PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Bukit Roh


__ADS_3

Semua murid terpilih berkumpul di depan halaman pagoda 9, mereka akan memulai tes pertama yang akan di selenggarakan, dimana para murid akan memulai tes pertamanya di dalam portal yang menuju kebukit roh, yang mana bukit tersebut terkenal dengan banyaknya binatang roh, tumbuhan roh serta batu roh yang berlimpah disana.


"Kalian semua akan pergi kebukit roh, kalian semua harus mengumpulkan tumbuhan roh, inti binatang roh serta batu roh disana," ucap ketua Feng Yin.


"Tumbuhan roh yang harus kalian kumpulkan yaitu tumbuhan kaktus 7 warna, binatang rohnya adalah macan api, dimana kalian harus mendapatkan inti binatang roh itu dengan cara bertarung dan membunuhnya, yang terakhir adalah batu roh sulfur malam, ke 3 bahan ini yang akan membuat kalian lolos masuk ke fase berikutnya," sambung ketua Feng Yin.


"Kalian semua akan mendapatkan masing masing 1 buah batu permata bintang, bila kalian tak mampu untuk meneruskan tes ini maka kalian tinggal menghancurkan batu itu, maka dengan sendirinya kalian akan keluar dari bukit roh kembali ke sini, dan ingat!! jangan sampai kalian mengambil resiko bertarung dengan sesama murid di sana karena akan merugikan diri kalian sendiri," ucap ketua Feng Yin kembali.


"Maaf ketua, nama saya Dong Wung wakil ketua dari klan Zhao sedikit mengusulkan dengan aturan yang melarang para murid bertarung di dalam bukit roh, mereka semua adalah murid yang akan menjadi kultivator masa depan di benua permata hijau, kalau mereka terlihat lemah karena tak mampu bertarung sebagai salah satu syarat menjadi seorang Kultivator, sama halnya dengan menjadikan mereka sampah di masa depan, kalau mereka ingin bertarung demi memperebutkan hak mereka untuk mendapatkan 3 bahan yang telah ditentukan, kurasa itu wajar wajar saja, dan aku rasa semua ketua klan yang ada disini tak mempermasalahkan hal itu, mengingat mereka sudah di bekali dengan tehnik dan tingkat kultivasi yang mampu melindungi diri mereka ," ucap ketua Dong Wung sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.


Para ketua dari 11 klan yang lain merasa tertantang dengan perkataan ketua Dong Wung, yang secara halus ingin membuat pertarungan antar murid di dalam bukit roh menjadi geram.


Ketua 11 klan yang lain tak gentar dengan perkataan ketua Dong Wung dari klan Zhao, karena mereka meyakini murid yang mereka bawa ke pagoda 9 telah mumpuni dan sanggup melakukan pertarungan antar murid.


Dan pada akhirnya ketua 11 klan yang lain menyetujui usul dari ketua Dong Wung tersebut, dan meminta ketua Feng Yin untuk mempertimbangkan kembali usul dari ketua Dong Wung itu.


"Kalau itu memang keputusan dari kalian semua aku Feng Yin wakil ketua pagoda 9, mewakili ketua Hyo jin akan menyetujui usul dan keinginan kalian semua. Apa bila pada suatu saat terjadi sesuatu pada murid kalian di dalam sana dan itu merupakan hasil dari pertarungan antar murid, kami pagoda 9 tak akan bertanggung jawab," ucap ketua Feng Yin.

__ADS_1


"Kami akan memberikan waktu 3 hari untuk para murid terpilih mencari bahan yang telah di tentukan," sambung ketua Feng Yin kembali.


Sengaja ketua Feng Yin mempersingkat waktu bagi para murid terpilih dari waktu 7 hari yang telah di rencanakan menjadi 3 hari, banyak pertimbangan yang ada di dalam fikiran ketua Feng Yin menyangkut usul dari perwakilan klan Zhao, yang menginginkan pertarungan antar murid demi mendapatkan 3 bahan utama, dan usul itu mendapat persetujuan dari 11 klan yang lainnya.


Portal dibuka, para murid segera masuk kedalam portal. Zhao Quin sangat khwatir dengan keberadaan Zhao cie setelah mendengar kesepakatan para ketua 12 klan yang memperbolehkan para murid melakukan pertarungan untuk memperebutkan ke 3 bahan utama yang telah di tentukan.


"Ha..ha...ha..akhirnya kalian terpancing juga untuk menyetujui saran ku, dan pada akhirnya putraku lah yang akan lolos ke fase berikutnya," batin ketua Dong Wung dengan senyum tersungging di bibirnya.


Ketua Dong Wung sangat yakin dengan kemampuan yang di miliki oleh putranya, dan yakin putranya akan mampu mengatasi dan menghabisi para murid terpilih yang mengikuti tes kali ini, hal inilah yang membuat peluang putranya semakin terbuka lebar untuk terus lanjut ke fase berikutnya.


"Putraku, aku ingin kau membunuh sebanyak mungkin murid terpilih dari klan lain, tunjukkan kalau kau adalah yang terkuat dan pantas mendapatkan predikat murid inti pagoda 9," bisik Dong Wung.


Dong Kun dan berapa murid lainya segera masuk kedalam portal yang terbuka.


Yan Lan begitu sangat geram melihat kelakuan licik ketua Dong Wung yang menghalalkan segala cara agar putranya bisa lolos ke fase berikutnya, di tambah lagi ketua Dong Wung seperti meremehkan para murid terpilih dari 11 klan yang lainnya, yang menganggap Dong Kun akan dapat menghancurkan tiap murid dari 11 klan berbeda dengan mudah di dalam bukit roh.


Terlihat ketua Dong Wung begitu sangat membanggakan putranya, ketua Dong Wung menatap putranya yang telah hilang masuk kedalam portal sambil mengeluarkan senyum kemenangan dari bibirnya.

__ADS_1


"Aku ingin melihat apakah kau masih bisa tersenyum setelah melihatku Dong Wung!!" batin Yan Lan.


Yan Lan berjalan menuju portal dengan melewati ketua Dong Wung yang masih tersenyum menatap pintu portal.


Di depan ketua Dong Wung, Yan Lan mendehem keras untuk mengalihkan pandangan mata ketua Dong Wung agar tertuju kepada dirinya, Al hasil seketika senyum yang terpancar dari bibir ketua Dong Wung menghilang setelah ketua Dong Wung mengenali wajah pemuda yang ada di hadapannya.


"Yan...Yan...Yan ..Lan..!!?" bisiknya.


Yan Lan tersenyum ke arah ketua Dong Wung dan kembali melanjutkan langkanya menuju ke arah portal.


Bak petir menyambar di siang hari ketua Dong Wung seketika merasa khwatir dengan nasib putranya yang berada di dalam portal, "Yan Lan pasti akan membalas dendam dengan apa yang pernah kulakukan padanya," bisik ketua Dong Wung.


"Aku akan membuat perhitungan padamu apa bila kau berani melukai putraku Yan Lan," batin ketua Dong Wung.


Zhao Quin tak berkedip menatap Yan Lan yang berada di depan portal, dia tak menyangka kalau pemuda yang di lihat olehnya selama ini benar benar sosok Yan Lan yang sangat di rindukannya.


Mulut Zhao Quin tak bisa berkata apa apa, dia hanya diam terpaku dengan mata tak berkedip menatap ke arah Yan Lan.

__ADS_1


Yan Lan melirik kearah Zhao Quin dan mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum, kemudian Yan lan melangkahkan kakinya menghilang masuk kedalam portal.


"Kakak Yan Lan," batin Zhao Quin.


__ADS_2