
Kaisar Xing Ying merebahkan tubuh An lung di atas pembaringan, terlihat An lung begitu sangat mempesona di mata kaisar Xing Ying.
Kaisar Giok muda itu meneguk beberapa gelas anggur sebelum kembali menuju ke pembaringan, dengan cekatan sang kaisar muda itu, melepaskan satu persatu pakaian yang di kenakan oleh An lung, hingga tak tersisa satu benang pun yang melekat di tubuhnya.
Tampak sang kaisar memandangi tubuh An lung sesaat, sebelum kemudian melepaskan pakaiannya sendiri.
Akan tetapi keanehan terjadi saat sang kaisar mulai menyentuh tubuh An lung, tubuh bagian sensitif nya tak bisa tersentuh oleh jari jemari tangannya.
"Apa..!??, dia memakai perisai pelindung tembus pandang, bagai mana mungkin ini bisa terjadi!??" teriak sang kaisar kesal.
"Girgolo hadirlah...!!" ucap kaisar Xing Ying.
Girgolo keluar dari bayangan sang kaisar, kemudian membungkuk dan menggenggam tinjunya memberi hormat.
Aku ingin kau melepaskan perisai pelindung di tubuh wanita ini, dan ingat jangan melukainya," ucap kaisar Xing Ying.
Girgolo segera mengeluarkan kekuatannya yang di arahkan ke tubuh An lung, hingga beberapa waktu berlalu tak juga Girgolo dapat melepaskan perisai yang melindungi tubuh An lung.
"Maaf yang mulia, perisai di tubuhnya adalah sebuah artefak pelindung, aku tak mampu untuk melepaskannya," ucap Girgolo.
Mendengar perkataan Girgolo, kaisar Xing Ying menghantamkan tinjunya ke arah meja yang berada di dalam kamarnya, hingga hancur berkeping keping, kaisar muda itu benar benar merasa kesal dengan keadaan yang ada
__ADS_1
"Jebloskan dia kedalam penjara Intan, aku akan mencari cara untuk melepaskan perisainya!!" ucap kaisar Xing Ying sambil berlalu pergi untuk mencari tempat pelampiasan hasrat nya.
Di dalam penjara Intan, An lung berhasil melepaskan totokan di tubuhnya, dengan cepat An lung mengeluarkan pakaian dari dalam cincin penyimpanannya, dan segera memakainya.
"Terimakasih ibu, karena artefak pelindung yang kau berikan padaku, aku dapat terlepas dari kegilaan kaisar Xing Ying, kau boleh bersenang senang sekarang kaisar Xing Ying, akan tetapi setelah aku terbebas dari penjara ini, aku akan membuat perhitungan denganmu!!" ucap An lung yang di penuhi dengan rasa dendam membara.
An lung melangkah kearah jeruji besi yang ada di hadapannya, dengan kekuatan maksimal yang dia miliki, An lung mencoba menghancurkan jeruji besi penjara, akan tetapi usahanya itu hanya sia sia belaka, karena jeruji besi yang ada di dalam genggamannya, tak sedikitpun mengalami perubahan.
"Sangat kuat jeruji penjara ini, hanya keberuntungan saja yang dapat membuatku keluar dari sini," batin An lung.
*****
Akan tetapi perasaan yang aneh timbul, Yan Lan seperti mempunyai firasat buruk terhadap wanita yang menyerupai wajah seperti Zhao Quin yang kini berada di istana Giok.
Perasaan itu yang membuat Yan Lan segera ingin pergi ke istana Giok guna mencari tau arti firasatnya itu.
Di dalam hati kecil Yan Lan, dia meyakini jika wanita muda itu adalah Zhao Quin kekasihnya, walaupun wanita itu tak mengakui dirinya adalah Zhao Quin.
Di dalam sebuah ruangan indah yang penuh dengan perabotan mahal, Yan Lan duduk degan kedua istrinya.
"Aku akan ke istana Giok, karena aku mempunyai firasat buruk terhadap wanita yang sangat mirip dengan Zhao Quin, aku ingin mengetahui keadaannya disana karena wanita yang pernah ku temui itu pastilah Zhao Quin," ucap Yan Lan.
__ADS_1
"Kami berdua tak mempersalahkan jika wanita itu adalah Zhao Quin yang mulia, tapi kami tak akan rela jika ada wanita lain hadir di hati yang mulia selain kami bertiga," ucap Yan Ling.
"Benar yang mulia, kami bertiga sudah lama menunggu yang mulia datang kembali, Zhao Quin mempunyai hak yang sama seperti kami berdua karena kami tau jika kami bertiga sama sama mencintai yang mulia, setelah yang mulia pergi untuk melatih kekuatan entah dimana, kami bertiga akhirnya saling menyadari diri masing masing, dan membuang jauh jauh ego kami, hingga akhirnya kami bertiga mengangkat diri menjadi saudara untuk mencintai yang mulia," timpal Yun er.
"Terimakasih karena kalian berdua mau memahami keadaanku," ucap Yan Lan.
Setelah mendapat restu dari kedua istrinya, akhirnya Yan Lan meninggalkan istana Phoenix dengan tenang.
Dengan makai baju seadanya Yan Lan memasuki gerbang istana, dengan menyerahkan identitas istana yang ada padanya, Yan Lan berhasil masuk ke gerbang kota Giok dan berbaur dengan masyarakat kota.
Sebenarnya Yan Lan bisa saja masuk dengan identitasnya sebagai kaisar istana Phoenix, dan pastinya akan mendapatkan penyambutan yang sangat luar bisa sebagai tamu istana, akan tetapi itu tidak dia lakukan karena tujuannya saat ini hanyalah ingin mencari tau keberadaan wanita yang sangat mirip dengan Zhao Quin.
Yan Lan mencari sebuah penginapan di tengah kota, tujuannya untuk beristirahat sejenak menunggu malam tiba, karena Yan Lan berpikir jika malam hari adalah waktu yang tepat baginya untuk dapat menyelinap masuk ke dalam istana Giok.
Di dalam sebuah kamar di dalam rumah makan, Yan Lan telah merencanakan bagaimana dia akan masuk kedalam istana Giok, yaitu dengan cara menyelinap di bagian belakang istana tepatnya nya di bagian para Alkemis istana Giok berada.
Malam pun tiba....
Dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang, Yan Lan dengan mudah dapat menyelinap diantara atap-atap istana yang menjulang tinggi, dan pada akhirnya Yan Lan menemukan di mana bangunan para Alkemis berada.
"Yan Lan mendengar beberapa Alkemis muda sedang berbincang bincang, di mana para Alkemis muda itu tengah membicarakan kepala Alkemis mereka yang sudah beberapa hari tak menapakkan diri, dan dari perbincangan itu Yan Lan berpendapat jika wanita yang di carinya benar benar dalam masalah.
__ADS_1