PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Turnamen beladiri 2


__ADS_3

Pertarungan untuk meraih juara turnamen semakin sengit, Yan Lan kini berhadapan dengan Yun er.


Masalah baru pun terjadi, Yan Lan begitu dilema menghadapi Yun er, tak mungkin Yan Lan bertarung bersungguh sungguh untuk menghadapi calon istrinya itu.


"Harus ada cara agar Yun er tak terluka menghadapiku," bisik Yan Lan.


Yan Lan berfikir keras, dan menemukan satu cara untuk menghadapi Yun er.


Pertarungan pun di mulai, Yun er dengan ganas menyerang Yan Lan, pedang di tangannya langsung menebas dan menusuk bagian bagian fital di tubuh Yan Lan. Dengan berkelit kesana dan kemari sambil di selingi dengan bersalto di udara, Yan Lan berhasil menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Yun er.


Sementara ini Yan Lan hanya menghindari setiap serangan yang mengarah padanya, sambil mencari celah untuk melakukan satu gerakan yang bisa mengakhiri pertarungan itu.


Saat melihat Yun er sedikit lengah, maka dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, yan Lan seketika berada di samping Yun er dan memberikan totokan kearah nya, maka tak hayal lagi tubuh Yun er seketika kaku dan tak dapat bergerak lagi.


"Jangan meremehkan musuh yang lemah, tetap cerdas dalam menyerang dan ingat slalu untuk menjaga pertahanan diri, jangan berikan musuh satu celah sedikitpun," bisik Yan Lan di telinga Yun er.


Setelah berkata seperti itu, Yan Lan pergi menuju podium tempat para pemenang berada, sementara itu Yun er begitu sangat emosi dengan perkataan Yan Lan yang begitu sangat meremehkannya.


"Ini belum berakhir, aku tak akan terima jika kau berkata seperti itu kepadaku, aku akan membuat perhitungan denganmu suatu hari nanti," batin Yun er.


*****


Turnamen beladiri antara kultivator muda terus berjalan, putri sang kaisar yang bernama putri Xing Xia Lin akan berhadapan dengan putri ketua klan ming yang bernama Ming Sin Si di putaran ke 2 sehabis jeda istirahat.


Kesempatan itu di pakai Yan Lan untuk menemui Ming Sin Si, yang berada di sudut podium seorang diri.


Ming Sin Si sebenarnya merasa risih saat di hampiri pemuda bertopeng yang menjadi saingannya di putaran ke 2, tapi setelah Yan Lan menyebut namanya, membuat Ming Sin Si bertanya tanya mengapa pemuda bertopeng yang baru dikenalnya, memanggilnya dengan panggilan seperti orang yang sudah begitu sangat akrab dengannya.


"Sin er!! aku ingin berbicara 4 mata denganmu tapi tak disini," ucap Yan Lan.


"Apakah aku mengenal anda, sehingga anda menyebut namaku dengan tak sopan seperti itu?" tanya Ming Sin Si.


Yan Lan melihat sekelilingnya, dan terkejut saat melihat Yan Ling yang memperhatikannya dari kejauhan.


"Aku tak bisa menyebutkan namaku disini, karena Yan Ling mempunyai tehnik untuk mendengarkan percakapan dari jarak jauh, kalau dia mengetahui aku adalah Yan Lan itu akan membuatku kerepotan menghadapinya," batin Yan Lan.


"Leopard api, menara hutan klan Ming, sahabat lama yang ingin bersua," ucap Yan Lan dan segera melesat meninggalkan tempat itu.


Seketika Ming Sin Si terperanjat dengan perkataan pemuda bertopeng yang telah melesat pergi, pikiran Ming Sin Si segera menerawang jauh kebelakang, saat dia di selamatkan oleh seorang pemuda tampan bernama Yan Lan.


"Apakah pemuda tadi adalah kak Yan lan?" tanya Ming Sin Si dalam hati.


Dengan senyum merekah di bibirnya, Ming Sin Si segera melesat mengejar Yan Lan.


Di tempat sepi, Yan Lan tengah menunggu kehadiran Ming Sin Si di tempat itu.


Kini Yan Lan berhadapan dengan Ming Sin Si.


"Siapa anda sebenarnya?" tanya Ming Sin Si.


Yan Lan segera membuka topengnya, dan tersenyum ke arah Ming Sin Si.


"Bagaimana kabarmu Sin er?" tanya Yan Lan.


Ming Sin Si yang mengetahui jika pemuda yang ada di depannya adalah Yan Lan, membuatnya diam seribu bahasa. Rasa rindu pada sosok pemuda yang selam ini selalu hadir di mimpinya membuat Ming Sin Si reflek dan memeluk Yan Lan. "Aku baik baik saja kak Yan Lan," jawab Ming Sin Si.


Kini giliran Yan Lan yang kebingungan harus berbuat apa, dia mencoba mencerna keadaan yang ada dengan mencairkan suasana.


"Sin er, ada yang harus kita bicarakan," ucap Yan Lan.


Ming Sin Si segera melepaskan pelukannya, dia baru tersadar dengan apa yang telah dia lakukan pada Yan Lan.


"Apa yang telah ku lakukan kepada kak Yan Lan!! aku dan dia kan tak ada hubungan sepesial!? betapa bodohnya aku!!" batin Ming Sin Si sambil menahan rasa malu karena telah memeluk Yan Lan.


Tiba tiba dari arah samping, datang 10 buah pisau terbang yang mengarah kepada Yan Lan dan Ming Sin Si.


Yan Lan yang merasakan ada serangan cepat yang mengarah padanya, langsung memeluk Ming Sin Si hingga mereka berdua bergulingan di tanah.

__ADS_1


Yan Lan melihat ke arah si penyerang, baik Yan Lan maupun si penyerang, sama sama terkejutnya.


"Kak Yan lan...!!"


"Yun er...!!


Yun er segera menatap Ming Sin Si dengan tatapan tak bersahabat.


Melihat Yun er akan melakukan serangan pada Ming Sin Si, Yan Lan dengan sigap menahannya.


"Yun er berhenti!!, aku akan menjelaskan ini semua!" ucap Yan Lan.


Yun er menahan amarah di dada, tapi tak melakukan gerakan apapun.


Yan Lan menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


Yan Lan menceritakan semua kisah antara dirinya dan Ming Sin Si, tanpa sedikitpun ada yang ditutup tutupi, semua itu dilakukannya agar Yun er tak cemburu pada Ming Sin Si, yang tentunya akan berakibat fatal yang dapat menimbulkan suatu pertarungan.


Mendengar cerita Yan Lan, membuat amarah Yun er mereda. Yan Lan juga menceritakan kepada Ming Sin Si siapa Yun er, dan tanpa ada yang di tutup tutupi, semua itu di lakukan Yan Lan agar Ming Sin Si tak berharap banyak darinya karena Yan Lan tau jika Ming Sin Si menyukainya.


Mendengar jika Yan Lan merupakan calon suami dari Yun er, membuat hati Ming Sin Si sakit, Ming Sin Si segera meninggalkan tempat itu dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Sin er tunggu!!, aku tak ingin kau melanjutkan turnamen ini, karena ada bahaya yang akan kau hadapi jika kau terus melanjutkannya, aku inginkan kau mendengarkan perkataanku, karena aku peduli padamu," teriak Yan Lan.


Ming Sin Si yang sakit hati, tak memperdulikan perkataan Yan Lan, diapun pergi begitu saja tanpa menjawab perkataan Yan Lan.


Di lain sisi, Yun er begitu sangat bahagia karena pemuda yang selau di tunggu kedatangannya, kini telah berada di sampingnya, dengan manja Yun er begelanyutan di lengan kanan Yan Lan, dan menyadarkan kepalanya di sana.


"Kakak Yan Lan, aku tak ingin kau pergi lagi, dan aku tak ingin kau menambah wanita lain lagi, cukup kami bertiga yang akan mendampingimu," ucap Yun er.


"Maafkan aku karena baru bisa menemuimu, hari ini aku akan melanjutkan turnamen karena di antara kultivator yang sedang bertanding, ada iblis yang sangat kuat yang juga mengikuti turnamen itu, aku harap kau merahasiakan keberadaan ku dari siapapun juga. Dan satu hal Yun er, mengapa tiba tiba saja kau menyerangku?" tanya Yan Lan.


"Aku tak mungkin menyerang jika aku tau orang yang kuserang adalah kak Yan Lan, perkataan kak Yan Lan sewaktu mengalahkanku di atas arena begitu sangat meremehkan ku, aku tak terima!!, akhirnya aku mengikuti kak Yan Lan diam diam saat pergi ketempat ini, dan cerita selanjutnya kak Yan Lan telah mengetahuinya.


"Sudahlah Yun er, lebih baik kita lupakan permasalahan ini, aku akan menemuimu setelah turnamen ini selesai," ucap Yan Lan sembari memberikan kecupan hangat di kening Yun er.


"Ia kak Yan Lan, hati hati!!" jawab Yun er.


Yun er memandangi kepergian Yan Lan dari kejauhan, hingga Yan Lan hilang diantara bangunan kota yang ada.


Di arena pertandingan, terlihat Ming Sin Si tengah bertarung melawan putri Xing Xia Lin, pertarungan itu sementara ini berimbang, putri Xing Xia Lin selalu dapat mengantisipasi serangan cepat dari Ming Sin Si.


Kecepatan serang dan menghindar putri Xing Xia Lin, di tunjang dari tehnik cahaya yang di miliki ayahnya, akan tetapi lawannya kali ini merupakan seorang kultivator muda berbakat yang di miliki oleh klan Ming, di mana tingkat kultivasinya sudah berada di Qi saint tingkat 2 puncak, satu tingkat berada di atas kultivasi dari putri Xing Xia Lin yang berada di tingkat Qi saint tingkat 1 puncak.


Perbedaan tingkat kultivasi membuat Putri Xing Xia Lin perlahan lahan mulai terdesak.


Ming Sin Si selama bertarung dengan putri Xing Xia Lin, selalu mengingat pesan Yan Lan agar dia berhenti untuk untuk melanjutkan turnamen.


"Siapa kau yang ingin mengatur hidupku!!, kau bukan siapa siapaku!!, aku dalam bahaya atau apapun yang akan terjadi padaku, itu bukan urusanmu!!, aku sangat membencimu kak Yan Lan!!" teriak Ming Sin Si dalam hati.


Amarah yang bercampur dengan kekesalan dan sakit hati, membuat serangan Ming Sin Si kepada putri Xing Xia Lin semakin ganas dan cepat.


Dan pada akhirnya sebuah tendangan telak dari Ming Sin Si berhasil mengenai bahu kiri dari putri Xing Xia Lin.


Putri Xing Xia Lin terhempas kebelakang sambil memegangi bahu kirinya.


Ming Si Si tak melanjutkan serangannya, dia menatap ke arah Yan Lan yang berada di atas podium para pemenang pertandingan sebelumnya.


"Mengapa aku tak bisa membencinya, apa yang telah terjadi padaku," bisik Ming Sin Si.


Putri Xing Xia Lin kembali berdiri dan memasang sikap siaga, melihat hal itu putri Ming Sin Si perlahan memejamkan matanya, dan menarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


Ming Sin Si melepaskan pedangnya lalu memberi hormat kepada lawan tarungnya, dan pergi meninggalkan arena pertempuran.


Sesaat dia menatap ke arah Yan Lan, dan terus melesat pergi.


Yan Lan memandangi kepergian Ming Sin Si hingga hilang diantara banyaknya penonton yang memadati arena pertarungan.

__ADS_1


"Ini yang terbaik bagimu Sin er, aku tak ingin kau dalam bahaya," batin Yan Lan.


Kepergian Ming Sin Si yang tiba tiba, membuat para ketua dan para tamu undangan yang berada di atas podium utama, bertanya tanya mengapa wanita muda yang merupakan jenius dari klan Ming itu tak meneruskan pertarungan.


Begitupun dengan para penonton yang kecewa dengan pertarungan yang terjadi, mereka berfikiran jika putri dari kekaisaran giok telah berlaku curang, dan memanfaatkan kekuasan sang ayah untuk memenangkan pertarungan itu.


Di dalam arena, Ketua Yan Lou mengumumkan jika Xing Xia Lin yang memenangkan pertarungan, dan memanggil dua orang kultivator yang akan bertarung selanjutnya.


"Azuma, Li huwa huwa, kalian yang akan bertarung selanjutnya, persiapkan diri kalian," ucap ketua Yan Lou.


Tak lama kemudian baik Li huwa huwa maupun Azuma masuk ke dalam arena pertarungan.


Azuma akan kembali bertarung, dia akan berhadapan dengan Li huwa huwa yang merupakan kultivator wanita dari kota intan.


Ketua Yan Lou membuat pelindung yang lebih kuat dari sebelumnya, setelah semuanya selesai, ketua Yan Lou segera pergi meninggalkan tempat itu dan kepergiannya dari arena pertarungan, merupakan pertanda jika pertarungan antara Li huwa huwa dan azuma telah di mulai.


Li huwa huwa yang telah melihat pertempuran awal dari lawan tarungnya kali ini, tak ingin ceroboh, dia begitu sangat berhati hati dalam bertindak.


Hingga beberapa waktu lamanya tak ada satupun dari mereka yang mulai melakukan serangan, hingga pada akhirnya pemuda berjubah hitam yang ada di hadapan Li huwa huwa menghilang dari pandangan, dan melakukan pukulan keras ke arahnya.


Dengan sigap Li huwa huwa langsung menangkis serangan pemuda berjubah hitam dengan menyilang kan kedua pedangnya di depan dada.


Gelombang kejut yang di hasilkan dari pukulan pangeran iblis azuma, membuat Li huwa huwa terseret beberapa meter kebelakang.


Kembali Li huwa huwa mendapatkan serangan cepat dari pangeran iblis Azuma, melalui sepakan keras yang mengarah kesamping kanan tubuhnya, hingga Li huwa huwa tak dapat menghindarinya, dan....


Buk...!!


Tendangan itu telak mengenai tubuh Li huwa huwa, akan tetapi ke anehan terjadi, tendangan keras yang di lesakkan pangeran iblis Azuma tak membuat Li huwa huwa bergeming dari tempatnya berada.


Dari tubuh huwa huwa seketika terpancar cahaya yang menyilaukan mata.


"Tubuh intan, pantas saja seranganku tak membuatmu terluka, menarik...!!, aku ingin lihat seberapa kuat kau akan bertahan dengan tubuh intan mu itu," ucap pangeran iblis Azuma.


Li huwa huwa hanya tersenyum mendengar perkataan Azuma, dan tiba tiba Li huwa huwa melakukan serangan balasan yang sulit di lihat oleh mata biasa.


Pedangnya dengan cepat menebas tubuh Azuma, akan tetapi setiap tebasan pedang Li huwa huwa mengenai tubuh Azuma, maka tubuh Azuma seketika berubah menjadi asap hitam dan kembali muncul di tempat yang lain.


Kejadian itu terus menerus terjadi hingga membuat Li huwa huwa kesal sendiri.


"Dasar pengecut!!, ayo bertarung, dan jangan menjadi pengecut!!" hardik Li huwa huwa dengan penuh kekesalan.


Azuma tersenyum, senyuman itu begitu sangat misterius.


Seketika tubuh Li huwa huwa bergetar hebat, seluruh anggota tubuhnya sukar untuk di gerakkan.


"Apa yang terjadi padaku, mengapa seluruh tubuhku sukar untuk di gerakkan," bisik Li huwa huwa.


Li huwa huwa menatap tajam ke arah Azuma.


"Apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Li huwa huwa.


Azuma membalas tatapan mata Li huwa huwa dengan dingin, dan berkata.


"Aku tak bisa menghancurkan perisai intan yang berada di tubuhmu, akan tetapi aku bisa menghancurkan tubuhmu dari dalam, kau ingat asap hitam yang terlihat saat kau menyerang tubuhku? itu merupakan salah satu tehnik dariku yang dapat merusak rohmu jika kau menghirupnya, maka sedari itu aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan kekalahanmu!!".


"Kau...!!" pekik Li huwa huwa yang merasakan seluruh tubuhnya sakit yang luar biasa.


Tak lama kemudian Li huwa huwa pun ambruk Kelantai arena dan tak sadarkan diri.


Seluruh penonton seakan tak percaya dengan tumbangnya Li huwa huwa, yang tanpa tersentuh sedikit pun oleh Azuma, bisa terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.


Di podium utama, ketua Hyo jin menatap Azuma dengan tatapan tajam.


"Pemuda ini sungguh sangat mengerikan, dia belum memperlihatkan kemampuan yang sesungguhnya yang ada pada dirinya, akan tetapi dia sudah bisa mengalahkan beberapa kultivator muda yang mempunyai kultivasi di atas rata rata. Seandainya Yan Lan berada di sini, di pasti akan mampu mengimbangi kekuatan dari pemuda itu.


Terimakasih untuk vote dan tips koinnya, semoga yang memberi di berikan kesehatan, rezeki dan tentunya panjang umur.

__ADS_1


__ADS_2