
Setelah kepergian ke enam petinggi kerajaan cahaya nirwana, Yan Lan yang tadi diam langsung berjalan kearah sang putri.
"Apa yang kau lakukan putri, kau telah membohongi semua orang dengan ucapanmu tadi, apakah kau tak takut dengan resiko yang akan terjadi setelah ayahmu mengetahui tentang kebohongan ini, apa yang kalau katakan tadi akan membuat masalah baru bagiku dan juga sekte pasir es, jadi aku minta setelah ini kau harus bisa mengatakan kebohongan ini pada ayahmu, agar aku dan sekte pasir es tak terkena masalah," ucap Yan Lan.
"Apa yang kukatakan tadi benar adanya kak Yan lan, setelah mengenalmu lebih lama aku merasakan kenyamanan dan terlindungi olehmu, apakah aku salah mencintaimu?, tapi aku juga tak egois, aku tak memaksamu untuk mencintaiku karena itu akan memperburuk hubungan kita yang telah terjalin baik seperti sekarang ini, aku tahu batasan ku karena di hatimu telah ada Lien Hua," jawab putri Bilqis sambil menundukkan kepala tak berani menatap wajah Yan Lan.
"Masalah apa lagi ini, mengapa semua wanita yang telah ku tolong, semuanya selalu mengharapkan cintaku?. Walaupun aku adalah seorang raja yang dapat mempunyai istri lebih dari satu, tapi aku tak serakah itu, tak ada wanita di dunia ini yang ingin pasangannya berbagi hati dengan yang lain, tapi apakah aku harus berlaku tegas dan menyakiti hati wanita yang baru pertama kali mengenal cinta seperti halnya putri Bilqis, aku harus berfikir dengan jernih dalam masalah ini, agar hatinya tak terluka," batin Yan Lan.
"Kak yan Lan..., kak Yan Lan...!!
Panggilan Putri Bilqis membuat Yan Lan tersadar dari lamunannya.
"I..i..ia ..!! jawab Yan Lan terbata bata.
"Kak Yan lan tak usah kau pikirkan perkataanku tadi, biarkan semua berjalan seiring waktu, dan aku tak akan mempermasalahkan jika nantinya kau menolakku, cukup hanya aku yang merasakannya, lebih baik kita fokuskan untuk mencari keberadaan Lien Hua malam ini," ucap putri Bilqis kembali.
Malam pun tiba, Yan Lan, putri Bilqis dan enam orang petinggi dari kerajaan cahaya nirwana, telah berada dalam satu kemah yang cukup besar. Para petinggi kerajaan cahaya nirwana, telah duduk bersila mengelilingi sebuah baju yang merupakan baju dari Lien Hua.
__ADS_1
Yan Lan dan putri Bilqis disuruh oleh para petinggi kerajaan cahaya nirwana, untuk duduk di tengah-tengah lingkaran dan harus melakukan meditasi mengosongkan pikiran.
Setelah Yan Lan dan putri bilqis duduk bersila dan melakukan meditasi, maka ke enam petinggi kerajaan cahaya nirwana segera melakukan formasi pencarian langit.
Baju Lian Hua yang berada di tengah-tengah lingkaran, tiba tiba bergetar dan kemudian melayang sesaat di udara, dan tak lama kemudian baju itu terbakar menjadi debu.
Dari dalam tubuh Yan Lan dan putri Bilqis keluar roh mereka berdua, roh itu langsung melesat menembus kemah dan pekatnya malam, dan terus melesat menerobos hutan belantara, tanpa bisa di hentikan oleh mereka berdua. Keadaan roh itu tersadar, akan tetapi tak bisa melakukan apa-apa, hanya yang mereka rasakan adanya kekuatan besar yang mendorong tubuh mereka berdua menuju ke suatu tempat yang mereka tak ketahui keberadaannya.
Tak beberapa waktu berselang roh mereka sampai ke sebuah kota besar yang begitu rame dengan bangunan-bangunan megah yang berdiri di sana. Akhirnya roh Yan Lan dan putri Bilqis sampai ke sebuah menara dengan susunan batu-batu yang menjulang, dan tersusun rapi dengan permukaan batu yang di keliling oleh segel pelindung.
Tampak dari sebuah celah yang ada di atas menara, Lien Hua tengah terbaring tak sadarkan diri disana. Yan Lan berteriak sekuat tenaga memanggil nama Lien Hua, tapi apalah daya suaranya tak bisa keluar dari kerongkongan, yang membuat Yan Lan hanya bisa terdiam, memandangi tubuh wanita yang selama ini dekat dengannya sewaktu di dalam sekte pasir es.
Dan pada akhirnya roh keduanya pun masuk kembali ke tubuh kasarnya. Yan Lan dan putri bilqis perlahan-lahan membuka mata, Yan Lan hanya terdiam, karena dia tidak mengetahui sama sekali tempat di mana Lien Hua berada.
Setelah putri Bilqis tersadar sepenuhnya, diapun berkata. "Aku mengetahui dengan jelas keberadaan Lien Hua kak Yan Lan, kota yang kita lihat tadi adalah kota Awan, yang merupakan ibu kota dari kerajaan puncak langit, berarti selama ini Lien Hua yang kita cari berada di kerajaan puncak langit," ucapnya.
"Bagaimana mungkin dia berada di sana? sementara kita tahu Lien Hua hanya mau berpergian ke luar kota, asalkan dengan kakeknya yaitu tetua Yun Leng," ucap Yan Lan.
__ADS_1
"Sepertinya masalah ini sudah sangat jelas, ada seseorang yang membawanya ke sana karena menginginkan sesuatu dari dia," ucap salah seorang petinggi kerajaan Cahya nirwana.
"Aku rasa yang membawanya ke sana adalah pangeran Ling Ying, dia merupakan pangeran yang terkenal suka berganti-ganti pasangan, dan suka merenggut kesucian seorang wanita, apalagi melihat Lien Hua yang begitu sangat muda, tentu saja dia akan tergiur oleh kecantikannya," timpal salah seorang petinggi kerajaan cahaya nirwana yang sengaja memprovokasi yan Lan, agar dia segera pergi ke kerajaan puncak langit, dan meninggalkan putri Bilqis.
Yan Lan meremas tinjunya, amarahnya seketika melonjak, mendengar perkataan para petinggi kerajaan cahaya nirwana.
"Kalau kau berani merusak kehidupan Lien Hua, maka aku tak akan segan-segan untuk membunuh mu pangeran Ling Ying!!" batin Yan Lan.
Berubahnya raut wajah Yan Lan, membuat putri Bilqis semakin yakin jika pemuda yang dicintainya itu, ada hubungan kasih dengan Lien Hua. Dia pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan, untuk meredakan rasa sesak yang tiba-tiba saja menghinggapi hati dan perasaannya.
"Aku akan pergi ke kerajaan puncak langit untuk menyelamatkan Lien Hua," ucap Yan Lan tiba tiba.
"Biarkan aku yang menemanimu ke sana kak Yan Lan, paling tidak aku sedikit mengetahui tentang seluk beluk kota awan dan kerajaan puncak langit, karena aku dulu pernah ikut turnamen beladiri antar kerajaan di sana," ucap putri Bilqis.
"Tunggu dulu!! tuan putri tak boleh kesana, bagaimana nantinya kami akan mempertanggungjawabkan kepada yang mulia raja jika mempertanyakan keberadaan tuan putri?, kami berenam ditugaskan untuk menjaga tuan putri hingga selamat tiba di kerajaan cahaya nirwana kembali, tanpa kurang suatu apapun juga, jika kami tak bisa menjawab keberadaan sang putri saat ditanya oleh sang raja, pasti kami berenam akan dipenggal olehnya!" ucap salah satu petinggi kerajaan cahaya nirwana.
"Paman tak usah menguatirkan itu, katakan pada ayahku jika aku bersama seorang pemuda pergi ke kerajaan puncak langit, untuk menambah pengalaman hidup di luar kerajaan, berikan sisir emas ini kepada ayahku paman, maka dia tak akan menghukum kalian berenam," ucap putri Bilqis.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Putri Bilqis mengajak yan Lan untuk meninggalkan kemah kerajaan cahaya nirwana.