PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Lahar api


__ADS_3

Malam semakin larut, suasana di dalam klan Luyang begitu sangat mencekam, banyak bangunan klan yang terbakar oleh api.


Terlihat pertarungan Yan Lan dan perwira iblis Zulgong semakin memanas.


"Kau tak akan bisa menghindari seranganku kali ini anak muda!!" teriak Zulgong penuh amarah.


Zulgong menapakkan tangannya ketanah maka sekitar radius 200 meter dari tempat Zulgong berada terciptalah lautan lahar api.


Banyak anggota klan dan manusia iblis yang tenggelam dan hilang terbakar bersama lahar api buatan Zulgong, semua bangunan klan yang terkena radius lautan lahar api tak luput dari kehancuran, bangunan itu ikut tenggelam masuk kedalam lautan lahar api dan hancur tanpa tersisa.


Para petinggi klan dan anggota klan yang tersisa memilih menjauh dari tempat itu, agar tak ikut tenggelam dalam lautan lahar api.


"Cepat pergi dari sini dan selamatkan ketua klan, serta pangeran ke 3!!" teriak wakil ketua klan Lu Sian Lang yang melihat lahar panas yang semakin mendekati ke arah batu besar tempat ketua klan Luyang melakukan meditasi.


Lu Sian Lang sendiri merupakan adik kandung dari ketua klan Luyang Lu Sian Hong, dan kini dia menjabat sebagai ketua klan Luyang pengganti selama ketua klan Lu Sian Hong sakit.


Dengan beberapa petinggi klan yang masih tersisa, Lu Sian lang menuju ke arah tempat di mana ketua Lu Sian Hong dan pangeran ke 3 berada.


Setelah membuka segel di batu besar, Tetua Lu Sian Lang dan 3 orang petinggi klan, segera membawa ketua klan Luyang dan pangeran ke 3 untuk menjauh dari tempat itu.


Tapi sayang kepergian mereka dapat di ketahui oleh beberapa manusia iblis yang membuat para manusia iblis itu melakukan pengejaran.


"Celaka..!!, manusia iblis melakukan pengejaran saudara Lu Sian Lang," ucap salah satu petinggi klan yang ada.


"Terus..!!, jangan hiraukan mereka, keselamatan pangeran ke 3 dan ketua klan lebih penting," ucap tetua Lu Sian Lang sambil terus melesat cepat kedepan.


Tiba tiba ke 3 petinggi klan luyang menghentikan larinya dan memberikan penghormatan kepada ketua klan Luyang beserta wakilnya.


Melihat hal itu tetua Lu Sian Lang beserta Lu Sian Hong dan pangeran ke 3 juga menghentikan larinya.


"Apa yang kalian lakukan!?" hardik tetua Lu Sian Lang.


"Kami bertiga memutuskan untuk bertarung dengan puluhan manusia iblis itu agar ketua klan dan pangeran ke 3 bisa selamat pergi dari sini," ucap salah satu petinggi klan.


"Jika ketua klan bisa selamat maka klan Luyang pasti akan tetap bisa bertahan, begitupun dengan penerus sah istana gerbang naga yang juga harus di selamatkan," timpal petinggi klan yang lainnya.

__ADS_1


Tak lama berselang, para manusia iblis yang mengejar sudah semakin mendekat.


"Cepat bawa ketua klan dan pangeran ketiga pergi dari sini tetua Lu Sian Lang, sebelum para manusia iblis menyerang kita!!" ucap salah seorang petinggi klan.


"Aku tak akan meninggalkan kalian, kita akan bertarung bersama!!" jawab Lu Sian Lang.


"Aku juga akan ikut bertarung bersama kalian, kita akan berjuang bersama sama walaupun harapan untuk menang sangatlah tipis," ucap ketua klan Lu Sian Hong.


"Ketua..!,kami tak akan membiarkanmu untuk ikut bertarung, jadi biarkan kami saja yang menghadapinya, masa depan klan Luyang untuk generasi berikutnya berada di tangan anda ketua, para leluhur klan Luyang akan bangga terhadap anda jika klan Luyang bisa bangkit kembali di masa depan," ucap salah seorang petinggi klan.


Ketua Lu Sian Hong menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Terimakasih atas kepercayaan kalian semua, aku Lu Sian Hong sangat berterimakasih," ucap ketua Lu Sian Hong sambil menggenggam tinju memberi hormat kepada ke 3 petingginya.


Tak berselang lama tetua Lu Sian Lang segera membawa pergi ketua Lu Sian Hong dan pangeran ke 3 untuk pergi dari tempat itu, kerena para manusia iblis sudah terlihat jelas oleh mata mereka.


Selepas kepergian tetua Lu Sian Lang yang membawa pangeran ke 3 dan tetua Lu Sian Hong, para petinggi klan langsung bergerak cepat menghadang para manusia iblis yang mengejar.


Pertempuran sengit pun terjadi, jual beli serangan tak dapat terhindarkan. Para petinggi klan Luyang berhasil membunuh beberapa manusia iblis yang mengejar, akan tetapi karena kalah jumlah dan lamanya pertempuran yang menguras tenaga, membuat ketiga petinggi klan harus terdesak kebelakang.


"Jika kita harus mati di sini, kita akan mati terhormat karena telah berjuang demi klan Luyang, aku pribadi merasa bahagia karena memiliki saudara seperti kalian," ucap salah satu petinggi klan Luyang.


"Saudara saudaraku ayo kita tuntaskan pertempuran ini hingga titik darah penghabisan," ucap yang lainnya.


Mereka bertiga kembali menyerang manusia iblis yang tersisa belasan jumlahnya, dengan semangat yang ada pada diri mereka.


Beberapa manusia iblis kembali tumbang di tangan mereka bertiga, akan tetapi lamanya pertempuran membuat Qi di tubuh para petinggi klan Luyang mulai habis.


Satu persatu para petinggi klan Luyang telah mengalami luka yang serius, dan pada akhir nya mereka bertiga mati di tangan para manusia iblis yang mempunyai kemampuan sedikit di bawah ketiga petinggi klan Luyang itu.


Sementara itu Yan Lan yang menghadapi Zulgong, tak bisa berbuat apa apa saat tubuhnya terisap masuk ke dalam lautan lahar yang membara.


Tampak Zulgong tertawa terbahak bahak penuh kemenangan, saat melihat pemuda yang menjadi target serangan malam itu telah masuk ke dalam lautan lahar api buatannya.


Yan Lan yang tersedot kedalam lautan lahar yang membara berusaha keras untuk menahan panasnya lahar api itu, di tambah lagi dengan kemampuan lahar itu yang mampu menyerap Qi membuat Yan Lan semakin terpuruk.

__ADS_1


Perisai naga yang di gunakannya sedikit membantu Yan Lan dalam melawan hawa panas yang begitu kuat, hingga dia bisa bertahan hidup sampai sekarang.


Dengan mengerahkan seluruh kemampuannya, Yan Lan berusaha menggapai tepi yang mana tak terdapat lautan lahar api.


Di sisi lain Jatayu terus berputar putar diatas lautan lahar, menanti jika sewaktu waktu Yan Lan akan timbul di permukaan lahar.


Setelah lama menanti, Jatayu tak juga menemukan keberadaan Yan Lan dan dengan amarah yang memuncak, Jatayu langsung menyerang Zulgong.


Serangan Jatayu yang sangat tiba tiba membuat Zulgong keteteran dan pada akhirnya Zulgong pun memberikan perlawanan kepada raja burung surgawi itu.


Di tempat lain, setelah menghabisi semua manusia iblis, Biyao dan Leo segera datang untuk membantu Jatayu dalam menghadapi Zulgong, hal ini membuat Zulgong kerepotan dan terdesak hebat.


Karena sudah tak sanggup menghadapi ketiganya, Zulgong memilih untuk melarikan diri meninggalkan tempat itu, dan pergi menuju kearah istana gerbang naga berada.


"Tak usah di kejar, lebih baik kita mencari keberadaan tuan muda berada," ucap Jatayu.


Mereka bertiga akhirnya mencari keberadaan Yan Lan dengan menelusuri lahar api ciptaan Zulgong, akan tetapi setelah lama mencari, Yan Lan tak juga dapat di temukan.


*****


Di pagi hari yang cerah Yan Lan perlahan membuka matanya, dan mendapati dirinya tengah terbaring di dalam sebuah kamar.


Yan Lan berusaha untuk mengerakkan tubuhnya, akan tetapi usahanya itu sia sia saja karena tubuhnya kini terlalu lemah untuk di gerakkan, karena kehabisan Qi yang berada di dalam tubuhnya.


Yan mengingat ingat kembali kejadian yang menimpanya, yang mana dia telah terjebak ke dalam lautan lahar api yang menenggelamkannya.


Hingga dia harus mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menahan hawa panas yang begitu sangat kuat menimpa tubuhnya.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. "Jika kita bertemu lagi, aku pasti akan musnahkan mu," batin Yan Lan sambil membayangkan wajah Zulgong.


Tiba tiba Yan Lan dikagetkan oleh suara yang menyapanya.


"Kau sudah sadar tuan muda?" ucap seorang laki laki tua.


Yan Lan menatap wajah laki laki tua itu dalam dalam dan merasakan jika laki laki tua itu tak asing baginya.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih untuk para pembaca yang sudah memberi Vote buat author.🙏


__ADS_2