PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kematian Bangsawan Erlang Huo


__ADS_3

Kali ini Yan Lan berhadapan langsung dengan Bangsawan Erlang Huo, sementara Raja Zheng long terus mengeluarkan kekuatannya dalam membendung gempuran api inti surgawi dan api inti neraka, yang bagaikan hujan meteor terus memborbardir istana kerajaannya.


"Yan Lan kau telah membunuh putraku, darah di bayar darah, nyawa dibayar nyawa maka kematian mu adalah ketenangan bagi jiwa putraku," ucap Bangsawan Erlang Huo.


Seketika itu tubuh bangsawan Erlang mo memancarkan cahaya keemasan, dan terdapat baju perang yang menyelimuti tubuhnya.


"Selama ini tak ada yang bisa mengalahkanku dengan baju prisai Dewa yang ku miliki, senjata mainan mu itu hanyalah barang rongsokan yang banyak terdapat di pasar dan di jajakan oleh para pedagang keliling, majulah Yan Lan, dan terimalah kematian mu," ucap bangsawan Erlang Huo.


Kali ini busur yang berada di tangan bangsawan Erlang Huo tiba tiba saja berubah menjadi sebuah pedang yang bercahaya keemasan, tampak seluruh permukaan pedang yang berselimutkan sisik sisik yang berwarna kuning berkilauan.


Yan Lan terdiam dan mencerna keadaan yang ada, dia menatap tajam kearah senjata artefak langit yang berada di tangan Erlang Huo.


Senjata yang berada di tangannya begitu sangat kuat, aura yang terpancar begitu sangat menindas, aku tak boleh meremehkan senjatanya artefak langit yang berada di tangannya," batin Yan Lan.


Dari tubuh Yan Lan kini terselimuti baju perang yang juga bercahaya keemasan, yang membuat bangsawan Erlang Huo sangat terkejut melihatnya, senyum sinis yang sedari tadi menghiasi wajahnya pun sirna.


"Mengapa anak muda ini memiliki baju perisai Dewa perang, siapakah dia sebenarnya? mengapa baju perisai itu sama persis dengan baju perang yang dimiliki oleh jendral utama langit, yang terdapat dalam kitab pusaka nirwana yang kutemukan dalam reruntuhan sisa sisa perang antara Dewa dan iblis? ini sangat mustahil, tak mungkin Yan Lan adalah jendral perang langit," batin Bangsawan Erlang Huo.


Bangsawan Erlang Huo mengesampingkan baju perisai Dewa yang di kenakan oleh Yan Lan, yang ada dalam fikirannya saat ini adalah bagaimana cara untuk menghabisi orang yang telah membunuh putranya.


"Aku akan melihat bagai mana cara kau menghadapi artefak langit yang ada di tanganku ini," batin Bangsawan Erlang Huo.


Ranah tingkat Qi alam puncak langsung menyebar dari tubuh Bangsawan Erlang Huo, diapun mulai melakukan gerakan gerakan halus namun penuh tenaga, dan tak lama kemudian Bangsawan Erlang Huo menyerang Yan Lan dengan menggunakan pedang yang berada di tangannya, gerakannya pun sangat cepat dan sulit di lihat oleh mata biasa.


Namun lawannya kali ini adalah Yan Lan, pemuda yang sarat pengalaman dalam pertarungan satu lawan satu, tak ada satupun serangan dari bangsawan Erlang Huo yang berhasil mengenai tubuh Yan Lan, dan malah sebaliknya Yan Lan berhasil menekan balik bangsawan Erlang Huo hingga membuatnya harus mengeluarkan seluruh kemampuan yang di milikinya dalam menghadapi Yan Lan.

__ADS_1


Kali ini pedang yang berada di tangan Erlang Huo berubah menjadi cambuk, dan kembali menekan Yan Lan dengan serangan serangan aneh yang sangat mematikan.


Ujung cambuk yang sangat runcing terus memburu Yan Lan, hingga satu gerakan tipu muslihat dari bangsawan Erlang Huo, berhasil mendaratkan ujung cambuk kedada Yan Lan.


"Boom..!!"


Tubuh Yan Lan terhempas ke tanah hingga menimbulkan kubangan yang sangat dalam, debu berterbangan sangat pekat di udara.


"Berakhir sudah, tak mungkin dia dapat selamat dari senjata artefak langit ini," ucap Erlang Huo.


"Erlang Mo...!!, ayah telah berhasil membunuhnya, maka tenanglah di alam sana karena dendammu sudah terbalaskan," teriak Bangsawan Erlang Huo dengan penampilan h keyakinan.


Ratu Shima yang dari jauh memperhatikan pertarungan antara bangsawan Erlang Huo dan Yan Lan, merasa sedikit lega karena momok menakutkan yang selama ini menjadi bumerang bagi kerajaannya telah binasa.


Cencen dan Qing ruo sangat bersedih dengan apa yang menimpa tuan mudanya, diapun berlari ketempat di mana tuan mudanya terhempas, dan ingin memastikan keadaan tuan mudanya, walaupun dengan debu yang sangat tebal di sekitar tempat itu.


"Mengapa dia belum juga biasa, padahal senjata artefak lagi ini dengan telak menghantam tubuhnya, apakah perisai yang berada di tubuhnya dapat menghalau serangan ku tadi?" batin Bangsawan Erlang Huo.


Tak hanya bangsawan Erlang Huo yang terkejut dengan kebangkitan Yan Lan, ratu Shima yang tadinya merasa senang dengan tewasnya Yan Lan, kini kembali merasa was-was akan keselamatan istananya dari kehancuran.


Sementara itu Yan Lan perlahan lahan melayang dan mengambang di udara, kemudian menyeka darah segar yang mengalir di sela sela bibir nya, dengan penuh amarah Yan Lan segera mengaktifkan mata langitnya, dan tanpa sepatah kata pun langsung menyerang ke arah bangsawan Erlang Huo.


Pergerakan Yan lan sangat cepat, tak terlihat sedikitpun bayangan dari tubuhnya yang bergerak ke arah bangsawan Erlang Huo, hanya cahaya keemasan yang terus bergerak cepat ke arah sang bangsawan.


Melihat hal itu, Bangsawan Erlang Huo segera melakukan gerakan kecil, kemudian melemparkan cambuknya ke depan maka terciptalah sebuah naga emas, yang melingkari bangsawan Erlang Huo dengan batas jarak gerak tertentu.

__ADS_1


Treng..


Treng..


Treng..


Benturan golok pembunuh semesta dengan senjata artefak langit yang telah berubah menjadi seekor ular naga, terus terjadi.


Benturan yang terus-menerus itu membuat tubuh bangsawan Erlang Huo gemetar hebat, akibat tekanan energi yang sangat dasyat yang menimpa tubuhnya.


"Aku tak bisa bertahan lama di gempur terus-menerus seperti ini, apalagi saat ini perisai yang kugunakan untuk melindungi tubuhku, telah banyak yang mengalami keretakan di sana sini, aku harus segera mencari akal bagaimana cara untuk dapat pergi dari tempat ini.


Belum sempat Bangsawan Erlang Huo berfikir untuk melarikan diri, Yan Lan segera bersalto di udara, dan tiba tiba saja segel api inti neraka serta segel api inti surgawi yang menyelimuti kerajaan cahaya nirwana seketika menghilang, kedua api itu pun kini kembali berada di dalam tubuh Yan Lan.


"Tebasan api phoenix," teriak Yan Lan dengan menebaskan golok pembunuh semesta dari atas kebawah, maka terciptalah seekor burung Phoenix api yang mengarah cepat ke arah bangsawan Erlang Huo.


Suhu udara semakin meningkat seiring melesatnya burung Phoenix tersebut, Bangsawan Erlang Huo memperkuat pertahanannya dengan menghantamkan senjata artefak langit yang telah berubah menjadi naga, kearah burung Phoenix yang melesat cepat kearah bangsawan Erlang Huo.


Boom..!!


Kembali benturan terjadi, yang membuat ledakan dasyat yang menggelegar di udara. Naga emas yang tadinya menahan burung phoenix, kini menghilang dan berubah menjadi sebuah pedang yang tertancap ke tanah.


Dan pada akhirnya burung phoenix api itu menabrak bangsawan Erlang Huo hingga menjadi debu. Perisai yang digunakan nya pun terjatuh di tanah dengan permukaan yang tak terbentuk, sehingga perisai itu tidak dapat dipergunakan lagi.


Yan Lan berjalan kearah senjata artefak langit yang tertancap di tanah dan mengambilnya, kemudian dimasukkan ke dalam cincin ruang yang di milikinya.

__ADS_1


Kali ini Yan Lan berjalan ke arah raja Zheng long, untuk menentang sang raja dalam sebuah pertarungan.


__ADS_2