
Yan Lan sampai di sekte pasir es tepat tengah malam, para penjaga gerbang yang mengenali Yan Lan, segera mempersilahkan Yan Lan untuk masuk kedalam sekte.
Mendengar kedatangan Yan Lan dari para penjaga gerbang, membuat tetua Yun Leng langsung menemuinya.
"Lan er.., bagaimana apakah kau dapat menemukan Lien Hua?" tanya tetua Yun Leng.
Terlihat Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Aku tak mungkin menyembunyikan masalah ini kepada ketua Yun Leng, biar bagaimanapun dia harus tahu mengenai musibah yang menimpa Lien Hua," batin Yan Lan.
"Tetua aku minta kau bersabar, di kerajaan puncak langit Lien Hua telah tewas di tangan para pemanah kerajaan puncak langit, karena dia telah membunuh putra mahkota kerajaan yang telah melecehkannya," ucap Yan Lan.
Bagai petir di siang hari, dengan terik matahari yang sangat menyengat kulit, ketua Yun Leng terkejut mendengar kematian cucu tercintanya, apalagi sebelum kematiannya sang cucu telah dilecehkan oleh putra mahkota, membuat tetua Yun Leng semakin menanamkan rasa dendam dan kebencian kepada keluarga Kerajaan puncak langit.
"Aku akan ke kerajaan itu untuk meminta pertanggungjawaban raja Ling Toska, aku tak terima cucuku diperlakukan seperti di sana," jawab tetua Yun Leng sambil mengepalkan tinjunya.
"Tetua tak usah kesana, kerajaan puncak langit telah hilang dari benua semesta biru, aku telah membalaskan apa yang telah dilakukan oleh mereka kepada Lien hua, ucap Yan Lan.
"Maksudmu lan er?" tanya tetua Yun Leng.
"Aku tak bisa menjelaskannya tetua, tunggu saja berita yang akan berkembang sebentar lagi, maka tetua akan mengetahui jawabannya," ucap Yan Lan.
Percakapan mereka berdua terhenti karena ada salah satu anggota sekte, yang datang terburu-buru menghampiri tetua Yun Leng.
"Ada apa kau datang menemuiku malam-malam begini?" tanya tetua Yun Leng.
__ADS_1
Tetua saya ingin melaporkan jika ada pembunuhan kembali terjadi di dalam kota, mereka terbunuh oleh makhluk yang sama, yang memiliki otot besar, tubuh mereka berwarna merah dan mempunyai tanduk di kepala, walaupun postur tubuh mereka sama halnya seperti manusia biasa akan tetapi wajah mereka seperti makhluk aneh yang sangat menyeramkan, kekuatan mereka pun lebih besar 5 kali dari manusia biasa," ucap anggota sekte pasir es menjelaskan.
"Iblis...!!" ucap Yan Lan.
Tetua Yun Leng dan anggota sekte menatap tajam kearah Yan Lan, mereka berdua ingin tahu kejelasan tentang nama iblis yang disebutkan oleh Yan Lan.
"Tinggalkan kami berdua disini, tingkat kan penjagaan di semua lini, katakan kepada seluruh murid inti agar tetap siaga, jangan sampai makhluk itu bisa menerobos masuk ke dalam sekte," ucap ketua Yun Leng.
"Baik tetua, saya mohon diri!!" ucap anggota sekte dan berlalu pergi.
Tetua Yun Leng kembali menatap kearah Yan Lan, sang tetua ingin mengetahui penjelasannya secara langsung mengenai sosok iblis yang Yan Lan katakan.
"Lan er, apakah kau telah mengetahui sebelumnya tentang sosok yang baru saja disebutkan oleh anggota sekte ini?" tanya tetua Yun Leng.
Akhirnya Yan Lan menceritakan tentang iblis kepada tetua Yun Leng, dan seluruh sepak terjangnya saat berada di Benua permata hijau.
Tetua Yun Leng mangut mangut mengerti akan cerita Yan Lan.
"Lan er, berarti kau mengetahui tentang dua ke kaisaran besar yang berada di Benua permata hijau, yaitu ke kaisaran Giok dan kekaisaran Phoenix?" tanya tetua Yun Leng.
"Tentu saja tetua, aku mengetahuinya secara pasti karena aku lahir di Benua permata hijau, dan sekarang ini aku merupakan Kaisar Phoenix yang berada di Benua permata hijau itu," ucap Yan Lan.
"Apa..!??"
__ADS_1
Tetua Yun Leng begitu sangat terkejut dengan pernyataan dari Yan Lan, dia tak percaya jika Yan Lan merupakan seorang Kaisar, mengingat perjumpaannya pertama kali saat berada di kapal begitu tak meyakinkan dirinya jika Yan Lan adalah seorang kaisar, apalagi melihat penampilan Yan Lan yang seperti penduduk biasa tanpa atribut kemegahan dari seorang kaisar yang berada di tubuhnya, membuat tetua Yun Leng semakin tak percaya kepadanya.
"Kau jangan mengada ada Lan er, walaupun kau mempunyai kemampuan yang sangat hebat, akan tetapi jika kau mengakui dirimu sebagai seorang Kaisar, hal itu akan membuat masalah baru bagimu kelak di kemudian hari, jadi kuharap kau tak usah mengada-ada dengan menyatakan dirimu sebagai seorang Kaisar Phoenix, dari kekaisaran besar yang berada di Benua permata hijau," ucap tetua Yun Leng.
"Apa yang aku katakan benar adanya tetua, aku ingin tetua merahasiakan keberadaanku ini dari orang lain, cukup tetua yang mengetahui keberadaanku di benua semesta biru," ucap Yan Lan sambil mengeluarkan sebuah lencana emas dengan gambar burung Phoenix di dalamnya, permukaan lencana itu dihiasi dengan taburan permata yang berkilauan, membuat rencana itu terkesan sangat mewah.
Melihat lencana itu, tetua Yun Leng segera memberi hormat kepada Yan Lan, walaupun Yan Lan bukan berasal dari benua semesta biru, tapi identitasnya sebagai seorang Kaisar membuat tetua Yun Leng harus menghormatinya.
"Bangunlah tetua, jangan seperti itu," ucap Yan Lan sambil meraih bahu tetua Yun Leng dengan kedua tangannya untuk membuat sang tetua kembali berdiri.
"Aku ingin tetua membantu para penduduk yang berada di pinggiran kota buluh surgawi, aku telah memilih 4 orang yang akan menjadi ketua sekte di sana, aku sengaja melakukan hal itu agar raja kerajaan buluh surgawi tak menyepelekan lagi keberadaan mereka di sana, dan untuk itu aku akan membantu tetua untuk mencapai tingkat Qi alam emperor," ucap Yan Lan.
"Maksudmu yang mulia?" tanya Yan Lan.
"Dantian tetua saat ini tak sanggup untuk menampung kekuatan besar yang berada di tubuh tetua, walaupun tetua sekuat apapun melakukan kultivasi dalam meningkatkan ranah tingkatan, tetap saja tetua tak akan dapat menembus ranah tingkat Qi alam emperor, dan selamanya tetua akan berada di tingkat Qi alam menengah, seperti kekuatan yang tetua miliki sekarang ini," ucap Yan Lan.
"Mengapa anak muda ini bisa mengetahui apa yang menjadi kekuatiran dan masalah ku dalam melakukan kultivasi selama ini, apakah dia benar-benar dapat membantuku dalam menembus Qi alam emperor yang selama ini ku impikan, jika memang dia dapat membantuku, maka aku akan berhutang jasa padanya," batin tetua Yun Leng.
"Apakah kau dapat membantuku dalam menembus tingkat Qi alam emperor itu yang mulia," tanya tetua Yun Leng.
Yan Lan menganggukkan kepalanya.
"Aku akan membantumu untuk menembus Qi alam tingkat emperor, asalkan tetua menyetujui kesepakan yang akan kita sepakati," jawab Yan Lan.
__ADS_1
"Aku menyetujui kesepakan itu yang mulia," ucap tetua Yun Leng tegas.