
Ketua Wong ji Ang mengumpulkan seluruh petinggi pagoda 9, dan mengumumkan jika Yan Lan merupakan garis keturunan pendiri pagoda 9 yang terakhir.
Para petinggi pagoda 9 tercengang dengan perkataan leluhur pagoda 9 itu, termasuk wakil ketua menara falan yaitu tetua Yan Lou.
Dia baru menyadari jika Lan Yan yang selama ini di bencinya, adalah nama samaran dari Yan Lan yang merupakan garis keturunan pendiri pagoda 9.
"Mengapa nama itu seperti nama Yan Lan dari klan Glasier? mungkin cuma kemiripan nama saja, adik ku itu kan sudah lama mati," batin ketua Lou.
"Aku tak menyangka jika Yan Lan adalah garis keturunan pendiri pagoda 9, celaka!! jika dia ingin membalas semua yang telah kulakukan padanya, itu sama halnya dengan membalikkan telapak tangan, akan mudah baginya untuk mendepak ku keluar dari dalam pagoda 9, hal ini akan mengakibatkan karirku sebagai wakil ketua menara falan akan hancur ditangannya," batin Yan Lou.
Yan Lou semakin gelisah dengan pengumuman yang di sampaikan oleh leluhur Wong ji Ang itu.
Setelah mengumumkan tentang jati diri Yan Lan, leluhur Wong ji Ang memangil ketua Hyo jin dan ketua Qi Guo secara khusus untuk menemuinya.
"Kalian berdua telah membuat kesalahan besar karena telah melukai cucuku Yan Lan, untuk kali ini aku akan memaafkan kalian berdua karena permintaan cucuku Quin er, tapi kedepannya aku ingin kalian lebih menjaga sikap kepada siapapun dan ingat jangan meremehkan orang yang lebih muda dari pada kalian," ucap leluhur Wong ji Ang.
"Aku akan membawa Zhao Quin ikut bersamaku ke hutan rumpun bambu kuning, aku akan mengajarkan untuk mengembangkan tehnik yang di milikinya," sambung leluhur Wong ji Ang.
"Baik leluhur Wong, kami berdua akan mendengarkan semua perkataanmu, dan terimakasih atas belas kasih leluhur Wong pada kami," jawab ketua Hyo jin.
Dan pada akhirnya leluhur Wong ji Ang membawa Yan Lan dan Zhao Quin ketempat tinggalnya di dalam hutan rumpun bambu kuning.
Sepanjang perjalanan Zhao Quin tak bisa menikmati ke indahan rumpun bambu kuning yang hampir memenuhi hutan itu, pikirannya terus terbayang pada apa yang akan di lakukannya untuk mengobati Yan Lan.
"Aku benar benar takut memikirkan ini semua, karena ini merupakan pengalaman pertamaku dalam melepas mahkota yang selama ini ku jaga," batin Zhao Quin.
Tiba tiba suara Yan Lan membuyarkan semua lamunannya.
"Apa yang sedang kau pikirkan Quin er? aku melihatmu begitu sangat gelisah," tanya Yan Lan.
"Ti..ti..ti..tidak apa apa kakak Yan Lan!!, aku hanya sedikit lelah karena perjalanan ini," jawab Zhao Quin berbohong.
Zhao Quin sengaja berbohong karena dia tak mau Yan Lan sampai tau kegundahan hatinya saat ini.
Leluhur Wong ji Ang yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum.
"Kalian berdua istirahatlah dahulu!!," perintah leluhur Wong ji Ang sambil berlalu meneruskan perjalanan menyusuri hutan bambu kuning.
"Kakak Yan Lan apa kau haus?" tanya Zhao Quin memulai percakapan saat mereka duduk berduaan.
Yan Lan hanya tersenyum, dia tau kalau wanita cantik yang berada di sampingnya ini menyembunyikan sesuatu hal padanya.
__ADS_1
"Katakanlah apa yang kau sembunyikan dariku dan tak usah kau tutup tutupi lagi," ucap Yan Lan.
"Anu Kaka Yan...E...e..." jawab Zhao Quin yang kaget dengan pertanyaan yan Lan yang tiba tiba.
"Aku telah mengenalmu lama, aku tak ingin ada dusta di antara kita, katakan apa yang kau sembunyikan itu dariku," ucap Yan Lan kembali.
"Kakak Yan Lan aku ingin tau apakah kau mencintaiku?, sebab jawaban pertanyaanmu barusan berkaitan dengan ini semua," jawab Zhao Quin.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Quin er sedari kecil aku pernah berjanji pada Yan Ling untuk menjaganya seumur hidupku dan aku tak bisa mengingkari janjiku itu, akan tetapi setelah mengenalmu lebih dekat, aku merasa senang dan bahagia saat bersamamu, dan aku tak bisa memungkiri bahwa aku jatuh cinta padamu," jawab Yan Lan sambil menatap langit biru.
Hati Zhao Quin berbunga bunga mendengar perkataan langsung dari pemuda yang duduk disampingnya. "Ternyata kak Yan Lan mencintaiku, berarti selama ini cintaku tak bertepuk sebelah tangan," batin Zhao Quin.
Zhao Quin menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. Ada setitik harapan baginya untuk bisa bersama dengan Yan Lan walaupun itu hanya sesaat, kehadiran Yan Ling sebagai wanita pertama di hati Yan Lan membuatnya harus menjadi yang kedua.
"Bagaimana dengan Yun er?" tanya Zhao Quin kembali.
"Yun er gadis yang baik walaupun amarahnya sering meluap luap, mungkin karena dia lahir dari keluarga bangsawan dan terlalu di manja oleh kedua orang tuanya. Dia meminta pertanggung jawabanku karena semua itu merupakan kesalahan dan kecerobohan ku waktu itu, aku telah melihat tubuhnya tanpa busana walaupun kejadian itu tak di sengaja, aku tak mempunyai perasaan apa apa padanya Quin er," jawab Yan Lan sambil menatap kearah Zhao Quin.
"Yun er sekarang terluka dalam, Merindian dan dantiannya rusak seperti halnya aku saat ini, dia bertarung melawan Yan Ling hanya untuk memperebutkan ku, aku juga tak bisa meninggalkannya karena semua yang menimpa dirinya penyebab nya karena aku yang terlalu memberi harapan dan tak bisa tegas untuk menolak cintanya," sambung Yan Lan kembali.
"Quin er sekarang jawab dengan jujur apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Yan Lan.
Zhao Quin terdiam, lidahnya terasa kaku untuk menjawab pertanyaan dari pemuda yang ada di sampingnya itu.
Karena desakan Yan Lan yang terus menerus padanya, akhirnya Zhao Quin menceritakan apa yang sedari tadi menjadi beban pikirannya.
"Kau tak usah khwatir Quin er, aku juga tak ingin membebankan mu dengan masalah dantianku yang rusak," ucap Yan Lan.
"Kakak Yan Lan aku siap untuk membantu dalam menyembuhkan dantianmu yang rusak, kau tak usah permasalahkan aku karena aku rela memberikan harta yang paling berharga yang kumiliki, demi lelaki yang sangat kucintai" jawab Zhao Quin mantap.
"kau ini...," ucap Yan Lan sambil mengacak acak rambut Zhao Quin.
"Kak Yan Lan rusak rambutku!! teriak Zhao Quin.
"Biarkan saja..., biar dikira kakek guru kita habis gituan," goda Yan Lan sambil berlari meninggalkan Zhao Quin.
"Kakak Yan Lan kau....., awas kalau sampai tertangkap olehku," teriak Zhao Quin yang berusaha mengejar Yan Lan dari belakang.
Di kediaman leluhur Wong ji Ang, mereka bertiga menikmati makanan yang telah di sediakan oleh leluhur Wong ji Ang sambil bercakap cakap.
__ADS_1
Di mana inti percakapan itu terfokus pada kesanggupan Zhao Quin untuk melakukan penyatuan Yin dan Yang dengan Yan Lan.
"Guru aku tau dengan penyatuan Yin dan yang akan menyembuhkan ku, akan tetapi pasti ada cara lain yang lebih baik dan terhormat dari pada aku melakukan hubungan badan dengan Zhao Quin walaupun aku mencintainya," jawab Yan Lan.
"Yan er Zhao Quin tak mempermasalahkan hal itu, dan aku pun juga tak mempermasalahkannya, karena aku berkeinginan jika Quin er yang nantinya akan menjadi pendamping hidupmu kelak.
"Tapi guru....!!"
"Tak ada alasan lagi, malam ini aku ingin kau melakukan penyatuan Yin dan Yang bersama Zhao Quin dan besok pagi aku telah melihatmu telah pulih kembali," bentak leluhur Wong ji Ang.
Yan Lan terdiam dan tak bisa membantah perkataan gurunya.
"Quin er..!! apa kau bersedia melakukannya?" tanya leluhur Wong ji Ang.
"A...a..aku bersedia kakek guru," jawab Zhao Quin terbata bata.
"Bagus!!, aku telah menyiapkan kamar untuk kalian berdua, kalian bisa berbincang bincang terlebih dahulu sebelum melakukannya," ucap leluhur Wong ji Ang.
Di dalam kamar Zhao Quin banyak diam, dan dia pasrah jika malam itu mahkotanya akan di renggut oleh Yan Lan.
"Quin er.., aku tak menginginkan hal ini terjadi, lebih baik kita tak usah melakukannya," ucap Yan Lan.
"kakak Yan Lan aku tau jika kau melakukannya malam ini denganku, kau akan mengingkari janjimu pada Yan Ling bukan? aku tak permasalahkan hal itu kakak Yan Lan, walau pun kau memperistri kan Yan Ling, Yun er dan para wanita lain yang kau inginkan, asalkan kau berlaku adil dan tak meninggalkanku, aku tak mempermasalahkannya," ucap Zhao Quin.
"Tapi Quin er...."
"Jika kau berlaku adil itu sudah cukup bagiku," ucap Zhao Quin kembali.
Di hutan bambu kuning diatas dedaunan bambu kuning yang rimbun, duduk bersila leluhur Wong ji Ang yang menatap kearah langit yang di penuhi dengan bintang yang berkelap kelip disana.
"Aku akan membantu mereka berdua dalam melakukan penyatuan Yin dan Yang," batin leluhur Wong ji Ang.
Leluhur Wong ji Ang mengeluarkan sebuah seruling perak dari dalam jubahnya, dan mulai memainkan seruling tersebut.
Nada nada indah mulai keluar dari dalam seruling itu dan terdengar jelas oleh Yan Lan dan Zhao Quin yang sedang berdua di dalam sebuah kamar.
"Mengapa aku menjadi sangat bergairah seperti ini?" batin Yan Lan.
Begitu pun dengan Zhao Quin yang kini tak malu malu lagi merebahkan kepalanya di dada Yan Lan yang bidang.
"Kakak Yan Lan aku ingin kau melakukanya malam ini denganku," desah Zhao Quin sambil menatap Yan Lan dengan penuh gairah.
__ADS_1