
Yan Lan dan kedua sahabatnya pergi menuju kearah dimana terdapat aura kehidupan yang ada di depan mereka.
Setelah berjalan masuk ke dalam hutan, Yan Lan akhirnya menjumpai sebuah goa. Tuan muda di dalam sana terdapat 3 orang manusia yang sedang melakukan kultivasi, ucap Gon Lang.
Yan Lan menganggukkan kepalanya sesat dan perlahan menatap ke arah Goa, Tiba tiba saja mata langit yan Lan terbuka yang mana terdapat mata ketiga diantara kedua mata Yan Lan yang berbentuk horisontal, bola mata ketiganya itu berwarna biru teduh yang jika di lihat seperti sebuah bulatan sebesar kelereng.
"Ternyata mereka adalah para petinggi klan bersama putra mahkota," batin Yan Lan.
Yan Lan mengajak kedua sahabatnya menuju kearah goa, di depan goa Yan Lan berucap, "Aku Yan Lan ingin bertemu dengan anda ketua Lu Sian Hong dan tetua Lu Sian Lang.
Masuklah Yan Lan," terdengar suara tetua Lu Sian Lang dari dalam goa.
Mereka pun duduk saling berbincang bincang mengenai apa yang harus mereka perbuat setelah kejadian lenyapnya klan Luyang.
"Aku akan kembali ke kota bulan suci, tapi sebelumnya aku akan mencari tetua Yang long dan tetua Li Wang untuk bersama sama merebut kekuasaan raja kota yang baru," ucap Yan Lan.
"Terimakasih karena kau telah banyak membantu kami Lan er, semoga dengan hadirnya kau di kota bulan suci kedamaian kembali akan tercipta," ucap tetua Lu Sian Lang.
"Semoga saja tetua," ucap Yan Lan.
"Pangeran kemarilah," ucap Yan Lan kembali.
Pangeran ke 3 datang menghampiri Yan Lan, seketika itu Yan Lan mengarahkan telapak tangannya kedepan maka semua jarum yang berada di tubuh pangeran ketiga keluar dan kembali ke Yan Lan.
"Aku telah mendengar jika kau sekarang banyak mengalami perubahan dalam prilakumu, maka dari itu aku akan memberikanmu sebuah kitab tehnik element es ini, pelajarilah dan minta tuntunan dari tetua Lu Sian Lang dan ketua Lu Sian Hong, jika kau terus giat berlatih tak sampai 2 bulan lamanya kau akan menjadi kultivator element es yang hebat," ucap Yan Lan.
"Trimakasih atas pemberian anda tuan muda, dan maaf atas sikap dan perilaku ku selama ini," jawab Yan Lan.
"Karena aku lebih tua darimu maka sewajarnya kau memanggilku kakak bukan tuan muda," ucap Yan Lan kembali.
"Baik kakak Yan Lan, mulai hari ini kau adalah saudaraku," ucap pangeran ke 3 sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Yan Lan memegang bahu pangeran ketiga dan berkata, "Jangan sungkan pangeran," ucap Yan Lan sambil melangkah ke arah ketua Lu Sian Hong berada.
"Sebelum aku pergi aku akan menyembuhkanmu ketua," ucap Yan Lan.
"Trimakasih tuan muda," ucap tetua Lu Sian Hong.
Dengan tehnik jari matahari yang telah di sempurnakan oleh Dewa suci, Yan Lan dapat menyembuhkan tetua Lu Sian Hong.
Setelah berpamitan kepada para petinggi klan Luyang dan putra mahkota, Yan Lan dan kedua sahabatnya pergi ke tempat di mana desa terdekat dari kota bulan suci.
__ADS_1
Sebelum mencapai desa terdekat, Yan Lan terlebih dahulu mencari tempat untuk melakukan kultivasi, setelah mendapatkan tempat yang di rasa cukup untuk melakukan kultivasi, Yan Lan segara menyuruh kedua sahabatnya untuk menjaganya saat dalam melakukan kultivasinya.
Di dalam kultivasinya Yan Lan memanggil Leo, biyao, dan Jatayu dengan menghubungkan kembali kontrak darah yang ada mereka.
Biyao, Leo dan Jatayu yang mendengar panggilan dari Yan Lan, segera mungkin melesat cepat menembus hutan belantara untuk menuju kearah Yan Lan berada.
Setibanya mereka di tempat Yan lan berada, ketiganya langsung memberi hormat kepada Yan Lan.
" Maaf tuan muda, sewaktu terjadinya pertempuran itu kami bertiga kehilangan jejak tuan muda," ucap Biyao.
Perlahan Yan Lan membuka matanya dan berjalan kearah Biyao, Leo dan Jatayu.
"Bangunlah sahabatku karena ada tugas penting yang harus secepatnya kita lakukan, yaitu mengembalikan kejayaan istana gerbang naga dan kota bulan suci dari orang orang serakah yang telah menguasainya," ucap Yan Lan.
"Kami semua akan ikut perintah tuan muda," ucap Biyao kembali.
"Biyao, Leo, Jatayu telanlah pil ini masing masing satu," ucap Yan Lan sambil memberikan 3 buah pil berwarna pelangi.
Tanpa bertanya sepatah katapun mereka bertiga langsung menelan pil pemberian Yan Lan.
Beberapa menit kemudian seluruh tubuh Jatayu, Leo serta Biyao langsung mengeluarkan cahaya putih menyilaukan dan tak lama kemudian tubuh mereka bertiga berubah menjadi manusia.
Mereka bertiga menatap tubuh mereka dengan rasa heran yang teramat sangat, Yan Lan yang melihat hal itu langsung berkata.
"Terimakasih tuan muda, atas apa yang sudah kau lakukan pada kami," ucap Leo.
*****
Yan Lan dan ke lima sahabatnya melesat cepat menembus gelapnya malam, menuju cahaya terang yang mereka lihat dari kejauhan.
"Sepertinya itu desa terdekat, sebelum malam semakin larut kita harus tiba di sana," ucap Yan Lan.
Setibanya di desa, tatapan para penduduk penjaga desa begitu sangat tak bersahabat pada Yan Lan dan ke lima sahabatnya.
"Maaf paman, kami kemalaman di jalan, dapatkah kami berenam tinggal sementara di desa ini untuk sekedar beristirahat?" tanya Yan Lan.
"Katakan dulu dari mana kalian semua berasal dan tujuan apa kalian datang kesini?" ucap salah seorang bertubuh besar dan kekar balik bertanya.
Yan Lan terdiam, dia berfikir keras untuk mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan penduduk desa bertubuh besar yang ada di hadapannya.
Tak lama salah seorang penduduk penjaga desa datang mendekati laki laki bertubuh besar Yang ada di hadapan Yan Lan.
__ADS_1
"Sepertinya ke enam orang ini sangat mencurigakan ketua, terlebih lagi wajah dan tubuhnya tak seperti penduduk desa biasa, wajahnya sangat bersih dan terawat seperti berasal dari istana gerbang naga," bisik salah seorang penduduk desa.
"Aku rasa juga demikian, cepat kabari perihal ini kepada tetua Yang long," bisik laki laki bertubuh besar.
"Cepat tangkap mereka!!" perintah laki laki bertubuh besar dan kekar.
Puluhan penduduk desa dengan pedang di tangan langsung mengurung Yan Lan dan para sahabatnya.
"Tunggu!!, anda salah praduga kepada kami, tak ada sedikitpun di hati kami untuk berniat jahat pada desa ini," ucap Yan Lan.
Perkataan Yan Lan tak di gubris oleh para penduduk desa, para penduduk desa dengan segera menyerang Yan Lan dan ke lima sahabatnya.
"Jangan sakiti mereka!!" perintah Yan Lan kepada ke lima sahabatnya.
Mendengar perintah dari Yan Lan, ke lima sahabat Yan Lan hanya bisa menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh para penduduk desa.
Tiba tiba sebuah angin kencang menerpa. Para penduduk yang menyerang segera pergi dari tempat itu.
Berselang beberapa menit kemudian sebuah pedang langsung menyerang Yan Lan dan ke lima sahabatnya, pedang itu melesat sangat cepat mencari sasaran di tubuh Yan Lan dan ke lima sahabatnya.
Kalian menyingkirlah, biar aku yang menghadapi serangan pedang ini. Ke lima sahabat Yan Lan segera meninggalkan tempat itu.
"Aku tau kau ingin mengujiku tetua Yang long," batin Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan tehnik ruang dan waktu yang membuat serangan pedang itu selalu mengenai tempat yang kosong.
Dengan tinjunya Yan Lan memukul kedepan maka gelombang angin kejut yang sangat kuat langsung menghantam kedepan.
Tiba tiba saja sesosok bayangan hitam keluar dari dalam persembunyiannya di ruang kehampaan, yang tak terlihat oleh mata biasa.
Pedang yang tadinya melayang, kini berada di dalam genggaman sesosok bayangan hitam yang memakai topeng.
Kembali bayangan hitam itu menyerang Yan Lan, yang mana serangannya begitu sangat tak terlihat.
"Tehnik siluman," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menggunakan tehnik gravitasi yang dia pelajari dari Dewa suci. Sebelum pedang dari sesosok bayangan hitam itu mengenai tubuh Yan Lan, bayangan hitam itu tiba tiba saja terangkat keatas dan tak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Paman Yang long kita sudahi pertarungan ini," ucap Yan Lan.
Tiba tiba saja tubuh tetua Yang long yang tak bisa bergerak terhempas ketanah. Sosok bayangan hitam itu langsung berlutut dengan satu kaki menopang tubuhnya, pedang yang ada padanya pun kini menancap ketanah.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan muda karena telah berani lancang pada anda," ucap tetua yang long memberi hormat.
"Bangunlah paman, aku tau paman sedang mengujiku," ucap Yan Lan.