
Kedua penyihir segera meninggalkan tempat itu, untuk menjauh dari jangkauan segel yang di buat Yan Lan.
Yan Lan yang tengah dalam kondisi terbaiknya langsung menyerang jiwa jiwa yang semakin dekat kearahnya. Tak hayal lagi, inti api neraka dan inti api surgawi memborbardir jiwa jiwa yang telah di bangkitkan, hingga jiwa-jiwa itu terbakar menjadi debu.
Tak ada satupun jiwa jiwa yang tersisa dari serangan Yan Lan, melihat jiwa jiwa yang ada di hadapannya telah musnah membuat Yan Lan langsung mengaktifkan mata langitnya, untuk mencari kedua penyihir yang telah pergi menjauh.
"Jangan kira kalian akan dapat lolos dariku," ucap Yan Lan sambil melesat pergi menggunakan tehnik ruang dan waktu yang di milikinya.
Hingga pada akhirnya Yan Lan berhasil menghadang kedua penyihir itu dan melesatkan dua anak panah ke arahnya.
Melihat anak panah yang melesat cepat, membuat kedua penyihir itu langsung berjumpalitan di udara, tapi keanehan terjadi kedua anak panah itu kembali berbalik arah dan melesat cepat kearah kedua penyihir itu.
"Awas adik..!! anak panah itu kembali!!" teriak Lewang panik.
Mau tidak mau kedua penyihir itu menghantamkan kedua tongkat di tangan mereka masing masing, kearah anak panah yang melesat cepat kearahnya hingga ledakan energi pun terjadi.
Kedua penyihir terseret kebelakang akibat ledakan yang terjadi. Belum lagi habis rasa keterkejutannya dengan serangan anak panah emas, Yan Lan kembali menyerang para penyihir tersebut dengan menggunakan inti api neraka dan inti api surgawi yang di lepaskan secara bersamaan.
Kepanikan pun terjadi diantara kedua penyihir, aura yang di timbulkan dari kedua api yang menyerangnya, membuat kedua penyihir harus melemparkan tongkat yang ada di tangannya hingga terciptalah ular Kobra api yang menghadang laju kedua inti api tersebut.
Ular kobra api yang mengandung unsur api, tak bisa berbuat banyak, tubuh mereka seketika terbakar menghadapi keganasan dari kedua inti api tersebut.
Terbakarnya kedua ular kobra api membuat kedua penyihir terpuruk, karena mengalami luka dalam.
"Kakak cepat pergi dari sini, aku akan menghadapinya seorang diri," ucap Lewong.
"Tidak adik!! kita berjuang bersama," teriak Lewang.
"Jangan keras kepala kakak, setelah ini aku ingin kau membalaskan dendam ku!! teriak Lewong sambil mengibaskan tangannya, maka terbukalah tabir yang membawa lewang keluar dari alam sihir darah.
"Tidak adik...!!" teriak Lewang dengan rasa bersalah di hatinya.
__ADS_1
Setelah kepergian Lewang, sang adik kemudian mengaktifkan kembali lautan sihir lahar api miliknya, hingga Yan Lan terjebak di dalam lautan lahar api tersebut.
Yan Lan mengambang di udara sambil berucap "Hari ini adalah hari kematian kalian, jangan kan kau saudaramu juga tak akan lepas dari kematiannya.
Ucap Yan Lan sambil mengeluarkan kedua belas jarum emasnya, jarum jarum itu mengambang di udara dan menjadi satu.
Dengan menggunakan mata langitnya, Yan Lan menembus dimensi waktu dan melacak keberadaan penyihir yang pergi meninggalkan tempat itu.
"Akhirnya aku menemukanmu" bisik Yan Lan sambil mengarahkan jarum emas yang dialiri tehnik jari matahari miliknya kearah depan, yang membuat dimensi alam reruntuhan sedikit terbuka.
Melihat hal itu Lewong segera menyerang Yan Lan dengan merubah dirinya menjadi ular kobra api, dan langsung melesat cepat kearah Yan Lan dan menyemburkan lahar api kearahnya.
Dengan tehnik ruang dan waktu, Yan Lan dengan sangat cepat berpindah-pindah tempat, dalam menghindari serangan yang dilakukan oleh ular kobra api jelmaan Lewong.
Yan Lan yang telah habis kesabarannya, langsung mengeluarkan golok pembuluh semesta, dan langsung menggunakan tehnik 6 rasi bintang.
Tubuh Yan Lan terbagi 6 bagian dan menempati titik-titik penting dari 6 rasi bintang, hingga membuat ular kobra api tersegel di dalamnya.
Tak lama kemudian keenam bayangan Yan Lan langsung menerobos ketengah tengah dan melakukan pembantaian pada ular kobra api jelmaan Lewong.
Di tempat lain, Lewang yang tak sadar jika Yan Lan tetap memburunya dengan mengirimkan jarum emas dari tehnik jari matahari yang di milikinya, seketika berteriak keras..
"Ackh..!!"
Tubuh Lewang ambruk ketanah saat jarum emas berhasil menembus tubuhnya, yang membuat Lewang meregang nyawa dan tewas seketika.
Di dalam alam sihir darah, tiba tiba suasana berubah menjadi normal seperti sediakala, lautan lahar kini berubah menjadi hamparan tanah dan pepohonan yang rimbun.
Tak lama kemudian jarum emas kembali kearah Yan Lan, setelah menyelesaikan misinya menghabisi penyihir Lewang.
Jarum emas yang menyatu kini terpecah menjadi 12 bagian, dan berkumpul kembali menjadi satu di telapak tangan Yan Lan.
__ADS_1
Yan Lan segera menyimpan pusaka kuno pemberian leluhurnya terdahulu, yang dapat menjadi alat penyembuh dan juga dapat menjadi alat pembunuh yang sangat mematikan jika di gunakan.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, "Kekuatan para penyihir dari Guild penyihir kegelapan begitu sangat kuat, aku masih harus menghadapi penyihir Intan sebelum aku bertemu dengan penyihir kegelapan," batin Yan Lan.
"Lebih baik aku menyuruh semua rombonganku untuk tak ikut bersamaku, aku akan menyuruh mereka semua agar menungguku di sini, ini semua demi keselamatan mereka dan hal itu akan dapat membuatku tenang dalam menghadapi penyihir kegelapan," batin Yan Lan kembali.
Teringat akan rombongannya, membuat Yan Lan segera melesat pergi kearah rombongannya berada, karena Yan Lan telah lama pergi dari mereka semua, di kuatirkan mereka semua akan cemas karena tak mendapatinya di dalam rombongan.
Setibanya di tempat rombongannya berada, Yan Lan tak menjumpai keberadaan mereka semua, yang membuat kekuatiran di dalam diri Yan Lan.
"Kemana mereka semua!?" tanya Yan Lan dalam hati.
Yan Lan segera menggunakan tehnik penguat hati untuk dapat berkomunikasi dengan putri Limudza, akan tetapi tak ada respon sedikitpun dari putri Limudza yang membuat Yan Lan semakin sangat khawatir dengan rombongannya itu.
"Celaka!!, mereka semua pasti dalam bahaya!!" pekik Yan Lan.
Yan Lan segera melesat tinggi ke udara, dan menggunakan teknik mata langitnya untuk mendeteksi keberadaan seluruh rombongannya.
Mata ketiga Yan Lan terbuka, dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang, akan tetapi Yan Lan tak menemukan titik terang keberadaan seluruh rombongannya, yang membuatnya bingung harus berbuat apa.
Yan Lan kembali turun dan menjejakkan kakinya di tanah, Yan Lan begitu sangat menyesali dan sangat kehilangan dengan apa yang menimpa rombongannya.
Disaat keterpurukannya itu, tiba tiba saja suara tawa keluar dari dalam alam batinnya, dia adalah roh jiwa Golok pembunuh semesta.
"Ha..ha..ha.., tak kusangka kau terlalu lemah dan mudah putus asa, tak pantas kau menjadi seorang Jendral tertinggi langit, harusnya kau mencari keberadaan rombongan mu terlebih dahulu sebelum kau merasa putus asa seperti ini," ucap roh jiwa pedang pembunuh semesta.
"Apa yang harus kulakukan sementara aku telah berusaha mencari jejak mereka, tapi tak ada sedikitpun celah untuk ku dapat menemukan mereka semua," jawab Yan Lan.
"Lemah...!!" hardik roh jiwa golok pembunuh semesta.
Dan tak lama kemudian jiwa golok itu pun keluar dari alam batin Yan Lan, yang berupa kabut hitam menyerupai sosok manusia dengan rambut panjang terurai.
__ADS_1
Sosok itu langsung menapakkan tangannya ke tanah, tempat di mana para rombongan Yan lan berada sebelum di tinggalkan oleh Yan Lan.
Tiba tiba saja keanehan terjadi, Yan Lan dapat melihat semua yang terjadi setelah dirinya meninggalkan rombongannya.