PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Dewa Seiryu


__ADS_3

Kekalahan istana gerbang naga terjadi di hari itu, semua manusia iblis telah binasa, para prajurit raja kota Lin Wahai yang tersisa kini kembali mengabdikan diri pada istana gerbang naga, yang saat ini kembali di pimpin oleh raja kota terdahulu.


Para penduduk kota mulai berdatangan kembali ke kota bulan suci, dan mulai membenahi rumah rumah mereka yang hancur.


Warga desa dengan sepenuh hati, ikut membantu warga kota dalam membenahi rumah rumah mereka yang rusak.


Sementara itu di tempat nun jauh di sana, tepatnya di dalam alam nirwana, Yan Lan terus berusaha dengan keras dalam menaklukkan api inti neraka.


Dan pada akhirnya, api inti neraka dapat keluar dari tubuh yan Lan. Api itu seketika berubah menjadi seekor rubah berbulu putih dengan 9 ekor yang menghiasi tubuhnya.


Rubah dengan bulu tebal dan sangat lembut itu, begitu sangat manja di dekat Yan Lan. Kelucuan binatang rubah ekor 9 begitu sangat menggemaskan, apa lagi tingkah dan perilakunya begitu sangat memikat hati siapa pun yang melihatnya.


Dengan rupa seekor binatang yang imut, membuat siapapun tak akan menyangka jika rubah tersebut merupakan sebuah senjata yang sangat mematikan.


"Yan Lan kau telah berhasil menaklukan api inti neraka, selamat!!, kita harus rayakan keberhasilanmu ini," ucap Dewi Nalan Xi.


Tentu saja Dewi Nalan, ini semua karena bimbingan dari anda," jawab Yan Lan merendah.


Akhirnya mereka berdua pun merayakan keberhasilan Yan Lan, dalam menaklukan inti api neraka dengan meminum anggur terbaik yang ada di nirwana.


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini Yan Lan?" tanya Nalan Xi tiba tiba.


"Aku akan kembali ke benua permata hijau untuk menjaga benua itu dari para bangsa iblis yang akan menguasainya," jawab Yan Lan.


Dewi Nalan Xi terdiam, ada rasa sesak yang menghimpit hatinya, karena mendengar perkataan Yan Lan yang ingin kembali ke benua permata hijau.


Nalan Xi mencoba menghilangkan rasa gelisahnya itu, dengan meneguk segelas anggur hingga habis tak tersisa.


"Mengapa aku tak rela jika Yan Lan harus kembali ke benua permata hijau, apa yang telah terjadi pada diriku," batin Dewi Nalan Xi.


Dewi Nalan Xi yang tak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, begitu merasa hampa jika harus terpisah jauh dengan Yan Lan. Keakraban yang selama ini terjadi membuat Dewi Nalan Xi merasa nyaman di sisi Yan Lan.


Apalagi Yan Lan selalu memberikan lelucon lelucon kecil, yang selalu menimbulkan gelak tawa hingga Dewi Nalan Xi lupa akan kesedihan kehilangan kedua orang tuanya, yang saat ini masih membekas di hati dan fikirannya.


Selama ini Dewi Nalan Xi hanya tinggal sendiri. Kedua orang tuannya telah lama mati akibat terkena racun iblis saat perang antara Dewa dan iblis terjadi.


Dewa suci yang tak dapat menghilangkan racun di tubuh kedua orang tua Nalan Xi sampai akhirnya mereka berdua mati, merasa sangat bersalah kepada kedua Dewi Nalan Xi.


Untuk menebus semua rasa bersalah itu, Dewa suci menjadikan Nalan Xi sebagai anak angkatnya, dan berupaya membesarkan dan mendidik Nalan Xi kecil hingga sebesar sekarang.


*****


''Apakah aku telah benar benar jatuh cinta pada Yan Lan, hingga dadaku terasa sesak jika harus di tinggalkan olehnya," batin Dewi Nalan Xi dalam hati.


Tiba tiba saja datang seorang utusan dari putra Dewa angin, yang menginginkan Dewi Nalan Xi hadir dalam undangan perjamuan makan malam yang diadakan oleh keluarga besarnya.


"Yan Lan, aku ingin kau mendampingiku di acara tersebut, dapatkah kau menemaniku?" tanya Dewi Nalan Xi.


"Aku akan mendampingimu Dewi Nalan," jawab Yan Lan dengan tersenyum manis.


Di pembaringan, Yan Lan menatap langit langit kamarnya, dia teringat akan sosok wanita yang sudah banyak berkorban padanya.


"Bagai mana keadaanmu di sana Quin er?, pasti kau sangat khwatir padaku," batin Yan Lan.


Ada rasa bersalah pada diri Yan Lan, yang membuatnya semakin merindukan sosok Zhao Quin di hatinya.


Yan Lan benar benar tak dapat memejamkan matanya, sehingga dia memilih untuk berkultivasi.


Tiba tiba saja rubah ekor 9 ikut berkultivasi dan duduk disisi Yan Lan.


Yan Lan kini berada di suatu tempat bersama dengan rubah ekor 9. "Mengapa kau membawaku kesini?" tanya Yan Lan.


"Kau sekarang adalah tuan mudaku, aku akan membantu di setiap pertarungan mu, maka aku ingin kau mencoba menggabungkan inti api neraka yang ada padaku dengan tehnik terkuat yang kau miliki," ucap rubah ekor 9 yang kini berubah menjadi seorang wanita cantik.


"Bukit disana adalah target serangan," ucap sang wanita dan kembali berubah bentuk menjadi seekor rubah ekor 9.


"Mata langit terbuka," ucap Yan Lan.

__ADS_1


Mata ketiga Yan Lan seketika terbuka, dan aura energi yang berada di tubuh Yan lan segera terisap masuk ketubuh rubah ekor 9.


Rubah itu kini bertambah besar, sesaat kemudian bola api berwarna hitam di tembakkan kearah perbukitan melalui mulut sang Rubah, yang mana jaraknya sekitar 1000 meter jauhnya, ledakan terjadi hingga menggetarkan tempat di mana Yan Lan berada.


Tak lama rubah itu menembakkan kembali bola api berwarna putih menyilaukan, dan langsung melesat cepat ke arah perbukitan, hingga kembali menimbulkan ledakan dasyat.


Yan Lan tercengang, melihat rubah itu menembakkan api surgawi dari dalam mulutnya.


"Tak kusangka dengan mengaktifkan mata langit, rubah ini mampu menyerap api surgawi yang ada di tubuhku, dan dapat menggunakannya untuk menyerang" batin Yan Lan.


Kali ini serangan rubah itu semakin cepat, bola api inti neraka dan bola api inti surgawi silih berganti di tembakkan ke arah perbukitan, hingga perbukitan yang terlihat hijau kini betul betul rata degan tanah.


"Ini sangat luar biasa, semakin di tembakkan energi ledak yang di keluarkan semakin besar, dan Qi yang dimiliki oleh rubah ekor 9 ini seperti tak ada habisnya," batin Yan Lan.


Yan Lan semakin bersemangat untuk berlatih.


"Tehnik gravitasi!!" teriak Yan Lan.


Yan Lan menancapkan pedang pembunuh iblis ketanah dengan kedua tangannya, tiba tiba saja bebatuan yang ada di sekitar Yan Lan terangkat dan mengambang di udara. Melihat hal itu rubah ekor 9 langsung melompat gesit, kemudian menembakkan sesuatu dari dalam mulutnya, kearah batu raksasa yang mengambang di udara.


Sekali lagi Yan Lan di buat terkejut, karena dari mulut rubah ekor 9, keluar pedang pembunuh iblis yang langsung melesat cepat ke arah batu raksasa yang mengambang di udara.


Batu itu seketika terbelah menjadi dua, dengan permukaan yang terkena pedang rata seperti kaca, terlihat jelas begitu tajamnya pedang pembunuh iblis.


Yan Lan menyudahi latihannya, gabungan antara inti api neraka dan inti api surgawi begitu sangat mengagumkan.


Rubah ekor 9 melangkah ke arah Yan Lan, dan merubah dirinya menjadi seorang wanita cantik kembali.


"Bagai mana seranganku tadi tuan muda?" tanya sang rubah.


"Sungguh di luar dugaan ku, seranganmu itu begitu dasyat, dan efeknya begitu sangat luar biasa, dengan jarak sekitar 1000 meter seranganmu mampu menghancurkan perbukitan, apa lagi jika jarak itu dekat, aku tak bisa membayangkan bagaimana efek yang akan di timbulkannya," jawab Yan Lan.


"Satu hal lagi tuan muda, tuan muda bisa berbicara denganku layaknya manusia, dan aku akan menjawab perkataan anda di dalam batin tuan muda," ucap rubah ekor 9.


"Baik kalau begitu, untuk dapat lebih mudah memanggilmu, mulai sekarang aku akan memberikanmu nama Moci ", ucap Yan Lan.


"Aku setuju tuan muda, mulai sekarang namaku adalah moci," ucap wanita itu.


"Sepertinya kita harus kembali moci," ucap Yan Lan.


"Baik tuan muda," jawab moci.


*****


Di pagi hari, Dewi Nalan Xi sudah menuju ke tempat yan lan, dengan membawa berbagai macam roti manis di dalam keranjang bawaannya.


Mendengar ada langkah kaki mendekat, Yan Lan segera membuka matanya. Tampak Dewi Nalan Xi sudah berada di depan pintu, dan tersenyum manis kepadanya.


"Yan Lan, aku membawakanmu roti manis," ucap Dewi Nalan Xi sambil mengeluarkan semua makanan yang di bawanya ke atas meja.


Yan Lan duduk di bangku yang ada di dekat meja, dan merasakan keharuman tubuh sang Dewi yang begitu sangat semerbak, menebar di dalam ruangan itu.


Yan Lan tanpa canggung, langsung mengambil sepotong roti manis dan mulai memakannya.


Tiba tiba rubah putih ekor 9 naik keatas meja, dan memperlihatkan tingkah lucunya. "Kau ingin memakannya Moci?" tanya Yan Lan.


Rubah itu menganggukkan kepalanya, seperti tau perkataan Yan Lan.


Yan Lan memberikan moci sepotong roti manis, dan rubah ekor 9 itu segera memakannya.


"Kau sudah memberinya nama Yan lan?" tanya Dewi Nalan Xi.


"Ia, aku telah menamainya moci," jawab Yan Lan sambil mengelus lembut kepala rubah ekor 9 itu.


Malam telah tiba, suasana di kediaman Dewa angin begitu ramai dengan para tamu.


Yan Lan memakai pakaian berwarna biru yang di berikan oleh Dewi Nalan Xi, sangat kontras dengan pakaian berwarna putih yang di kenakan oleh sang Dewi.

__ADS_1


Yan Lan begitu sangat tampan layaknya seorang pangeran, berjalan beriringan dengan Dewi Nalan Xi memasuki kediaman Dewa angin.


Para pemuda yang mengagumi Dewi Nalan Xi, patah semangat, karena Dewi Nalan Xi sudah mempunyai pasangan.


Akan tetapi kejanggalan masih terlintas dalam pikiran mereka, mereka semua tau jika Dewi Nalan Xi selain pribadinya yang tertutup, dia juga jarang dapat di temui, dan kini dia datang membawa seorang pemuda yang selama ini tak pernah terlihat di nirwana.


Karena ketampanan Yan Lan, banyak para Dewi yang melirik dan ingin berkenalan dengannya, salah satunya adalah Dewi bunga.


Saat Dewi Nalan Xi datang menghampiri sahabatnya Yaitu Dewi embun, Dewi bunga perlahan menghampiri Yan Lan.


Setelah sedikit berbasa basi, Dewi bunga langsung memperkenalkan dirinya"Namaku *Y**in Ling*," ucap Dewi bunga.


"Namaku Yan Lan" ucap Yan Lan sambil menjabat tangan Dewi Yin Ling.


"Senang berkenalan denganmu Yan Lan," ucap Dewi Yin Ling.


Dewi Nalan Xi yang melihat keakraban antara Dewi Yin Ling dan Yan Lan dari kejauhan, seketika terbakar api cemburu, Dewi tercantik di nirwana itu segera menarik Yan Lan pergi meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain nampak putra Dewa angin yang terbakar api cemburu, melihat pujaan hatinya bersama dengan pemuda lain, diapun meremas meremas tinjunya menahan amarah, dia adalah Dewa Seiryu, putra pertama dari Dewa Angin Dairyu.


Selama ini Dewa Seiryu telah banyak berjuang untuk mendapatkan hati Dewi Nalan Xi, akan tetapi perjuangannya itu tak berarti apa apa di mata sang Dewi, cintanya selau bertepuk sebelah tangan.


"Siapakah pemuda yang bersamanya itu? dan mengapa aku baru melihatnya di nirwana?" batin Dewa Seiryu dalam hati.


"Aku harus menyelidiki siapa sebenarnya dia," batin Dewa seiryu kembali.


Dewa Seiryu segera mendatangi Dewa bumi yang kebetulan ada di perjamuan makan di malam itu.


Paman Dewa bumi....


Dewa bumi langsung menoleh ke belakang, dan melihat seorang pemuda sedang menggenggam tinju memberi hormat padanya.


"Sei er...lama tak melihatmu, kau sekarang sudah besar dan menjadi Dewa muda tampan dan berwibawa," ucap Dewa bumi.


"Paman selalu saja menggodaku jika kita berdua bertemu, paman disana telah ku siapkan meja dengan Anggur terbaik dari koleksi anggur ayahku, kita harus merayakan perjumpaan kita paman," ucap Dewa seiryu menghangatkan suasana.


Dewa bumi langsung menuju meja, yang telah penuh dengan makanan dan minuman anggur terbaik di sana.


Saat meminum anggur, di sela sela canda dan tawa, Dewa bumi berucap "Sei er, dari sekian banyak Dewi di nirwana, apakah tak ada satupun yang membuatmu terpikat?" tanya Dewa bumi.


"Paman para Dewi lah yang tak ingin melirikku, mungkin karena aku kurang tampan," ucap Dewa seiryu sambil tersenyum.


Dewa Seiryu pura pura memperhatikan semua orang yang berada di dalam acara perjamuan makan. "Paman sepertinya pemuda yang bersama Dewi Nalan Xi tak pernah terlihat sebelumnya di nirwana, aku tak menyangka jika ada pemuda seusiaku yang tak ku ketahui keberadaannya di nirwana," ucap Dewa seiryu sambil menuangkan anggur ke gelas kosong milik Dewa bumi.


Tanpa curiga Dewa bumi berucap, "oh itu, namanya Yan Lan, dia merupakan ras manusia yang beruntung hingga bisa masuk ke nirwana," ucap Dewa bumi.


"Ternyata dia seorang manusia, ha..ha..ha.., tak akan mungkin dia bisa bersaing denganku, hari ini aku akan membalaskan penolakan mu waktu itu Nalan Xi," batin Dewa Seiryu dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Paman aku akan pergi sebentar," ucap Dewa Seiryu yang langsung di iyakan oleh Dewa bumi.


Dewa Seiryu menghampiri Yan Lan dan Dewi Nalan Xi.


"Akhirnya kau datang juga Dewi Nalan, terimakasih kau mau menghadiri undangan ku," ucap Dewa Seiryu sambil tersenyum penuh arti.


Dewi Nalan Xi hanya tersenyum kepada Dewa Seiryu. Dewi Nalan Xi merasakan ada hal buruk yang akan terjadi, karena melihat senyum dari Dewa Seiryu yang sangat misterius.


"Dewi Nalan Xi aku tak menyangka jika seleramu sangat rendah, kau lebih memilih berhubungan dengan manusia dari pada dengan Dewa, ini merupakan aib bagi para Dewa dan Dewi, kau tau bukan!? Dewa selalu di sembah oleh manusia, tetapi kau malah menjatuhkan kasta dan harga diri para Dewa dengan berhubungan dengan manusia!!" ucap Dewa Seiryu memprovokasi semua para Dewa yang ada di dalam ruangan itu.


Kini semua mata menatap ke arah Yan Lan dan Dewi Nalan Xi, tatapan mereka semua begitu sangat menindas dan mengintimidasi.


"Aku memang mencintai Yan Lan yang seorang manusia, lebih baik aku mencintai seorang manusia yang rendahan, dari pada aku mencintai orang yang iri dan picik sepertimu," ucap Dewi Nalan Xi.


Yan Lan ayo kita tinggalkan tempat ini.


Sebelum mereka berdua melangkahkan kaki, beberapa Dewa muda sudah menghadang langkah mereka berdua.


"Tinggalkan manusia itu disini!!, dan kau boleh pergi!!" ucap Dewa Seiryu dingin.

__ADS_1


Berikan vote, like, dan komen agar author tetap semangat dalam menulis✌️


__ADS_2