
Senja hari matahari perlahan mulai tenggelam menuju ke peraduannya, burung burung mulai mencari tempat peristirahatan di atas ranting ranting pohon nan rimbun, udara sekitar pun mulai terasa dingin.
Angin dingin mengibarkan pakaian yang dikenakan oleh pemuda tampan dengan tubuh yang kekar, rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai berkibar kibar terkena angin di senja itu, wajahnya yang sempurna dengan hidung mancung yang menghiasi, membiaskan pesona yang luar biasa bagi lawan jenisnya.
Pemuda itu tak lain adalah Yan Lan, dia mendatangi kulit leopard roh bintang yang di tinggalkan oleh pemiliknya dan memasukkan kulit itu kedalam cincin ruangnya.
"Malam ini aku akan menghabiskan waktuku untuk melakukan kultivasi penggabungan energi, karena leopard roh bintang yang ada di alam batinku telah memberikan energi Qi nya yang besar untuk ku pakai sewaktu waktu jika aku memerlukannya," batin Yan Lan.
Yan lan berjalan menyusuri hutan hingga akhirnya menemukan tempat yang pas baginya untuk melakukan meditasi.
Di sebuah batu besar di bawah pohon yang rimbun dengan dedaunan, Yan Lan mulai duduk bersila dan memejamkan kedua mata kemudian masuk ke dalam alam batinnya.
"Bagai mana keadaan mu disini?" tanya Yan Lan.
"Disini sangat luar biasa tuan muda, energi alamnya teramat banyak dan berlimpah, aku sangat betah disini," ucap leopard roh bintang.
"Bagai mana aku memanggilmu?," tanya Yan Lan kembali.
"Panggil aku leo, nama itu sepertinya pantas ku sandang," jawab leopard roh bintang.
"Baiklah kalau begitu, mulai hari ini aku akan memanggilmu Leo.
"Terimakasih Karena kau telah memberikan kekuatan yang kau miliki jika sewaktu waktu aku memerlukannya Leo," ucap Yan Lan.
"Jangan sungkan begitu tuan muda, kita telah terikat dalam kontrak ikatan darah jadi apapun kekuatan yang kumiliki sekarang ini tuan muda juga bisa menggunakannya, ini semua sebagai ucapan terimakasihku karena tuan muda telah memberikan tempat yang sesempurna ini bagiku," jawab Leo.
Yan Lan pun seketika menganggukkan kepalanya
Yan Lan mulai duduk bersila dan segera melakukan kultivasi untuk menggabungkan energi yang dimilikinya dengan energi pemberian dari Leo.
Beberapa saat kemudian ...
__ADS_1
"Berhasil!!, aku dapat menggunakan energi yang di berikan oleh Leo sekarang ," batin Yan Lan.
"Ini benar benar sangat luar biasa, enegi binatang roh surgawi ini benar benar dapat melampoi kekuatan binatang roh yang dimiliki paman Tigris, dengan kekuatan ini aku akan dapat menggunakan kembali pedang Roh abadi yang di dalamnya terdapat roh paman Tigris dan naga emas," batin Yan Lan.
Yan Lan mengeluarkan pedang itu dari dalam cincin ruang kedalam genggamannya, aura yang keluar dari pedang yang berada di genggaman Yan Lan benar benar begitu sangat mengerikan.
Leo yang melihat wujud pedang yang berada dalam genggaman Yan Lan seketika mundur beberapa langkah kebelakang.
"Tuan muda...!! pedang di tangan anda ini benar benar merupakan pedang yang sangat dasyat, hanya saja 2 kekuatan tingkat legenda yang ada di dalamnya cuma 1 yang mengakui anda, dan yang satunya tak mengakui anda sebagai tuannya," ucap Leo.
"Kau benar Leo, selama ini pedang yang kau lihat sekarang hanya tersimpan di dalam cincin ruang ku saja, aku tak pernah memakainya karena pedang ini dapat mengisap cepat Qi murni di dalam tubuhku jika aku memakainya dalam sebuah pertarungan, sepertinya pedang ini sengaja ingin mengambil nyawaku," ucap Yan Lan.
"Tapi Leo.., dengan kekuatan yang kau berikan padaku sekarang, aku yakin dapat mengimbangi aura negatif pada pedang ini, karena kekuatan darimu melebihi kekuatan salah satu roh yang berada di dalam pedang ini," sambung Yan Lan.
"Jika anda mengeluarkan enegi Qi murni dari ku hanya untuk menggunakan pedang itu, anda salah besar tuan muda, karena pedang itu masih bisa menyakiti anda di suatu hari kelak, ada baiknya anda menaklukkan energi roh naga emas yang ada di dalam pedang itu sehingga roh naga emas bisa mengakui anda sebagai tuannya," ucap Leo.
"Tapi bagaimana caranya agar aku bisa menaklukannya Leo?" tanya Yan Lan.
"Baiklah Leo" ucap Yan Lan.
Leo mengeluarkan seberkas cahaya ungu dari kepalanya yang langsung masuk ketubuh Yan Lan. Yan Lan yang mendapatkan energi besar dari Leo, langsung menggabungkan energi itu dengan energinya sendiri yang menimbulkan kekuatan maha dasyat.
Energi itu serta merta di salurkan Yan Lan kedalam pedang yang ada di dalam genggamannya. Pedang roh abadi segera bereaksi dengan mengeluarkan cahaya emas terang dan bergetar hebat, yang membuat Yan Lan harus ektra keras dalam memegang pedang itu, agar pedang roh abadi tak terlepas dari dalam genggaman tangannya.
Tak berapa lama kemudian pedang roh abadi yang tadinya mengeluarkan cahaya emas, kini berangsur angsur meredup dan berganti mengeluarkan cahaya putih keemasan.
"Selamat tuan muda, pedang ini telah mengakuimu sebagai tuannya, sekarang cobalah anda mempergunakannya," ucap Leo.
Yan Lan menganggukkan kepala mengiyakan, dia pun mengibaskan pedang yang berada di dalam genggamannya sesaat, kemudian berlari ke arah depan.
"Amukan Tigris" teriak Yan Lan sambil menebaskan pedangnya kedepan.
__ADS_1
Dari dalam pedang keluar singa es yang langsung menerjang kedepan, membuat apapun yang di laluinya membeku menjadi es.
Kembali Yan Lan memutar tubuhnya 180 derajat dan menebaskan pedangnya kedepan.
"Amukan naga emas" teriak Yan lan.
Dari dalam pedang keluar naga berwarna emas yang langsung menerjang kedepan, dan arah sasaran pedang itu menimbulkan ledakan yang maha dasyat.
Tak sampai disitu, Yan Lan segera menebaskan kembali pedangnya kedepan.
"Amukan roh Abadi" teriaknya.
Dari dalam pedang Yan Lan keluar Singa es dan naga emas bersamaan, yang langsung mengarah kedepan, objek sasarannya seketika meledak dan menimbulkan serpihan serpihan es kecil.
Senyum mengembang di sudut bibir Yan Lan, ada kepuasan tersendiri dari senyumannya itu.
Yan Lan memasukkan pedang roh abadi kedalam cincin ruangnya, dan melangkah kearah Leo.
Leo, aku akan kembali, mudah mudahan kau bisa segera menembus alam surgawi seperti para leluhurmu," ucap Yan Lan.
"Baik tuan muda," ucap Leo.
Yan Lan perlahan membuka matanya dan merasakan ada aura energi yang tak asing baginya, aura itu begitu jelas di rasakan oleh Yan Lan.
"Tuan muda" ucap suara yang tiba tiba menyapa Yan Lan.
"Biyao..!! ucap Yan Lan seakan tak percaya.
"Benar tuan muda, ini aku Biyao," ucapnya.
Jika berkenan berilah vote pada novel ini setiap minggunya, agar author lebih semangat mencari inspirasi dalam menulis karya✌️✌️
__ADS_1