PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Amarah jendral Ying long


__ADS_3

Kali ini Yan Lan menghantamkan telapak tangan kanannya ke lantai ruangan, hingga bunga teratai nirwana langsung menutup seluruh tubuh Dewi Hong Tien Xie, hingga tubuhnya tak terlihat oleh semua mata yang berada di tempat itu. Kemudian Yan Lan melesat ke udara dan kembali melepaskan teknik jari matahari ke arah Dewi Hong Tien Xie yang tertutup bunga teratai nirwana.


"Berhasil...!!" bisik Yan Lan.


Seketika itu, bunga teratai nirwana kembali mekar dan perlahan lahan mulai menghilang, berbarengan dengan keluarnya 12 jarum emas yang berada di tubuh Dewi Hong Tien Xie.


Yan Lan dengan cepat menyambar tubuh Dewi Hong Tien Xie agar tak terbentur ketanah, kemudian dia pun membaringkan tubuh Dewi Hong Tien Xie di lantai paviliun.


Keluarnya jarum emas ditubuh sang Dewi, membuat segel kegelapan pun hilang. Dewi Zhao Quin dengan cepat melesat ke arah Yan Lan dan...


"Plak!!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Yan Lan, tanpa Yan Lan ingin menghindarinya.


Semua mata begitu sangat terkejut melihat tindakan yang di lakukan Dewi Zhao Quin pada Yan Lan, Dewi Limudza sampai menutup mulut dengan kedua tangannya, seakan tak percaya jika Dewi Zhao Quin akan melakukan hal itu.


Tampak di hadapan Yan Lan, Dewi Zhao Quin yang begitu sangat marah padanya.


Sekali lagi Dewa suci hadir sebagai penyelamat di antara perseteruan yang terjadi. "Dewi Zhao Quin, Jendral langit tak bermaksud untuk menyakiti ibumu, sebelumnya ibumu telah terluka dalam dan jendral langit mengetahuinya saat ibumu menyerang jendral langit dengan energi ditubuhnya, selain itu ibumu juga telah terkena racun hati, yaitu racun yang terdapat pada buah apel Dewa dimana buah apel Dewa itu sendiri dapat berguna dalam meningkatkan kultivasi, akan tetapi jika berlebihan dalam menggunakannya maka lambat laun di dalam hatinya akan timbul racun hati yang berefek pada hatinya yang mudah marah secara berlebihan, dan itu akan sangat merugikan bagi dirinya dan orang lain.


Jendral langit sengaja memancing amarah ibumu agar racun hati bisa aktif, sehingga jendral langit akan mudah menghilangkannya dari tubuh ibumu.


Sekarang ini tubuh ibumu telah sembuh dari luka dalam yang di deritanya selama ini, dan racun hati yang ada juga ikut menghilang seiring sembuhnya ibumu kembali," ucap Dewa suci.


Mendengar perkataan Dewa suci membuat tubuh Dewi Zhao Quin bergetar hebat, rasa bersalah menghantui pikirannya dan tanpa pikir panjang dia pun berlari keluar dari dalam paviliun danau giok.

__ADS_1


Yan Lan yang ingin mengejarnya seketika ditahan oleh Dewa suci. "Biarkan dia tenang terlebih dahulu, percuma kau mengejarnya dengan rasa bersalah yang ada di hatinya," ucap Dewa suci.


"Baik Dewa suci," jawab Yan Lan.


Melihat Dewi Zhao Quin yang terus berlari, Dewi Limudza dengan cepat langsung menyusulnya.


Dan pada akhirnya Dewi Zhao Quin sampai di lembah es, tempat di mana roh jiwa Dewi Nalan Xi berada.


Dewi Zhao Quin menangis sejadi jadinya disana, dan Dewi Nalan Xi yang berada disampingnya mencoba untuk menghiburnya.


"Kak Zhao Quin kau jangan terlalu bersedih hati, kak Yan Lan pasti akan memaafkan apa yang telah kau lakukan padanya, karena dia tahu jika kau begitu sangat menyayangi ibumu sehingga kamu melakukan hal itu," ucap Dewi Limudza yang tiba tiba saja berada di tempat itu.


"Aku telah banyak melakukan hal bodoh dan kesalahan yang seharusnya sudah tak bisa dimaafkan lagi oleh kak Yan Lan, tapi mengapa aku harus melakukan hal itu lagi?" ucap Dewi Zhao Quin menyesali perbuatannya.


"Adik, Kau pergilah duluan ke sana, untuk sementara waktu biarkan aku menenangkan diri di sini dulu," jawab Dewi Zhao Quin.


"Jika memang keinginanmu seperti itu, maka aku akan kembali ke paviliun danau giok, untuk mengabarkan keadaan kak Zhao Quin yang baik-baik saja," ucap Dewi Limudza.


Sesaat Dewi Limudza menganggukan kepalanya kepada roh jiwa Dewi Nalan Xi, dan berlalu pergi.


Dewi Limudza sengaja tak menanyakan siapa gerangan roh jiwa yang berada di samping Dewi Zhao Quin, karena waktunya tak tepat melihat keadaan Dewi Zhao Quin yang seperti itu.


Dewi Limudza kembali ke paviliun danau giok, akan tetapi naas baginya, di perjalanan menuju ke sana dia bertemu dengan jenderal Ying long bersama beberapa perwira istana langit.


"Ha..ha..ha.. tak kusangka kita bertemu di sini, dan kau sekarang ini hanya seorang diri maka aku bebas melampiaskan amarah ku padamu, setelah apa yang telah kau lakukan padaku di dalam pertemuan besar di istana langit," ucap jendral Ying long.

__ADS_1


Dewi Limudza terdiam sesaat, dan mencerna keadaan yang ada, sesaat kemudian diapun berkata.


"Apa yang ku takutkan padamu?, suamiku adalah jendral tertinggi istana langit, pasti dia akan mencariku jika aku dapat tertangkap oleh mu," jawab Dewi Limudza.


"Aku adalah jenderal tertinggi istana langit sebelum Yan Lan berada di sini, dan kaisar langit seperti tak menghargai jasa jasa ku kepada istana langit dengan mengangkat seorang manusia menjadi jendral tertinggi langit, sedari itu aku akan menghabisimu hari ini dan kuyakinkan padamu jika tak ada satupun Dewa dan Dewi yang akan mengetahui hal itu," ucap jendral Ying long dan langsung menyerang Dewi Limudza bersama 3 orang perwira istana langit, yang bersamanya.


Pertarungan pun terjadi, berkali kali serangan jendral Ying long dan ke tiga perwira istana langit dapat ditepis dan dihindari oleh Dewi Limudza. Akan tetapi karena kalah jumlah, dan musuh tarungnya adalah seorang Dewa sekaligus jendral dan perwira istana langit, maka sedikit demi sedikit putri Limudza mulai terdesak.


Putri Limudza segera menggunakan tehnik teleportasi yang dimilikinya, hingga membuat putri Limudza dapat menghindar dengan cepat dari para penyerangnya.


"Aku tak mungkin menghadapinya terus menerus karena tingkat kekuatan Jenderal itu begitu sangat kuat dan susah untuk dipatahkan, walaupun aku menggunakan kekuatan Dewa ular pelangi pun akan menjadi sia sia, dalam menghadapinya," batin Dewi Limudza.


"Lebih baik aku segera pergi meninggalkan tempat ini sebelum aku tertangkap olehnya," batin Dewi Limudza.


Dengan cepat Dewi Limudza menggunakan teknik teleportasi nya kembali untuk meninggalkan tempat itu, tapi sayang jendral Ying long telah mengetahui isi pikiran Dewi Limudza, hingga pada akhirnya putri limudza tertangkap oleh segel yang terpasang sedari tadi oleh ketiga perwira istana langit.


"Celaka aku tertangkap, aku harus segera melepaskan diri," batin Dewi Limudza.


Dengan cepat Dewi Limudza menggunakan tehnik pesona yang dimilikinya, alhasil ke-3 perwira istana langit terjebak di dalam teknik pesonanya.


Ketiga perwira itu dengan segera mengikuti perintah Dewi Limudza, untuk membebaskan sang Dewi dari segel yang menangkapnya, akan tetapi tinju dari jendral Ying long yang berlapis kekuatan petir telah bersarang telak di tubuhnya.


Dewi Limudza terhempas jauh kebelakang, sesaat sang Dewi Limudza terlihat memuntahkan darah segar, dan tak lama kemudian tubuhnya terkulai tak berdaya di tanah tanpa ada sedikitpun pergerakan dari tubuhnya.


"Buang mayatnya jauh jauh dari sini, jangan sampai terlihat oleh siapapun juga," ucap jendral Ying long dengan senyum kepuasan yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2