PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pulang ke klan Zhao


__ADS_3

Won Chai yang merasa kesal karena tak dapat memetik bunga teratai berwarna ungu yang berada di hadapannya, dengan sekuat tenaga memukul akar dari teratai itu.


"Duar..!!" suara ledakan kecil dari benturan tinju Won Chai yang menghantam batu khusus dimana akar teratai roh cahaya kemilau putri tertanam.


Gelombang kejut langsung keluar dari batang teratai yang membuat Won Chai terhempas ketanah dan tak sadarkan diri.


"Chai er teriak petinggi klan Zhao bersamaan.


Kedua petinggi klan Zhao itu melesat kearah dimana tubuh Won Chai tergeletak.


Dengan cepat ketua Won Dai memberikan totokan ketubuh Won Chai, sementara ketua Dong Wung menyalurkan Qi murninya ke tubuh Won Chai.


"Untung saja tak ada luka dalam yang serius di dalam tubuh putrimu saudara Won Dai," ucap ketua Dong Wung.


Ketua Dong Wung melangkah ke arah Zhao Quin.


"Quin er coba kau petik bunga teratai roh cahaya kemilau putri itu, setelah itu baru kita mengurus Yan Lan," ucap ketua Dong Wung.


"Pergilah Quin er," sambung Yan Lan.


Zhao Quin pergi menuju ke arah dimana bunga teratai roh cahaya kemilau putri itu berada.


Ketua Dong Wung yang melihat Zhao Quin berjalan ke arah bunga teratai roh, segera mendekati Yan Lan.


"Yan er, setelah kita mendapatkan bunga teratai itu, bagai mana cara kita untuk pulang ke klan Zhao?" tanya ketua Dong Wung.


Tanpa curiga dengan pertanyaan ketua Dong Wung, Yan Lan menjelaskan cara untuk keluar dari hutan lelembut ini.


"Paman di bagian sisi kanan dari air terjun terdapat 2 batu permata biru, hancurkan satu buah permata biru itu maka maka portal akan terbuka dan kita bisa meninggalkan tempat ini, setelah kita keluar dari portal maka hancurkan batu permata biru yang lainnya maka portal akan tertutup untuk selama lamanya," jawab Yan Lan.


Ketua Dong Wung tersenyum mendengar penjelasan dari Yan Lan, entah apa maksud dari senyumannya itu, hanya dialah yang tau.

__ADS_1


Setelah mendekati altar di mana teratai roh cahaya kemilau putri berada, Zhao Quin segera bersujud 3 kali, seketika itu bunga teratai mekar dan mengeluarkan cahaya ungu yang menyilaukan mata serta bau harum yang semerbak.


Dengan perlahan Zhao Quin memetik teratai roh itu, secara tiba tiba cahaya keluar dari tubuh Zhao Quin persis dengan cahaya yang keluar dari bunga teratai di dalam genggamannya.


Zhao Quin kini berada dalam dimensi lain, di mana berbagai macam tumbuhan roh berada dalam alam pikirannya, disana Zhao Quin melihat cara mengestrak dan menyuling tumbuhan roh tersebut serta mendapatkan tehnik ajaib dari roh teratai ungu.


Zhao Quin tersadar, Qi murninya kini telah berkali kali lipat lebih kuat dari energi Qi sebelumnya, dan anehnya Qi yang di rasakan nya sekarang berbeda dengan Qi yang dia miliki sebelumnya.


"Qi apa ini rasanya sangat lembut dan bertenaga, tubuhku pun terasa nyaman dan sangat kuat, kalau aku melakukan kultivasi, aku pasti akan langsung bisa menerobos ketingkat selanjutnya," batin Zhao Quin.


Zhao Quin membuka matanya perlahan, di hadapannya kini terdapat berbagai macam benda berharga, berupa batu energi, batu roh dan permata.


"Quin er bagai mana keadaanmu? dan apa yang terjadi dengan tubuhmu hingga bisa bercahaya seperti itu?" tanya ketua Dong Wung.


"Aku baik baik saja paman, ini adalah bunga teratai roh cahaya kemilau putri," jawab Zhao Quin yang berusaha menyembunyikan kekuatan ajaib yang di dapatnya dari roh bunga teratai.


Zhao Quin memberikan bunga teratai roh cahaya kemilau putri itu kepada ketua Dong Wung.


"Paman bagaimana dengan harta berharga itu?" tanya Zhao Quin.


"Kita akan membawa semua benda berharga itu pulang ke klan Zhao, agar berguna untuk membangun klan Zhao kita agar lebih maju lagi," jawab ketua Dong Wung.


Ketua Dong Wung segera mengeluarkan beberapa peti kecil dari balik bajunya, dengan mengalirkan energi Qi murni ke peti tersebut maka peti itu berubah menjadi besar.


Dong Wung segera memasukkan harta berharga itu kedalam peti peti yang telah di persiapkannya, setelah selesai mengisi peti peti itu, maka terlihat ada 5 peti besar yang telah terisi penuh dengan berbagai macam harta berharga di dalamnya.


Ketua Dong Wung segera melangkah mendekati ketua Won Dai dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Saudara Won Dai lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini dan meninggalkan pemuda itu disini, kita tak usah membawanya ikut serta karena akan membuat susah klan Zhao di kemudian hari, dengan keadaannya sekarang tak ada satu pun Alkemis di Benua Permata hijau yang mampu untuk menyembuhkannya," bisik ketua Dong Wung.


"Bagai mana dengan Zhao Quin? dia pasti akan berontak karena pemuda itu tak di ikut sertakan pulang ke klan Zhao," ucap ketua Won Dai.

__ADS_1


"Zhao Quin itu urusanku, bersiap siap lah kita akan berangkat sekarang juga," jawab ketua Dong Wung.


Ketua Won Dai menganggukkan kepala mengiyakan.


"Quin er saatnya kita pulang," ucap ketua Dong Wung.


"Baik paman, aku akan mengabari kakak Yan," jawab Zhao Quin.


Zhao Quin membalikkan badannya dan tanpa disangka sangka olehnya, sebuah totokan dari ketua Dong Wung telah bersarang di tubuhnya.


"Kita tak usah membawa Yan Lan, biarkan dia disini, dia bukan anggota klan dan kita tak punya tanggung jawab untuk membawanya pulang ke klan Zhao," ucap ketua Dong Wung.


Zhao Quin yang tak dapat berbicara karena totokan yang dibuat oleh ketua Dong Wung di tubuhnya, hanya bisa menangis menatap ke arah Yan Lan berada, hatinya berontak karena ketidak adilan yang di buat ketua Dong Wung kepada Yan Lan.


Ketua Dong Wung segera menyalurkan energi murni kepada kelima peti yang berisikan harta berharga, yang membuat ke lima peti itu kembali mengecil.


Setelah memasukkan kelima peti berisi harta berharga ke balik bajunya, ketua Dong Wung segera membawa Zhao Quin meninggalkan tempat itu, Yan Lan yang mendengar dan melihat hal itu, hanya bisa pasrah memandangi kepergian ke 4 orang itu sampai hilang dari pandangan matanya.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, Yan Lan seakan tak percaya dengan apa yang telah dilakukan ketua Dong Wung padanya.


Ketua Dong Wung segera menghancurkan salah satu batu permata biru, dan benar saja sebuah portal telah terbentuk di hadapannya.


"Ayo saudara Won Dai, kita masuk ke dalam portal ini," ucap ketua Dong Wung.


Ketua Won Dai menganggukkan kepalanya dan melangkah masuk kedalam portal.


Maka tibalah mereka berempat ketempat di mana awal mula perjalanan mereka, yaitu di tengah tengah hutan angin di dalam klan Zhao.


"Saudara Won Dai aku akan menutup portal ini untuk selama lamanya, agar binatang roh yang banyak terdapat di dalam hutan lelembut tidak bisa masuk kemari," ucap ketua Dong Wung.


"Tidak...!!" teriak Zhao Quin di dalam hatinya, dia pun terisak pilu melihat portal yang ada di hadapannya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2