PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pemenang pertarungan


__ADS_3

Pertarungan antara Yan Lan dan kaisar Giok terdahulu semakin memanas, Yan Lan telah menggunakan hampir seluruh kemampuan yang dimilikinya dalam pertarungan itu, mata langit yang ada padanya pun telah aktif sedari tadi, dan perisai Dewa yang ada pada Yan lan telah membungkus seluruh tubuhnya.


Sementara itu kaisar terdahulu telah menggunakan seluruh kekuatan Alam emperor yang dia miliki untuk menghadapi Yan lan, termasuk jubah zirah yang hampir tak pernah dipakainya.


Dalam menghadapi Yan Lan pusaka pelindung itu akhirnya di gunakan, yang membantunya untuk dapat meredam benturan keras yang mengenai tubuhnya.


Alam semakin lama semakin mencekam, bunyi Guntur terus menggema di kota phoenix, kilat tak henti hentinya menyambar, sehingga membuat kegaduhan di angkasa. Pertarungan itu membungkam mulut para penduduk kota dan istana phoenix, mereka memilih masuk ke dalam rumah masing masing daripada akan terkena efek dari sambaran petir yang susul menyusul di angkasa.


"Yan Lan..!! aku tak menyangka jika kemampuanmu sudah sebegini kuatnya, jika nanti kau memenangkan pertarungan ini maka aku harap jagalah keturunan laki laki terakhirku walaupun kau sangat membencinya, dan aku minta padamu untuk tetap menikahi cucuku Xing Xia Lin, karena dia begitu sangat mencintaimu," ucap Kaisar Giok terdahulu.


Yan Lan tak menjawabnya, dia tak ingin berjanji karena janji merupakan utang yang harus ditepati.


Melihat tak ada respon dari Yan lan dengan perkataannya, Kaisar Giok terdahulu menjadi murka dan segera mengeluarkan kemampuan terakhirnya dalam menghadapi Yan Lan.


Yan Lan yang telah mengetahui jika Kaisar giok akan menyerang dengan kekuatan pamungkasnya, dengan segera mengeluarkan pedang pembunuh iblis dari dalam cincin ruangnya.


Pedang itu melayang-layang sesaat kemudian berhenti di sisi samping kanan tubuh Yan Lan. Diapun segera mengeluarkan inti api surgawi di tangan kanannya, dan inti api neraka di tangan kirinya.


"Aku akan mencoba menggabungkan kedua inti api ini, walaupun aku harus mengambil resiko jika penggabungan ini gagal," batin Yan Lan.


Perlahan-lahan Yan Lan mendekatkan ke dua inti api yang berada di tangannya, dan tak lama kemudian ketua inti api itu saling menyatu, yang menimbulkan energi yang sangat kuat di sekitarnya. Yan Lan merasakan kedua kekuatan inti api begitu sangat menyiksa dirinya, seluruh tubuhnya seperti di panggang diatas bara api, dan dagingnya seperti di koyak koyak oleh pisau yang teramat tajam.


Pedang pembunuh iblis yang masih melayang di tubuh Yan Lan, tiba tiba saja mengeluarkan aura yang tak kalah kuatnya, untuk melindungi tubuh Yan Lan dari efek penyatuan kedua inti api.

__ADS_1


"Dan......!!!"


"Ackh.....!!"


Teriakan keras seketika keluar dari mulut Yan Lan, seiring menyatunya api inti surgawi dan api inti neraka yang melayang layang di hadapan Yan Lan.


Yan Lan segera meraihnya, dan tampak api berwarna hitam, bercampur dengan warna biru keputihan kini berada di dalam genggaman tangannya.


"Aku akan menamakan api inti ini dengan nama api Phoenix," batin Yan Lan.


Bergabungnya kedua api itu menjadi satu, menyebabkan seluruh benda apa pun yang berada di radius 200 meter dari tempat api Phoenix berada, semuanya hancur menjadi debu, baik itu pepohonan, bahkan bangunan yang tinggi menjulang, ikut hancur menjadi debu akibat panasnya inti api Phoenix yang berada di tangan Yan Lan.


Aura panas yang di keluarkan oleh api Phoenix mampu menembus jubah Zirah yang dikenakan oleh kaisar Giok terdahulu.


Kaisar Giok terdahulu langsung mengeluarkan seluruh kekuatan terakhirnya, dengan membentuk tubuhnya menjadi seekor naga.


Sisik sisik di tubuh sang naga begitu cerah dan sangat mengkilap, karena sisik itu merupakan sisik berlian yang sangat keras. Naga itu berputar putar sesaat di angkasa, dan kemudian menukik turun kearah dimana Yan Lan berada.


Naga yang mengarah pada Yan Lan mengeluarkan cahaya putih terang yang sangat menyilaukan mata, melihat hal itu, Yan Lan langsung melemparkan api Phoenix yang sedari tadi berada di tangannya.


"Duar...!!"


Kali ini ledakan di udara begitu sangat dasyat, istana phoenix seperti terkena gempa, dan rumah rumah para penduduk kota, satu persatu roboh karena tanah yang menjadi pondasinya bergetar sangat hebat.

__ADS_1


Dari benturan energi yang sangat dasyat itu, mengakibatkan Yan Lan terpental beberapa meter kebelakang. Yan Lan kembali berdiri dan menarik napas dalam dalam serta menghembuskannya keluar secara berlahan lahan, untuk mengatur energi Qi yang sangat kacau di dalam tubuhnya.


Debu tebal beterbangan di udara yang menutupi pemandangan mata yan Lan, dengan memasang sikap waspada Yan Lan kembali bersiap untuk kemungkinan serangan susulan yang akan di lakukan oleh kaisar Giok terdahulu. Dengan mengaktifkan mata langitnya, Yan Lan kembali mencari keberadaan kaisar Giok terdahulu, akan tetapi sejauh mata langitnya memandang, tak jua Yan menemukan keberadaan kaisar Giok terdahulu.


"Apa itu!!?" gumam Yan Lan.


Yan Lan kembali memfokuskan mata langitnya kearah di mana benda bercahaya putih bersinar, yang tergeletak di lantai pertarungan.


"Itu adalah baju zirah milik kaisar Giok terdahulu, jangan jangan sang kaisar telah mati dan hancur menjadi debu," batin Yan Lan yang tak melihat ada tanda tanda kehidupan dari arena pertarungan, setelah debu yang berterbangan menghilang.


Flash back


Benturan kedua energi yang terjadi membuat sisik sisik intan yang berada di tubuh sang naga, ikut hancur seiring teriakan menyayat hati yang keluar dari mulutnya.


Tubuh sang naga terbakar api Phoenix, hingga tubuhnya hancur menjadi debu, kini yang tersisa hanya pusaka baju zirah yang tergeletak jatuh di tanah.


*****


"Aku tak menyangka jika gabungan kedua inti api yang kumiliki, bisa sedasyat ini. Kultivator ranah Qi alam emperor tak bisa berbuat banyak untuk menghadapinya," bisik Yan Lan.


Setelah matinya kaisar Giok terdahulu, Yan Lan segera melesat pergi ketempat di mana dia selalu melakukan kultivasi, tujuannya adalah untuk memulihkan diri di sana.


Di dalam kultivasinya, Yan Lan mendengar suara yang memanggil namanya, suara itu begitu sangat familiar di telinganya.

__ADS_1


"Dewa suci...!!" gumam Yan Lan.


__ADS_2