
Yan Lan mengambil 5 buah kotak penyimpanan dari para perampok yang telah kehilangan nyawa, dan memasukkan kotak penyimpanan para perampok itu kedalam cincin ruangnya.
"Paman, para perampok itu sudah mati dan tak ada satupun yang hidup, jadi paman akan aman sekarang," ucap Yan Lan.
"Terimakasih tuan muda," ucap mereka bertiga.
"Tuan muda ini ada sedikit hadiah dari kami bertiga, terimalah," ucap salah satu dari pedagang itu.
"Terimakasih paman, biar hadiah dari paman ini ku kembalikan kepada paman lagi, karena aku telah mengambil hadiahku sendiri dari para perampok itu," ucap Yan Lan sambil menunjuk kearah mayat perampok yang berserakan di tanah.
Ketiga pedagang itu baru menyadari jika para perampok yang tadinya bengis, kini telah terpotong potong di tangan anak muda yang ada di hadapannya, yang membuat ke 3 pedagang itu jadi ngeri melihat pemuda yang berada di hadapan mereka.
"Paman apakah paman mengetahui di mana Guild cahaya?" tanya Yan Lan.
"Kami tau tempat itu tuan muda, kami juga menuju kearah sana untuk menjual pakaian yang kami bawa ini di sekitar guild cahaya, karena di Guild cahaya akan di selenggarakan lelang besar yaitu melelang berbagai macam harta Karun dan benda benda berharga yang pastinya banyak mengundang masyarakat untuk datang kesana," ucap salah seorang pedagang.
"Bolehkah aku ikut bersama kalian kesana paman?" tanya Yan Lan.
"Tentu saja boleh, tuan muda bisa naik kereta kuda ini bersamaku kesana," jawab pedagang itu.
"Oh ia paman, perkenalkan namaku Yan Lan," ucap Yan Lan memperkenalkan diri.
"Nama paman Ki Jiang, yang itu adik kedua saya bernama Ki lie dan adik bungsu saya ini bernama Ki eng," ucap Ki Jiang memperkenalkan diri dan saudaranya.
"Paman ada baiknya paman tak memanggilku tuan muda, lebih baik paman memanggilku dengan sebutan nama saja," ucap Yan Lan.
"Baiklah Lan er, jika itu permintaanmu," jawab Ki Jiang.
Lan er, matahari sudah di atas kepala, ada baiknya kita segera berangkat sebelum malam menjelang.
"Baiklah paman," jawab Yan Lan.
__ADS_1
Kereta kuda terus berjalan menyusuri hutan menuju ke tempat di mana keberadaan Guild cahaya berada.
"Lan er ini ada roti dan daging asap, makanlah!" ucap Ki Jiang sambil mengemudikan kereta kuda, sementara itu Ki lie dan Ki eng sendiri berada di kereta kuda yang satunya.
"Ia paman, kebetulan aku sudah sangat lapar sekali," jawab Yan Lan.
Yan Lan tak malu malu untuk memakan makanan itu di karenakan perutnya sudah sangat lapar sekali, apalagi sehabis bertarung dengan ketua Siang neder, dia belum memakan apapun juga.
Langit mulai gelap, kereta kuda sampai di tempat Guild cahaya berada.
"Ternyata Guild cahaya sangat megah dan sempurna, sungguh sangat luar biasa," batin Yan Lan mengagumi bangunan besar yang ada di hadapannya.
"Aku harus mencari penginapan yang paling murah di tempat ini, karena aku belum mengetahui seberapa banyak batu roh yang ada dalam kotak penyimpanan para perampok tadi.
Akhirnya Yan Lan menemukan penginapan dengan kondisi yang masih lumayan bagus, dan juga harganya murah.
Setelah membayar penginapan selama 3 hari kedepan, Yan Lan segera masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas pembaringan.
"Aku hanya butuh kristal pelangi untuk mencarikan raga baru bagi Biyao," batin Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan 5 kotak penyimpanan para perampok dari dalam cincin ruangnya.
"Hanya sedikit batu roh yang ada di dalam kotak penyimpanan para perampok itu, jika hanya segini tak mungkin aku bisa bersaing untuk mendapatkan kristal pelangi itu," ucap Yan Lan.
"Hanya ini yang bisa menghasilkan uang yang lebih banyak," batin Yan Lan sambil mengeluarkan salah satu pil pemberian gurunya Jiang Chen yang berdiam di dalam hutan mistik di lembah roh tunggal.
"Pil esensi roh tingkat 10" pil ini pasti banyak peminatnya karena sangat berguna bagi kultivator dengan tehnik roh dan tehnik ilusi, aku harus melelangnya," batin Yan Lan.
Yan Lan segera keluar dari penginapan dan membeli baju serta berbagai macam perlengkapan penyamaran di sebuah toko.
Setelah di rasa cukup dan hasilnya pun sangat memuaskan, dimana Yan Lan sekarang menyamar sebagai orang tua, Yan Lan pun segera menuju ketempat di mana barang barang lelang berada.
__ADS_1
"Selamat malam tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita cantik yang sudah sangat profesional bentuk tubuh yang bekisar 26 tahun ke atas umurnya.
"Saya akan melelang barang," jawab Yan Lan.
"Silahkan ikuti saya tuan," ucap wanita itu.
Sang wanita mengajak Yan Lan menuju sebuah ruangan khusus dimana hanya mereka berdua yang berada di tempat itu.
"Nona aku hanya ingin melelang barang, dan aku tak suka dengan tatapan sinis 2 orang pengawal yang bersembunyi di balik bayanganmu itu!," ucap Yan Lan.
Sontak wanita itu kaget dan meminta maaf atas tindakan para pengawalnya itu. Wanita itu langsung menyuruh para pengawalnya keluar dari dalam bayangannya dan ruangan itu.
"Sepertinya pak tua ini mempunyai kemampuan yang hebat, dan aku tidak boleh menyinggungnya," batin wanita muda itu.
"Namaku Ling Ling tuan, aku penanggung jawab di Guild cahaya ini, apakah yang anda akan lelang?" tanya Ling Ling.
"Namaku Lan Yan, aku akan melelang pil tingkat 10 ini," ucap Yan Lan.
Yan Lan kembali merubah namanya menjadi Lan Yan agar mempermudah dirinya dalam bergerak, karena nama Yan Lan sudah sangat di kenal oleh 4 keluarga besar serta patriack sekte Pingyin Qin.
"Ternyata masih ada juga orang yang mampu membuat pil legendaris tingkat 10 seperti pil yang ada dalam genggamanku ini, dengan kemurnian yang sangat bersih dan sempurna di puncak Awan langit," batin Ling Ling.
"Baiklah saya terima pil ini, dan ini tanda kepemilikan pil yang akan di lelang," ucap Ling Ling sambil menyerahkan sebuah lencana guild alkemis yang terbuat dari batu giok.
"Jika begitu terimakasih, saya akan menunggu berita baiknya," ucap Yan Lan sambil menyalami Ling Ling.
"Nona luka dalam yang kau derita akibat kesalahan dalam melakukan kultivasi, akan membuatmu kesusahan untuk tertidur lelap, jika terus di biarkan akan membuat penglihatan mu tak fokus dan cenderung kabur. jika kau ingin sembuh, cari ginseng es dan berikan padaku, aku akan menyembuhkan sakitmu itu," ucap Yan Lan sambil melepaskan tangan Ling Ling dan berlalu pergi.
"Siapakah Lan Yan ini sebenarnya?, dan mengapa dia tau tentang luka dalam yang ku derita akibat kesalahan berkultivasi?" batin Ling Ling sambil memandangi kepergian Yan lan.
Sepertinya aku ingin bejalan jalan dulu di tempat ini sambil melihat lihat keramaian yang ada," batin Yan Lan.
__ADS_1
Karena tak fokus dengan apa yang ada di depannya, karena sibuk memandangi berbagai macam dagangan para pedagang, akhirnya Yan Lan menabrak seorang wanita hingga wanita itu terjatuh dan menimpa dagangan penjual sup, yang berakibat baju sang wanita itu basah kuyup oleh kuah sup.
"Kurang ajar!!" teriak seorang pemuda dan langsung menyerang Yan Lan dengan ganas.