PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Akhir pertempuran


__ADS_3

Yan Lan segera mendekap Zhao Quin yang terus mengeluarkan darah dari mulutnya Melihat teriakan Yan Lan Qilin dan beberapa perwira tinggi langit langsung menuju kearahnya, dan melakukan perlindungan.


Salah satu perwira tinggi langit yang mengetahui keberadaan Dewi itu sebelumnya menjadi sangat terkejut, apalagi melihat jendral langit begitu sangat terpukul dengan terlukanya sang Dewi.


"Untung saja waktu itu aku tak memasukan dia kepenjara, jika itu sampai terjadi maka hal itu akan menyusahkan ku," batin perwira tinggi langit.


"Zhao Quin apa yang kau lakukan? mengapa kau tak membiarkan serangan itu melukaiku," bisik Yan Lan.


"Aku telah banyak melakukan kesalahan padamu kak Yan Lan, semoga dengan kematian ku ini kau dapat memaafkanku," ucap Zhao Quin dengan berusaha sekuat tenaga untuk dapat bernapas, akan tetapi perlahan lahan tubuhnya tiba tiba saja terkulai dan napasnya seketika itu terhenti.


"Aku telah memaafkanmu sayang, jika kau tau hatiku, aku masih begitu sangat mencintaimu, maafkan ke egoisanku selama ini," ucap Yan Lan sambil menggendong tubuh Zhao Quin dan perlahan memberikannya pada Qilin.


"Qilin jaga dia, aku akan menuntaskan pertarungan ini!" ucap Yan Lan.


Seketika itu petir menyambar kesana dan kesini, hingga membuat gejolak alam seketika itu berubah drastis. Mata langit yang ada pada Yan Lan terbuka, mata ketiganya itu mengeluarkan cahaya emas yang menandakan jika amarah Yan Lan sudah tak terbendung lagi.


Golok pembunuh semesta seketika keluar dari dalam tubuhnya, yang semakin menambah mencekam suasana yang ada.


Yan Lan dengan cepat menyerang Dewa seiryu, akan tetapi langkah Yan Lan terhenti oleh hadangan jendral iblis Mammon, jendral iblis Lucifer dan jendral iblis Azazel dengan formasi iblis yang di gunakannya, hingga membuat pertarungan kembali terjadi.


Melihat ketiga rekan sesama Jenderal iblis sedang bertarung menghadapi Yan Lan, memberi kesempatan bagi Dewa seiryu untuk kembali menyerang Yan Lan secara sembunyi sembunyi, akan tetapi raja binatang buas yang masih tersisa terlebih dahulu menyerangnya hingga membuat Dewa seiryu mengurungkan niatnya.


"Kurang ajar, binatang buas ini begitu merepotkan ku," bisik Dewa seiryu dan langsung menyerang raja binatang buas yang berupa singa raksasa itu, dengan inti angin yang di milikinya.


Alhasil sebuah jarum inti angin yang di lepaskan Dewa seiryu, berhasil mendarat telak di tubuh singa raksasa yang bertarung dengannya.


Tubuh singa raksasa seketika terpental jauh, dengan tubuh yang penuh luka menganga akibat terkena serangan inti angin dari Dewa seiryu.


Tampak singa raksasa tak bisa bangkit lagi, akibat banyaknya darah yang keluar dan sebagin organ tubuhnya yang telah hancur terkoyak.


Burung Phoenix raksasa yang baru tiba dari mengantar ke 3 putri ke pengunungan tempat kediamannya berada, menjadi terkejut melihat semua raja binatang buas sahabatnya telah tumbang di tanah.


Amarahnya langsung memuncak, diapun membombardir Dewa seiryu lewat bola api yang di tembakkan dari mulutnya. Melihat serangan mematikan dari raja burung Phoenix raksasa, membuat Dewa seiryu meloncat kesana dan kesini untuk menghindarinya.


Di tempat lain, ke tiga jendral iblis mulai terdesak oleh keganasan Yan Lan, dan pada satu kesempatan, Yan Lan berhasil menghantamkan tinju tangan kirinya kearah jendral iblis Azazel yang membuatnya terpental dengan tubuh yang berselimutkan api hitam.

__ADS_1


Tubuh jendral iblis Azazel meronta ronta kesakitan ditanah, hingga pada akhirnya suaranya hilang akibat tubuhnya yang telah habis terbakar menjadi debu.


Jendral iblis Dyroth yang telah berhasil menghancurkan segel kegelapan yang di buat oleh Yan Lan, seketika itu murka akibat salah satu jendralnya telah tewas di tangan jendral langit, yang membuatnya langsung bergabung dengan kedua jendral iblis yang masih tersisa.


"Kau telah membunuh salah satu jendral iblis, maka nyawamu yang akan menjadi pertanggung jawabanku di depan raja iblis," ucap jendral iblis Dyroth.


Yan Lan memanggul golok pembunuh semesta di bahu kananya dan berkata.


"Sekalipun raja iblis yang berada disini, aku tak akan gentar, dan aku akan membuat kalian bertiga tak akan kembali ke alam bawah," jawab Yan Lan.


Mendengar perkataan Yan Lan yang meremehkan rajanya, membuat ketiga jendral iblis itu langsung menyerang Yan Lan, hingga pertarungan kembali terjadi.


Sementara itu di alam bawah, raja iblis Azuma tersadar dari meditasinya, dia merasakan jika salah satu jenderal kerajaan iblisnya telah tewas.


"Siapa yang membuat kekacauan ini hingga membunuh salah satu Jendral ku!!" ucap raja iblis Azuma yang tiba tiba menghilang dari tempatnya bermeditasi.


Dan tiba tiba saja iblis Azuma sudah berada di tempat terjadinya pertempuran antara iblis dan pasukan istana langit.


Raja iblis yang melihat seluruh pasukannya telah porak poranda oleh gempuran pasukan istana langit, seketika itu menjadi murka.


Dengan mengangkat tangannya ke atas maka terciptalah lobang hitam yang menghisap sebagian dari pasukan terbang istana langit.


Golok pembunuh semesta yang mengarah kearah lobang hitam, langsung berubah menjadi sesosok ular naga giok hitam, dan langsung menembakkan bola api berwarna hitam kebiruan kearahnya lobang hitam tersebut.


Lobang hitam yang terkena serangan bola api dari naga giok hitam, seketika hancur yang membuat raja iblis Azuma memalingkan muka kearah sumber serangan yang menghancurkan lobang hitam miliknya.


"Naga giok hitam yang sangat melegenda, mengapa dia tiba tiba saja berada di tempat ini? sangat menarik!! aku akan menghisap intisari kekuatan yang ada pada naga giok hitam itu, agar kekuatanku semakin besar dan tak tertandingi!" batin raja iblis Azuma.


Raja iblis Azuma segera melayang di udara, dan langsung mengaktifkan salah satu tehnik segel yang di milikinya, hingga membuat naga giok hitam terkurung di dalam segel berbentuk segitiga yang memiliki ruang.


Yan Lan yang melihat hal itu dengan cepat melesat kearah naga giok hitam dan menusukkan tombak penguasa semesta ke arah segel, hingga segel yang mengurung naga hitam pun hancur seketika.


Semua yang melakukan pertempuran terhenti karena melihat adanya raja iblis dan Yan Lan yang saling kini berhadapan di udara.


Ketiga jendral iblis yang bertarung dengan Yan Lan segera melesat ke udara. Melihat hal itu, naga giok hitam segera menghadangnya.

__ADS_1


"Kita bertemu kembali Azuma," ucap Yan Lan.


Raja iblis Azuma begitu sangat terkejut melihat jendral langit yang ada di hadapannya.


"Yan Lan!!, tak kusangka kau sekarang menjadi jendral perang langit dan menjadi seorang Dewa," ucap raja iblis Azuma.


Yan Lan tersenyum dengan mengeluarkan aura Dewa surgawi yang di milikinya, kali ini Yan Lan mengeluarkan 100 persen aura kekuatannya karena dia tau yang di hadapinya saat ini, merupakan seorang raja iblis yang mampu membunuh kaisar langit sebelumnya.


"Aku ingin bertarung denganmu, sampai ada salah satu dari kita yang mati," ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha..dengan keadaanmu sebagai seorang Dewa jenderal perang langit, tak akan membuatku takut, tapi saat ini belum saatnya kita bertarung, tunggu aku 1 tahun lagi, kita akan bertemu kembali dalam sebuah pertarungan, dan pertempuran besar antara alam bawah dan nirwana," jawab raja Iblis Azuma yang perlahan lahan memudar dari hadapan Yan Lan.


"Azuma, jika kau ingin membawa seluruh jendral dan pasukan iblis mu dari sini, maka sisakan 1 orang yang kucari," ucap Yan Lan.


"Apakah Dewa seiryu? jika dia yang kau cari maka kau dapat memilikinya, aku tak membutuhkan orang bodoh seperti dia," jawab raja iblis yang mulai menghilang dari hadapan Yan Lan.


Mendengar perkataan Dewa iblis, membuat Dewa seiryu berteriak histeris.


"Yang mulia, jangan tinggalkan aku!!, aku siap menjadi prajurit yang setia bagimu," teriaknya.


Namun semua itu percuma, raja iblis telah menghilang dan pergi dari tempat itu.


Harapan satu satunya adalah jendral tertinggi kerajaan iblis, yang masi berada di tempat itu.


"Jendral Dyroth..!! tolong aku!!, jangan biarkan Yan Lan membawaku ke istana langit," ucap Dewa seiryu memelas sambil memohon mohon kepada jendral iblis Dyroth.


Jendral iblis Dyroth segera menapakkan tangan kanannya kedepan, maka sebuah tapak raksasa langsung menghantam tubuh Dewa seiryu yang membuatnya terhempas ketanah dengan luka dalam yang cukup parah.


"Kami tak menginginkan penghianat sepertimu, karena kau rela berhianat pada nirwana tempatmu lahir dan di besarkan, kau pasti juga akan berhianat pada alam bawah jika ada kesempatan, maka sampah sepertimu tak bisa berada di dalam ras iblis," ucap jendral iblis Dyroth.


"Saudara saudaraku, ayo kita meninggalkan tempat ini kembali menuju alam bawah!!" perintah jendral iblis Dyroth.


Maka seluruh prajurit iblis yang ada segera meninggalkan tempat itu, termasuk jendral Mammon dan jendral iblis Lucifer.


"Yan Lan, aku belum puas bertarung denganmu, jika kita bertemu lagi maka aku ingin bertarung denganmu kembali," ucap jendral iblis Dyroth.

__ADS_1


"Aku akan menantikan pertemuan kita kembali," jawab Yan Lan dingin.


Setelah berkata seperti itu, Jendral iblis Dyroth segera pergi meninggalkan hutan binatang buas, menuju ke alam bawah kembali.


__ADS_2