
Pagi hari, kabut tipis masih menyelimuti kota kristal es, para anggota klan Glasier kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, kecuali para panitia turnamen yang begitu sibuk dengan segala perlengkapan, yang harus di bawah menuju ke tempat di mana arena pertandingan beladiri berada.
Semua itu karena kaisar dan permaisuri kekaisaran akan melihat putra dan putri mereka bertanding, di turnamen antar kultivator muda yang di selenggarakan oleh klan Glasier.
Yan Lan membuka matanya perlahan, setelah semalaman melakukan kultivasi untuk menyerap Qi alam, dalam rangka meningkatkan Qi murni yang ada di tubuhnya.
Tak lama Yan Lan membuka matanya, sebuah ketukan kecil dari luar pintu kamarnya berbunyi.
Yan Lan segera membuka pintu kamarnya.
Tampak di balik pintu, seraut wajah cantik dari sosok Yan Ling tengah berada di sana.
"Kak Yan Lan, aku membawakanmu pakaian ganti dan sarapan pagi," ucap Yan Ling.
"Terimakasih Ling er" jawab Yan Lan.
"Aku akan membersihkan diri dulu, dan kau tunggulah disini, aku ingin sarapan pagi bersamamu," ucap Yan Lan kembali.
Yan Lan segera meninggalkan tempat itu untuk bersihkan diri, dan tak lama kemudian Yan Lan datang dengan pakaian ganti pemberian Yan Ling.
"Kau sangat tampan dengan pakaian itu kak Yan Lan, kau nampak seperti seorang pangeran dari sebuah istana yang megah," puji Yan Ling.
"Jika aku seorang pangeran, maka kau adalah seorang putri yang mengisi hati sang pangeran," goda Yan Lan.
Mereka berdua menikmati sarapan pagi dengan penuh keceriaan dan canda tawa.
*****
Hari turnamen beladiri tiba, ke empat kultivator yang akan bertanding tengah duduk diatas podium para pemenang pertarungan.
Yan Lan tampak gagah dengan pakaian putih pemberian dari Yan Ling, kali ini Yan Lan tampil tanpa menggunakan topeng yang biasa dia kenakan.
Di podium utama, ketua 12 klan Huang Lang yang merupakan bekas ketua klan Glasier sebelumnya, tersentak kaget mengetahui jika Yan Lan yang dahulu dinyatakan mati, kini berada diatas podium pemenang pertandingan dengan keadaan sehat.
Ketua Huang Lang seketika menjadi gelisah, mengingat perlakuannya dulu pada Yan Lan yang tak wajar, dan selalu memikirkan bagai mana cara untuk membunuhnya.
Sekarang ketua Huang Lang menjadi khwatir jika suatu hari nanti Yan Lan akan membalasnya, mengingat tingkat kekuatan Yan Lan sekarang begitu kuat dan tingkat kultivasinya tak bisa terlihat olehnya.
Sementara itu ketua pagoda 9 merasa senang, karena pemuda bertopeng yang mengikuti pertandingan adalah Yan lan. Sang ketua menatap kearah Yan Lan, dan berharap Yan Lan dapat mengalahkan Azuma dan menjadi pemenang dalam turnamen Akbar kali ini.
Semua penonton yang berada di luar arena pertarungan tampak antusias, dengan menjagokan salah satu kultivator favorit mereka masing masing.
Dari hasil voting para penonton, Azuma berada di urutan pertama, disusul putra mahkota kekaisaran giok, dan di posisi ke tiga dan ke empat, di tempati oleh Yan Lan dan Xing Xia Lin.
Akhirnya pengundian acak di gelar, dan tampak putra mahkota yang akan berhadapan dengan Yan Lan.
Para panitia sebelumnya telah mengatur pertarungan itu, semua itu atas perintah salah satu jendral yang di perintahkan oleh putra mahkota.
Yan Lan dan dan putra mahkota kini memasuki arena pertarungan.
Mereka berdua saling berhadapan dengan jarak sekitar lima belas meter.
Ketua Yan lao segera memasang pelindung arena. Setelah selesai memasang segel pelindung, ketua Yan Lou mendatangi kedua kultivator yang akan bertarung, dan mengingatkan kembali tentang aturan yang berlaku dalam pertarungan itu.
Setelah selesai mengatakan aturan pertandingan, ketua Yan Lou segera melesat cepat meninggalkan tempat itu dan pertarungan pun di mulai.
Putra mahkota segera mengeluarkan pedang dari kotak penyimpanannya. Pedang itu merupakan pedang turun temurun bagi para kaisar istana giok terdahulu, pedang itu bernama Pedang Giok emas.
Cahaya keemasan langsung memenuhi seisi arena pertarungan, tanpa pikir panjang putra mahkota langsung menyerang Yan Lan.
Yan Lan mengeluarkan pedang tingkat 3 dari cincin penyimpanannya, dan mulai mengimbangi permainan pedang sang putra mahkota.
Makin lama kecepatan putra mahkota semakin tak bisa terlihat oleh mata biasa. kaisar Giok yang melihat hal itu, begitu sangat bangga dengan pencapaian putranya yang mampu menguasai tehnik kecepatan cahaya, yang merupakan tehnik turun temurun dari ke kaisaran giok.
Yan Lan terus mengimbangi putra mahkota, dengan tehnik ruang dan waktu yang dimilikinya, yan Lan tak sedikitpun terlihat terdesak oleh serangan sang putra mahkota.
Putra mahkota menebaskan dua kali pedangnya kedepan, maka secarik cahaya emas membentuk tanda silang langsung menuju ke arah Yan Lan berada.
__ADS_1
Yan Lan bersalto beberapa kali di udara untuk menghindari serangan putra mahkota, dan berputar sesaat seperti gasing, lalu memberikan serangan balasan dengan menghantamkan tinjunya ke arah putra mahkota.
Melihat serangan Yan Lan yang tiba tiba, dengan cepat putra mahkota menyilang kan pedangnya di depan dada, maka benturan pun terjadi.
Putra mahkota terseret mundur beberapa meter kebelakang, sementara Yan Lan kembali menapakkan kakinya ke lantai arena, tanpa ada sedikitpun suara yang terdengar.
"Aku tak akan kalah melawanmu Yan Lan...!!" teriak putra mahkota.
Seketika baju yang dikenakan putra mahkota hancur oleh cahaya emas, sehingga membuat sang putra mahkota bertelanjang dada.
Semua otot kekar sang putra mahkota mencuat keluar, dari pori pori nya keluar cahaya emas yang menyilaukan.
"Tubuh cahaya..!!, ternyata selama ini kaisar Giok telah menurunkan tehnik tingkat tinggi yang di milikinya kepada sang putra mahkota, menarik!!, aku akan mencoba mengalahkan salah satu tehnik legendaris yang di miliki kekaisaan Giok," bisik Yan Lan.
Yan Lan melakukan posisi siaga dengan segala kemungkinan serangan mendadak, dari putra mahkota.
Benar saja, putra mahkota yang memendam amarah langsung menyerang Yan Lan kembali, dia melesat cepat ke arah Yan Lan dan tiba tiba saja tubuh putra mahkota terpecah dan menjadi 5 orang yang sama.
Kelima wujud yang sama dari putra mahkota, langsung berpencar mengelilingi Yan Lan, mereka menyerang Yan Lan dengan tebasan dan tusukan yang langsung menghujam kearahnya.
Yan Lan meladeni putra mahkota dengan tehnik pedang yang mumpuni, dan pada akhirnya salah satu dari wujud dari putra mahkota melompat ke udara dan menebaskan pedangnya kedepan.
Seketika kelima bayangan putra mahkota kembali menjadi satu, dan memberi kekuatan yang berlimpah padanya.
Yan Lan menangkis tebasan pedang yang mengarah kepadanya, akan tetapi pedang Yan Lan masih terlalu lemah untuk menghadapi pedang Giok emas sang putra mahkota dan...
"Trak...!!"
Pedang Yan Lan terpotong menjadi dua bagian.
Belum sempat Yan Lan hilang rasa kagetnya, tiba tiba sebuah tendangan telak dari putra mahkota langsung bersarang di tubuh Yan Lan.
Yan Lan terhempas kebelakang hingga bergulingan di tanah.
"Aku akui tehnik cahaya dari kekaisaran giok memang hebat," ucap Yan Lan sambil kembali berdiri.
Aura yang di keluarkan oleh pedang pembunuh iblis begitu sangat menindas.
Azuma yang berada pada podium pemenang pertarungan, seketika merasakan darah di dalam tubuhnya berdesir karena merasakan efek aura pedang yang di keluarkan oleh Yan Lan.
Azuma menatap tajam ke arah Yan Lan yang berada di dalam arena pertarungan.
"Kita lihat..., siapa yang akan tetap berdiri di arena nanti Yan Lan...!!" ucap Azuma.
Kembali ke dalam arena pertempuran...
Dengan pedang pembunuh iblis di tangannya, Yan Lan langsung membalikkan keadaan, kini giliran putra mahkota yang terdesak hebat.
Kecepatan cahaya, dan kelima bayangannya, tak banyak membantu putra mahkota dalam membendung serangan Yan Lan, yang bertubi tubi mengarah kepadanya.
Berkali kali putra mahkota harus terhempas ke lantai arena, akibat terkena tendangan maupun pukulan yang di lesakkan oleh Yan Lan, akan tetapi putra mahkota dapat bangkit kembali.
Dengan menggunakan perisai cahaya yang berada dalam tubuhnya, putra mahkota sanggup berdiri dan tak mengalami luka yang berarti saat serangan Yan Lan telak mengenai tubuhnya.
"Aku tak mungkin menggunakan api surgawi atau api inti neraka untuk menghancurkan putra mahkota, karena itu bisa membahayakan nyawanya, biar bagaimana pun dia merupakan penerus tahta kepemimpinan sebagai kaisar di kekaisaran Giok," batin Yan Lan.
Yan Lan kembali menyerang putra mahkota, walaupun putra mahkota telah terpuruk dan berkali kali terhempas ke lantai arena, dia tetap gigih untuk melanjutkan pertarungannya.
"Ha..ha..ha..kau tak akan bisa melukaiku Yan Lan, seranganmu tak ada apa apanya, kali ini aku yang akan menghabisimu!!" teriak putra mahkota.
Cahaya di tubuh putra mahkota semakin pekat, tak lama kemudian putra mahkota kembali menyerang Yan Lan dengan meloncat ke udara, dan kemudian menebaskan pedangnya kedepan.
Yan Lan yang telah siap dengan serangan dari putra mahkota, langsung mengangkat pedang pembunuh iblis diatas kepalanya, hingga benturan kedua pedang terjadi yang membuat gelombang kejut yang menggetarkan pelindung arena.
Yan Lan mendorong pedangnya keatas maka tubuh putra mahkota terdorong kebelakang. Dengan memutar tubuhnya Yan Lan kemudian bersalto di udara dan mengarahkan tebasan pedang pembunuh iblis kearah putra mahkota.
Merasa kekuatan yang dimilikinya sanggup menahan serangan pedang dari Yan Lan, maka putra mahkota seketika menangkis serangan pedang pembunuh iblis yang mengarah padanya.
__ADS_1
Benturan kedua pedang beradu, hingga membuat pedang Giok emas terpotong menjadi dua bagian, oleh ketajaman pedang pembunuh iblis yang berada dalam genggaman tangan Yan Lan. Sementara itu tubuh putra mahkota tak dapat menahan energi pedang pembunuh iblis, hingga dirinya terlempar dan menabrak pelindung arena pertempuran.
Darah segar keluar dari sudut bibir putra mahkota, hingga membuat tubuhnya seketika tak berdaya. Cahaya emas yang keluar dari tubuh pun perlahan lahan meredup, dan tak lama hilang sama sekali.
Kaisar Giok dan permaisuri yang melihat putranya tak berdaya, segera melesat cepat menuju kearah sang putra berada, mereka berdua sangat khwatir dengan keselamatan putra mahkota.
Yan Lan tak peduli dengan keberadaan kaisar penguasa benua permata hijau di arena pertarungan, dia memantapkan langkahnya untuk meninggalkan arena pertempuran dan berjalan menuju ke atas podium pemenang pertarungan.
Putra mahkota langsung di bawa menuju ke balai pengobatan, untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Pertarungan kini berlanjut antara Azuma dan putri Xing Xia Lin. Tampak azuma memasuki Arena pertarungan dan di susul oleh putri Xing Xia Lin di belakangnya.
Kali ini ketua Yan Lou tak ingin jika keluarga kerajaan akan terluka kembali, maka dia menyarankan kepada putri Xing Xia Lin, agar mengundurkan diri dari pertarungan yang akan segera di mulai.
Mendengar permintaan ketua Yan Lou, putri Xing Xia Lin menolak dengan tegas saran darinya, sang putri akan tetap terus bertarung walaupun nantinya dia akan kalah dalam pertarungan melawan Azuma.
Karena kerasnya pendirian sang putri, maka ketua Yan Lou tak bisa berbuat apa apa, diapun kembali memasang pelindung yang melindungi para penonton dari efek pertarungan di atas arena.
Tak lama kemudian ketua Yan Lou pergi meninggalkan arena pertarungan, yang menandakan pertarungan antara 2 kultivator telah di mulai.
Putri Xing Xia Lin mencabut kedua pedangnya, dan menyerang Azuma dengan tebasan serta tusukan yang mengarah pada area sensitif pada tubuh Azuma.
Azuma yang tingkat kultivasinya jauh diatas putri Xing Xia Lin, tak ingin langsung menyelesaikan pertarungan itu, dia ingin sedikit bermain main dengan sang putri, dia pun hanya mengelak dan menepis dengan mudah semua serangan gencar di lakukan oleh putri Xing Xia Lin.
"Serang aku sepuas mu, sebelum aku membunuhmu," bisik Azuma.
Pangeran iblis Azuma memang berencana untuk menghabisi seluruh keturunan kaisar Giok, agar di masa depan keturunan sang kaisar tak akan menghalang halangi bangsa iblis untuk menguasai benua permata hijau.
Dan rencananya putri Xing Xia Lin yang akan di habisi nya terlebih dahulu di atas arena.
Kecepatan serang sang putri semakin lama semakin meningkat, akan tetapi tak sekalipun serangannya itu membuahkan hasil. Malah Azuma seperti mengejek yang membuat putri Xing Xia Lin semakin kesal padanya.
"Sudah cukup aku bermain-main denganmu putri, kali ini persiapkanlah dirimu untuk menemui para leluhurmu," ucap Azuma.
Dengan sekali gerakan cepat, Azuma berhasil menyarangkan pukulan telak ketubuh putri Xing Xia Lin.
Tubuh sang putri terhempas jauh kebelakang dan menghantam lantai arena, dia tak menyangka jika pemuda yang berada di hadapannya itu begitu sangat kuat.
Putri Xing Xia Lin mencoba untuk bangkit berdiri, akan tetapi Azuma kembali menyerangnya dan...
"Buk...!!"
Tendangan keras mengarah telak ke perut Putri Xing Xia Ling, yang menyebabkan sang putri meringis kesakitan, dan mengeluarkan darah segar dari sela sela bibirnya.
Pangeran iblis Azuma ingin segera menyudahi pertarungan itu, dia kembali melepaskan satu pukulan jarak jauh yang dialiri tenaga dalam tingkat tinggi.
Selarik sinar hitam mengarah cepat ketubuh putri Xing Xia Lin yang sudah tak berdaya, sebelum sinar itu mengenai tubuh putri Xing Xia Lin, sebuah sinar putih segera menahan serangan pangeran iblis Azuma.
Kedua sinar itu beradu yang menimbulkan ledakan yang memekakkan telinga, tampak Yan Lan tengah mengangkat tubuhnya putri Xing Xia Lin yang sudah tak sadarkan diri.
Dia bukan tandingan mu, tunggu saat kita bertemu di final maka aku akan menjadi lawan yang sepadan untukmu," ucap Yan Lan.
Yan Lan membawa putri Xing Xia Lin menuju ke arah para anggota balai pengobatan klan Glasier, yang berlari menuju ke arahnya.
Melihat kondisi Putri Xing Xia Lin yang terluka parah, membuat ketua Yan Lou menghentikan pertarungan untuk sementara waktu.
Ketua Hyo jin yang berada di podium utama, langsung menuju ke balai pengobatan sekte, dan melihat langsung kondisi sang putri.
"Ini sangat berbahaya bagi keselamatannya, dia bisa tak tertolong jika kita terlambat mengobatinya, sementara perlengkapan ku untuk menyembuhkan putri Xing Xia Lin berada di kediamanku di dalam guild Alkemis," ucap ketua Hyo jin.
"Tolong selamatkan putriku ketua..!!" rintih permaisuri kerajaan yang juga berada di tempat itu.
"Dia bisa di sembuhkan jika Yan Lan datang untuk menyembuhkannya, akan tetapi untuk menyembuhkan sang putri di perlukan Qi yang sangat besar, sementara itu Yan Lan sendiri akan melakukan pertarungan dengan Azuma, tak mungkin dia mau menyembuhkan putri Xing Xia Lin," ucap ketua Hyo jin.
"Aku yang akan meminta pada Yan Lan untuk menyembuhkan putriku," ucap kaisar Giok.
Bersambung.
__ADS_1