PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Sebuah permintaan


__ADS_3

Sore hari menjelang, segala persiapan untuk menyambut kemenangan Gio liang telah selesai di persiapkan oleh ketua Ming Gui.


Ayah Gio liang yang masih dalam pemulihan diri akibat bertarung dengan leopard roh bintang, sangat bersemangat dengan ikut membantu ketua Ming Gui dalam mempersiapkan acara tersebut.


Gio Lang sangat bersuka cita mendengar kabar jika anaknya berhasil memenangkan pertarungan di kota api melawan Yan Lan.


Lain halnya dengan Ming Sin si yang masih di dalam sel tahanan, mendengar kabar kemenangan Gio liang membuatnya bersedih, bagai mana tidak, Yan Lan yang di kenalnya merupakan pemuda yang baik dan Ming Sin Si sangat mengaguminya.


Anggota klan Ming tiba dari kota api, mayat Gio liang di bawa ketengah tengah aula klan.


Acara suka cita yang rencananya di gelar, berganti dengan rasa duka cita yang mendalam


Semua anggota klan Ming sangat berkabung karena kehilangan salah seorang jenius dan calon ketua mereka di masa depan.


Di tempat lain, Yan Ling tengah mengobati luka luka yang di derita Yan Lan akibat pertarungan.


"Kakak Yan Lan, apakah kakak jadi untuk pergi?" tanya Yan Ling saat mereka sedang berada berdua di dalam kamar.


"Aku tetap akan pergi Ling er, itu semua ku Laku kan karena perintah dari guruku, aku akan pergi selama dua tahun lamanya dan aku ingin setelah aku kembali kau masih menungguku," jawab Yan Lan.


Yan Ling menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, ada sesak di dadanya mengingat Yan Lan akan meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama.


"Aku pasti akan menunggumu kakak Yan Lan, karena aku sangat mencintaimu" ucap Yan Ling kembali.


Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, kini bibir mereka saling beradu dan lama ke lamaan ciuman itu semakin dalam dan menghanyutkan.


Napas kedua insan itu semakin memburu, Yan Ling yang sudah tak kuasa menahan dirinya Langsung mendekap erat tubuh Yan Lan yang berada di atas pembaringan.


Yan Lan berusaha untuk menahan gairah yang ada di jiwanya, dan berusaha untuk menstabilkan pikirannya yang hampir tak terkontrol lagi.

__ADS_1


Yan Lan tak ingin menodai gadis yang ada dalam pelukannya saat ini, karna Yan Lan begitu sangat mencintainya.


"Ling er aku ingin apa yang akan kita lakukan ini di lakukan saat malam pertama pernikahan kita, agar tercipta momentum indah yang nantinya akan bisa kita kenang bersama saat kita tua nanti," bisik Yan Lan dengan napas yang memburu.


Yan Ling tersadar dengan perkataan Yan Lan, diapun tersipu malu dan dengan cepat membenamkan wajahnya kedada bidang Yan Lan.


"Kak Yan Lan bolehlah malam ini aku tidur bersamamu disini?" tanya Yan Ling.


"Boleh" ucap Yan Lan sambil membelai lembut rambut Yan Ling.


"Kak Yan Lan, aku tak permasalahkan jika kak Yan Lan menikahi wanita lain selain aku, akan tetapi aku minta kak Yan Lan untuk menjadikanku wanita yang pertama di hati kak Yan Lan," ucap Yan Ling.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, betapa Yan Lan sangat tak ingin menyakiti wanita yang ada dalam dekapannya saat ini karena telah membagi cintanya, tapi apa mau dikata semuanya telah terlanjur, dan Yan Lan tak bisa memungkiri jika hatinya telah terbagi oleh 3 orang wanita yang selama ini dekat dengannya.


"Aku pasti menjadikanmu wanita yang pertama di hatiku Ling er," jawab Yan Lan dengan mendekap erat tubuh kekasihnya itu.


*****


Yan Lan di antar ke tepi hutan oleh ketua Hyo jin beserta beberapa anggota dari klan Ming dan pagoda 9.


Saat ada kesempatan, dengan terburu buru Ming Sin Si berjalan mendekati Yan Lan.


"Kak Yan Lan hati hati di dalam hutan itu, ini pil yang akan berguna bagi mu nanti di dalam sana," bisik Ming Sin si sambil celingukan kesana kemari, entah apa yang dia pikirkannya hingga saat memberikan pil itu seperti ada rasa takut di hatinya.


Tak lama kemudian Ming Sin Si bergegas meninggalkan Yan Lan tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Yan Lan memandangi kepergian Ming Sin Si yang meninggalkannya begitu saja.


"Trimakasih kau telah mengkhawatirkanku Sin er" batin Yan Lan.

__ADS_1


Flash back


Setelah penguburan Gio liang, secara tak sengaja Ming Sin Si mendengar percakapan antara Kakek, ayah serta tetua Gio Lang yang merencanakan pembunuhan bagi Yan Lan.


"Gio Lang..., putramu adalah murid utamaku dia juga merupakan calon ketua klan Ming setelah menikah dengan Sin er, tapi semua itu tinggal angan angan dan aku tak rela jika pembunuhnya masih hidup dan berkeliaran di benua permata hijau ini," ucap ketua Ming Chi Sun.


"Terus apa yang harus kita lakukan ayah, kita tau sendiri Yan Lan selalu di awasi oleh ketua Hyo jin, jika kita membunuhnya sekarang bisa bisa klan Ming akan di bumi hanguskan oleh pagoda 9," ucap ketua Ming Gui.


"Kau jangan khwatirkan itu Gui er aku telah memikirkan semuanya, kita akan membunuhnya di dalam hutan larangan," ucap ketua Ming Chi Sun kembali.


"Ketua Chi .., bagaimana bisa kita membunuh Yan Lan disana, sementara kondisiku masih belum pulih total?" tanya tetua Gio Lang.


"Lang er aku ingin kau membuka segel asasin pelindung klan untuk memburu Yan Lan disana, aku juga akan mengaktifkan tehnik ilusi dan racun tanpa warna untuk melemahkan Yan lan agar pasukan asasin pelindung klan tak kesulitan dalam membunuhnya," sambung ketua Ming Chi Sun


"Baiklah jika begitu rencananya, aku mohon diri untuk membuka segel agar asasin pelindung klan bisa membantu kita dalam membunuh Yan Lan," ucap tetua Gio Lang.


Ming Sin si yang mendengar dan mengetahui niat jahat kakek dan ayahnya, dengan segera meninggalkan kediaman kakeknya dan pergi menuju kekediaman ayahnya, guna mencari penawar racun yang sangat mematikan yang berada di dalam hutan larangan.


Ming Sin Si menemukan pil penawar itu dan memasukkan beberapa pil tersebut kedalam sebuah wadah yang telah dia persiapkan olehnya.


Pil penawar racun tanpa warna sudah tak asing lagi dimata Ming Sin Si, karena ayahnya pernah bercerita tentang keganasan racun di dalam hutan larangan yang tak ada penawarnya selain penawar yang berada di dalam kamar penyimpanan benda berharga milik ayahnya.


"Karna kau dulu telah menyelamatkanku kakak Yan Lan, kali ini aku pertaruhkan nyawaku untuk membantumu," batin Ming Sin Si.


*****


Setelah berpamitan dengan semua orang yang mengantarnya, Yan Lan segera masuk ke dalam hutan larangan guna menjalankan misinya untuk mencari tugu, yang dapat mengantarkannya menuju jalan tercepat ke sekte Naga di atas awan.


Tiba tiba saja Yan Lan merasakan ke anehan dengan pohon pohon besar yang ada di dalam hutan itu.

__ADS_1


"Mengapa pohon pohon di dalam hutan ini menjadi hidup, seakan akan akan ingin menangkapmu hidup hidup," batin Yan Lan.


Yan Lan terus berjalan masuk kedalaman hutan sambil tetap waspada dengan kondisi alam di sekitarnya.


__ADS_2