PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kutukan ular 7 warna


__ADS_3

Terlukanya kedua pengikut yang selalu menemaninya, membuat Yan Lan tak kuasa menahan gejolak amarahnya, apalagi melihat gadis muda yang ada di hadapannya, begitu sangat meremehkan dan tak mendengarkan perkataannya.


"Cepat serahkan penawarnya atau tempat ini akan ku bumi hanguskan!!" bentak Yan Lan mengulangi perkataannya.


"Mereka pantas mati..!!, dan kini giliran mu selanjutnya..!!" teriak wanita berambut ular menjawab perkataan Yan Lan.


Tiba tiba saja wanita itu menghilang dari hadapan Yan Lan, dan tau tau telah berada di sampingnya dan melakukan serangan dengan kuku kukunya yang runcing dan beracun, serangannya itu begitu sangat cepat dan mematikan.


Yan Lan menggeser tubuhnya sedikit ke samping sehingga serangan kuku beracun dari wanita berambut ular luput dari sasarannya, dan melakukan serangan balasan dengan sebuah tendangan yang langsung mengarah ke perut sang gadis.


Ackh...!!


Teriakan tertahan gadis berambut ular saat tendangan telak yang dilakukan oleh Yan Lan bersarang di tubuhnya.


Tak hayal lagi tubuh sang gadis terjerembab ke tanah, dengan darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


Gadis berambut ular kembali bangkit berdiri dengan menyeka darah segar yang mengalir di sudut bibirnya, matanya yang hitam kecoklatan kini berubah menjadi berwarna biru terang, yang menandakan jika sang gadis menahan amarah yang menggebu-gebu di dadanya.


Seluruh ular berbagai warna seketika berloncatan dari atas kepalanya. Setibanya di tanah ular ular itu berubah menjadi tujuh ular raksasa berbagai macam warna dengan aura yang sangat beracun yang keluar dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Kini terlihat di hadapan Yan Lan, wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang hitam terurai dengan menatap tajam kearah Yan Lan.


"Jika kau ingin sebuah pertarungan, maka aku akan melayani mu!," ucap Yan Lan dengan memegang golok pembunuh semesta, dan seorang pemuda tampan dari jiwa tombak penguasa semesta yang kini berada disampingnya.


Dari kejauhan tampak ratu Lily dan jendral Hyun liy beserta beberapa petinggi dari kerajaan Kilauan roh tengah menyaksikan pertarungan itu.


"Ratu.., aku begitu sangat mencemaskan putri limudza, biar aku saja yang akan menghadapi anak muda itu," ucap jendral Hyun liy.


"Tak usah jendral, biarkan putriku yang menghadapinya dan semoga saja kutukan ular tujuh warna yang ada padanya, bisa terlepas karena ketangguhan anak muda itu, aku pernah berbesar harapan saat Gorga yang sangat kuat datang ketempat ini dan menantang siapa pun yang paling tangguh di kerajaan Kilauan roh.


Saat itu putriku maju sebagi penantangnya, dan dia siap menjadi istri Gorga jika ular berkepala tujuh itu mampu mengalahkannya, akan tetapi Gorga tak mampu untuk melepaskan kutukan ular tujuh warna yang ada pada putriku, hingga dia harus kalah dan aku menghukumnya untuk menjadi penjaga alam kilauan roh ini," jawab ratu Lily.


"Tapi ratu, setiap putri limudza mengeluarkan kekuatan kutukan ular tujuh warna yang berada di atas kepalanya, sang putri pasti akan merasa kesakitan selama berbulan-bulan lamanya, aku tak tega jika anak yang kujaga sedari lahir akan kesakitan selama berbulan-bulan lamanya, pertimbangkanlah kembali ratu, jika sampai anak muda itu tak mampu untuk mengalahkan putri anda, maka sang putri akan semakin kesakitan," ucap jendral Hyun liy.


Ratu Lily menatap jauh ke angkasa yang luas, dan mengingat kembali masa sebelum suaminya meninggal.


Karena mempunyai kebiasaan mengumpulkan kekuatan dan benda-benda yang mempunyai kekuatan besar, sang raja akhirnya tertarik pada benda dari langit yang bernama bunga teratai nirwana yang berada di tangan penyihir kegelapan atau penyihir hitam.


Dengan penuh percaya diri atas kekuatan yang dimilikinya, sang raja akhirnya pergi ke tempat dimana penyihir kegelapan berada.

__ADS_1


Karena sang raja meminta bunga teratai nirwana secara paksa akhirnya terjadi pertempuran yang sangat dahsyat, dan pada akhirnya sang raja pun terluka parah.


Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya sang raja kembali pulang ke kerajaan kilauan alam, dengan memecahkan cincin pancawarna yang mengandung darah ular 7 warna di dalamnya, sang raja meneteskan darah ular 7 warna tersebut ke kening putri tunggalnya yang telah remaja, dengan maksud agar putrinya kelak dapat membalaskan dendamnya.


Setelah meneteskan darah ular 7 warna ke kening putrinya, akhirnya sang raja meninggal dunia.


Ratu Lily menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


Jendral Hyun liy melihat beban yang sangat dalam yang dirasakan ratunya, segera memegang pundak sang ratu untuk menenangkannya.


"Kau tak usah terlalu memikirkan hal itu ratuku, karena aku selalu mendukung apapun yang engkau lakukan, karena semua itu pasti demi kebaikan kerajaan kita," ucap jendral Hyun liy yang merupakan sahabat terdekat sang ratu.


Ratu lily menganggukkan kepalanya, dan kembali menatap kearah putrinya.


Di tempat pertarungan, telah terjadi pertarungan yang sangat dasyat, ketujuh ular berbagai warna tengah menyerang Yan Lan dengan sangat cepat, sementara itu putri limudza terus menyerang Yan Lan dengan pedang panca warna yang berada di dalam genggamannya


Yan Lan terus menangkis dan menghindari serangan tersebut, dan juga memberikan serangan balasan ke arah ketujuh ular yang menyerangnya, sementara jiwa tombak penguasa semesta tengah menghadapi putri limudza.


"Ular ular ini begitu sangat kuat dan lincah, tubuhnya mempunyai aura yang mampu menghalau aura energi surgawi yang ku keluarkan, aku harus menggunakan tehnik segel kegelapan," batin Yan Lan.

__ADS_1


*****


Maaf karena kesibukan author untuk mencari nafkah sebagai kuli bangunan, sehingga hanya dapat menulis 1 episode perharinya, Kerja dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam karena lembur membuat author tak dapat menulis lebih dari 1 episode, komentar yang menganggap author pelit untuk menulis, membuat author mengatakan yang sejujurnya keadaan author sekarang, trimakasih atas dukungan para pembaca semua karena dengan dukungan teman teman semua author bisa mendapatkan rezeki dari menulis novel ini, sekali lagi terimakasih


__ADS_2