
Kedua wanita itu tiba di hutan yang ada di belakang pagoda 9, dan tanpa pikir panjang Yun er langsung memulai pertarungan itu dengan menyerang Yan Ling kebagian bagian sensitif di tubuhnya.
Yan Ling tak tinggal diam, dengan menggunakan tangan kosong dia langsung memberikan serangan balasan yang membuat Yun er harus menghindari serangan yang di lepaskan Yan Ling.
Yun er mengeluarkan pedang dari kotak penyimpanannya yang membuat Yan Ling melakukan hal yang sama.
Yun er mengeluarkan tehnik pedang "Hati kuil suci" yang merupakan tehnik pedang turun temurun dari keluarga nya.
"Aku ingin melihat seberapa kuat kau bisa bertahan dari seranganku ini," teriak Yun er dan langsung menyerang ke arah Yan Ling.
Dengan menggunakan pedang naga es di tangannya, Yan Ling segera menghindar dan menangkis serangan cepat yang di lakukan oleh Yun er dan mengeluarkan tehnik pedang "Tarian naga es" untuk mengimbangi tehnik pedang yang di lancarkan oleh Yun er.
Pertarungan kedua wanita cantik itu berlangsung sengit, setiap benturan pedang yang terjadi menimbulkan percikan percikan bunga api.
Yan Lan yang telah selesai melakukan penerobosan di tingkat kultivasi Qi awan bintang 1, sayup sayup mendengar adanya suara pertarungan dari kejauhan.
"Siapakah yang sedang bertarung ini? aku harus segera melihatnya," batin Yan Lan.
Yan Lan segera melesat cepat diantara rimbun pepohonan hutan menuju ke arah sumber suara pertarungan.
Pertarungan antara kultivator wanita itu semakin bertambah meningkat temponya, area di sekitar tempat itu telah porak poranda akibat terkena imbas dari pertarungan itu.
Yun er dan Yan Ling tak segan segan mengeluarkan semua kemampuan tehnik pedang yang di milikinya.
"3 kuil dewa sejati" ucap Yun er.
Tiba tiba saja di samping kiri dan kanan serta di atas kepala Yun er muncul 3 buah lobang berdiameter 100 centimeter, lobang itu mengeluarkan cahaya ke emasan yang sangat pekat.
Melihat hal itu Yan Ling segera menggunakan tehnik "Gelombang naga es" yang mana seekor ular naga berwarna putih tiba tiba saja muncul dan langsung berputar putar di sekitar area tubuh Yan Ling dengan mengikuti semua gerakan pedang yang di lakukannya.
Naga es itu mengeluarkan suhu dingin yang sangat kuat hingga membuat area tempat itu di selimuti oleh es.
Yan Ling yang sudah muak dengan keberadaan Yun er dengan cepat mengarahkan tehnik gelombang naga es nya ke arah Yun er.
Begitu pun dengan Yun er, dari dalam lobang keemasan yang di ciptakan nya, masing masing lobang keluar pedang dengan cahaya emas di mana 1 buah pedang mempunyai panjang 2 setengah meter.
__ADS_1
3 buah pedang itu langsung melesat cepat menyambut datangnya serangan gelombang naga es yang dilancarkan oleh Yan Ling.
"Duar..!!"
Suara ledakan keras menggema di udara.
Tubuh kedua kultivator wanita yang sedang bertarung itu, sama sama terhempas ke belakang dan jatuh bergulingan ditanah.
Terlihat Yun er bersusah payah untuk bangkit berdiri, walaupun dengan tubuh sempoyongan akhirnya dia bisa berdiri tegak.
Tak jauh beda dengan Yan Ling, yang berusaha menjaga keseimbangannya agar dapat berdiri dengan tegak.
"Kita lihat Yan Ling apakah kau atau aku yang masih bisa berdiri tegak di tanah," teriak Yun er.
Sekitar 5 meter di atas kepala Yun er muncul lobang yang lebih besar 2 kali lipat dari lobang yang pertama di buat oleh Yun er, dan ada 2 lobang di sisi kiri dan kanan Yun er sebesar lobang yang pertama, sehingga ada 5 buah lobang di sekitar tubuh Yun er yang mengeluarkan cahaya emas yang begitu pekat.
Kali ini Yun er benar benar ingin membinasakan Yan Ling dengan mengeluarkan tehnik andalannya yaitu tehnik "Menerobos kuil surgawi" Yang mana tehnik ini merupakan salah satu tehnik keluarga menara tahta yang sangat di takuti dan di segani di kalangan para kultivator di benua permata hijau.
"Aku tak ada pilihan lain Yun er, kalau kau menginginkan salah satu dari kita ada yang mati, maka aku akan menerima pilihanmu itu," batin Yan Ling.
"Naga es semesta" ucap Yan ling.
Pedang di tangan Yan Ling seketika mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan mata, maka dari langit keluar roh naga es yang melegenda, naga besar itu mengeluarkan aura surgawi yang menindas dan langsung masuk kedalam tubuh Yan Ling.
Kini tubuh Yan Ling berselimutkan cahaya roh naga es dan kedua bola matanya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.
Di dalam guild alkemis ketua besar Hyo jin tersentak dari bermeditasi, ini sangat berbahaya!! kedua tehnik ini jangan sampai berbenturan, apa bila sampai terjadi benturan maka akan membuat keseimbangan bangunan pagoda 9 akan goyah," batin ketua besar Hyo jin yang langsung melesat cepat menuju hutan yang ada di belakang pagoda 9.
Yan Lan sampai ke tempat dimana kedua kultivator yang sedang bertarung.
"Ling er? , Yun er? apa yang membuat mereka bertarung seperti ini !? Celaka!! mereka masing telah mengeluarkan tehnik andalan mereka, ini tidak boleh di biarkan," pekik Yan Lan.
Yan Lan segera masuk ke tengah tengah pertarungan.
"Ling er..!!, Yun er..!! hentikan pertarungan ini," teriak Yan Lan di sertai dengan pengerahan tenaga dalam.
__ADS_1
Kakak Yan Lan!!," pekik Yan Ling.
Kakak Lan Yan," teriak Yun er.
Mereka berdua sudah tak bisa menahan kekuatan besar yang di arahkan kedepan, di mana kelima pedang dan seekor ular naga es sudah terlanjur di lepaskan oleh kedua Kultivator wanita itu.
"Duar..!! Duar..!!" dua kali ledakan dasyat terjadi.
Yan Ling terhempas kebelakang, begitu pula dengan Yun er. Sesaat kemudian mereka berdua memuntahkan darah segar.
Yan Lan yang berada di tengah tengah berhasil meredam kedua kekuatan dasyat itu sehingga tak saling berbenturan, dengan bantuan ketua Hyo jin yang mengalirkan kekuatannya di belakang tubuh Yan Lan.
Ketua Hyo jin segera melesat ke arah Yun er untuk memberikan pertolongan.
Hal yang sama di lakukan oleh Yan Lan, dengan cepat Yan Lan memberikan pertolongan dengan memasukkan pil ke mulut Yan Ling, kemudian menyalurkan energi murninya ke dalam tubuhnya.
"Untung saja aku tak terlambat, sedikit saja terlambat akan membuat kerusakan di dalam Dantian Ling er," batin Yan Lan.
Perlahan lahan Yan Ling mulai tersadar walaupun dengan tubuh lemah, Yan Ling masih menyadari jika lelaki di sampingnya itu adalah Yan Lan.
"Kakak Yan Lan bagai mana keadaan mu?" tanyanya.
"Kau tak usah memikirkan aku, aku baik baik saja. Aku ingin kau menyerap pil yang ku berikan padamu," jawab Yan Lan.
Yan Ling menganggukkan kepala mengiyakan, dengan segera duduk bersila dan memejamkan matanya untuk menyerap esensi pil yang kini ada di dalam tubuhnya.
Melihat Yan Ling tengah melakukan penyerapan pil, Yan Lan segera melesat ke arah Yun er.
Yun er sekarang tengah berada dalam penanganan ketua Hyo jin. Sesaat kemudian ketua Hyo jin menggelengkan kepalanya.
"Seluruh saraf di tubuhnya telah rusak, dia akan mengalami kelumpuhan," ucap ketua Hyo jin.
Yan Lan tak bisa berkata apa apa, hanya tatapan iba yang terarah ketubuh lemah Yun er.
"Aku akan menunggu kalian berdua untuk menemuiku di menara falan," ucap ketua Hyo jin yang langsung melesat dengan membawa tubuh Yun er.
__ADS_1