
Setelah lelaki paruh baya itu pergi Yan Lan kini di hadapkan dengan situasi yang rumit dan memusingkan kepala.
"Aku tak mungkin kembali ke kamarku saat ini, pasti ke 3 wanita itu berada di sana, aku tak tau apakah ini berkah atau musibah yang di berikan para Dewa padaku," batin Yan Lan.
"Lebih baik aku berkultivasi di tempat ini sampai lelaki paruh baya itu kembali, hitung hitung aku bisa menghindari ke 3 wanita itu untuk sementara waktu," batin Yan Lan kembali.
Yan Lan mulai duduk bersila untuk melakukan meditasi di atas hamparan batu besar yang permukaannya rata.
Di istana giok berbagai kendaraan yang berupa binatang roh turun dari langit dan mendarat di halaman luas di dalam istana, mereka adalah ketua besar dari 12 klan yang berada di benua permata hijau.
Mereka mendapatkan undangan khusus dari sang kaisar untuk melakukan rapat tertutup guna membahas masalah genting di benua permata hijau.
Kaisar giok, Hyo jin serta Yun Juaxin yang merupakan ketua besar menara tahta, menyambut kedatangan ke 12 klan di istana giok guna membahas fenomena alam yang baru baru ini terjadi.
Di dalam ruangan khusus istana giok di sana telah berkumpul para kultivator terkuat di benua permata hijau, mereka saling bertukar pendapat sambil menikmati sajian makanan yang di suguhkan oleh para pelayan istana giok.
Dari hasil keputusan bersama, ke 12 klan akan membantu istana giok dalam pembuatan Aray perlindungan yang akan menjadi benteng terakhir saat bencana kehancuran peradaban manusia jika benar benar terjadi.
Dan pembuatan Aray itu akan di mulai saat matahari terbenam di ufuk barat.
Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat ketua besar Hyo jin dan ketua besar Yun Juaxin yang merupakan kultivator dengan kultivasi Qi alam bintang 2, langsung memulai melakukan segel dalam membentuk sebuah Aray.
Ketua besar 12 klan bersama dengan kaisar giok langsung memasukkan kekuatan elemen yang mereka miliki kedalam segel yang di bentuk oleh ketua besar Hyo jin dan ketua besar Yun Juaxin.
Mereka terus melakukan kegiatan itu selama 3 hari 3 malam tanpa makan dan minum, setelah memasuki hari yang ke 4 perlahan lahan dari langit muncul sebuah Aray yang menutupi seluruh kawasan kekaisaran giok.
__ADS_1
"Kurasa Aray ini sanggup untuk menahan serangan dari kekuatan gelap yang akan memasuki ke kaisaran giok," batin ketua besar pagoda 9.
Setelah berpamitan kepada kaisar giok, ketua besar Yun Juaxin dan ketua besar Hyo jin. ke 12 klan kembali menuju ke Klannya masing masing guna meningkatkan pertahan dari dalam dan di luar klan, termasuk di kawasan kota tempat klan mereka bernaung.
Sementara itu Yan Lan yang tengah di latih oleh lelaki paruh baya yang bernama Wong ji Ang, kini tengah berlatih untuk menguatkan pondasi tulang yang ada di dalam tubuhnya.
"Yan er malam ini adalah malam ke 4 kau menjalani latihan bersamaku, setelah malam ini nasibmu akan di tentukan oleh sambaran petir surgawi yang akan meluluhlantakkan tubuhmu, apa bila kau bisa lolos berarti kau telah mendapatkan tulang naga langit," ucap Wong ji Ang.
Wong ji Ang sengaja ingin membuat pondasi ditubuh Yan Lan dengan merubah struktur tulang naga tanah pada tubuh Yan Lan, menjadi tulang naga langit yang kokoh dan kuat.
"Sekarang bermeditasi lah, dan persiapkan dirimu untuk perubahan tulang yang ada padamu Yan er," ucap Wong ji Ang.
Yan Lan segera duduk bersila di bawah hamparan batu besar yang permukaannya rata, dan kemudian mulai melakukan meditasi.
Wong ji Ang segera memasang segel di bawah batu besar yang di duduki oleh Yan Lan.
Seketika langit berubah dari cerah menjadi mendung, awam hitam bergulung gulung dengan suara Guntur yang menggelegar dasyat di sekitarnya.
Diatas awan tebal dan hitam itu muncul angin topan yang membuat suasana mencekam, angin topan itu makin lama semakin membesar dengan menarik semua awan hitam menuju kearahnya.
Tak lama kemudian sebuah petir besar muncul dari dalam angin topan itu dengan di iringi ledakan Guntur yang menggelegar di udara, petir besar itu langsung menyambar tubuh Yan Lan yang sedang melakukan kan kultivasi.
Seketika teriakan keras keluar dari mulut Yan Lan yang terkena sengatan petir, yang membuatnya jatuh terkulai di atas hamparan batu dengan tubuh tak sadarkan diri.
Wong ji Ang yang panik dengan keadaan Yan Lan, segera melesat ke arahnya guna melihat kondisi Yan Lan.
__ADS_1
"Ha..ha..ha..kau berhasil Yan er, tulang di tubuhmu akan segera menjadi tulang naga langit, di mana setelah kau sadar diri kau akan menjadi seorang manusia yang terlahir kembali," bisik Wong ji Ang.
"Kretak kretak!" bunyi tulang yang ada di tubuh Yan Lan sangat jelas sekali terdengar. Wong ji Ang memapah tubuh Yan Lan untuk meninggalkan tempat itu menuju kekediaman nya.
*****
Di suatu pagi istri ketua klan Glasier datang berkunjung untuk menemui para murid klan Glasier di pagoda 9, dia adalah ketua Lian ren.
Kabar kematian para murid yang mengikuti ujian tes sewaktu di dalam bukit roh, membuat ketua Lian ren merasa khwatir pada keselamatan putrinya Yan Ling, dan terlebih lagi keselamatan Yan Lan, dimana Lian ren tau tingkat kultivasi putranya itu yang paling rendah diantara para murid dari klan Glasier.
Yan Ling melepas kerinduan di pelukan ibunya.
"Ibu ada yang ingin ku katakan pada mu," ucap Yan Ling.
"Apa yang ingin kau katakan nak?" tanya Lian ren.
"Sewaktu di dalam bukit roh ada seorang pemuda yang menyelamatkanku dan juga menyelamatkan Huang jin, kalau tidak ada dia waktu itu huang jin pasti akan mati dan putrimu ini akan hilang keperawanan dan juga pasti akan mati bunuh diri karena rasa malu, pemuda itu bernama Yan Lan orang yang selama ini kucari dan kucintai ibu," ucap Yan Ling.
Lian ren mengelus lembut rambut panjang putrinya.
Melihat tingkah ibunya yang sepeti itu, Yan Ling pun merasa heran karena tak ada respon sedikit pun dari ibunya mendengar nama Yan Lan yang di sebutkan oleh nya
"Ibu!!, kakak Yan Lan belum mati, mereka semua salah mengira jika kakak Yan Lan telah mati, kakak Yan Lan di sini bersamaku ibu!!," ucap Yan Ling penuh semangat.
"Ling er, ibu sudah tau jika Yan Lan masih hidup, dia sempat memberikan kitab dan pedang ini pada ibu yang merupakan kitab dan pedang kuno dari leluhur guru ibu, sebelum keberangkatan kalian kesini aku telah berpesan kepada Yan Lan agar menjagamu selama di sini. Ibu akan memberikan kitab dan pedang pusaka ini padamu, kau pelajarilah dengan sebaik baiknya," ucap Lian ren.
__ADS_1
.