
Dalam diam Hyo jin menatap kearah anak muda yang kini tengah mencabut jarum jarum emas yang melekat di tubuh Yan Lou, tak di sangka olehnya beberapa tehnik terkuat yang pernah ada di benua permata hijau, telah di pakai Yan Lan untuk mengalahkan Yan Lou.
"Anak muda ini mempunyai potensi untuk menjadi praktisi beladiri terkuat dan Alkemis terhebat di benua permata hijau," batin Hyo jin.
"Tak kusangka 2 tehnik terkuat yang dulu pernah merajai dan sulit dicari tandingannya sekarang ada pada Yan Lan, tehnik mata langit dan tehnik api surgawi yang dia gunakan begitu sangat luar biasa, mungkin suatu hari nanti aku sendiri tak mungkin mampu untuk menandinginya," sambung Hyo jin dalam hati.
Sementara itu ketua menara tahta sangat antusias sekali melihat kekuatan Yan Lan yang sangat luar biasa, tak disangka sangka olehnya tehnik jari matahari yang merupakan tehnik penyembuhan tingkat tinggi kini berada di tangan Yan Lan.
"Melihat bakat anak muda ini, sangatlah pantas untuk mendampingi Yun er di masa depan, aku harus dapat mengambil hatinya," batin Yun Juaxin.
"Tuan muda Yan Lan silahkan beristirahat dahulu, tentunya anda sudah sangat lelah dengan pertarungan ini," ucap ketua Yun Juaxin.
"Terimakasih ketua Yun," jawab Yan Lan.
Tak ada pilihan bagi Yan Lan untuk menolak ajakan ketua Yun Juaxin, mengingat kakaknya Yan Lou sekarang masih memerlukan perawatan dan tak mungkin Yan Lou di rawat ke klan Glasier, mengingat untuk kesana di butuhkan waktu yang lama karena perjalanannya yang jauh.
Jika di bawa ke pagoda 9 juga tak mungkin lagi, karena mengingat nama Yan Lou sudah di cap hitam sebagai seorang penghianat.
Yan Lan menatap kearah Yan Lou, walaupun tubuhnya telah pulih dari luka dalam yang di deritanya, akan tetapi tubuhnya masih lemah dan perlu waktu untuk memulihkannya.
"Kakak Lou ayo kita beristirahat dulu," ucap Yan Lan sambil membantu Yan Lou berdiri.
Dengan refleks Yan Lan segera memapah Yan Lou, dan bersama sama berjalan mengikuti ketua Yun Juaxin yang berjalan menuju ke paveliun harta yang berada di dalam menara tahta.
Selepas kepergian Yun Juaxin, Yan Lan memberikan sebuah pil pemulih stamina level 10 yang dia milikinya kepada Yan Lou.
"Kakak Lou, telan lah pil ini dan bermeditasi lah agar tubuh Kakak bisa pulih seperti sediakala," ucap Yan Lan.
"Terimakasih adik," jawab Yan Lou sambil menepuk bahu kanan Yan Lan.
Ada rasa bersalah yang mendalam yang dirasakan oleh Yan Lou, tak di sangka sangka olehnya jika pemuda yang begitu sangat di bencinya merupakan adik yang selama ini di nyatakan mati, dan begitu sangat di kasihinya sama seperti Yan Ling.
"Jika aku tau kau adalah adikku yang telah lama hilang, tak mungkin aku akan melakukan hal buruk padamu, maafkan kakakmu ini Lan er," batin Yan Lou.
__ADS_1
Setelah menelan pil pemulih stamina pemberian dari Yan Lan, Yan Lou segera melakukan kultivasi pemulihan diri.
"Kakak Yan aku ingin ngobrol dengan mu," ucap Yan ling.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
Yan Lan menatap Yan Ling dalam dalam.
"Kita ngobrol di luar saja agar tak mengganggu kak yan Lan dalam bermeditasi," jawab Yan Lan.
"Hari ini aku harus tegas padamu Ling er, jika kau ingin pergi dariku, aku tak akan menghalangimu," batin Yan Lan.
Mereka berdua pun duduk di teras paveliun dan tanpa mereka berdua sadari, ada sesosok bayangan yang berupa asap hitam melekat pada dinding teras yang jaraknya sekitar 20 meter dari mereka berdua.
"Kakak Yan mengapa selama 1 tahun ini kau tak memberikan ku kabar keberadaan mu, dan aku dengar dari cerita orang jika kau pergi bersama Zhao Quin," ucap Yan Ling.
"Ling er benar adanya aku pergi bersama Zhao Quin, aku telah bersamanya selama setahun ini untuk latihan di dalam hutan bambu kuning," jawab Yan Lan.
"Pantas Zhao Quin tak pernah ada terlihat di pagoda 9, ternyata dia pergi bersama kak Yan Lan dan tak kusangka isu yang berkembang selama ini itu benar adanya," batin Yan ling sambil mengepalkan tinjunya.
"Kak Yan Lan apa artinya diriku di matamu?" tanya Yan Ling.
Kini giliran Yan Lan yang menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Ling er aku telah berjanji padamu untuk menjagamu selamanya, berarti aku memang sangat mencintaimu, kuharap kau jangan meragukan itu," jawab Yan Lan.
"Bagaimana dengan Zhao Quin? aku ingin kak Yan Lan mengatakan dengan sejujur jujurnya, tanya Yan Ling kembali.
Yan Lan memegang kedua tangan Yan Ling dan kemudian menggenggam nya lembut.
"Ling er kau wanita pertama yang ada di hatiku dengan sangat tulus mencintaiku apa adanya, sewaktu aku tak punya arah dan tujuan kau selalu menemaniku dalam suka maupun duka yang membuatku merasa nyaman di dekatmu, dan aku sangat berterimakasih akan hal itu," jawab Yan Lan.
"Zhao Quin adalah wanita kedua yang ada dalam hidupku, dia yang menyelamatkan hidupku saat aku terpuruk, dan dia rela memberikan hidupnya untuk menyelamatkanku, aku juga mencintainya Ling er," jawab Yan Lan kembali.
__ADS_1
Yan Ling menepis genggaman tangan Yan Lan.
"Bagaimana dengan Yun er!!" ucap Yan Ling dengan suara meninggi.
"Aku juga tak mungkin meninggalkan dia, banyak hal yang membuatku harus mempertahankannya di hatiku," ucap Yan Lan tegas.
"Kak Yan Lan harus memilih satu diantara kami bertiga," ucap Yan Ling yang mulai meninggikan suaranya.
"Aku memilih kalian bertiga!!" jawab Yan Lan.
"Kalau begitu biar aku yang pergi dari kehidupan kak Yan Lan untuk selama lamanya," teriak Yan Ling dan langsung mengeluarkan sebuah pedang dari dalam kotak penyimpanannya.
Karena putus asa, Yan Ling ingin mengakhiri hidupnya sendiri di depan Yan Lan.
Sebelum pedang merobek lehernya sendiri, gerakan cepat Yan Lan mampu menghentikan keinginan nekat Yan Ling untuk mengakhiri hidupnya.
"Ling er hentikan..!!" teriak Yan Lan.
"Lepaskan aku...!!" teriak Yan Ling histeris sambil meronta ronta agar Yan Lan melepaskan tangannya.
Yan Ling benar benar terpukul dengan jawaban yan Lan yang menyakiti hatinya.
Tiba tiba Yan Ling merasakan benci dan muak yang mendalam pada pemuda yang ada di dekatnya itu.
"Lepaskan aku manusia sampah yang tak tau membalas budi!!, kalau bukan karna keluargaku yang merawatmu kau pasti sudah di keluarkan dari klan Glasier dan menjadi gembel di luar sana!!" teriak Yan Ling seperti hilang kesadaran.
"Lihat dirimu ini, kau tak pantas bersanding denganku, aku bukanlah wanita yang bisa kau permainkan, lepaskan aku...!!" teriak Yan Ling yang langsung menghentakkan kedua tangannya, dan mengarahkan tamparan keras ke arah Yan Lan.
"Plok..!!"
Telapak tangan kanan Yan Ling tepat mendarat di pipi kiri Yan Lan.
"Kau tak usah mencariku lagi" ucap Yan Ling sambil pergi meninggalkan Yan Lan.
__ADS_1