
Mendapatkan serangan yang tiba-tiba dari Erlang Mo, membuat Yun er terkejut dan berteriak sekuat tenaga, akan tetapi tak ada satupun orang yang ingin menolongnya, termasuk para tabib yang berada di tempat itu.
Para tabib yang ada, memilih untuk pergi meninggalkan Erlang mo dan Yun er di dalam ruangan itu, karena mereka takut akan ikut mati di tangan Erlang Mo.
Erlang Mo terus menyerap hawa murni dari tubuh Yun er, akan tetapi tiba tiba saja keanehan terjadi, perut Yun er seketika bercahaya dan di selimuti kabut hitam yang sangat pekat, yang membuat Erlang Mo seketika berteriak keras.
"Ackh...!! apa yang terjadi, mengapa energi tubuhku tiba tiba saja terisap balik oleh satu kekuatan besar yang berada di dalam tubuh wanita ini!!" ucap Erlang Mo.
Elang mo terus meronta dan ingin melepaskan diri, akan tetapi kekuatannya tak sanggup untuk menandingi kekuatan besar yang ada di tubuh Yun er, dan perlahan-lahan tubuhnya mulai memudar dan hilang tanpa bekas, menyisakan jubah Erlang Mo yang tergeletak di lantai ruangan itu.
Saat itu Yun er pun ikut tergeletak di lantai ruangan, dengan tubuh yang tak sadarkan diri.
*****
Di istana Giok, dengan bantuan para petinggi istana Giok yang membelot, dengan mudah istana Giok telah dikuasai sepenuhnya oleh para pemberontak.
Raja Giok sendiri telah tewas di tangan ketua Huang Xu dan ketua Yun Juaxin, hingga membuat para aliansi penggulingan kekaisaran Giok akhirnya memenangkan pertempuran itu.
Tak sampai di situ, ketua Huang Xu ingin jika anak yang di kandung oleh putri Xing Xia Lin juga ikut mati bersama runtuhnya kekaisaran Giok, yang membuat ketua Huang Xu mengadakan pengejaran pada putri Xing Xia Lin kedalam hutan.
Di tempat lain, biyao dengan cepat menembus lebatnya hutan, akan tetapi upaya untuk terus membawa putri Xing Xia Lin pergi dari pertempuran yang terjadi, terhalang oleh pasukan Assassin yang telah menunggunya di depan.
Yang membuat biyao harus berpikir keras dengan langkah langkah yang harus diambilnya, mengingat saat ini putri Xing Xia Lin telah merasakan mulas yang teramat sangat di perutnya
"Biyao....Aku sudah tak kuat lagi..!!, aku akan melahirkan di tempat ini!!" ucap putri Xing Xia Lin.
"Bagai mana ini!!, aku tak tau cara menangani seorang ibu yang akan melakukan persalinan, apalagi ribuan pasukan assassin sekte 1000 pedang tengah memburu kami, tak ada pilihan lain, aku harus mencoba menolong putri Xing Xia Lin dalam persalinannya walau apapun yang terjadi," batin biyao.
Biyao menghentikan langkahnya, dan mengeluarkan puluhan segel pelindung, dan juga mengeluarkan 2 segel kegelapan di sekitarnya.
"Bertahanlah putri, putramu pasti akan lahir dan kita semua pasti akan selamat," bisik Biyao.
Ledakan berkali kali menggema, tanda jika segel pelindung yang di buat biyao telah mulai di terobos.
Biyao segera mengaktifkan 2 segel kegelapan, maka dari dalam segel yang membentuk tabung, berhamburan ribuan prajurit tengkorak putih dan langsung menuju ke arah pasukan assassin dari sekte 1000 pedang, yang mencoba untuk masuk ke dalam segel pelindung yang dibuatnya.
__ADS_1
Terdengar teriakan sahut-sahutan yang memilukan hati, dari setiap Assassin yang bertabrakan langsung dengan prajurit tengkorak putih, hingga membuat para Assassin itu mati seketika.
Biyao memandangi wajah putri Xing Xia Lin yang pucat pasi, karena banyaknya darah yang keluar dari dalam tubuh nya, dan tetap membantu sang putri sebisanya dalam persalinannya itu
"Celaka, putri Xing Xia Lin mengalami pendarahan hebat, apa yang harus ku lakukan, aku tak mungkin memberikannya hawa murniku karena akan berakibat fatal pada bayi yang ada di dalam kandungan nya," bisik biyao.
Biyao berupaya keras dengan berbagai cara agar putri Xing Xia Lin dapat melakukan persalinan, walaupun rasa cemas akan keselamatan ibu dan anak itu selalu menghantuinya.
Kembali biyao di kejutkan dengan suara ledakan kembang api di udara, yang menandakan jika para Assassin pengejar meminta bantuan pada yang lainnya.
Biyao menengadahkan wajahnya keangkasa, dan berharap ada keajaiban di dalam keterpurukan yang di alaminya.
Tak lama teriakan keras keluar dari mulut putri Xing Xia Lin membahana, yang membuat anak yang berada dalam kandungannya pun keluar.
Biyao segera meraih bayi merah itu dan mendekatkannya kepada putri Xing Xia Lin yang telah menjadi ibu.
"Biyao, aku ingin kau menyelamatkan putraku bagaimanapun caranya, karena waktuku sudah tak lama lagi untuk dapat bermain dan menjaganya, aku titipkan putraku ini," ucap putri Xing Xia Lin sambil mengeluarkan sebuah kalung dari dalam kotak penyimpanannya, dan memakaikannya kepada putranya yang baru lahir.
Tak lama kemudian, putri Xing Xia Lin menghembuskan napas terakhirnya akibat pendarahan yang begitu hebat yang di alaminya.
Kali ini beban biyao semakin sulit karena adanya sang bayi yang terus menangis di dalam gendongannya.
"Aku tak mungkin bertarung menghadapi mereka semua dengan adanya bayi ini, aku harus segera pergi untuk menyelamatkannya," batin biyao.
Namun sayang, terlambat bagi biyao, aliansi penggulingan tahta kekaisaran Giok telah tiba di tempat itu, dan dapat menghancurkan semua segel yang telah di ciptakan nya.
"Cepat serahkan bayi itu, dan bergabunglah bersama kami, dan aku akan memberikan kehidupan yang layak padamu," ucap ketua Huang Xu.
"Jangan bermimpi, aku bukanlah seorang penghianat seperti kalian semua, manusia manusia yang tak tau malu!!" hardik Biyao.
Mendengar perkataan Biyao, ketua Huang Xu segera memerintahkan seluruh ketua aliansi yang ada, untuk membunuh Biyao dan bayi yang berada di dalam genggamannya.
Biyao dengan sekuat tenaga melakukan perlawanan, namun lambat laun dirinya pun mulai terdesak dan tersudut akibat energi di tubuhnya yang telah banyak terkuras, dan juga terdapat beberapa luka beracun akibat terkena beberapa senjata dari para aliansi penggulingan tahta kekaisaran Giok di tubuhnya, yang membuat serangan serangannya semakin melemah.
Sebelum terlambat, biyao segera membuka tabir dimensi, dan melepaskan bayi merah itu kedalamnya dan berkata, "Semoga para dewa selalu melindungimu pangeran," ucap Biyao sambil menutup lagi tabir dimensinya.
__ADS_1
Melihat bayi itu telah menghilang, membuat ketua Huang Xu murka dan menyerang biyao dengan tapak iblis kuno kematian yang di milikinya.
"Berani sekali kau menyelamatkan bayi itu, maka matilah kau..!!" teriak ketua Huang Xu sambil melompat ke udara dan mengarahkan telapak tangan kananya kearah biyao.
Biyao tak tinggal diam, diapun mengalirkan seluruh kekuatan yang di milikinya kearah telapak tangan kanannya, dan menyambut serangan ketua Huang Xu.
Kedua telapak tangan saling beradu hingga menimbulkan ledakan yang sangat dasyat, biyao terhempas ke belakang dengan tubuh yang meleleh terkena serangan ketua Huang Xu, begitupun dengan ketua Huang Xu yang terpental dan memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat benturan yang terjadi dengan biyao, terlihat ketua Huang Xu telah terluka dalam yang cukup parah.
Di kekaisaran pheonix, tampak kedua sahabat biyao begitu sangat bersedih, karena mengetahui dari kontrak darah yang telah mengikat mereka, jika sahabatnya biyao telah tiada.
"Gong Lang aku akan membalaskan dendam ini pada kekaisaran Giok atas kematian biyao," ucap Jatayu.
"Tunggu sampai ratu Yan Ling selesai memulihkan dirinya, kita berdua akan menghadap sang ratu untuk menyerang kekaisaran Giok yang telah membunuh biyao," timpal Gong Lang.
*****
Di istana langit, Yan Lan memejamkan matanya, dan mengingat kembali sosok biyao yang selalu setia menemaninya selama di dunia.
"Aku berharap kau bisa tenang di sana sahabatku!!" batin Yan Lan.
Yan Lan sekarang tak bisa berbuat apa-apa dengan dunia, tugasnya sebagai seorang dewa perang dan jenderal tertinggi di istana langit, hanya bisa mengurus keamanan di nirwana, tanpa bisa terlibat lagi dengan urusan duniawi.
Lamunan Yan Lan tiba tiba sirna, karena datang seorang perwira tinggi yang menghadap kepadanya.
"Jendral..!!, di perbatasan, prajurit alam bawah telah melakukan pergerakan!!" ucap perwira itu.
"Iblis mulai melakukan penyerangan, di saat kondisi nirwana belum pulih akibat peperangan yang terjadi dengan para binatang buas, dasar licik!!" batin Yan Lan.
"Perwira, perketat penjagaan, jangan sampai para iblis menerobos masuk sampai ke istana," ucap Yan Lan memberikan perintah.
"Baik jendral, hamba akan menjalankan perintah," jawabnya.
*****
Besok adalah episode terakhir, dan akan berlanjut dengan judul novel PENDEKAR NAGA GIOK, trimakasih atas semua dukungannya.
__ADS_1