PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Siluman kelelawar


__ADS_3

Malam makin larut, udara dingin perlahan menyelimuti hutan itu, Yan Lan dan putri Limudza berjalan menghampiri Qing ruo dan Cencen yang masih melakukan meditasi.


Putri Limudza segera duduk bersila, dan mulai mengeluarkan tehnik pelepasan roh. Bayangan sang putri langsung tertuju kearah Cencen dan Qing ruo, kemudian mengembalikan jiwa Cencen dan Qing ruo seperti sedia kala.


Setelah itu sang putri kembali berdiri, dan menghampiri Yan Lan.


"Sebentar lagi mereka berdua akan tersadar kak Yan Lan, kita tunggu saja," ucap putri Limudza.


Yan Lan menganggukkan kepalanya sesaat, sambil menatap kearah kedua pengikutnya yang masih melakukan kultivasi.


Apa yang dikatakan putri Limudza pun terwujud, Cencen dan Qing ruo perlahan lahan membuka matanya.


"Bagaimana keadaan kalian, dan juga perkembangan tehnik baru yang kalian berdua pelajari?" tanya Yan Lan.


"Tuan muda, tehnik ini sangat luar biasa kuat, seluruh tehnik yang ada padaku sebelumnya telah menyatu dengan tehnik belati bulan sabit, dan sekarang aku menembus batasan ku," jawab Qing ruo.


"Benar tuan muda, aku juga telah menembus batasan ku hingga seluruh tehnik yang ku pelajari dari sekte pasir es dan tehnik yang tuan muda berikan padaku, telah menyatu dengan tehnik pedang pemecah angin, sehingga aku semakin bertambah kuat," ucap Cencen berapi api.


"Aku ingin kalian menunjukkan padaku tehnik yang kalian dapatkan," ucap Yan Lan.


Tiba tiba saja putri Limudza menahan Yan lan agar kedua pengikutnya tak mengeluarkan tehnik baru yang di milikinya, karena teknik itu mempunyai kekuatan besar yang sanggup menghancurkan apapun yang menjadi tujuan serangnya.


"Kak Yan Lan jika kedua tehnik itu digunakan di sini, hal itu akan menjadi bencana baru bagi kita, karena daya ledak yang terjadi akan membuat siluman siluman, binatang roh legenda, binatang roh surgawi, dan lain sebagainya, akan terusik, ingat kak Yan Lan, semua yang berjatuhan di tempat ini merupakan benda-benda atau pun makhluk-makhluk yang dahulunya merupakan peliharaan para dewa dan iblis di masa lampau," ucap putri Limudza.

__ADS_1


Mendengar perkataan putri limudza, Yan Lan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan malam itu juga, dengan menaiki Drako kembali.


Diatas punggung Draco, Yan Lan menyaksikan keakraban kedua pengikutnya dan putri Limudza begitu sangat cepat terjalin, yang membuatnya merasa senang akan hal itu.


Senyumannya terus mengembang saat mereka bertiga bercakap cakap dan saling bercanda satu sama lain, hingga suasana hati Yan Lan berubah saat melihat sesuatu yang mengikuti mereka dari belakang.


Dengan cepat Yan Lan mengaktifkan mata langitnya, dan betapa terkejutnya Yan Lan saat melihat sesuatu yang mengikuti mereka dari belakang merupakan sekelompok kelelawar raksasa, dengan kepala persis serigala dan tubuh berbulu lebat layaknya seorang manusia, dan juga sepasang sayap kelelawar yang di pakainya untuk terbang.


"Siluman kelelawar," bisik Yan Lan.


Melihat perubahan pada wajah Yan lan, membuat putri Limudza menjadi bertanya tanya, apa yang sedang terjadi hingga membuat wajah kekasihnya berubah seketika itu.


"Kak Yan Lan, ada apa?" tanya putri Limudza.


"Kita kedatangan tamu, kalian bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan yang ada," jawab Yan Lan sambil menunjuk kearah belakang.


"Li er, suruh Drako mendarat, kita akan menghadapi pertarungan di darat, karena yang mengejar kita merupakan siluman kelelawar," ucap Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan, akhirnya putri Limudza mengetahui jika bahaya yang akan datang mengancam, merupakan para kelelawar siluman dari kerajaan siluman kelelawar.


"Draco mendaratlah," perintah putri Limudza kepada binatang roh yang membawa mereka terbang.


Mendengar perintah sang putri, Draco segera menukik untuk mendarat ketanah.

__ADS_1


Setelah mendaratkan mereka semua, putri Limudza segera memerintahkan Draco untuk pergi dari tempat itu. Dalam sekejap mata Draco kembali mengudara, dan hilang dalam pekatnya malam.


Sesaat setelah kepergian Draco, terlihat puluhan kelebatan bayangan hitam di dahan dahan pohon besar yang terdapat di dalam hutan itu.


"Tamu kita sudah datang," ucap Yan Lan sambil memandang keatas pohon.


"Tuan muda, biarkan aku mencoba tehnik baru yang telah ku pelajari," ucap Qing ruo.


Yan Lan memandang Qing ruo sesaat, dan kemudian menganggukkan kepalanya.


Mendapat persetujuan dari Yan Lan, Qing ruo segera mengeluarkan belati bulan sabitnya, tampak sebuah belati yang mengeluarkan cahaya kuning keemasan tengah mengambang di udara dan berputar putar di samping Qing ruo, belati itu berbentuk bulan sabit dengan ujung belati hampir bertemu satu dengan yang lainnya, diameter belati itu kurang lebih 50 sentimeter.


Dengan sekali gerakan tangannya, belati bulan sabit milik Qing ruo tiba tiba saja menghilang, dan tau tau puluhan siluman kelelawar telah berjatuhan dari atas dahan pohon dengan tubuh yang terpotong menjadi 2 bagian, hingga membuat tempat itu beraroma kan bau anyir darah dari semua siluman kelelawar yang telah mati mengenaskan.


Belati bulan sabit kembali kearah Qing ruo, dan dengan sigap Qing ruo menyimpannya kembali.


Yan Lan memperhatikan salah satu siluman kelelawar yang mati terbunuh, dan tak menyangka jika tebasan belati bulan sabit mampu membuat tubuh siluman kelelawar terpotong sangat rapi.


"Belati yang digunakan Qing ruo mempunyai ketajaman yang sangat luar biasa, hingga dapat memotong siluman kelelawar ini dengan sangat rapi, selain tajam, belati itu juga memiliki racun yang sangat mematikan," batin Yan Lan.


Yan Lan membalikkan tubuhnya, dan kembali kearah putri Limudza dan kedua pengikutnya, sambil berkata. "Kita lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, jika kita melakukan perjalanan dengan menggunakan Draco, maka akan membahayakan bagi kita semua, karena siluman kelelawar sangat berpeluang besar menyerang secara leluasa di udara," ucapnya.


"Kami semua akan mengikuti perintah tuan muda," ucap Qing ruo.

__ADS_1


Tiba tiba saja cahaya terang keluar dari dalam tubuh Yan Lan, dan membentuk seekor singa bersayap.


Baik putri Limudza dan kedua pengikut Yan Lan, segera mengeluarkan senjata mereka masing masing, karena melihat singa bersayap yang tiba tiba saja muncul dengan aura binatang roh surgawi yang sangat kuat di tubuhnya.


__ADS_2