PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Menuju ranah Dewa


__ADS_3

Yan Lan telah memutuskan untuk menjadi Dewa seutuhnya, yang menjabat sebagai Jenderal perang tertinggi langit, semua itu dilakukannya untuk membebaskan satu istri dan dua orang calon istrinya.


Apa yang dilakukan oleh Yan Lan begitu sarat dengan pengorbanan, karena dia harus meninggalkan semua masalah duniawi, yang terfokus pada keamanan, dan ketentraman istana langit di nirwana.


"Aku telah memutuskannya Dewa suci, aku akan menjadi Jendral perang langit," ucap Yan Lan.


"Baiklah, aku akan menjadikanmu seorang Dewa, masuklah kedalam sana dan lakukanlah meditasi disana, hingga kau mendapatkan anugrah menjadi seorang Dewa," ucap Dewa suci sambil menunjuk ke salah satu ruangan khusus di dalam kuil suci.


Sebelum Yan Lan masuk kedalam ruangan khusus itu, terlebih dahulu Yan Lan menyerahkan tumbuhan kristal es penumbuh roh untuk menghidupkan kembali Zhao Quin yang mati suri.


Dewa suci menerimanya dan berkata, "Aku akan menyelamatkan Zhao Quin, dan aku ingin kau fokus dengan meditasimu itu," ucapnya.


Yan Lan masuk kedalam ruangan khusus itu, dan tiba tiba saja dia berada pada suatu tempat, dengan begitu banyaknya Qi yang berlimpah disana, tempat itu berupa alam terbuka dengan susunan rotasi bintang yang terlihat nyata bertaburan di hadapannya, serta planet planet yang ada, begitu sangat dekat dengannya.


"Aku berada di alam semesta, dengan melihat susunan galaksi secara dekat yang sebelumnya tak pernah kulihat, bumi terlihat sangat menakjubkan dari sini dan aku merasakan jika kekuatan para Dewa itu di dapat dari alam semesta yang sangat luas ini," batin Yan Lan.


Yan Lan berjalan diantara bintang bintang di langit, dan mulai mencari tepat untuk melakukan meditasi menembus ranah Dewa.


Sementara itu di tempat lain, terlihat Dewa suci tengah melangkah ke arah sebuah ruangan yang penuh dengan hamparan es.


Di sana terdapat sebuah ranjang yang terbuat dari bongkahan es, dan di atas ranjang itu terdapat seorang wanita cantik tengah terbaring di sana.


Dia adalah Zhao Quin, wanita dari klan Zhao yang mempunyai tubuh 9 kelopak teratai, dia juga merupakan kekasih Yan Lan sebelumnya.


Dewa suci mengeluarkan tumbuhan kristal es penumbuh roh dan menaruhnya di atas tubuh Zhao Quin. Seketika itu sembilan kelopak bunga teratai yang ada di tubuh Zhao Quin langsung bereaksi untuk menerima energi dari tumbuhan kristal es penumbuh roh.

__ADS_1


Hal itu terus berlangsung hingga beberapa saat lamanya, hingga tumbuhan itu menghilang terserap ke dalam tubuh Zhao Quin yang tengah terbaring.


"Dewi Zhao Quin, bangunlah kau telah lama tertidur," ucap Dewa suci.


Perlahan-lahan ada pergerakan dari tubuh Zhao Quin yang tertidur, jari jari lentiknya mulai bergerak sedikit demi sedikit, tak berapa lama matanya mulai terbuka secara perlahan-lahan.


"Dimana aku?" tanya Zhao Quin.


"Kau berada di nirwana tempat keberadaan para dewa," jawab Dewa suci.


Zhao Quin bangun dari tidurnya dan duduk di pembaringan itu untuk pertama kalinya.


"Dewa apa yang telah terjadi padaku hingga aku berada di tempat ini?" tanya Dewi Zhao Quin.


Setelah mendengar semua cerita dari Dewa suci, Dewi Zhao Quin pun menahan rasa haru dan juga rasa penyesalan yang mendalam, atas apa yang telah di lakukannya pada Yan Lan, hingga membuat Yan lan sekarang ini sangat membencinya.


Isak tangis pun keluar, air mata Zhao Quin tak terbendung lagi membasahi pipi mulusnya, dia tak tahu lagi apa yang harus diperbuat nya dengan hubungannya yang dikatakan telah usai dengan Yan Lan.


Jika harus berkata jujur, Zhao Quin akui jika cintanya kepada Yan Lan masih seperti dahulu, masih melekat kuat di dalam hatinya, dan tak ada yang bisa menggantikan cinta yang tumbuh bersemi itu.


Karena keadaan dan kebodohannya lah yang membuat pohon cinta di hatinya membeku. Yang membuat pemuda yang di cintainya menjauh pergi darinya.


Merasakan hal itu, air mata Zhao Quin semakin deras mengalir di kedua pipinya hingga membuat Dewa suci merasa iba, karena dia tau semua yang terjadi bukanlah semata mata kesalahan gadis muda itu, tapi semua merupakan kesalahan dari sang ibu yang merupakan seorang Dewi, yang melarang cintanya bersatu dengan Yan Lan.


"Aku tau semua permasalahan mu dengan Yan Lan, semua karena keadaan yang membuat kalian harus menjalani hidup terpisah, tapi aku yakin jika Yan Lan masih mencintaimu seperti waktu kalian berdua masih bersama, walaupun mulutnya berbicara tidak, tapi hatinya masih mengharapkan mu kembali.

__ADS_1


Jika Yan Lan tak mencintaimu, tak mungkin dia akan bersusah payah mencari tumbuhan kristal es penumbuh roh yang sangat langka itu, apalagi tumbuhan kristal es penumbuh roh merupakan mustika turun-temurun dari keluarga kerajaan terbesar di benua semesta biru.


Dengan kegigihannya untuk membuatmu hidup kembali dari mati suri yang kau alami, akhirnya Yan Lan berhasil mendapatkan mustika itu dan kau bisa hidup lagi seperti sekarang ini," ucap Dewa Suci," ucap Dewa suci.


Perkataan Dewa suci, sangat sangat menenangkan perasaan hati Zhao Quin saat ini,


Zhao Quin pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, untuk menghilangkan Asa yang menghimpit relung hatinya yang paling dalam.


"Terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku Dewa," ucap Zhao Quin.


"Kau tak bisa menemui Yan Lan hari ini, karena Yan Lan tengah melakukan meditasi penerobosan untuk menjadi seorang Dewa murni, untuk saat ini kau akan ku bawa ke suatu tempat dimana tempat itu dahulunya merupakan tempat kediaman putri angkatku yang bernama Nalan Xi.


"Terimakasih Dewa, aku akan mengikutimu kesana," jawab Dewi Zhao Quin.


Maka mereka berdua pergi ke suatu tempat yang bernama lembah es, yang dahulu merupakan tempat kediaman Dewi Nalan Xi.


Setibanya di lembah es.


"Dewi Zhao Quin, apakah kau menyukai tempat ini?" tanya Dewa suci.


"Aku sangat menyukainya Dewa, tempat ini begitu sejuk dan bersih jauh dari kepadatan dan keramaian para penduduk, binatang binatang disini begitu ramah padaku, sepertinya mereka melihatku bagaikan sahabat yang telah lama terpisah," ucap Zhao Quin sambil bermain dengan beberapa kelinci buatan.


Dewa suci merasa lega karena lembah es dan penghuninya mau menerima Dewi Zhao Quin.


"Dewi Zhao Quin, aku akan memberikan lembah es ini padamu, rawat dan jagalah dengan sepenuh hatimu dan mulai sekarang lembah es ini akan menjadi milikmu," ucap Dewa suci dan berlalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2