
Suasana di pagoda sembilan yang tadinya tentram kini berubah mencekam, para petinggi pagoda 9 yang berusaha meringkus pengacau malah terkena amukan dari lelaki paruh baya itu.
"Siapakah tetua ini, ilmunya begitu sangat hebat dan mengapa dia mencari Yan lan? setahuku tidak ada murid di sini yang bernama Yan Lan, atau yang di maksud tetua ini adalah Lan Yan?," batin tetua Yan Lou.
Tiba tiba ketua Hyo jin, tetua Qi Guo dan tetua Feng Yin datang menghampiri lelaki paruh baya yang tak lain adalah leluhur Wong ji Ang.
"Maaf leluhur atas kejadian ini, kami semua tak tau jika leluhur datang berkunjung kemari," ucap ketua Hyo jin.
"Di mana cucuku Yan Lan? apa yang telah kalian perbuat padanya?" bentak leluhur Wong ji Ang.
Ketua Hyo jin terdiam seribu bahasa.
"Aku tak bisa menghindar dari masalah ini, walaupun aku harus mati di tangannya, aku akan tetap mempertanggungjawabkan apa yang telah kulakukan pada Lan Yan," batin ketua Hyo jin.
"Yan Lan terluka parah akibat kesalahpahaman yang ada, kami sekarang tengah melakukan pertolongan padanya," jawab ketua Hyo jin.
"Kurang ajar kalian!!" bentak ketua Wong ji Ang.
Dari tubuh Wong ji Ang keluar 3 sosok bayangan yang menyerupai dirinya, dan langsung menuju kepada 3 orang petinggi pagoda 9.
3 sosok bayangan yang menyerupai leluhur Wong ji Ang masing masing mencekik leher ke 3 petinggi pagoda 9 dengan tangan kanannya.
"Ackh..hh!!" pekik ke 3 nya.
Ke 3 petinggi pagoda 9 itu tak sempat menyadari dan melihat datangnya bayangan yang menyerupai leluhur pagoda 9, yang tiba tiba saja langsung mencekik mereka bertiga.
__ADS_1
Tubuh mereka bertiga terangkat ke udara, dengan susah payah mereka ber 3 berontak sambil mengeluarkan semua kekuatan yang mereka miliki, akan tetapi kekuatan cekikan dari bayangan leluhur Wong ji Ang semakin erat dan kuat membuat mereka bertiga sulit untuk bernapas, sehingga perjuangan mereka ber 3 untuk meloloskan diri menjadi sia sia.
Tak lama kemudian bayangan itu melemparkan ke 3 petinggi pagoda 9 hingga tubuh mereka terhempas ke dinding pagoda 9 dan ambruk ke tanah.
Ketua Feng Yin yang tak tau siapa laki laki paruh baya yang telah menyerang mereka, segera berdiri dan balik menyerang.
"Amukan banteng" teriak ketua Feng Yin yang menyerang leluhur Wong ji Ang dengan tinjunya.
Seekor banteng raksasa langsung menuju kearah leluhur Wong ji ang saat tinju tetua Feng Yin mengarah padanya.
Tak di sangka sangka oleh tetua Feng Yin tiba tiba saja leluhur Wong ji Ang sudah berada di depan dan menangkap tinjunya, dan efek dari tinju ketua Feng Yin pun menghilang.
Dengan sekali kibasan tangan yang di lakukan oleh leluhur Wong ji Ang, membuat ketua Feng Yin terhempas dan meluncur deras ketanah hingga tak sadarkan diri.
Zhao Quin yang sedari tadi berada di tempat itu yang menyimak semua pembicaraan antara leluhur Wong ji Ang dan petinggi pagoda 9, akhirnya memahami duduk permasalahannya, Zhao Quin tak menyangka jika pemuda yang telah lama dikenalnya merupakan cucu dari pendiri pertama pagoda 9.
"Kakek leluhur hentikan pertikaian ini, lebih baik kita memeriksa kondisi kak Yan Lan terlebih dahulu, jika terus di biarkan tanpa pertolongan takutnya kondisi kak Yan Lan semakin parah," ucap Zhao Quin.
Wong ji Ang menatap tajam ke arah gadis cantik di hadapannya, dia salut akan keberanian gadis muda ini yang berani menghadang jalannya.
"Siapa kau dan apa hubungan cucuku Yan Lan dengan mu?" tanya Wong ji Ang.
"Namaku Zhao Quin, aku merupakan murid utama di pagoda 9 dan juga merupakan kekasih cucu anda Yan Lan," jawab Zhao Quin dengan menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Ha..ha..ha.. aku suka wanita tangguh dan berani seperti mu untuk mendampingi cucuku Yan Lan di masa depan," ucap leluhur Wong ji Ang.
__ADS_1
"Quin er bawa aku ketempat cucuku Yan Lan berada," sambung leluhur Wong ji Ang kembali
"Baik" ucap Zhao Quin.
Setelah mendapatkan informasi tempat di mana Yan Lan berada dari ketua Qi Guo, Zhao Quin membawa leluhur Wong ji Ang ke ruang utama balai pengobatan menara falan.
"Lan er...!!" pekik Wong ji Ang yang melihat generasi satu satunya dari keluarga Wong sedang terkulai lemah di atas sebuah altar pengobatan di dalam ruangan itu.
Leluhur Wong ji Ang melihat kondisi Yan Lan, dan betapa terkejutnya Wong ji Ang merasakan beberapa titik di dalam Merindian Yan lan telah telah rusak, dan kerusakan itu membuat Dantian Yan Lan menipis.
"Kalian berdua benar benar ingin membunuh cucuku ini," teriak Wong ji Ang kepada ketua Qi Guo dan ketua Hyo jin yang ikut masuk di dalam ruangan itu.
Kembali kibasan tangan Wong ji Ang membuat kedua ketua itu terhempas karena gelombang kejut yang sangat kuat, hingga tubuh mereka menabrak dinding ruangan, yang membuat dinding ruangan itu hancur berkeping keping.
Kedua ketua itu tak bisa berbuat apa apa menghadapi kemarahan leluhur Wong ji Ang, mereka berusaha bangkit dari keterpurukan yang kapan saja bisa merenggut nyawa mereka.
"Kakek leluhur jika anda terus marah, kapan kak Yan Lan di sembuhkan," ucap Zhao Quin membujuk leluhur Wong ji Ang agar tak membinasakan kedua ketua itu.
Leluhur Wong ji Ang menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Quin er lepaskan baju Yan Lan, aku akan mengobatinya," ucap leluhur Wong ji Ang.
"Baik!!" jawab Zhao Quin singkat.
Dengan muka merah menahan malu, Zhao Quin perlahan melepaskan baju yang di pakai oleh Yan Lan.
__ADS_1
Tak lama kemudian leluhur Wong ji Ang mengeluarkan tehnik yang sangat aneh dimata Zhao Quin, dimana jarum jarum emas yang berada di tangan Wong ji Ang melesat cepat menembus kulit di tubuh Yan Lan sedalam setengah centimeter.
"Kau apakan kakak Yan Lan leluhur Wong ji Ang" tanya Zhao Quin dalam hati.