehkannya.


"Untung aku tak terlambat," batin Yan lan.


Disisi lain Qian Qin merasa ada harapan baginya untuk lepas dari pemuda kekar itu karena melihat kedatangan Yan Lan.


Qian Qin berharap jika Yan Lan segera melepaskan totokan yang ada padanya, agar dirinya bisa segera terbebas.


Yan Lan yang melihat penderitaan Qian Qin segera menyerang Reng Kwok dengan pukulan dan tendangan yang sangat mematikan, yang membuat Reng Kwok harus menghindari serangan Yan Lan itu dengan bersalto beberapa kali di udara.


Melihat ada kesempatan, dengan segera Yan Lan melepaskan totokan yang ada di tubuh Qian Qin.


"Kenakan pakaian ini," ucap Yan Lan ke arah Qian Qin.


Yan Lan memberikan pakaian baru kepada Qian Qin, walaupun pakaian itu adalah pakaian laki laki, tak ada pilihan bagi Qian Qin untuk tak memakainya karena kini dirinya nyaris telanjang bulat.


Melihat Yan Lan membebaskan Qian Qin, membuat Reng Kwok marah besar. Dengan menggunakan pedang berwarna hitam gelap Reng Kwok menyerang Yan Lan dengan ganas.


Akhirnya pertarungan antara kedua kultivator itu tak dapat di elakkan lagi, hingga membuat bangunan tempat penyekapan Qian Qin hancur berantakan.


Reruntuhan bangunan itu membuat suara keras yang menimbulkan kegaduhan di tempat itu.


Yan Lan dan Qian Qin segera keluar dari reruntuhan bangunan, akan tetapi Reng Kwok yang di penuhi dengan amarah kembali menyerang mereka berdua dengan tebasan tebasan yang sangat mematikan.


Kegaduhan yang di timbulkan oleh pertarungan itu membuat para anggota klan tebing angin, beramai ramai menuju ke arah di mana Reng Kwok dan Yan Lan berada.


Ratusan anggota klan tebing angin datang membawa busur panah, dan membentuk sebuah lingkaran untuk mengurung Yan Lan dan Qian Qin.


Tiba tiba suasana mencekam pun terjadi di antara para anggota klan yang membawa busur panah, dimana seekor leopard seketika mengamuk dan membuat para anggota klan tebing angin satu persatu mati mengenaskan.

__ADS_1


Binatang surgawi itu berusaha keras untuk menghancurkan para anggota klan tebing angin, dengan menerjang dan menyemburkan lahar api dari mulutnya.


Kedatangan anggota klan tebing angin yang semakin banyak, membuat kondisi Yan Lan semakin terjepit, apalagi Reng Kwok yang terus menerus menyerangnya dengan tehnik yang sangat mematikan, membuat Yan Lan tak ada pilihan lain lagi.


Dengan mengaktifkan mata langit yang ada padanya, Yan Lan menyerang Reng Kwok dengan menggunakan tehnik api surgawi.


Melihat kedua tangan Yan Lan yang mengeluarkan api putih kebiruan, Reng Kwok segera menggunakan tehnik andalannya.


Kedua tangan Reng Kwok kini mengeluarkan pusaran angin kecil berwarna hitam dan dengan segera menyambut datangnya serangan dari Yan Lan.


Kedua telapak tangan saling beradu di dalam dara yang menimbulkan ledakkan dasyat.


Gelombang kejut yang di timbulkan oleh ledakan itu mampu membuat para anggota klan tebing angin terhempas, begitu juga dengan Qian Qin.


Walaupun Qian Qin telah mengerahkan semua kemampuannya untuk menahan gelombang kejut itu, tetap saja dia harus terseret jauh kebelakang.


Yan Lan yang sekarang mempunyai tehnik surgawi, mampu meredam serangan dari Reng Kwok akan tetapi berbanding terbalik dengan Reng Kwok, dimana dia harus terhempas dan terbanting beberapa kali di tanah dengan luka dalam yang cukup serius.


Tak lama kemudian Biyao tiba dengan membawa Yasmin di dalam gendongannya.


"Tuan muda, lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini, sebelum bertambah banyak anggota klan dan petinggi klan tebing angin yang datang ketempat ini, jika mereka semua kemari kita tak akan sanggup untuk mengatasinya," ucap Biyao.


Melihat sarannya di terima oleh Yan Lan, segera Biyao membuat beberapa segel penghancur di area itu.


"Tuan muda pergilah dulu, aku akan memberikan waktu bagimu untuk melarikan diri dari tempat ini," ucap Biyao.


Melihat hal itu, leopard surgawi segera datang menghampiri Yan Lan dan dengan cepat Yan Lan melesat keatas punggung leopard sahabatnya itu dengan membawa tubuh Yasmin yang telah di berikan oleh Biyao.


Qian Qin cepat naik ke leopard, kita tak punya banyak waktu," teriak Yan Lan.


Qian Qin seperti tak menggubris perkataan Yan Lan, dia terus melangkah kearah Reng Kwok yang sudah tak berdaya.


Tak lama sebuah pedang telah berada dalam genggamannya, dengan sekali tebasan pedang Qian Qin berhasil menebas putus keperkasaan yang ada pada tubuh Reng Kwok.


Teriakan memilukan hati keluar dari mulut Reng Kwok yang menyaksikan benda berharganya menggelinding di tanah.


"Aku tak akan membunuhmu, aku akan membiarkan mu hidup dengan kondisi ini," teriak Qian Qin sambil membalikkan badan dan melesat cepat kearah punggung leopard.


Yan Lan yang menyaksikan hal itu menjadi ngilu dan bergidik ngeri, dengan refleks dia menggenggam sesuatu yang berharga di dalam celananya.

__ADS_1


Tak lama berselang, para petinggi klan termasuk ketua klan datang ketempat itu.


Biyao segera mengaktifkan segelnya dan meledakkan apapun yang melintas di dekat segel yang di buatnya.


"Cepat pergi dari sini!!" teriak Biyao.


Leopard surgawi segera melesat pergi membawa Yan Lan beserta kedua wanita itu, dengan menembus rimbunnya hutan yang menuju ke arah sekte naga diatas awan berada.


Sementara itu Biyao dengan kekuatannya bertarung dengan beberapa petinggi klan tebing angin.


Melihat musuhnya yang merupakan seorang kultivator pengguna tehnik roh, ketua klan tebing angin pun berteriak lantang.


"BENTUK FORMASI SEGEL ROH JIWA".


Mendengar ketua mereka memberikan perintah, segera para petinggi dan anggota klan senior membentuk formasi.


Kini Biyao terkurung dalam sebuah gelembung angin, walaupun Biyao telah mengerahkan seluruh kemampuannya akan tetapi kekuatan gelembung itu sangat lah kuat baginya, hingga satu buah petir telak menyambar tubuh Biyao yang menghentikan semua aktifitasnya.


Biyao tersudut di dalam gelembung dengan roh yang hampir memudar.


Ketua Tiatiou segera menyegel leher Biyao dan menyeretnya masuk kedalam kalung yang di pakainya.


"Cepat kejar para perusuh itu!!" teriak ketua Tiatiou dengan amarah yang meluap luap.


Tak lama wakil klan tebing angin menghadap ke ketua Tiatiou.


"Ketua..!! putra anda dalam masalah besar," ucap wakil ketua klan.


Ketua Tiatiou segera melesat menuju kearah putranya berada, dan menghentikan langkahnya saat melihat kedua putranya terbaring di tanah.


Ketua Tiatiou pun memeriksa keadaan putranya.


"Tidak..!!" teriak ketua klan tebing angin itu.


Dia sangat mengutuk orang yang telah membunuh putra keduanya dan melukai putra pertamanya dengan sangat parah.


"Cepat kumpulkan semua anggota klan, kita akan menyerang sekte naga diatas awan hari ini Juga," perintah ketua Tiatiou.


"Baik ketua," ucap wakil ketua klan.

__ADS_1


__ADS_2