
Pagi hari yang cerah, di dalam sekte naga diatas awan terlihat patriack sekte Pingyin Qin terlihat resah, karena menantikan putrinya yang tak kunjung datang.
Mereka berpisah saat lelang telah usai karena putrinya itu ingin mencari tau, siapakah pak tua yang telah memenangkan lelang mustika kristal pelangi.
"Mengapa perasaanku cemas seperti ini," batin patriack sekte.
Tak lama seorang murid senior sekte datang datang menghadap.
"Patriack...!!, malam tadi telah terjadi musibah yang menimpa keluarga Fama dan keluarga Liu, saat pulang dari acara lelang di guild cahaya, mereka di sergap oleh sekelompok orang yang mempunyai tingkat kultivasi yang sangat tinggi, hingga membuat ke dua ketua keluarga besar itu mati mengenaskan, dan lebih parahnya lagi mereka juga membantai putra dan semua yang ikut dalam rombongan keluarga besar itu, mereka juga menculik putri dari ketua keluarga Liu yang bernama Yasmin Liu," ucap murid senior.
Terlihat patriack sekte menahan amarah dengan perkataan murid senior itu, biar bagaimanapun 4 keluarga besar merupakan anggota dari sekte naga di atas awan.
"Apakah ada barang bukti yang bisa untuk menunjukkan pelaku penyergapan itu!!?" tanya patriack Pingyin Qin.
"Tidak ada bukti yang mencurigakan disana, mereka sengaja menghilangkan jejak setelah membunuh kedua keluarga itu, akan tetapi para tim ahli penyelidikan dari guild cahaya telah berusaha melakukan penyelidikan kembali disana," ucap murid senior.
"Aku ingin kau terus memantau perkembangan penyelidikan dari guild cahaya, dan segera kabari aku secepatnya jika ada hasil dari penyelidikan itu!" ucap patriack Pingyin Qin kembali.
"Baik patriack," ucap murid senior sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
Tak lama kemudian murid senior itu ijin untuk memantau hasil penyelidikan yang di lakukan guild cahaya.
Sepeninggalan murid senior, patriack Pingyin Qin kembali terbayang wajah putrinya.
"Kemana kau Quin er, cepatlah pulang agar ayah tak mengkhwatirkan mu," batin patriack sekte Pingyin Qin.
Patriack sekte yang tidak tau jika putrinya telah ikut diculik, lebih memilih untuk melakukan kultivasi agar dapat menenangkan rasa gundah yang dirasakannya.
*****
Sekelebat bayangan dengan cepat menembus rimbunnya hutan, dia adalah Yan Lan yang terus berlari menuju ketempat di mana klan tebing angin berada.
__ADS_1
Akhirnya dengan bantuan peta yang di berikan oleh Ling Ling, Yan Lan berhasil menemukan klan tebing angin walaupun matahari telah terbenam di tempat itu.
Di tempat lain yang berada di dalam bangunan besar klan tebing angin, dua orang pemuda kekar sedang bercakap cakap mereka adalah kakak beradik Reng Kwok dan Reng Gold.
"Kakak Reng Kwok ada baiknya kedua wanita itu kita jadikan penghangat dingin malam ini, kita bisa bersenang senang dengan mereka berdua sepuasnya, hitung hitung untuk membayar sakit hati yang pernah ayah kita rasakan kepada kedua keluarga itu." ucap Reng Gold.
"Kau betul adik, ayo kita nikmati tubuh kedua wanita itu, aku sudah tak tahan dengan kecantikan mereka berdua yang mempesona," jawab Reng Kwok.
Mereka berdua pun akhirnya tertawa terbahak bahak.
Reng Gold memilih untuk membawa tubuh putri Yasmin ke kamarnya sendiri, yang membuat putri Yasmin bergidik ngeri dan tak bisa melakukan apa apa akibat totokan yang bersarang di tubuhnya.
Sementara itu Reng Kwok yang berada di dalam ruangan penyekapan Qian Qin, mulai melancarkan aksinya dengan merebahkan tubuh Qian Qin ke atas tempat tidur yang berada di dalam ruangan itu.
Reng Kwok melakukan sedikit gerakan yang membuat totokan yang bersarang di pita suara Qian Qin terlepas, sehingga membuat Qian Qin dapat berbicara kembali.
Hal ini di lakukan oleh Reng Kwok agar saat melakukan aksinya, jeritan dan teriakan Qian Qin bisa menambah gairah baginya.
Di lain tempat, dengan mengunakan ilmu meringankan tubuh yang sudah sangat sempurna, Yan Lan berhasil singgah di tempat tertinggi dari klan tebing angin tanpa sepengetahuan para penjaga klan.
Dengan mengaktifkan mata langitnya, Yan Lan berhasil menemukan keberadaan Qian Qin dan putri Yasmin Liu.
"Kurang ajar!!" kedua pria itu sangat biadab!! mereka ingin merusak kehormatan dari kedua wanita itu," batin Yan Lan dengan menggenggam tinjunya.
"Biyao hadirlah," ucap Yan Lan.
Tak lama Biyao hadir di hadapan Yan Lan dengan menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Aku ingin kau mengatasi laki laki di ujung sana bangunan itu, jangan sampai dia menodai wanita yang bersamanya, bawa dia ke dimensi lain dan habisi dia di sana agar tidak menimbulkan keramaian, yang akan membuat kecurigaan bagi penghuni klan tebing angin," ucap Yan Lan sambil menunjuk ke tempat di mana putri Yasmin dan pemuda itu berada.
"Baik tuan muda!!" jawab biyao.
__ADS_1
Biyao segera melesat cepat kearah dimana Yan Lan menunjukkan bangunan tempat keberadaan putri Yasmin dan pemuda dari klan tebing angin itu berada, dan Yan lan sendiri mengatur strategi untuk bisa dapat menyelamatkan kedua wanita itu dari penjagaan ketat klan tebing angin.
Sementara itu di dalam ruangan tempat Qian Qin berada.
Reng Kwok mengelus pipi Qian Qin dengan lembut dengan tangan kirinya, dan tangan kanannya bermain main liar di paha Qian Qin.
Hal ini membuat Qian Qin merinding ngeri dan mengawatirkan dirinya yang berada dalam kekuasaan lelaki muda kekar yang sekarang sedang berlaku kurang ajar padanya.
Keringat dingin mengalir deras membasahi tubuh Qian Qin, yang merasakan tangan kanan pemuda itu yang kini semakin mengarah pada bagian berharga yang merupakan mahkota terpenting pada tubuhnya.
"Hentikan manusia biadab, ayo kita bertarung!!" teriak Qian Qin yang membuat Reng Kwok menghentikan aksi bejatnya sesaat.
"Ha...ha...ha..., kau ingin bertarung dengan ku?, baiklah aku akan memberikan pertarungan itu, aku akan bertarung denganmu di atas pembaringan ini hingga aku terpuaskan," jawab Reng Kwok yang kembali tertawa dengan penuh kemenangan.
"Aku tak akan pernah memaafkanmu jika kau berani menodai ku dan aku akan memburu serta membunuhmu," teriak Qian Qin kembali.
"Kau tak usah memburuku karena kau akan selalu bersamaku, kau akan selalu memuaskan ku disepanjang waktu, hingga aku bosan dengan tubuh mulus ini dan membunuhmu," jawab Reng Kwok.
"Aku tak akan mungkin melepaskan wanita cantik sepertimu, yang mempunyai tubuh mulus dan bersih seperti ini," ucap Reng Kwok dengan kembali tertawa.
Setelah berucap seperti itu, dengan beringas Reng Kwok mencabik cabik pakaian atas Qian Qin, hingga sesuatu yang sedari tadi ada dalam pikiran Reng Kwok menyembul keluar.
Tampak dua bukit kembar besar dan mulus kini terpampang di hadapan Reng Kwok, kedua bukit itu seakan menantangnya untuk segera dieksekusi.
"Lepaskan aku!!" teriak Qian Qin.
Dengan mengeluarkan seluruh kekuatan yang di milikinya, Qian Qin mencoba melepaskan totokan yang membelenggu tubuhnya yang membuatnya tak bisa bergerak, akan tetapi totokan itu terlalu kuat baginya hingga Qian Qin menyerah dan memilih untuk pasrah.
Mendengar teriakan Qian Qin, semakin membuat darah kelelakian Reng Kwok bergejolak, sesuatu yang sedari tadi diam di dalam celananya, kini menunjukkan amarah dan keperkasaannya.
Kini Reng Kwok tak kuasa membendung lagi naluri ke lelakiannya, dengan rakus dia melahap kedua bukit kembar yang ada di tubuh Qian Qin secara bergantian, napas Reng Kwok semakin memburu yang membuat Qian Qin menggigit bibirnya menahan asa.
__ADS_1
Pekikan Qian Qin dan teriakan memohon agar pemuda kekar itu tak meneruskan aksinya, tak di pedulikan oleh Reng Kwok yang telah di kuasai oleh napsu setannya.
Kini Qian Qin tak bisa menahan air matanya dia pun pasrah dengan keadaan yang ada.