
Para jendral yang melihat para prajurit pemanah nya mati satu persatu tanpa ada terlihat orang yang membunuhnya, membuat mereka semua memasang kewaspadaan tingkat tinggi.
Kali ini Yan Lan terkepung oleh ribuan armada tempur udara, dan darat yang di miliki oleh kerajaan puncak langit, belum lagi beberapa sekte yang telah bergabung dengan kerjaan puncak langit, membuat Yan Lan sangat khawatir terhadap putri Bilqis yang bersamanya.
"Apa yang harus kulakukan, jika aku bertempur dengan mereka semua, itu akan sangat membahayakan putri Bilqis, untuk lari pun kini sudah tak ada peluang lagi, karena seluruh prajurit yang dimiliki oleh kerajaan puncak langit telah mengepung kami berdua, jika tak ada pilihan lain maka terpaksa aku akan menggunakan kekuatan Dewa yang ada padaku," batin Yan Lan.
"Kak Yan Lan, jika hari ini aku mati disini, aku begitu sangat bahagia karena aku bisa mati berada di dekat pemuda yang sangat kucintai," ucap putri Bilqis.
"Kau bicara apa putri?, walaupun kita sudah terkepung seperti ini, tapi kita tak usah putus harapan, kita pasti bisa untuk melewati ini semua," jawab Yan Lan.
Terlihat jelas ke putus asaan di wajah putri Bilqis, melihat begitu banyak pasukan besar kerajaan puncak langit yang mengepung mereka berdua.
"Kau sungguh sangat polos putri, aku akan memperlihatkan padamu bagaimana aku akan menghancurkan kerajaan ini, bersama dengan seluruh penghuninya, termasuk para iblis yang berada di dalam sekte kalajengking hitam," batin Yan Lan.
Yan Lan segera memasang 6 buah segel yang mengelilingi dirinya dan putri Bugis, yang akan segera aktif jika Yan Lan mengaktifkannya.
"Kalian telah membunuh putraku, maka kalian berdua juga harus mati, habisi mereka..!!!" teriak raja Ling Toska dengan penuh kebencian.
Pengepungan itu di pimpin langsung oleh raja Ling Toska, yang begitu ingin balas dendam pada Yan Lan yang telah membunuh putra tunggalnya.
Seluruh prajurit kerajaan puncak langit maju serentak untuk menyerang Yan Lan, baik dari udara maupun dari daratan, yang membuat debu berterbangan di udara.
Melihat hal itu Yan Lan segera mengaktifkan 6 buah segel yang sebelumnya telah dibuat olehnya.
__ADS_1
"Segel prajurit kegelapan," ucap Yan Lan sambil menapakkan kedua tangannya ketanah.
Seketika 6 buah tabung berwarna kuning muda terbentuk dari ke enam segel yang telah di buat oleh Yan Lan sebelumnya, dari dalam segel tabung seketika memuntahkan prajurit tengkorak putih yang ribuan jumlahnya, dan pasukan tengkorak putih dengan cepat melesat ke arah pasukan yang berada di darat maupun di udara yang dimiliki oleh kerajaan puncak langit.
Tak sampai di situ, kembali Yan Lan mengeluarkan tehnik inti api surgawi dan tehnik inti api neraka, dengan membuka segel di langit maka terbentuklah pola lingkaran besar, yang mana dari dalam lingkaran itu kini mengeluarkan bola bola panas besar, gabungan dari inti api surgawi dan inti api neraka.
"Meteor api Phoenix..!!" teriak Yan Lan.
Maka seluruh bola bola api itu membombardir pasukan yang di miliki oleh kerajaan puncak langit, yang membuat ledakan ledakan dasyat yang langsung memporak-porandakan pasukan penyerang.
Debu tebal membumbung tinggi di udara, yang menutup pandangan mata, setelah debu menghilang maka terlihat kubangan kubangan yang dalam di tempat itu.
Prajurit tengkorak putih yang keluar dari segel tabung terus mengejar para pasukan kerjaan puncak langit, dengan menabrakkan dirinya ke pasukan tersebut hingga membuat ledakan, yang menyebabkan pasukan yang tertabrak hancur menjadi debu.
"Siapakah kak Yan Lan ini sebenarnya, mengapa hati kecilku mengatakan Jika dia merupakan seorang Dewa, tapi jika dia seorang Dewa tak mungkin dia bisa turun ke dunia dalam waktu yang lama, dan melakukan kerusakan seperti ini, tentunya ada hukuman dari dewa tertinggi Jika benar benar kak Yan Lan merupakan seorang Dewa yang turun ke dunia ini," batin putri Bilqis yang terus memandangi Yan Lan.
Di pertempuran itu tak ada perlawanan berarti dari pasukan kerajaan puncak langit, karena mereka semua menjadi bulan-bulanan serangan yang diciptakan oleh Yan Lan.
Banyak prajurit dari kerajaan puncak langit yang tewas dan tak meninggalkan bekas. Karena tak ingin seluruh pasukannya hancur, raja Ling Toska berteriak sekencang-kencangnya.
"Mundur....!!" teriak raja Ling Toska.
Para jenderal dan petinggi kerajaan puncak langit yang mendengar teriakan rajanya, langsung menyuruh seluruh pasukannya untuk mundur.
__ADS_1
"Kalian yang memulai peperangan ini dengan ku dan tak mengindahkan apa yang kukatakan, maka kerajaan puncak langit ini akan aku ratakan dengan tanah," teriak Yan Lan sambil mengarahkan meteor api phoenix kearah istana.
Seluruh bangunan istana hancur terkena bola-bola api yang sangat panas, yang bertubi-tubi terus menghujam ke arah bangunan istana.
Tak hayal lagi, seluruh bangunan istana yang berdiri megah, kini berubah menjadi puing-puing reruntuhan yang penuh dengan debu dan kobaran api yang terus membakar apa saja yang berada di dekatnya.
Istana megah itu kini benar-benar rata dengan tanah, tanpa ada satupun bangunan yang tersisa. Kebanggaan istana puncak langit yang dulunya megah, kini telah hancur di tangan Yan Lan, yang menyisakan kota awan yang sedikitpun tak tersentuh oleh meteor api Phoenix.
Banyak Jenderal dan petinggi kerjaan puncak langit yang tewas dalam pertempuran itu, sementara raja Ling Toska sendiri memilih untuk bersembunyi ke dalam kota Awan.
Yan Lan menghentikan serangannya karena melihat tak ada satupun pasukan kerajaan puncak langit yang berada di tempat itu.
Yan Lan sesaat duduk bermeditasi untuk mengembalikan energi qi di dalam tubuhnya yang telah banyak hilang. Putri Bilqis hanya terpaku memandangi pemuda yang tengah melakukan meditasi dihadapannya, dia tak dapat berkata apa-apa melihat apa yang telah dilakukan Yan Lan terhadap kerajaan puncak langit.
Hanya sesaat dan seorang diri pemuda yang dicintainya itu dapat menghancurkan Kerajaan besar dalam waktu sekejap mata, membuat Putri Bilqis merasa takut dengan keberadaan Yan Lan disisinya.
Dengan berat hati, putri Bilqis melesat cepat meninggalkan tempat itu menuju ke arah kerajaan cahaya nirwana berada.
Kepergian putri Bilqis dapat diketahui oleh Yan Lan, akan tetapi Yan Lan tak ingin mengejarnya.
"Mungkin kebersamaan kita cukup sampai di sini putri, semoga kedepannya kita tak bertolak belakang dan saling bermusuhan," batin Yan Lan.
Yan Lan mengakhiri meditasinya, dan melangkah pergi meninggalkan tempat terjadinya pertempuran, dan kembali menuju ke kerajaan Buluh surgawi untuk mengatakan pada tetua Yun Leng, tentang kabar duka tewasnya Lien Hua di kerajaan puncak langit.
__ADS_1