
Yan Lan yang ingin menyongsong sang gadis tiba-tiba saja menghentikan gerakannya, dikarenakan sang gadis kembali mengambang di udara, dan dari bekas sirnanya ular Dewa pelangi tiba-tiba saja muncul sebuah mutiara sebesar kelereng dengan bercahaya terang, mutiara itu perlahan-lahan mendekati putri Limudza dan menghilang setelah mutiara bercahaya terang itu merasuk ke dalam tubuh sang gadis tersebut.
Suara ******* berkali-kali keluar dari mulut putri limudza, dan sesaat kemudian mata gadis itu terbuka dan menatap ke arah Yan Lan.
Melihat adanya seorang pemuda tampan yang berada di hadapannya, putri Limudza terlihat sangat kebingungan, apalagi melihat kondisi pakaian yang dikenakannya telah sobek di sana-sini akibat pertarungan yang sangat dahsyat, akan tetapi semua pertarungan itu tak sedikitpun yang teringat di dalam pikiran putri Limudza.
Sang putri segera memeluk tubuhnya sendiri dan berkata "Apa yang kau lakukan padaku hingga pakaianku menjadi seperti ini?" tanya putri Limudza kepada Yan Lan.
Kini giliran Yan Lan yang kebingungan mendengar perkataan gadis muda yang ada di hadapannya.
"Apa yang dia katakan, bukannya baru saja terjadi pertarungan sengit antara aku dan dia, dan bagaimana dia bisa lupa pertarungan itu secepat ini?" batin Yan Lan dalam hati.
Semua pertanyaan dari wanita yang ada di depannya, sama sekali tak digubris oleh Yan Lan, di dalam pikirannya saat ini Yan Lan hanya ingin kedua pengikutnya dapat sembuh dari racun yang berada di tubuhnya.
"Cepat serahkan penawar racun untuk kedua pengikutku itu, jika tidak aku tak akan segan-segan untuk menghancurkan kerajaan ini, jika sampai kedua pengikut itu mati karena racun yang telah kau berikan, maka jangan salahkan aku jika alam serta kerajaan kemilau roh akan ku bumi hanguskan tanpa tersisa!!" ucap Yan Lan.
"Racun, dua orang? aku tak pernah meracuni dua orang pengikut mu!!" jawab putri Limudza yang mencoba mengingat ingat kembali apa yang dia lakukan sebelum berada di tempat ini.
"Kedua pengikutku berada di sana," hardik Yan Lan yang mulai merasa kesal dengan gadis muda yang berada di hadapannya, sambil menunjuk kearah belakangnya.
Sang gadis melihat kearah tempat yang di tunjuk oleh jari telunjuk Yan Lan, dan tanpa diduga duga oleh Yan Lan, gadis itu telah lenyap dari pandangannya.
__ADS_1
"Tehnik transportasi yang di gunakannya," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menggunakan tehnik ruang dan waktu untuk bisa menyusul sang gadis, agar cepat berada di tempat dimana Cencen dan Qing ruo berada.
Disana sang gadis tengah berdiri menatap kearah kedua pengikut Yan Lan.
"Coba kau buka pelindung itu, biar aku mencoba melihat keadaannya," ucap sang gadis.
Yan Lan segera membuka pelindung yang menutupi kedua pengikutnya, dan kemudian sang gadis segera melesat ke bawah dan melihat keadaan kedua pengikut Yan Lan.
Mengetahui racun itu merupakan salah satu tehnik racun yang di gunakannya, putri Limudza segera mengeluarkan racun di kedua tubuh pengikut Yan Lan.
Tangan kanan sang putri di arahkan kedepan, maka muncul 2 ekor bayangan ular yang menyedot habis racun di tubuh Cencen dan Qing ruo.
"Maafkan jika aku telah melukai kedua pengikut anda, aku adalah Limudza, apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahan yang telah kulakukan ini," ucapnya.
Yan Lan benar benar dibuat sangat bingung dengan sifat gadis yang bernama Limudza, yang sangat jauh berbeda dengan sifat awalnya yang begitu sangat kejam, ganas dan tak berperikemanusiaan.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi padanya, ini begitu sangat membingungkan ku," batin Yan Lan.
Di sela sela kebingungannya, tampak dua orang wanita cantik yang salah satunya begitu sangat di kenal Yan Lan, dia adalah ratu Lily yang terlihat datang dengan wajah yang berseri seri dan langsung memeluk putri Limudza.
__ADS_1
"Putriku Limudza kau telah sembuh!, bagaimana keadaanmu sekarang nak?" tanya sang ratu.
"Aku baik baik saja ibu, tapi entah mengapa aku tak mengetahui kejadiannya jika aku telah melukai dua orang yang tengah terbaring itu," jawab putri Limudza dengan perasaan bersalah.
"Semua itu karena kau masih terpengaruh kutukan ular 7 warna yang membuat alam sadar mu tertutup oleh kutukan itu, hingga ular tujuh warna yang haus akan pertempuran menguasai jiwamu, sekarang ini kutukan itu telah sirna karena Yan Lan telah membunuh ular Dewa pelangi, yang membuatmu kembali seperti sifat aslimu putriku," ucap ratu Lily menjelaskan.
Yan Lan yang mendengar percakapan ibu dan anak itu, pada akhirnya mengetahui duduk masalah yang sebenarnya, mengapa putri Limudza sampai tak mengetahui peristiwa sebelumnya dan hanya mengetahui peristiwa saat dia tersadar, "Sungguh kutukan yang sangat mengerikan," batin Yan Lan.
Sesaat sang putri memegangi rambut di kepalanya, dan tak mendapati keberadaan ular 7 warna disana, senyumannya pun segera hadir yang membuat ratu Lily dan jendral Hyun liy begitu sangat senang, karena selama bertahun tahun setelah kutukan ular 7 warna mendera putri Limudza, tak pernah sekalipun sang putri tersenyum walau sekali saja.
Ratu Lily menghampiri Yan Lan tanpa adanya hawa permusuhan di sana.
"Trimakasih Kaisar Phoenix, karena putriku bisa terbebas dari kutukan yang selama ini menderanya, atas semua kemurahan hati Kaisar phoenix aku sebagai tuan rumah di tempat ini, mengundang anda untuk sekedar mampir guna menjamu kalian bertiga sebelum kalian bertiga melanjutkan perjalanan," ucap ratu Lily.
Jendral Hyun liy terkejut mendengar jika pemuda yang telah menyelamatkan putri Limudza merupakan seorang raja, jika perkataan itu tak keluar dari mulut sang ratu, kemungkinan besar jendral Hyun liy tak akan mempercayainya.
Begitupun dengan putri Limudza, dia begitu kagum dengan kekuatan dan ketampanan pemuda yang ada di hadapannya, akan tetapi ada jarak yang tidak bisa di langgar olehnya, karena pemuda yang ada dihadapannya adalah seorang manusia sementara dirinya sendiri dari golongan siluman yang bisa hidup ribuan tahun, sehingga dirinya tak bisa melanggar hal itu, dan berupaya untuk tak mendekati Yan Lan.
Mengingat dirinya telah melakukan kerusakan di tempat itu, membuat Yan Lan mengiyakan ajakan sang ratu, dan pada akhirnya Yan lan dan ketiga pengikutnya berangkat ke kerajaan Kilauan roh.
*****
__ADS_1
Awal taun baru author rencananya bisa menulis 2 sampai 3 chapter perhari, karena kerjaan bangunan yang author kerjakan telah selesai, untuk sementara author tetap berusaha menulis walau keadaan capek. Untuk teman teman yang menyuruh author berhenti menulis bisa author pikirkan lagi, dengan menulis sinopsis sampai tamat.
Author minta pendapat dengan komentar terbanyak apakah, apakah teman teman pembaca mau bersabar sampai urusan kerjaan author selesai dengan menulis 1 episode perhari atau menulis sinopsis satu episode tamat, trimakasih.