
Setelah beberapa saat lamanya, Zhao Quin pun tersadar. Zhao Quin bingung dengan keadaan yang ada, dan berupaya mengingat kembali apa yang telah terjadi.
Di dalam kebingungannya itu, tiba tiba sebuah suara mengejutkannya.
"Nona An lung, bagai mana keadaanmu?" tanya suara itu.
"Kak Yan Lan..!!" bisik Zhao Quin.
Zhao Quin tersentak kaget dengan suara yang sangat di kenalinya itu, diapun berusaha mencerna keadaan yang ada dengan berusaha tenang di dalam kebingungannya.
"Aku baik baik saja, terimakasih anda telah menolong saya," ucap Zhao Quin.
"Makanlah dulu aku telah membakar beberapa ekor ayam hutan untuk mu," ucap Yan Lan kembali.
"Terimakasih!" ucap Zhao Quin singkat.
Setelah memakan makanan yang telah disiapkan oleh Yan Lan, Zhao Quin berpamitan untuk meninggalkan tempat itu.
Yan Lan hanya terdiam melihat Zhao Quin yang akan meninggalkannya. Saat Zhao Quin hendak membalikkan badannya, Yan lan pun berkata "Mengapa kau selalu menghindari ku Quin er? Apakah sampai saat ini kau masih belum memaafkanku?" tanya Yan Lan.
"Maaf anda salah orang!" jawab Zhao Quin singkat dan berjalan meninggalkan Yan Lan.
__ADS_1
Dengan cepat Yan Lan menghadang jalan wanita itu. "Aku tak akan pernah salah, karena aku pernah hidup bersamamu, dan aku tahu persis dengan siapa aku berhadapan," ucap Yan Lan.
"Aku bukan orang yang anda maksud, jadi jangan coba untuk menghalangi jalanku!!" ucap Zhao Quin dengan meninggikan penekanan dalam bicaranya.
"Aku ingin memperbaiki hubungan kita yang renggang karena salah paham, dan aku yakin masih ada kesempatan buatku untuk memperbaikinya," pinta Yan Lan.
"Hentikan omong kosong anda ini!!, aku tak mengenal anda, dan aku pun bukan orang yang anda maksud, jadi cukup sampai disini!!, anda silakan pergi dan aku pun akan pergi menjauh dari anda," jawab Zhao Quin.
Yan Lan berusaha mendekati Zhao Quin, akan tetapi Zhao Quin malah mencabut pedang dan mengarahkannya ke arah Yan Lan.
"Aku tak perduli jika anda telah menyelamatkanku, tapi sikap anda yang sengaja memojokkan ku, membuat aku merasa terganggu dengan sikap anda itu," ucap Zhao Quin yang masih mengarahkan pedangnya ke arah Yan Lan.
Lambat laun Yan Lan merasa kesal karena kekerasan hati An lung, yang tidak mengakui dirinya sebagai Zhao Quin.
Tubuh Zhao Quin bergetar, perang batin antara harus mengakui dirinya sebagai Zhao Quin, atau melukai Yan Lan, silih berganti merasuki pikirannya. Akhirnya Zhao Quin memilih untuk menepati janjinya pada sang ibu, yang tidak akan mencintai manusia biasa. Dan pada akhirnya Zhao Quin menusukkan pedangnya ke arah dada Yan Lan.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Yan Lan, hanya rasa tak percaya jika wanita yang selama ini dicintainya, mampu melakukan hal itu kepadanya.
"Aku rasa memang tak ada lagi yang bisa kita pertahankan dari hubungan masa lalu kita Zhao Quin, dengan luka yang kau berikan padaku maka berakhir sudah ikatan cinta kita, kau sekarang bebas memilih jalan hidupmu, dan aku pun akan pergi dari kehidupanmu, jika suatu hari kita bertemu kembali aku akan menganggapmu orang lain seperti apa yang telah kau lakukan padaku saat ini," ucap Yan Lan sambil mencabut pedang yang menancap di tubuhnya.
Yan Lan membalikkan badan dan berjalan gontai meninggalkan Zhao Quin.
__ADS_1
Zhao Quin masih diam membisu di tempatnya, dia tak percaya dengan apa yang telah di lakukannya kepada Yan Lan, sesaat Zhao Quin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Maafkan aku kak Yan Lan, mungkin ini yang terbaik buat kita berdua," bisik Zhao Quin dan melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Kini Yan Lan duduk bersilang untuk melakukan pemulihan diri dari luka tusukan pedang yang dideritanya, setelah beberapa hari melakukan meditasi akhirnya luka itu dapat sembuh dengan sempurna, akan tetapi luka hati yang dideritanya masih sangat membekas di dalam batinnya.
Aku tak bisa berlama-lama untuk memikirkan wanita yang telah meninggalkanku, karena masih banyak hal yang harus kulakukan, termasuk menyelamatkan benua ini dari para iblis.
"Aku akan mencoba meningkatkan kekuatanku dengan menggabungkan diri dengan api inti neraka, agar aku bisa menjadi manusia setengah Dewa," batin Yan Lan.
Yan Lan mulai menyatukan kekuatannya, dengan menyerap inti api neraka, seluruh tubuhnya seketika bergetar hebat, yang berselimutkan cahaya dari inti api neraka.
"Ackh...!!" teriak kesakitan Yan Lan yang memecahkan kesunyian hutan.
Yan Lan mengerahkan kekuatan surgawinya agar dapat menekan energi panas yang begitu sangat kuat, yang telah menjalar keseluruh tubuhnya.
"Api inti neraka ini begitu sangat kuat, jika aku bisa menyerapnya maka kekuatan Dewa akan berada di tubuhku, akan tetapi jika aku gagal menyerapnya maka tubuhku pasti akan hancur menjadi debu," bisik Yan Lan.
Seminggu Yan Lan melakukan penyerapan inti api neraka, berjuang diantara hidup dan mati, untuk mendapatkan kekuatan besar yang di inginkannya.
Akhirnya Yan Lan pun berhasil meraih kekuatan barunya itu, dan membuat dirinya menjadi manusia dengan kekuatan Dewa.
Bersambung.
__ADS_1
Author telah membuat satu novel baru yang berjudul PENDEKAR HUTAN TERKUTUK, silahkan sahabat mampir untuk membacanya, sembari menunggu kelanjutan novel PENDEKAR MATA LANGIT.