
Yan Lan yang memejamkan matanya, dan tiba tiba dapat melihat kebelakang tentang kejadian sebelum nya, Yan Lan melihat di dalam fikirannya jika seluruh rombongan yang ada, pergi mencarinya menuju ke guild sihir kegelapan.
Yan Lan juga melihat jika pertarungan terjadi antara penyihir intan dan rombongannya, di mana Qilin, Cencen dan Qing ruo dapat di kalahkan oleh penyihir intan yang merupakan seorang wanita tua dengan kemampuan yang sangat luar biasa.
Karena ancaman dari penyihir intan, jika putri Limudza tidak menyerah maka dia akan membunuh ketiga sahabatnya, putri Limudza yang tak ingin terjadi sesuatu kepada ketiga sahabatnya, akhirnya menyerahkan dirinya kepada penyihir tua itu.
Yan Lan perlahan membuka matanya, dan menggenggam tinjunya kuat kuat, giginya gemeretuk menahan amarah yang membara di dadanya, menyaksikan penglihatannya haram Yan di berikan roh jiwa golok pembunuh semesta.
Sesaat Yan Lan menatap kearah jiwa golok pembunuh semesta dan berkata.
"Terimakasih karena anda telah menolong ku untuk mengetahui keberadaan rombongan yang kucari," ucap Yan Lan.
"Aku tak perlu ucapan terimakasih darimu, aku ingin kau menyelamatkan putri limudza, karena penyihir itu akan memanfaatkan dirinya sebagai tumbal awet muda dan kecantikan baginya, jika kau terlambat maka selamnya kau tak akan pernah berjumpa lagi dengan putri Limudza, dan ingat pesanku Yan Lan!! akan banyak halang rintang yang akan kau temui sebelum kau bertemu dengan penyihir intan, gunakanlah hati kecil dan juga kecerdasan mu agar bisa menghindari rintangan itu, semua itu tergantung seberapa besar kau dapat mengetahui dan memahami teman teman yang selalu bersamamu, dan satu hal lagi, putri Limudza adalah seorang Dewi, di dalam guild penyihir dia bagaikan sebuah harta berharga Yan tak ternilai," ucap jiwa golok pembunuh semesta dan menghilang dari pandangan mata Yan Lan.
Sesaat Yan Lan mencerna perkataan jiwa golok pembunuh semesta, akan tetapi Yan Lan tak sanggup untuk mengartikannya, yang membuat Yan Lan memilih untuk mengesampingkanbs saat pesan dari jiwa golok pembunuh semesta, dan pergi melesat meninggalkan tempat itu menuju kearah barat, tempat keberadaan penyihir intan.
__ADS_1
Yan Lan terus berlari tanpa henti, hingga dia menemukan sebuah anak sungai berair jernih.
Yan Lan sesat membasuh mukanya di air sungai itu, untuk menghilangkan kepenatan yang ada hingga beberapa saat lamanya.
Tiba tiba saja Yan Lan melihat seorang wanita yang tengah berlari kearahnya, baju yang di kenakannya telah sobek di sana sini dan darah segar masih menghiasi sebagian dari baju yang di kenakannya.
Yan Lan begitu sangat mengenali siapa wanita yang tengah berlari dan meminta tolong.
"Li er..!!" teriak Yan Lan.
Yan Lan menyongsong kedatangan putri Limudza yang bersimbah darah.
"Kak Yan Lan, penyihir itu telah menangkap Cencen, Qilin dan Qing ruo, aku berhasil lolos dari penyekapan nya dan untungnya aku dapat bertemu denganmu di tempat ini," jawab putri Limudza sambil terisak.
Sang putri langsung menjatuhkan kepalanya kedada bidang Yan Lan, dan tak lama berselang satu serangan belati tiba tiba saja menghujam perut Yan Lan.
__ADS_1
Untung saja Yan Lan telah memprediksi serangan yang akan di lakukan putri Limudza, dengan sekali gerakan tangannya Yan Lan berhasil menjatuhkan belati di tangan putri limudza, dan membuatnya tak bisa bergerak akibat sebuah totokan di tubuhnya.
"Cepat katakan padaku dimana rombonganku di sekap, kalau tidak aku akan membinasakan mu!!" ancam Yan Lan.
"Ha..ha..ha.., tak kusangka kau dapat mengetahui jika aku bukanlah wanita mu, padahal aku telah memakai darahnya untuk dapat menyerupai dia...!!" ucap salah seorang wanita penyihir bawahan penyihir intan.
"Kau tak akan bisa menipuku walaupun kau mampu untuk meniru semua yang ada pada diri putri Limudza, karena kau tak mempunyai sifat hormat seperti halnya putri Limudza yang menghormati teman temannya. Cencen dan Qilin di panggil kakak olehnya, sementara Qing ruo di panggil paman. Melihat perkataanmu yang tak ada sopan santunnya membuatku yakin jika kau adalah penyihir," jawab Yan Lan sambil mengeluarkan 1 jarum emas dari kedua belas jarum emasnya yang ada.
Jarum emas itu mengambang di udara dengan memancarkan cahaya emas terang.
"Apa yang akan kau lakukan dengan jarum itu!!" teriak wanita penyihir.
Yan Lan hanya tersenyum dan langsung menggunakan teknik jari matahari, untuk menanamkan jarum emasnya ke tubuh sang wanita penyihir.
Ackh...
__ADS_1
Pekik sang penyihir saat jarum emas Yan Lan tertanam di tubuhnya.
Yan Lan segera melepaskan wanita penyihir itu, dan berkata "Jarum emas ku telah berada dekat dengan jantungmu, jika kau tak memberitahukan keberadaan seluruh rombonganku selama setengah hari ini, maka jangan salahkan aku jika jantungmu akan tertembus oleh jarum emas ku itu, dan dapat ku pastikan jika saat itu kau akan mati!!" ancam Yan Lan.