
Ketua Chang long membuat pembatas di sekeliling arena pertarungan, ini dia lakukan agar para penonton dapat terhindar dari efek pertarungan.
Setelah selesai membuat pelindung di arena pertarungan, ketua Chang long pun melesat keluar dari dalam arena.
kini di dalam arena tertinggal dua orang kultivator yang akan melakukan pertarungan hidup dan mati.
"Akhirnya hari ini terjadi juga di mana aku bisa bertarung denganmu, aku sudah tak sabar untuk mencabut nyawamu Yan Lan!!" hardik Gio liang.
"Cobalah jika kau mampu!" jawab Yan Lan dingin.
Seketika Gio liang langsung menyerang Yan Lan dengan tendangan dan pukulan secara bertubi tubi, akan tetapi setiap serangan yang di lancarkan olehnya selalu menemui tempat yang kosong.
"Ternyata Yan Lan memang mempunyai kemampuan juga" batin Gio liang.
"Api Phoenix" ucap Gio liang.
Dua buah roda berdiameter 100 cm kini berada di sisi kiri dan kanan Gio liang, dengan cepat roda roda api itu memburu keberadaan Yan Lan.
Yan Lan segera menggunakan tehnik perubahan bentuk dengan membuat pedang dari energi tubuhnya.
Dengan pedang energi di tangannya, Yan Lan berhasil menangkis ke dua roda api yang menuju ke arahnya.
Kembali Gio liang mengarahkan roda roda api itu, dan roda roda itupun mengalir deras ke arah Yan lan.
Yan Lan kembali ingin menangkis roda roda api itu akan tetapi perubahan terjadi, roda roda api itu terpecah dan masing masing roda api terbagi menjadi 3 bagian dan langsung menyerang Yan Lan secara bersamaan.
Melihat hal itu, Yan Lan langsung bergerak menghindar dengan berloncatan kesana kemari.
Melihat Yan Lan sibuk dengan roda roda api miliknya, Gio liang segera mengirimkan sebuah serangan susulan dengan tinjunya.
"Petaka kaisar Phoenix"
Tinju Gio liang meluncur deras kearah Yan Lan,
__ADS_1
Yan yang menyadari ada kekuatan dasyat yang mengarah kepadanya, langsung menghantamkan tinjunya menyambut tinju dari Gio liang.
"Duar..!!"
Kedua tinju saling beradu hingga menimbulkan ledakan dengan gelombang kejut yang besar.
Yan Lan terseret beberapa meter kebelakang, sementara Gio liang harus terhempas ketanah.
Kini Gio liang menyadari jika kekuatan yang di miliki Yan Lan lebih besar darinya.
"Aku salah meremehkan dia, dan aku tak akan mengulangnya untuk kedua kalinya," batin Gio liang.
Gio liang mengeluarkan sebuah cambuk api dari dalam kotak penyimpanannya.
Aura yang keluar dari dalam cambuk itu benar benar sangat mengerikan.
Biyao yang berada dalam bayangan Yan Lan tak bisa berbuat apa apa, dia tak berani membantu Yan Lan karena Yan Lan tak memintanya, kecuali keadaan Yan Lan telah sangat terjepit dan memerlukan bantuan darinya.
Cambuk Gio Liang mencecar Yan Lan hingga membuat Yan Lan terdesak.
Benturan benturan yang memekakkan telinga terus menggema seiring benturan kedua senjata itu, panasnya cambuk api Phoenix dapat diredam dengan dinginnya pedang roh abadi milik Yan Lan.
"Kurang ajar!! pedangnya mampu menahan cambuk api Phoenix ku ini," bisik Gio liang.
Di podium utama tampak ketua Ming Chi Sun mulai gelisah melihat pertarungan itu, karena sudah sekian lama bertarung tak ada tanda tanda muridnya itu bisa melukai Yan Lan.
Lain halnya dengan ketua Hyo jin, petinggi pagoda 9 itu selalu dibuat terkejut oleh Yan Lan dalam menghadapi serangan serangan ganas yang di lesakkan oleh Gio liang.
"Lan er kau memang selalu punya kejutan kejutan yang mengagumkan, sepantasnya kau menjadi ketua pagoda 9 di masa depan karna mengingat bakat serta garis keturunanmu itu," batin ketua Hyo jin.
Di arena pertarungan...
Dengan pedang roh abadi di dalam genggamannya, Yan Lan kini berhasil menguasai jalannya pertarungan.
__ADS_1
Di sisi lain Gio liang yang terpuruk oleh serangan gencar yang dilakukan oleh Yan Lan, hanya dapat menghindar kesana kemari dalam menghindari serangan yang di lancarkan oleh Yan Lan.
Di suatu kesempatan Yan Lan berhasil mengeluarkan tehnik pedang amukan naga emas, yang membuat Gio liang harus menggunakan cambuknya apinya melingkar membentuk tameng, agar terhindar dari serangan naga emas yang mengincar tubuhnya.
Alhasil ledakan keras tak terhindarkan, tubuh Gio liang terhempas dan berguling guling di lantai arena. Dengan sekuat tenaga Gio liang bangkit kembali walau tubuhnya terasa sakit.
"Phoenix kaisar api" teriak Gio liang sambil menyabetkan cambuknya kesana kemari hingga tercipta seekor Phoenix api yang terbang mengudara.
Gio liang menyabetkan cambuknya kearah depan maka burung Phoenix api seketika menukik menuju kearah Yan Lan berada.
Melihat hal itu, Yan Lan segera menyabetkan pedang roh abadi dari samping kanannya ke atas, dan berteriak lantang "Amukan Tigris", seketika singa es keluar dari dalam pedang Yan Lan dan menyambut datangnya Phoenix api yang menuju kearahnya.
Dua elemen yang berbeda saling berbenturan, membuat pelindung arena pecah berantakan akibat gelombang kejut yang tercipta.
Para penonton yang dekat dengan arena pertarungan terhempas dan menjerit kesakitan, akibat luka Yan diderita karena efek gelombang kejut dari benturan elemen api dan elemen es yang mengakibatkan ledakan dasyat.
Yan Lan terseret berapa meter ke belakang, sementara Gio liang terjerembab di lantai ruangan untuk kedua kalinya.
Debu berterbangan di udara membuat penglihatan berkurang, hal itu memberi kesempatan pada Gio liang untuk menelan pil pemberian gurunya dan melakukan penyerapan pil sesaat.
Anggota klan Ming yang ada segera mengevaluasi warga yang terluka ketempat yang lebih aman.
Setelah debu menghilang, tampak Gio liang berdiri tegak dengan tubuh yang segar bugar.
"Aku harus akui jika kau memang hebat, tapi itu tak membuatku ragu untuk membunuhmu" ucap Gio liang.
Seketika aura Qi tingkat alam keluar dari tubuh Gio liang yang membuat Yan Lan mundur beberapa langkah kebelakang.
"Mengapa bisa begini? dia kan sudah terluka parah, mengapa luka luka yang ada di tubuhnya cepat sekali pemulihannya, dan mengapa Gio liang sekarang mempunyai kultivasi Qi alam?" berbagai pertanyaan hadir di dalam fikiran Yan Lan.
Para praktisi beladiri 12 klan terkejut luar biasa begitupun dengan ketua Hyo jin yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
Ketua Hyo jin tak menyangka jika Gio liang yang semuda itu telah mampu mencapai kultivasi Qi alam di usia muda.
__ADS_1
Di podium yang lain tampak ketua Ming Chi Sun tersenyum penuh kemenangan, karena mengetahui pil selaksa malam yang di berikan pada Gio liang berhasil sempurna.
"Liang er inilah waktumu untuk membalas Yan Lan" bisik ketua Ming Chi Sun.