PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Dia adalah seorang Dewa


__ADS_3

Setelah semuanya selesai, Yan Lan berpamitan kepada Qian Qin dan ibunya, untuk kembali ke istana Phoenix, karena masih banyak yang harus di lakukannya di benua permata hijau.


"Qian er, aku akan kembali istana phoenix, jika kau ingin bertemu denganku, datanglah atau aku akan menemuimu di puncak awan langit setiap bulan purnama tiba," ucap Yan Lan.


"Aku pasti menemuimu kak Yan Lan, berangkatlah," ucap Qian Qin sambil memperbaiki jubah yang di kenakan Yan Lan.


Yan Lan kembali memasuki portal, dan tiba di tempat dia melakukan kultivasi.


Setelah semuanya beres dia lakukan di istana phoenix, Yan Lan berpamitan kepada kedua istrinya untuk pergi ke jurang abadi tiada akhir, untuk mencari bantuan dalam berperang melawan bangsa iblis.


Kedua istrinya pun menyetujui keberangkatan Yan Lan, dan pada akhirnya yang pergi menuju ke jurang abadi tiada akhir, tempat di mana Dewi Hong tien Sie berada saat ini.


Dengan kekuatannya sekarang Yan Lan dapat terbang melewati hutan dan perbukitan, hingga akhirnya dia sampai ke tempat tujuan.


"Jurang ini dahulu pernah membuat Zhao Quin menghilang, mungkin sudah takdir jika aku harus kehilangan dia selama-lamanya," bisik Yan Lan.


Yan Lan perlahan turun ke dalam jurang dengan terbang rendah di udara, dan melapisi tubuhnya dengan aura surgawi, agar dia tak terkena efek energi negatif yang berada di dalam jurang abadi tanpa batas.


Akhirnya Yan Lan menemukan sebuah gua yang merupakan pintu portal, perlahan jangan menghampiri pintu portal tersebut.


"Dewi Hong tien Sie, hamba menghadap untuk menemui anda, semoga anda berkenan untuk menemui saya," ucap Yan Lan dengan memberi hormat di depan pintu portal.


Melihat anak muda yang begitu sopan yang kini berada di depan pintu masuk alam nirwana bintang miliknya, Dewi Hong tien Sie segera mengibaskan tangannya, maka pintu portal terbuka.


Melihat pintu portal terbuka, Yan Lan tak langsung masuk ke dalam sana, dia tetap di tempatnya berdiri.


"Anak muda ini begitu sopan, dia tetap berada di luar sana walaupun pintu portal telah terbuka untuknya," batin Dewi Hong tien Sie.


"Masuklah anak muda!!" ucap Dewi Hong tien Sie.


Mendengar suara merdu yang menyuruhnya masuk ke dalam portal, makan Yan Lan berjalan masuk ke dalam portal.

__ADS_1


Di dalam Alam nirwana bintang, Yan Lan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon hijau tersusun rapi, bunga-bunga hutan harum semerbak mewarnai Alam nirwana bintang, yang penuh juga dengan bermacam-macam satwa liar.


Yan Lan melihat seorang wanita sangat cantik di tempat itu, dan dengan segera dia pun memberi hormat.


"Maaf telah mengganggu waktu istirahat anda Dewi, saya datang ke sini untuk meminta bantuan Dewi benua permata hijau dalam berperang melawan bangsa iblis," ucap Yan Lan.


Dewi Hong tien Sie menatap Yan Lan dari atas sampai kepala, dan mengingat-ingat kembali di mana dia pernah melihat pemuda yang ada di hadapannya ini, karena dalam pikiran Dewi Hong tien Sie, pemuda yang ada di hadapannya ini sebelumnya.


Tiba-tiba saja Zhao Quin datang menghampiri mereka berdua, dengan membawa buah-buahan segar di dalam keranjang.


"Siapa ibu?" tanya Zhao Quin kepada ibunya.


Zhao Quin menatap Yan Lan, dan sebaliknya Yan Lan pun menatap Zhao Quin, hingga mereka berdua saling bertatap mata.


Yan Lan sangat kaget melihat siapa wanita yang berada di hadapannya, dengan menahan diri dan mencerna keadaan yang ada, akhirnya Yan Lan dapat menguasai dirinya.


"Dia adalah putriku An lung," ucap Dewi Hong tien Sie memperkenalkan putrinya.


"Yan Lan memberi hormat kepada Dewi An lung," ucap Yan Lan.


"Ternyata kau sekarang merupakan seorang Dewi Zhao Quin, pantas saja kau tak pernah menganggap ku kekasihmu," batin Yan Lan.


Zhao Quin yang telah berganti nama menjadi Dewi An lung menjadi salah tingkah, menghadapi sosok pemuda yang begitu sangat dikenalnya.


Dewi Hong tien Sie menangkap gelagat aneh dari putrinya, dan dia pun menanyakan kepada putrinya mengapa dia begitu sangat kaget melihat Yan Lan.


Dengan menggunakan suara batin, mereka berdua melakukan percakapan.


"Mengapa kau begitu sangat gelisah putriku, apakah kau mengenal Yan Lan?" tanya sang ibu.


An lung terdiam sesaat, kemudian dia berkata jika dia mengenal pemuda yang bernama Yan Lan, yang merupakan laki-laki yang dahulu pernah dekat dengan dirinya.

__ADS_1


"Aku tak ada hubungan apa-apa lagi dengan dirinya ibu, aku sekarang telah menjauhinya sesuai dengan keinginan ibu, yang tidak memperbolehkan aku mencari pendamping seorang manusia," ucap An lalung.


"Kau yakin tidak menginginkan pemuda tampan seperti dia putriku?" tanya sang ibu.


"Aku tak menginginkannya!!" jawab An lung singkat.


Tanpa di sadari oleh mereka berdua, dengan kemampuannya yang sekarang, Yan Lan dapat mendengar apa yang ibu dan anak itu perbincangkan, walau dengan percakapan batin dari mereka berdua.


"Kau ternyata memang Zhao Quin, aku tak menyangka jika kau tak ingin bersamaku lagi, dan rela meninggalkan ku demi menjadi seorang Dewi," batin Yan Lan.


Yan Lan mengeluarkan setangkai mawar merah dan dalam cincin ruangnya, dan memberikan setangkai mawar itu kepada Dewi Hong tien Sie.


"Dewa suci menitipkan ini kepada Anda" ucap Yan Lan singkat.


Dewi Hong tien Sie mengambil setangkai mawar itu, dan melihatnya sesaat dan menatap kearah Yan Lan.


"Apa hubunganmu dengan Dewa suci?" tanya Dewi Hong tien Sie.


"Dia adalah guruku," ucap Yan Lan singkat.


Dewi Hong tien Sie kembali terdiam, dia mencerna keadaan yang ada.


"Mengapa Dewa suci mengangkat murid dari golongan manusia, apa maksud ini semua? atau anak muda ini adalah seorang Dewa!!?" batin Hong tien Sie.


Diapun menanyakan hal itu kepada Yan Lan, karena Dewi Hong tien Sie tak mampu menembus keberadaan aura Dewa yang ada di tubuh Yan Lan.


"Apakah kau seorang Dewa?" tanya sang Dewi.


Yan Lan tak langsung menjawab, dia mengeluarkan sebuah belati kecil dari dalam cincin ruangnya, kemudian menyayat telapak tangannya sendiri dan menatap tajam kearah An lung.


Darah Emas seketika keluar dari telapak tangan Yan Lan yang tersayat pisau belati, yang membuat An lung terkejut di buatnya.

__ADS_1


"Ternyata kak Yan Lan adalah seorang Dewa, berarti aku bisa kembali bersamanya," batin An Lung.


__ADS_2